
Di kelas di tengah Pelajaran Matematika yang digurui oleh Pak Anton yang saat ini fokus menulis di Papan tulis Dimana murid yang lain sibuk mencatat sedangkan
Dipta sibuk menopang dagunya dengan sebelah tangan sambil menoleh memandangi Aluna yang sedang sibuk menyalin tulisan Pak Anton di buku catatan Dipta masih kebayang kejadian tadi malam saat ia dan Aluna berciuman Ia sampai menggigit bibirnya mengingat hal romantis tersebut.
" Dipta lo ngapain sih " tanya Aluna Pelan tapi bernada kesal Dari tadi ia risih sekali karena Dipta terus memandanginya.
" Gue ini lagi serius Liatin orang cantik lagi nulis " jawab Dipta Pelan agar tidak di dengar oleh Pak Anton
" Udah deh Dipta gue keganggu nih "
Dipta malah semakin jadi memandangi Aluna Mana matanya sesekali tertuju ke bibir gadis itu sambil senyum yang mencurigakan.
" Aluna lo tuh bener-bener Cantik banget sih Kapan ya lo itu bisa jatuh Cinta ke gue Kapan, " ujar Dipta dalam hati
" Dipta udah ya sebelum gue jambak bulu mata lo," ancam Aluna dengan mata yang melotot.
" Iya gue udahan deh " Dipta mendaratkan kepalanya di atas meja Posisi miring dengan mata yang masih tertuju Pada wajah Aluna Tak bosan-bosan ia Pandangi muka cantik Aluna
" ini anak bandel ya " gumam Aluna
" Dipta Udah "
Dipta berbicara tapi tanpa suara sehingga Aluna kebingungan cowok itu ngomong apa.
" Dipta ngomong yang jelas "
Dipta menegakkan tubuhnya kembali ia berbisik di telinga Aluna
" Entar malem buat anak ya "
PLAK
Aluna Langsung menampar Pipi Dipta sehingga Pak Anton tidak melihat kejadian itu sedangkan semua murid melihatnya sehingga sedetik berikutnya kelas dipenuhi tawa Dan tawa Paling kencang jatuh kepada Kenzo, Chiko, Marco dan Aldi depan lagi mereka melihat ketua gengnya dipukul cewek seperti itu Adegan yang langka dan harus diabadikan Chiko cepat mengambil Ponselnya dan merekam muka bosnya yang habis ditampar Ia zoom sampai Pipi Dipta yang merah terlihat.
Pak Anton berhenti menulis Ia langsung menoleh melirik Para muridnya yang tiba-tiba terdiam.
" Apa yang kalian tertawakan " Sorot mata tajam Pak Anton menakuti Penghuni XII IPA 2.
Semua bungkam dan kembali mencatat
" Kalian menertawakan saya ya "
" Tidak Pakkkk "
" Terus apa yang kalian tertawakan Saya gak bolot loh saya dengar suara kalian,"
Tidak ada yang berani menyahut Kelas sepi bak kuburan tanpa Penziarah
" Dipta " Pak Anto menunjuk wajah Dipta
Nama Dipta disebut Dipta seketika ketar-ketir
" I-iya Pak " Pak Anton memicingkan matanya.
" Pasti kamu kan yang bikin ulah "
" Enggak Pak orang saya diam aja dari tadi Yang ketawa mereka semua bukan saya Sumpah deh, " adu Dipta Sudah Pipi sakit dan sekarang malah dituduh bikin onar Benar-benar apes.
" Sini kamu ! Tunjukkan catatan kamu,"
Dipta diam masih belum beranjak juga Ketika Pak Anton mulai melangkah mendekat ia berdiri lalu menarik buku Aluna dan membawanya ke depan
" ini Pak ada kan " Dipta menyengir ke arah Aluna sambil menaikan satu alisnya.
" ihhh nyebelin banget sih sumpah itukan catatan aku," dumel Aluna dalam hati Namun Aluna tidak sampai hati membeberkannya ke Pak Anton Tidak tahu kenapa Padahal sebelum Pernikahannya dengan Dipta ia sering menyudutkan cowok itu.
Setelah Pak Anton Periksa ia pun meyakini Dipta mencatat materi yang ia berikan.
" Ya udah duduk sana "
" Oke Pak " Dipta kembali ke bangkunya
Dipta senyum ke Aluna dan mengembalikan buku Aluna itu ketika Pak Anton menoleh ke arah yang lain
" Makasih Sayang " bisik Dipta
" Curang lo ini itu catatan gue "
" Punya lo kan Punya gue juga Lupa ya kalau kita udah suami-istri "
Aluna mengangkat kakinya lalu menginjak sepatu Dipta dengan sekuat tenaga.
" Arhh gila sakit banget Tahu " keluh Dipta seraya menahan sakit di kaki kirinya.
...•••••...
" Dipta Gimana rasanya ditampar bidadari kelas," Ledek Chiko ketiga temannya tertawa dan Dipta memasang muka marah.
" Oh kasihan, oh kasihan Aduh kasihan " Si Marco malah bernyanyi.
" Cup-cup-cup Pasti sakit banget yaa," Kenzo mengelus-elus Pipi Dipta yang ditampar Aluna
" Abang sembuhin yaa dekk "
" Lo Pasti ngomong mesum ya ke Aluna kan," tuding Aldi
" Diem lo Pada "
__ADS_1
Marco, Chiko, Kenzo dan Aldi langsung terdiam Kini ia melihat Dipta menggenggam botol minuman hingga remuk Mereka mengedik ngeri Takut dijadikan seperti botol itu.
Dipta mengepal tangannya. " Kapan sih Aluna jatuh cinta ke gue " tanya Dipta kepada keempat temannya.
Marco Kenzo, Aldi dan Chiko mereka berempat saling lirik-lirikan Sejak kapan Pula bosnya itu Punya Perasaan Pada Aluna Perasaan mereka selama ini Dipta dan Aluna seperti kucing dan tikus selalu berantem
" Kamu nanya " jawab Chiko seadanya
" Lo suka sama Aluna bos " Kenzo bertanya dengan takut-takut.
" Kayaknya Udah ada yang bisa move on dari Zea " Dipta disuguhkan Pertanyaan kedua dari Kenzo
" Yakin sama Aluna " Aldi meragukan
Dipta memutar bola matanya Sialan hari ini ia dapati lagi Aluna bersama Angga di kantin
Keempat teman Dipta melirik ke arah yang sama.
" Tuh kan miris lagi kisah cintanya," ujar Chiko
" Kemarin diambil Rio sekarang diambil Angga Nasib lo deh bos bener-bener Apes banget Percuma ganteng tapi hidup lo itu bener-bener Apes," tambah Kenzo mengasihani sahabatnya itu
Dipta semakin Panas dan ketika ia mau melabrak Angga keempat temannya menahannya.
" Wehh jangan " cegah Chiko
" Santai bos nanti lo kalah lagi kek kemarin." Aldi merangkul Dipta
" Selesaikan dengan mulut yang dingin Kenzo Kasih bos kita teh es."
" Siap " Kenzo mengangkat gelas berisi teh es lalu memberikannya ke Dipta
" Minum dulu bos Pasti seret kan tenggorakan lo."
Dipta yang semakin emosi karena melihat Angga merapikan rambut Aluna Dipta menepis gelas yang dipegang Kenzo Pegangan Kenzo lepas dan gelas itu melayang jatuh lalu Pecah Perhatian langsung tertuju ke mereka semua.
Dipta bangkit Keempat temannya tidak dapat menahan lagi Dipta berjalan dengan wajah kesalnya menuju Angga Sampai di sana ia langsung mengambil minuman Angga kemudian menyiram muka cowok itu Saking kesalnya lantaran Angga telah berani menyentuh istrinya tadi.
" DIPTA " Aluna teriak kesal
" Lo apa-apaan sih "
Kantin seketika heboh Semua berlari ke tempat TKP Para cewek menyalakan HP mereka merekam kejadian yang segera viral.
Angga mengepal tangannya Kali ini ia sangat merasa kesal Ia berdiri. " MAKSUD LO APA HAH TADI NYIRAM GUE " Ia menarik dasi Dipta lalu menonjok cowok itu Semua wanita memekik Aksi itu tidak sampai di situ saja Angga yang sudah kesetanan pun terus memukuli Dipta tanpa jeda sampai Dipta tidak dapat mengelak.
Kejadian baku hantam terus berlanjut Melihat Dipta yang kewalahan keempat temannya itupun langsung turun tangan Berdiri di depan Dipta sebagai benteng Pertahanan untuk ketua geng mereka.
" Ayo lo maju kalau berani " ancam Chiko
" Dasar banci kalian semua ! Beraninya satu lawan lima " ucap Angga yang sedang berapi-rapi Mukanya basah, bajunya basah kini Penampilannya tak karuan.
" Angga " Aluna berlari membantu Angga
" Mampus lo " ketus Marco lalu menertawakan Angga yang tak berdaya.
" Lo keren banget bos " Puji Kenzo sambil menepuk-nepuk bangga Pundak Dipta
" Mantap " Marco menunjukkan jempolnya.
" Sultan nih Bos ! Senggol dong " seru Aldi
Aluna menoleh menatap sinis ke Dipta Ekspresi kebencian terpampang jelas di wajah gadis itu.
Dipta melenggang Pergi keempat temannya pun menyusul.
...••••...
Angga dilarikan ke UKS Aluna dengan setia menunggu cowok itu siuman Ketika mata Angga terbuka ia melihat senyum lebar dari sosok wanita cantik.
" Syukurlah " ucap Aluna senang melihat Angga yang sudah sadarkan diri.
Angga berusaha mendudukkan dirinya dan ia pun dibantu sama Aluna
" Udah berapa lama Aluna aku Pingsan "
" 20 menit " Angga menyentuh hidungnya
" Aarhh ...... " Ia merintih kesakitan Apa hidungnya Patah ?
" Kayaknya kamu harus ke rumah sakit deh Angga hidung kamu Parah kayanya," usul Aluna
" Sialan " maki Angga yang kesal Pada Dipta
" Sorry ya Angga " Aluna merasa bersalah sebab Angga dihajar Dipta Pasti karena dirinya yang ngeyel tetap dekat sama Angga meski udah dilarang Dipta
" Kenapa kamu yang minta maaf " heran Angga
" Angga aku balik ke kelas dulu ya Kamu gapapa kan ditinggal "
Angga mengangguk meski keberatan.
...•••••...
Aluna mengetuk Pintu kelas Ia izin masuk dan diperbolehkan untuk mengikuti Pelajaran yang sudah berlangsung beberapa menit lalu. Ia duduk di bangkunya sendirian tanpa Dipta Ia menoleh ke belakang keempat teman Dipta ada tapi kemana cowok tengil itu ?
Selesai Pelajaran kedua Dipta masuk kelas langsung duduk tanpa bicara sedikitpun.
__ADS_1
" Darimana lo " tanya Aluna
Dipta diam dengan wajah dingin.
" Dipta Lo budek ya "
Dipta menoleh. " Gue dari ruangan kepala sekolah."
" Terus "
Dipta menghela napas kasar. " Angga ngadu sama bapaknya Gue dikasih ini." Dipta memberikan surat Panggilan orang tuanya Pada Aluna
" Astaga salah lo sendiri Siapa suruh cari keributan Udah tau Angga anaknya kepala sekolah masih aja lo cari masalah sama dia."
" ini semua Salah lo " Dipta menunjuk Aluna
" Kok gue yang disalahin "
" Andai aja lo nurut kata gue gak usah dekat-dekat Angga Gue gak suka "
Aluna diam bukan karena merasa
bersalah tapi diam karena malas memperpanjang masalah
" Lain kali kalau gue liat lo disentuh cowok lain gue Patahin tangan tuh orang,"
Aluna geleng-geleng kepala Tak habis Pikir bisa dapat suami seposesif Dipta
...••••...
" Bos nanti sore gue main ke rumah lo ya,"
" Gak " Tolak Dipta
" Wah Parah teman mau ke rumah kok gak dikasih izin," Protes Marco
" Gue juga mau main ke rumah lo udah lama ni kita gak kumpul main PS di kamar lo Sekalian Party kita."
" iya Bos gue juga mau ke rumah lo," tambah Chiko
" Boleh ya Bos " Kenzo merayu-rayu dengan memijat Punggung Dipta
Dipta berpikir Kalau teman-temannya datang nanti mereka Pada heran karena ada Dipta di rumahnya Apa ia beberkan saja sekalian Menyimpan rahasia tidak membuatnya tenang ia menghela napas
" Ya udah boleh "
" Yes " girang Aldi
" Asikk bisa ketemu mba Lala yang cantik dan bahenol Cuit-cuit."
" Ingat Kinan Woi " Kenzo menampol kepala Aldi
" Berarti nanti Pulang kita barengan ya," ucap Chiko
" Gak Kalian nanti malam aja ke rumah gue. Gue sekalian ada kejutan spesial untuk kalian berempat."
" Widihh asik nih kedengarannya," sahut Chiko Ia menepuk Pundak Dipta
" Makasih ya bos yang baik hati dan tidak sombong Lo Pasti mau bakar-bakar ayam kan untuk kita semua,"
" Sayang " Pekik Perempuan berambut Pendek sebahu Ia menghampiri Aldi
" Kamu kenapa gak tungguin aku sih Main tinggal aja Kamu lebih mentingin mereka daripada aku,"
Aldi langsung Mencubit gemas Pipi Pacarnya. " Maaf ya Sayangku aku buru-buru tadi Kamu tentu aja lebih Penting Sayang tapi aku gak bisa milih antara kamu atau mereka Tolong ngertiin ya Sayang .... " ucapnya dengan manja.
" Uekkk " Dipta, Kenzo, Marco dan Chiki mau muntah mendengar suara genit Aldi Aldo kalau sudah ngobrol sama Kinan sangat bikin mual.
Aldi menggandeng tangan Kinan. " Gue duluan ya mau bucin dulu Bye-bye my friends " Ia Pamit Pada teman-temannya lalu Pergi ke bangku kantin di Pojokan agar bisa berduaan sama bebebnya tercinta Di istirahat kedua ini memang tepatnya ngebucin.
" Geli banget gue sumpah " Kenzo menyedot teh esnya
" Kok bisa Kinan suka sama cowok sedeng kek Aldi,"
" Namanya juga cinta " sela Marco
" Gue aja rela tanggungjawab kalau Intan beneran hamil anaknya Rio,"
" Susah kalau udah bucin akut," sindir Chiko
" Dihh lo juga kelez " Kenzo menoyor jidat Marco
" Udah ditolak beribu kali sama Nadin masih aja lo kejar Dasar bucin "
" Kalian semua itu memang Pada Bucin," Dipta mengeluarkan suaranya Keempat temannya langsung menatapnya.
" Satu lagi yang gak ngaca," sindir Kenzo
" Bucin gue sama lo Pada beda " tekan Dipta
" Apa bedanya " tanya Kenzo
" Kalau gue langsung gue halalin Gak usah Pacar-pacaran lagi Langsung ijab kabul selesai urusan Haha." Dipta tertawa Puas.
" Terus kenapa gak lo kawinin si Aluna biar dia gak ganjen lagi ke Angga " tanya Chiko
Dipta menarik rambut Chiko " Anjing lo ! Aluna gak ganjen ya Anggannya aja yang kegatelan jadi laki "
__ADS_1
...••••...