
Di lobi kantor.
Rina dan teamnya baru akan keluar kantor untuk menuju tempat meeting, namun sesaat kemudian terdengar suara wanita memanggil nama Rina.
"Mba Rina, Mba." panggil salah satu staf kantor menyampaikan.
"Iya ada apa Nanda, kamu sampai terburu-buru begini." ujar Rina bertanya.
"Mba Rina di panggil Bu Inggrid dulu Mba, suruh ke ruangannya." ucap Nanda menyampaikan maksudnya.
Ryan dan Viska pun saling bereaksi.
"Tumben Bu Inggrid manggil pas mau meeting gini, memangnya ada apa ya." ujar Ryan berpikir aneh.
"Iya tuh aneh banget, tapi ya sudahlah kita tunggu di mobil ya Rin." ucap Viska kepada Rina.
"Oke kalian duluan aja ke mobil nanti aku nyusul." ujar Rina seraya bergegas menuju ruangan Bu Inggrid.
Sesampainya di ruangan Bu Inggrid, Rina pun menghadap Bu Inggrid.
"Rina, maksud saya memanggil kamu adalah untuk menyampaikan bahwa kamu harus berhasil dalam proyek ini, karena ini sangat penting untuk Perusahan saya, proyek ini bernilai besar jika berjalan dengan baik, mulai dari sponsor, klien dan station televisi bila mereka setuju untuk satu komitmen menjalankan acara ini, tentunya ini akan membuat Perusahan kita maju dengan pesat." ujar Bu Inggrid menjelaskan.
"Iya Bu, baik saya paham, saya akan usahakan semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik." ucap Rina berjanji.
"Oke saya tunggu kabar baiknya, namun bila kamu gagal, maaf kamu tidak akan bisa bekerja lagi di perusahaan saya, kamu mengerti! Ini harus kamu jadikan motivasi, ya sudah good luck." ujar Bu Inggrid mengakhiri percakapannya.
"Baik Bu." ucap Rina terbata.
Setelah keluar dari ruangan Bu Inggrid, ia langsung bergegas menuju mobil dimana ia sudah di tunggu Ryan dan Viska untuk berangkat.
__ADS_1
Di dalam Mobil.
"Oi Rin, kenapa Bu Inggrid? Ngomong apa dia Rin." ujar Ryan bertanya.
"Biasa cuma mengarahkan dan lebih ke mengingatkan agar kita berhasil dalam proyek ini, jangan sampai gagal untuk approve." tutur Rina menceritakan sekaligus menutupi ancaman pemecatannya bila ia gagal dalam proyek ini.
"Oh gitu aja Rin." ucap Viska yang curiga karena reaksi Rina yang agak aneh saat bercerita.
Pembahasan pun terhenti sampai di situ, mobil pun melaju, namun dalam hatinya Rina masih saja ragu apa ia bisa berhasil atau tidak.
"Kalo aku di pecat, bagaimana?" tanya Rina dalam hati.
Setelah melalui perjalanan panjang di tengah kota yang padat. Rina, Viska dan Ryan pun tiba di PH Adiansyah Grup. Mereka pun memasuki lobi kantor.
"Mba, permisi kami bertiga ada janji meeting, ruangannya sebelah mana ya?" ujar Rina bertanya.
"Meeting di pukul 11.00 wib ini ya, mari saya antar." ajak Resepsionis seraya menuju ke ruangan meetingnya.
Rina, Ryan dan Viska pun meninggalkan ruangan dan berjalan di koridor kantor PH.
"Hebat kamu Rin, persentase dan preview kamu berjalan lancar, tadi sih aku liat semua suka dengan apa yang kamu sampaikan." ucap Viska
"Iya Rin, gak salah emang Bu leader aku ini memang luar biasa." puji Ryan.
"Apaan Ian, kamu di dalam cuma diem aja, semua Rina yang beraksi, kamu udah kaya ayam lagi ngeremin telornya." ujar Viska meledek Ryan.
"Gak apalah ngeremin telor biar jadi pengusaha ayam, hahahaha." tukas Ryan tertawa.
"Dasar kamu ngeles aja kaya bajaj." gerutu Viska.
__ADS_1
"Sudah sudah, kalian jangan berdebat terus nanti kalian jodoh lho." ucap Rina menerka.
Ryan dan Viska pun saling bertatapan, mereka pun bereaksi, secara bersamaan keduanya terkejut.
"Apa?" ucap keduanya kaget.
"Gak! Gak mungkin, lebih baik aku nyapu halaman kantor daripada aku berjodoh sama Ryan." ucap Viska penuh keyakinan.
"Aku sih juga gak mau tapi kalau terpaksa ya mau gimana lagi, hahaha." tawa Ryan terlihat lucu dengan reaksi Viska.
"Ya semoga aja kita gak berjodoh ya biar kamu gak capek harus nyapuin halaman kantor." tutur Ryan.
Viska pun langsung memukul tubuh Ryan tanda ia kesal dengan Ryan, Rina pun berusaha untuk memisahkan Viska, namun karena itu pandangan Rina jadi beralih hingga akhirnya ia menabrak seseorang.
Bruuk
Rina hampir terjatuh, namun dengan cepat ada sepasang tangan langsung menyelamatkan Rina, satu tangan memegang tangan Rina dan satu tangan lagi melingkar di tubuh Rina untuk menyangganya, sampai pada akhirnya wajah Rina dan laki-laki itu saling berdekatan, mereka pun saling memandang satu sama lain.
"Kamu baik-baik aja." ucap Angga menatap Rina lebih dalam.
Betapa terkejutnya Rina ternyata sosok laki-laki yang ada di hadapan matanya saat ini adalah laki-laki yang ia temui di Waterboom, jantung Rina pun berdebar sangat kencang.
Deg-deg-deg.
Suara jantung Rina yang berdebar makin kencang.
"Perasaan apa ini, kenapa jantungku berdebar sekali, laki-laki ini sangat dekat denganku." gumam Rina di dalam hati.
*****
__ADS_1
Bersambung✍️
Beri like dan tinggalkan koment ya.. makasih