Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
S2 India


__ADS_3

Cinta Amnesia Season 2


🍁🍁🍁


Kembali dengan wajah baru yang lebih fresh. Terus ikuti ya kisah Rina menemukan jalan menuju ingatannya ya. πŸ˜ŠπŸ˜˜πŸ€—


🍁🍁🍁


POV Orang Pertama.


Ini pertama kalinya aku terbang ke Negara yang belum pernah ku kunjungi, jauh dari rumah dan dari keluarga yang ku cintai.


Republik India adalah sebuah negara di Asia dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu miliar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980. India mempunyai ibukota yang bernama New Delhi.


Sebuah apartemen yang cukup mewah yang terletak di daerah Agra.



Ruangan ini jadi saksi bisu, betapa menyedihkannya hidupku. Aku adalah korban dari seorang wanita kaya, yang mempunyai harta dan kekuasaan, namun ia tidak dapat memiliki cintanya, maka itu untuk mendapatkan apa yang diinginkan, ia memanfaatkan aku, agar semua rencananya bisa terwujud.


Sudah 6 bulan aku terkurung di sini, hanya menonton televisi tanpa bisa kemana-mana. Jika aku spiderman, mungkin aku sudah melarikan diri dengan cepat dari apartemen ini, sayangnya itu hanya terjadi di dalam film yang aku tonton saja.


🍁🍁🍁


6 Bulan sebelumnya.


Flashback ON


Masih terbesit, detik-detik yang mencekam dalam hidupku, saat pisau itu hampir merobek leherku.


Aku yang terpejam sudah pasrah menerima takdir yang ku dapat, namun ternyata aku masih dapat membuka mataku, saat dering handphone menyelamatkanku.


"Tolong, jangan bunuh aku, aku masih mau hidup, aku mohon." ujar Rina sambil merintih menangis.


Pembunuh itu mengacuhkan permohonan Rina, ia terus melangkah mendekati Rina, walau dengan kening yang terus mengeluarkan darah karena hantaman benda yang Rina hujamkan.


Rina mencoba terus untuk mengesot menjauhi pembunuh itu, hingga akhirnya Rina terpojok di depan pintu ruangan. Rina hanya bisa pasrah akan nasibnya, air matanya semakin deras melihat Pembunuh itu sudah hanya tinggal beberapa langkah lagi di depannya.


"Kurangi rasa sakitnya ya Allah, saat KAU cabut nyawaku." isak Rina menangis yang sudah memejamkan matanya.


Saat pisau hampir dekat merobek leher Rina, handphone pembunuh itu berbunyi. Pembunuh itu lalu menghentikan niatnya untuk membunuh Rina.

__ADS_1


"Baik Bu, saya mengerti." ucap Pembunuh itu sekaligus menutup panggilan teleponnya.


Ia kembali menyimpan pisaunya di saku belakang celananya, lalu pembunuh itu mengambil foto Rina dengan menggunakan handphonenya dan mengirimkannya kepada Mega.


Rina kembali membuka matanya dengan perlahan.


Apa ini sudah di surga?


Ternyata aku belum mati.


Rina terkejut namun kini ia dapat bernapas lega. Walau begitu Rina terlihat bingung dengan apa yang dilakukan pembunuh itu, Pembunuh itu hanya terdiam di depan Rina, tanpa berkata apapun, seperti sedang menunggu aba-aba selanjutnya dari yang memerintahkannya.


Rina pasrah menanti kelanjutan dari apa yang akan dilakukan pembunuh itu, walaupun ia berharap masih diberikan kesempatan untuk hidup.


Flashback OFF


🌸🌸🌸


Apartemen di India.


Rina terlihat sedang begitu kesal dengan membanting beberapa gelas di dapur untuk di pecahkannya.


Tak lama suara gaduh itu membuat Arkhan, segera menghampirinya.


"Biarkan aku menghirup udara bebas di luar, killer, jika aku tidak di izinkan pergi sendiri, kamu saja temani aku," tutur Rina memelaskan wajahnya.


Arkhan sejenak berpikir dengan wajah yang masih tampak kesal dengan tingkah Rina.


"Coba kau pikirkan killer, selama 6 bulan aku hanya dikurung di apartemen yang jika aku berlari dari ujung sampai ke ujung ruangan ini pun aku tidak akan berkeringat." imbuh Rina masih berusaha membujuk Arkhan.


Arkhan kembali mencerna setiap ucapan Rina, hingga akhirnya ia membuat kesepakatan dengan Rina.


"Oke katakan tempat mana yang ingin kamu kunjungi?" tanya Arkhan.


"Setidaknya aku ingin berkeliling melihat keindahan India." tutur Rina yang mulai riang mendengar Arkhan mengizinkannya.


"Baik kalau begitu, bersiaplah, tapi berhenti memanggil aku killer karena buktinya saat ini kamu masih hidupkan." ujar Arkhan memberikan syarat yang kemudian di iyakan dengan mudah oleh Rina dengan menganggukkan kepalanya.


Rina akhirnya langsung berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian. Ini adalah hari pertamanya berhasil meyakinkan Arkhan untuk mau mengajaknya keluar dari apartemen, sebelumnya setiap ajakan Rina selalu berakhir dengan penolakan.


Rina semakin terbiasa menerima nasibnya saat ini, ia pernah coba untuk kabur namun itu hanya membuat Arkhan begitu kesal dan beberapa kali hampir membunuhnya, maka itu Rina tidak berani untuk mengulanginya lagi.

__ADS_1


Pertama kali dikurung di tempat ini, Rina mencoba berontak, ia hanya menghabiskan waktunya dengan merintih dan menangis, namun semakin lama ia mulai lelah akan hal itu. Ia mencoba terbiasa sambil terus berpikir dan ketika ada kesempatan ia berharap bisa lolos dari Arkhan untuk segera pulang ke Indonesia.


🍁🍁🍁



Rina sudah terlihat cantik dengan pakaian yang dikenakannya, Arkhan banyak membelikannya pakaian untuk keperluannya selama di India. Hal yang paling menyebalkan untuknya ketika ia harus membelikan Rina pakaian dalam, katanya itu adalah hal yang paling konyol dilakukan oleh seorang pembunuh bayaran seperti dirinya.


Rina melangkah keluar dari Apartemen. Setibanya ia di luar matanya terbelalak melihat Arkhan sudah duduk gagah dengan tunggangan yang dinaikinya.



"Apa yang kamu lihat? Segera naik atau aku akan memarkirkan kembali Moge ini dan kita tidak akan jadi keluar." sentak Arkhan mengejutkan Rina yang masih terperangah.


Rina tersadar dan dengan cepat berlari untuk menaiki Mogenya.


Wah ini pertama kalinya aku menaiki motor seperti ini.


Arkhan mulai melajukan Mogenya dengan kecepatan sedang. Rina tampak tersenyum bahagia, ia mengedarkan pandangannya ke kiri dan kanan melihat hal yang sudah sangat lama tak dilihatnya, betapa rindu ia dengan keramaian. Namun di saat kebahagiaan ia rasakan, beberapa potongan-potongan ingatannya silih berganti mengusiknya.


Rina mulai memegangi kepalanya. Ia menyembunyikan rasa sakitnya agar Arkhan tidak mengetahuinya, karena ia takut jika Arkhan tahu ia akan memutar kembali Mogenya dan pulang ke Apartemen.


Rasa sakit yang Rina rasakan sekejap hilang ketika pandangannya menangkap suatu objek yang terlihat begitu indah di matanya, membuatnya sangat takjub dengan pemandangan yang saat ini sedang berada dihadapannya.


"Yang saat ini kamu lihat adalah Taj Mahal," ujar Arkhan memberitahu.


"Iya indah banget ya killer," ucap Rina terperangah dengan apa yang dilihatnya.


"Aku sudah bilang jangan panggil aku dengan sebutan killer," kesal Arkhan mengeluh.


"Iya maaf killer, eh Arkhan, habisnya selama 6 bulan aku sudah terbiasa memanggil kamu dengan sebutan killer," ujar Rina dengan senyum manisnya agar Arkhan tak lagi kesal dengannya.


"Sekali lagi kamu lupa, aku tidak segan-segan menghabisi kamu." geram Arkhan mengancam.


Rina terkejut dengan kata-kata yang keluar dari mulut Arkhan. Namun dengan berani ia menyanggahnya.


"Apa sekarang kamu tega melakukan itu?" goda Rina melelehkan kekesalan Arkhan.


"Apa benar begitu ya? Apa aku memang tidak akan tega membunuh wanita ini? Cih.. Aku Arkhan tidak akan lemah terhadap wanita." gumam Arkhan yang mulai ragu dengan dirinya sendiri, namun sekejap ia mengelaknya.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung✍️


Ikuti terus kelanjutan Cinta Amnesia Season 2 ya, terus beri dukungan kalian agar aku bisa kembali semangat untuk berkarya. πŸ€—πŸ˜ŠπŸ˜


__ADS_2