Dinodai Kakak Tiriku

Dinodai Kakak Tiriku
S2 Bantuan dari Raj


__ADS_3

Aashita membopoh Arkhan yang terlihat sangat payah melangkah.


"Bagaimana kau bisa membunuh Damraj jika kau terlihat begini kacaunya," tanya Andrean sambil melirik Arkhan.


"Sepertinya aku butuh istirahat beberapa jam untuk memulihkan tenagaku," jawab Arkhan mendesah kasar.


Mereka masuk ke dalam lift, lift menutup dan langsung turun ke lantai dasar.


Saat pintu lift terbuka terlihat Raj sudah berdiri menunggu mereka.


Raj sudah menunggu bersama seluruh pengawalnya yang berjumlah 3 orang.


Pengawal yang begitu ia hubungi langsung datang sesuai perintah Raj. Ia sengaja menyuruh seluruh pengawal untuk berjaga di luar gedung karena ia tak mau datang ke acara pesta pernikahan dengan dikawal, yang akan membuatnya jadi bahan perhatian tamu-tamu lainnya.


Andrean langsung mendekati Raj, untuk menahannya agar tidak meringkus Arkhan yang saat ini akan menjadi partnernya untuk membebaskan Rina.


Setelah Andrean menceritakan semuanya, Raj sebenarnya berat untuk mengikuti rencana Andrean, karena nyawanya dipertaruhkan di sini. Namun ia mengingat apa yang sudah Andrean lakukan membuatnya percaya atas apa yang dikatakan oleh Andrean.


"Baik Andrean, aku akan mengikuti semua rencanamu, tapi kita tidak akan berangkat ber 3 saja, ke 3 pengawalku akan ikut mendampingiku, tapi tidak usah khawatir diperjalanan kita susun rencana agar semua bisa berjalan baik, aku mengenal Damraj seperti apa,"


"Mereka orang-orang terlatih pada bidangnya," ujar Raj memperkenalkan 3 pengawal utamanya.


"Ini Sahid Devgan ahli peledak,"



"Ini Ajay Sarma ahli menyusup,"



"Dan terakhir Ranveer Singh ahli strategi,"



"Semua Pria ini adalah ahli bela diri, jadi kalian tidak usah khawatir," tutur Raj yang merasa tenang dengan kehadiran pengawalnya.


Andrean dan Arkhan lebih tenang dengan bantuan yang Raj berikan.


"Kalau begitu aku tidak perlu istirahat Andrean, sudah ada mereka," celetuk Arkhan menyeringai.


Arkhan terkekeh puas.


"Cih, cari kesempatan dalam kegentingan." decak Andrean melirik Arkhan dengan sinis.


Wajah Arkhan hanya datar melihat tajamnya Andrean meliriknya.


"Gara-gara kau, aku jadi berurusan dengan laki-laki berbahaya di India ini," imbuh Andrean menambahkan.

__ADS_1


Arkhan jadi merasa bersalah mendengar ucapan Andrean. Namun tiba-tiba Raj menengahi perdebatan kecil mereka.


"Sebenarnya dia tidak se berbahaya yang kau pikirkan Andrean," timpal Raj memberitahu.


"Maksudmu Pak?" tanya Andrean heran.


"Karena dia adalah Adikku," ungkap Raj membuka kenyataan hubungannya dengan Damraj.


Andrean terhenyak mendengarnya, Arkhan sampai tersedak salivanya sendiri hingga membuatnya batuk.


Ketiga pengawalnya pun ikut terperangah menatap kesaksian Tuannya. Mereka tak menyangka ternyata Damraj yang beberapa kali coba membunuh Raj, ternyata adalah Adiknya sendiri.


Raj mulai menceritakan kepada semuanya tentang masa lalunya, alasan di balik kebencian Damraj.


🍁🍁🍁


Flashback ON


Semua berawal dari sebuah kejadian dimana Damraj mengantar kedua orang tuanya untuk menemui Raj di rumahnya yang terletak di New Delhi, namun setelah sampai di rumah Raj, Damraj tidak menyangka bahwa Raj akan mengusir kedua orang tuanya begitu saja.


Raj sebenarnya Pria yang baik, namun karena ia menikah dengan seorang wanita yang kaya raya, membuatnya harus mengikuti segala peraturan yang dibuat istrinya, seorang wanita yang bernama Amitha Kapoor, bahkan Raj diminta merubah nama belakangnya mengikuti nama Amitha.


Suatu hal yang aneh terdengar, karena seharusnya seorang istri yang mengikuti nama suaminya, namun tidak berlaku dengan Raj.


Harta dan kekuasaan Amitha membuat Raj tidak berkutik dan bertekuk lutut dihadapan Amitha. Walau ia mengusir kedua orang tuanya, namun sebenarnya Raj sangat sedih dan sakit melakukan itu semua.




🌹Kebersamaan Raj dan Amitha


🍁🍁🍁


Sejak diusir oleh Raj, Ibunya lebih sering jatuh sakit, sampai akhirnya meninggal dunia karena penyakit jantung yang di deritanya, itulah awal dendam Damraj yang masih teringang sampai sekarang, Damraj sudah bersumpah tidak akan menganggap Raj sebagai Kakaknya lagi, bahkan ia hendak membunuhnya.


Flashback OFF


🍁🍁🍁


Rina membuka matanya perlahan, ia mulai mengedarkan pandangan melihat sekelilingnya, dinding putih dengan eternit langit-langit yang juga berwarna putih, dengan ruang yang tidak terlalu luas, membuat Rina terperangah, ia bangkit, terduduk melihat dihadapannya, jeruji besi dengan gembok besar di pintu selnya.


"Aku dimana ini?" tanya Rina begitu heran dengan apa yang dilihat matanya.


Rina coba mencubit pipinya.


"Au," Rina mengaduh kesakitan karena ulahnya sendiri.

__ADS_1


"Ternyata ini bukan mimpi." imbuhnya melanjutkan kebingungan kenapa ia bisa terdampar di dalam sel penjara.


Rina mulai berteriak, sambil menggoyangkan jeruji besi sekuat tenaganya, namun semakin keras teriakannya, yang terdengar hanya gema suaranya tanpa ada sahutan orang yang menjawab.


Rina akhirnya pasrah, ia terduduk dengan meringkuk, air mata berderai menangisi apa yang sedang terjadi.


Bibirnya bergetar tanda ia ketakutan, karena berada di tempat yang tidak ia kenali. Sesekali Rina meremas rambutnya karena begitu kesal dengan nasibnya.


🍁🍁🍁


1 Jam kemudian.



Sebuah rumah yang terletak di tepi tebing, yang di bawahnya terlihat aliran sungai yang begitu deras, dengan muara sebuah air terjun yang sangat curam.


Andrean mengamati sekitar rumah. Keadaan gelap di malam hari, membantu usaha mereka untuk membebaskan Rina.


Setelah mengamati keadaan sekitar, Andrean menyerahkan kepada Ranveer untuk membuat strategi agar misi yang mereka jalani berhasil.


Ranveer adalah jebolan akademi FBI di India, yang mempunyai otak jenius layaknya Einstein. Dia banyak menciptakan peralatan untuk mata-mata yang sudah banyak di jual kepada FBI Internasional.


Ranveer mengambil alih untuk memimpin misi mereka. Ia terlihat mengambil sebuah kacamata dari tas ranselnya, kacamata yang mempunyai lensa berukuran besar, kacamata ini dapat mendeteksi suhu tubuh dengan infra red nya dan ketika tombol pada bagian kanan kacamata di tekan, magic, kacamata ini dapat menembus dinding-dinding yang menyekat, melihat tanpa ada penghalang, fokus, detail dan jelas. Kacamata ciptaan Ranveer ini sangat membantu dirinya dalam membuat sebuah strategi dan mengetahui keberadaan Rina juga Damraj.



Ranveer mulai mendeteksi rumah yang sudah masuk dalam pengamatannya. Ia mulai menyusun rencana dengan menggambar sketsa rumah untuk memudahkannya, dalam membagikan tugasnya.



Setelah semua pembagian tugasnya selesai, mereka bersiap untuk memulai rencananya. Ranveer sudah mengetahui keberadaan Rina yang berada di sel tahanan yang terletak di sudut ruangan paling pojok di sisi kanan, sementara keberadaan Damraj yang terlihat di ruang tengah dengan beberapa pengawal di sekitarnya.


"Aku sudah menghitung semua pengawalnya berjumlah 35 orang, 8 orang di ruang depan, 4 orang di ruang tengah bersama Damraj, tapi hati-hati mereka bukan pengawal sembarangan, yang menjaga atap ada 5 orang, di belakang rumah ada 6 orang, sisi samping kanan 5 orang, sisi samping kiri 5 orang dan yang menjaga Rina di lorong menuju sel tahanan ada 2 orang,"


Andrean begitu kagum dengan apa yang ia disaksikannya tentang keahlian Ranveer.


Benar kata Pak Raj, dia bukan orang sembarangan.


Mungkin ini akan berjalan dengan mudah.


Andrean menoleh ke arah Arkhan yang juga tampak termangu mendengar penjelasan Ranveer. Pandangan mereka mulai beradu, saat keduanya saling melihat, mereka sama-sama tersenyum kecil, menandakan ketenangan bahwa misi yang saat ini mereka jalani, dapat berlalu dengan mudah, karena bantuan ketiga pengawal Raj.


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Makin seru kan, maka itu terus ikuti ya ceritanya. Jangan lupa beri dukungan kalian dengan like dan komentar kalian ya. πŸ˜πŸ€—πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2