DIPTA

DIPTA
EPISODE 24


__ADS_3

Dipta menatap gadis yang sedang menangis itu Aluna kelihatan ketakutan Parah Cewek itu terus berusaha lepas darinya tapi tenaganya tidak begitu kuat sehingga usahanya Percuma dan yang bisa Aluna andalkan hanya tangisan Begitulah cewek bisanya nangis doang


" Aluna gue janji gak bakal sakit," Dipta membelai rambut Aluna mencoba menenangkan Siapa tahu berhasil


" ini bukan soal rasa sakitnya Dipta ini soal masa depan gue ! Hiks .... " Suara Aluna gemetar. Ia harap ia tidak Pingsan Jika terjadi tamat dirawatnya la akan diperkosa dalam keadaan tak sadarkan diri Sangat mengerikan jika membayangkan hal tersebut


" Soal masa depan ya " Dipta terdiam sejenak lalu menghembuskan napas


" Masa depan lo di depan Io sekarang Yaitu gue," Dipta mengangkat sudut bibirnya Ia masih sempat tersenyum di atas Penderitaan Aluna


Aluna menggelengkan kepala. " Enggak Dipta gue mohon lepasin gue Dipta jangan lakuin ini ke gue Please ..... "


" Lo udah janji gak bakal ngapa-ngapain gue lo Pembohong,"


Dipta meneguk salivanya.


" Sorry Aluna " la merapatkan tubuhnya ke gadis cengeng itu.


" Dipta " Aluna berteriak.


Dipta tidak mau Peduli Pura-pura tidak dengar saja. Ia tetap memajukan kepalanya seraya meminggirkan rambut Aluna yang menutupi sebagian wajah cantik Aluna itu.


Aluna menggenggam erat seprai sambil memejamkan mata kala Dipta berhasil menjamah lehernya. Seketika darahnya terasa mengalir dengan deras Jantungnya meledak dan ia kini hanya dapat mengigit bibir bawahnya sembari nangis sesenggukan.


Dipta berhenti mengintip wajah Aluna yang kini terlihat Pucat dan Penuh air mata.


" Gue gak mau hamil ... gue harus mengejar impian gue ... tolong jangan hancurin harapan gue demi ego lo Dipta hiks ..... " Aluna kembali bersuara. la berharap kali ini Dipta mendengarkan Permohonannya.


Dipta menghela napas lalu membenamkan kepalanya di lekuk leher Aluna Mereka sama-sama terdiam Tubuh yang saling menempel membuat keduanya dapat merasakan detakan jantung mereka yang kini menggebu-gebu tak karuan

__ADS_1


Aluna merasa cukup lega sebab Dipta tidak melanjutkan Permainan brengseknya itu Akan tetapi ia masih mewanti-wanti karena bisa saja cowok bulu mata lentik itu melanjutkan aksi bejatnya.


Dipta Perlahan mengangkat tubuhnya memberi jarak Takutnya Aluna tak kuat menahan tubuhnya yang memiliki berat 63 kg ini Kini Pupil mata mereka bertemu lalu Aluna berkedip dan bulir air mata mengalir dari ujung mata gadis itu


Dipta tak kuasa Ia menyapu air mata itu Aluna menatapnya heran Pasti Aluna bingung karena ia mendadak bersikap baik.


Dipta berangsur turun ranjang meninggalkan sang istri Aluna masih dengan kebingungannya Bukankah Dipta mencurigakan ? Apa Dipta sengaja mempermainkannya ? Ah, siapa yang Peduli Terpenting sekarang ia aman.


Aluna cepat mengambil kesempatan. Ia mendudukkan diri dan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepala Aluna melirik Dipta yang terlihat aneh Tadinya terlihat beringas kini seperti orang yang sedang depresi berat Ia jadi kasihan Wait kasihan ? Lebih baik jangan Bisa jadi itu trik busuk Dipta Cowok itu tidak dapat dipercaya Janjinya saja tidak ditepati Katanya tidak mau ngapain ngapain tapi tadi itu apa?


" Dasar cowok dengan janji busuk," ketus Aluna kesal.


Dipta menoleh dengan tatapan tajam Cepat Aluna memutar bola matanya ke arah lain Mampus ! Jika Dipta kembali melecehkannya


" gimana ? Semoga enggak semoga enggak, " batinnya


" Alhamdulillah ya Allah " Aluna mengelus-elus dada Dipta membasuh mukanya lalu menatap dirinya di Pantulan cermin Bukankah ia tampak memalukan Ia ingin menghancurkan harapan orang lain demi membangun harapannya. Ia ingin bahagia dengan merusak kebahagian orang lain Sadis bukan ?


Dipta menarik napas kasar lalu menunduk sambil memegang wastafel dengan erat hingga urat-urat tangannya bermunculan.


" Sialan " makinya Kepalanya terangkat kembali menatap Pantulan dirinya Tangan kanannya mengepal dan 3 detik kemudian cermin menjadi retak karena Peninjunya


Dipta sedikit meringis sakit karena menghantam cermin. Tindakannya memang bodoh tapi inilah caranya untuk meredam ego yang sulit ia kendalikan saat ini.


Suara benturan antara kulit dan tulang dengan cermin itu terdengar oleh Aluna Rasa kekepoan Aluna yang tinggi membuatnya bergegas melihat apa yang terjadi. Ia memutar gagang Pintu dengan panik dan ternyata Pintu tidak terkunci Ia dan Dipta sama-sama saling Pandang-pandangan Pandangan Aluna turun dan dia melihat tangan Dipta yang berdarah dan melihat cermin yang retak karena Perbuatan bodoh cowok itu.


" Dipta lo ngapain " Meskipun kesal dengan Dipta tapi bawaan wanita yang mudah khawatir membuatnya melupakan sejenak kejadian bejat Pria itu.


Dipta menjadi gugup Tidak tahu mau bilang apa ke istrinya.

__ADS_1


" Lo udah gila ya " Aluna menghampiri Dipta dan memeriksa tangan cowok itu


" Lo bego atau apa sih ? Yang lo lakukan ini bahaya Gimana kalau Pecahannya masuk ke tangan Io Terus infeksi dan akhirnya diamputasi Lo mau jadi buntung," Aluna menatap Dipta


Dipta menyeringai Kocak Pemikiran Aluna terlalu jauh.


" Sini gue obatin " Aluna menarik tangan Dipta Niatnya membawa Dipta ke luar tapi Dipta malah berbalik menariknya hingga tubuhnya melayang dan mendarat di depan tubuh Dipta Sangat dekat Tinggi mereka yang tidak jauh berbeda membuatnya tepat menghadap wajah cowok itu. Jarak yang begitu dekat membuat bibir mereka mau bertemu. la mengigit bibirnya seraya mengepal tangan Lagi-lagi ia terjebak di adegan Plus-plus ini Astagaaa 2 Tangan Dipta sigap melingkar di Pinggang Aluna lalu menarik tubuh ideal sang istri.


Tangan Dipta sigap melingkar di Pinggang Aluna lalu menarik tubuh ideal sang istri.


Mata Aluna terbelalak kala bibirnya dan bibir Dipta bertemu Benar-benar apes ia malam ini Kedua kalinya terperangkap dalam Permainan mesum Dipta Tidak sampai di sana kini tangan cowok itu mendarat di lekuk lehernya Menahannya hingga tidak dapat melepas ciuman mereka Parahnya lagi tangan nakal Dipta satunya berusaha melepas Pakaiannya Amarahnya sudah sampai di ubun-ubun Dipta sudah sangat overdosis Jika saja emosi itu terlihat seperti api Mungkin korbannya sudah membakar ruangan ini.


Senjata terakhir Aluna mengangkat kaki kanannya lalu sekuat tenaga menginjak kaki Dipta Di saat cowok itu meringis sakit, seketika itu juga ia mendorong Dipta sampai Dipta jatuh terduduk di lantai.


Air mata Aluna meleleh Tidak dapat menahan rasa sedihnya karena Dipta benar-benar melecehkannya.


" Gue udah khawatir sama lo dan Io malah melakukan hal menjijikkan ke gue Lo gak tau diri Dipta Gue benci sama Io Dasar berengsek," Aluna menyelonong Pergi dengan deraian air mata.


BRAK


Suara gaduh dari Pintu yang ditutup dengan kasar


Aluna menuruni tangga dengan terburu-buru sambil menangis Ia kembali ke kamarnya Mengunci dirinya di dalam dan menangis histeris di ranjang


Sementara Dipta bangkit dengan rasa Penyesalan.


" Arrgh " Dipta memukul tembok dengan tangan yang sebelumnya sudah terluka. Ia sama sekali tidak bermaksud melakukan itu Pada Aluna la hanya ketakutan dan tidak bisa mengendalikan diri


...••••...

__ADS_1


__ADS_2