Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
Cinta Viona Untuk Rangga


__ADS_3

Rangga dibuat bingung dengan permintaan Ayahnya, waktu seminggu yang Reza berikan, dirasa sangat memberatkannya. Rangga takut bila waktunya habis tapi Rina belum juga ditemukan, Rangga harus menyetujui untuk menikah dengan Viona.


Rangga memang sangat mengenal Viona, karena sejak TK sampai SD, mereka selalu sekelas. Sampai akhirnya Viona di vonis menderita kanker otak stadium 2, itu membuat keluarga Viona memutuskan pindah ke luar negeri, untuk melakukan pengobatan. Setelah melakukan pengobatan Viona berhasil sembuh, hingga kini ia telah pulih kembali.


Selama mereka jauh, mereka masih selalu berkomunikasi lewat Skype dan WhatsApp, itu yang membuat Viona tidak lupa dengan kenangan masa kecilnya. Orang tua mereka pun sangat dekat karena Ayah Viona dan Reza, merupakan teman satu SMA.


Reza sangat terkejut Viona datang ke Jakarta, ia tak menyangka apa yang ia harapkan malah mendatangi.


"Apa kabar Papa dan Mama kamu Vio?" tanya Reza menyapa.


"Papa dan Mama baik Om, Minggu depan mereka akan menyusul aku Om ke Jakarta." tutur Viona.


"Kenapa bisa pas begitu ya, Minggu depan batas waktu yang Papah kasih ke aku." gumam Rangga.


Viona melirik Rangga melihat raut wajah tak suka yang tercermin pada wajahnya, ia mencoba bertanya namun ia urungkan niatnya, karena ada Reza yang masih bersama mereka. Namun Reza mulai membaca tatapan mata Vio yang terus melihat Rangga.


"Om tinggal dulu ya Vio, kamu ngobrol dengan Rangga sepuasnya, Om mau ke kamar dulu." tutur Reza seraya menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Bagai terkabul harapannya, Viona sangat senang, akhirnya ia bisa leluasa bersama Rangga tanpa harus canggung dilihat oleh Reza.


"Iya Om, selamat istirahat ya Om." ucap Viona tersenyum.

__ADS_1


Rangga meliriknya.


"Senyumannya mengingatkanku kepada Rina, tapi aku hanya mencintai Rina bukan Viona." gumam Rangga yang mencuri pandang menatap Viona.


Begitu Reza naek ke atas, Viona pun langsung menggeser posisi duduknya lebih dekat dengan Rangga. Rangga tersentak kaget. Kini mereka sangat dekat dan membuat Rangga risih dibuatnya. Namun Rangga hanya diam tanpa suara, walau Viona terus menatapnya tapi Rangga terus mengelak dari pandangan Viona, ia memutar kedua bola matanya untuk menghindari tatapan Viona.


"Kamu kenapa gak mau lihat aku?" tanya Viona.


"Tidak apa-apa." ucap Rangga singkat.


Viona memegang wajah Rangga untuk meluruskan pandangan matanya ke arah wajahnya, Rangga mau tidak mau mengikutinya. Kini Rangga sudah menatap Viona.


"Viona, saat ini aku tidak bisa mencintai kamu, karena aku sudah mencintai Rina, tidak mungkin aku membagi cinta ini." gumam Rangga seraya menghela nafasnya.


"Kamu gak kangen sama aku." lirih Viona dengan raut wajah yang manja.


"Viona, aku pasti kangen sama kamu, cuma saat ini aku lagi banyak masalah." tutur Rangga.


"Pasti tentang Rina lagi ya, wanita yang selama beberapa Tahun ini selalu menggantikan aku dipikiranmu?" keluh Viona kesal.


"Kamu tidak akan tergantikan dalam hidup aku Viona, kamu dan Rina punya tempat masing-masing di hatiku, kamu tidak usah khawatir." tutur Rangga polos yang tidak mengerti akan maksud Viona.

__ADS_1


Wajah Viona berubah bete mendengarnya. Ia mengira Rangga memang tidak mengerti maksud pertanyaannya.


"Cinta, Rangga!" geram Viona.


"Apakah kamu mencintaiku?" imbuh Viona bertanya.


Rangga yang sebenarnya tahu arah maksud pertanyaan Viona, hanya diam dan tidak menjawabnya. Ia tidak mau melukai hati teman semasa kecilnya, karena Rangga ingat betul saat SD, Viona selalu membantunya, ketika ada anak nakal yang mengganggu Rangga, Viona selalu membelanya bahkan mengusir anak nakal itu.


Viona memang saat SD terlihat tomboi. Tak jarang anak seusianya, gentar bila menghadapi Viona, apalagi saat Viona sudah mengancam lewat kepalan tangannya, dalam hitungan detik semua langsung kabur terbirit-birit.


Namun seiring berjalannya waktu, Viona kini tumbuh menjadi wanita yang cantik bahkan sekarang ia adalah model sekaligus seorang publik figur.


"Sudah ah, kamu terlalu serius." ucap Rangga sambil mengacak rambut Viona.


Setelah itu Rangga langsung beranjak bangun dan bergegas pergi ke kamarnya, meninggalkan Viona sendiri di ruang tamu. Namun sambil berjalan menaiki tangga, Rangga sempat melihat Viona yang ternyata masih menatapnya walaupun ia sudah sampai di anak tangga yang paling atas sekalipun.


"Rangga apakah kamu hanya mencintai Rina?" gumam Viona terlihat sedih.


"Tidak boleh.. Aku tidak akan menyerah, alasan aku pulang ke Jakarta adalah untuk mendapatkan cintaku, walau harus aku usahakan dengan keras, aku tak peduli, yang terpenting bagiku, aku bisa menunjukkan kepada Rangga, jika aku mencintainya." batin Viona lirih penuh tekad.


****

__ADS_1


Bersambung✍️


Jangan lupa klik like dan jika berkenan vote ya. Terima kasih atas dukungannya. 😍😊🤗


__ADS_2