DIPTA

DIPTA
EPISODE 18


__ADS_3

" Nadin bentar gue ada Urusan Lo Pesanin gue es Teh sama nasgor ya." Aluna mendadak meninggalkan Nadin


" Lo mau kemana emang " Tidak dijawab karena Aluna sudah Pergi jauh


" Kebiasaan "


Aluna berjalan menuju cowok yang kelihatan tubuh bagian belakangnya saja Namun ia sangat hatam Punggung itu milik siapa.


Aluna Pun duduk di hadapan cowok itu


" Dipta Lo yang ngerjain PR gue Tadi Malam," Tanya Aluna The Point Aluna tak mau berbasa-basi sebab semakin lama ia habiskan waktu bersama Dipta kebodohan Cowok itu mungkin semakin menular


" Dipta Gue lagi ngomong sama Lo


ini masih Pagi ya jangan sampai bikin emosi,"


" Kayaknya ada yang ngomong sama gue Tapi Orang di mana ya Jangan-jangan yang omong sama gue sekarang hantu Penunggu sekolah sini lagi," ledek Dipta


" He Dipta lo .... " sesendok salad masuk kedalam mulut Aluna


" Nah kalau gini kan aman " ujar


Dipta sambil nahan tawa.


Aluna menutup mulutnya Pakai tangan ia merasa mual karena tidak Pandai memakan salad


" Uekk " Aluna dengan cepat Pergi ke wastafel mengeluarkan semua salad yang di dalam mulutnya


" Dasar Cewek Kampungan " ejek Dipta


" Makan salad sayur aja gak bisa Dasar Norak Lo " Padahal Dipta sebenarnya juga tidak suka salad namun harus tetap dimakan jika tidak mau diomeli maminya.


Aluna membersihkan bibirnya.


" Sialan si anak setan " Aluna beranjak menghampiri Dipta lalu menjambak rambut cowok itu sampai Puas.


" Dipta Gue nanya serius ya sama lo jawab yang bener " Aluna menggebrak meja tak Peduli jadi Pusat Perhatian Lagian semua Orang juga tahu bahwa mereka sering ribut dan Pemandangan seperti ini sudah biasa.


" Kamu nanya ? Kamu bertanya-tanya " ujar Dipta


" Ya Tuhan kenapa sih sama nih anak " Aluna rasa mau nyerah menghadapi suaminya yang hobi sekali membuatnya naik darah.


" Dipta cukup ya gue capek ngadepin Lo Tadi Pagi lo bikin gue kesel lo ninggalin gue dan sekarang Lo bikin gue kesel lagi Gue capek Dipta Cukup "


" Dipta Lo yakin gak kalau tugas Lo gue yang kerjain " tanya Dipta karena ia sudah kasihan melihat muka istrinya yang kusut.


" Enggak sih, tapi ... kalau bukan Lo siapa lagi ? Masa tuyul yang ngerjain."


" Jadi "


" Yaa mungkin Lo Tapi lo Pasti Pakek jasa joki 'kan "


" Su'uzon Udah dibantuin bukannya makasih malah nuduh Gue yang ngerjain gue kasihan sama Lo Gue gak mau lo dihukum."


" Serius lo yang ngerjain "


" iya " jawab Dipta sambil memencet hidung Aluna


" Apa sih " risih cewek itu.


" Kok lo bisa ? Tugas Lo sendiri aja gak lo kerjain Ngapain malah ngerjain Punya gue " tanyanya


Dipta menarik napas kasar " Masih nanya lagi apa Perlu gue teriak di sini karena gue cin ... " Cepat Aluna membekap mulut Dipta Setelah Dipta diam baru ia lepas.


Dipta menunjuk Pipi Aluna " Pipi lo merah baper kan lo "


Masa sih ? Aluna memegang kedua Pipinya.


" Gue gak mungkin baper sama cowok Mesum kek lo " Aluna melenggang meninggalkan Dipta Bahaya lama-lama dekat dengan suaminya itu takutnya ia khilaf hingga baper beneran.


" Lo itu ngapain sih nyamperin Dipta " tanya Nadin saat Aluna mendaratkan bokongnya ke kursi.


Aluna menyeruput es tehnya hingga tinggal setengah.


" Gue lagi kesel sama dia "


" Kesel kenapa sih Dia buat ulah lagi ke lo,"


" iya "


" Lo itu gak bosen apa ribut sama dia terus ? Entar jodoh loh."


" Ihh gak mau gue jodoh sama dia Amit-amit,"


" Hati-hati entar jodoh beneran baru terDipta-Dipta,"


"Apaan sih, gak jelas lu "


" Hai Aluna "


Aluna secepat kilat menoleh mendengar suara yang sangat tak asing di telinganya Ya suara itu milik Angga Cowok Paling tampan di sekolah ini menurut Aluna dan beberapa gadis lain yang menyukai Angga


" Angga sini gabung sama kita berdua," ajak Nadin Habisnya Aluna diam saja menatap muka Angga Kalau ia tak turun tangan gak akan selesai-selesai tuh Aluna natap Angga


" Oke makasih Nadin .... " Angga beranjak duduk di samping Aluna


" Jantung aku tolong mau meledak," ucap Aluna dalam hati sambil memegang dadanya.

__ADS_1


" Aluna kamu kenapa ? Kamu lagi Sakit Jantung," tanya Angga yang merasa aneh dengan sikap Aluna Apalagi Pipi Cewek itu kelihatan seperti Udang rebus.


" Gak usah heran dia emang suka jantungan mendadak," sahut Nadin yang sudah hapal betul dengan sahabatnya itu Apalagi kalau bukan ter-Angga-Angga


" Kamu sakit jantung ? Kok gak ngomong sama aku ? Sejak kapan sakitnya,"


Nadin menepuk jidatnya. " Astaga Angga gue becanda kali,"


" Oh bercanda Kirain beneran Udah mau Panik gue tadi " Angga bicara Pada orang lain memang menggunakan lo-gue Namun khusus dengan Aluna menggunakan aku-kamu ? Karena waktu Pertama kali ia mengenal Aluna


" Nasi goreng deh "


" Oke " Aluna bergegas memesan nasi goreng untuk cowok idamannya.


" Dasar caper " gumam Nadin


" Dasar cowok ganjen " Dipta meremukkan botol mineralnya sampai remuk dan ia lemparkan ke arah Angga Gak nyangka lemparannya berhasil nemplok ke jidat Angga Cepat ia memunggungi Angga biar tak ketahuan.


" Arhh " Angga merintih sakit sambil mengusap jidatnya.


" Angga lo gak apa-apa ? Siapa sih yang iseng " Nadin melihat kiri-kanan mencari si Pelaku


" Sialan " Angga menggeser kursinya la beranjak dengan rasa kesal yang berapi-api Siapa yang tak marah bila dilempari botol mineral Mana rasanya sakit banget belum lagi menanggung malu.


" Angga mau kemana " tanya Nadin


" Ah mampus dia ke Dipta lagi Perang lagi nih,"


" Angga mau kemana " tanya Nadin


" Ah mampus dia ke Dipta lagi Perang lagi nih."


Dipta yang lagi asik makan tiba-tiba kerah bajunya ditarik dari belakang dan membuatnya keselek makanan dan dengan susah Payah ia menelannya.


" Lepasin gue " Dipta berusaha melepaskan tangan Angga yang membuatnya tercekik hingga ia menyinggung Perut Angga dan membuat cowok itu kesakitan dan Dipta berhasil lepas Sebelum menghadap Angga Dipta menggebrak meja membuat para Pengunjung kantin Penjual jadi terkaget.


" Maksud lo apa " Dipta mendorong tubuh Angga membuat cowok berkaca mata itu mundur beberapa langkah ke belakang Angga kembali maju sambil menggertakkan giginya


" Heh ! Lo yang mulai duluan Lo yang ngelempar botol ke muka gue,"


" Oh itu muka lo Gue kira tong sampah,"


" ANJING LO " Angga mengepal tangannya siap melayangkan tinju di muka Dipta tapi tiba-tiba ketika tinjunya sudah mau mengenai muka Dipta Zea muncul melindungi mantannya itu Peninjunya gagal mendarat lantaran Zea berdiri di depan Dipta menghalanginya menyentuh Dipta dan untungnya ia masih dapat menahannya Jika tidak muka cantik Zea akan remuk.


Aluna yang berlari mau melakukan hal sama tapi sudah keduluan Zea Langkahnya terhenti.


" Apaan sih aku ada-ada aja Ngapain Punya niat ngelindungin si anak setan udah jelas dia yang salah," ucapnya dalam hati.


Zea menggenggam Pergelangan tangan Angga


Aluna mendaratkan bokongnya sambil menghela napas kasar


" Kenapa sih ada aja yang ngerusak kesenangan gue ? Belum juga gue makan bareng Angga Udah kacau aja Dipta ngerusak semuanya Kemarin, hari ini entar besok apalagi," omelnya.


" Sabar yaa bukk jangan ngomel-ngomel,"


" Gimana gue gak kesel Nad dia selalu ngerusak kebahagian gue,"


" Kayaknya bener deh gosip yang beredar Dipta suka sama lo dan dia cemburu liat lo dekat-dekat sama Angga "


" ihhh ! Kenapa sih dia suka sama gue Gue yang repot kalau gini arhhhh."


" Syukurin aja Dipta 'kan anak orang kaya Lo manfaatin aja Porotin,"


" Gila lo ! Gue bukan cewek matre ya Gue anak baik Gak mau kek gitu Cukup nyokap gue aja yg matre, gue jangan."


" Ya udah Pasrah aja Dipta ganteng juga kok Gantengan dia malah daripada Angga,"


" Heh ! Buta mata lo Nad ? Dipta dan Angga gantengan Angga lah mana dia bandel, bego, gak Punya tujuan hidup Gak banget,"


" Ehh belum tau lo anak orang kaya gak Perlu mikirin masa depan Aluna masa depannya udah Pasti cerah."


Aluna meraih es Tehnya yang tinggal setengah Ia menyedotnya sampai tandas.


" Gak Peduli gue Buat apa juga kaya kalau gak bahagia,"


" Lo bisa jadi dokter dengan mudah kalau sama Dipta Percaya sama gue,"


" Yakin banget lo Udah kek Tuhan ... "


" Yakinlah nyokapnya Dipta itu dokter Emang lo gak tau ? Nih yang jaman sekarang nyari kerja itu gampang kalau ada orang dalem Nah kesempatan bagus kalau lo dekat sama Dipta Lo bisa jadi dokter dengan mudah Bahkan ada Peluang dibiayain


" Lo kalau ngomong enteng banget gak semudah yang lo kira ya Nadia Dan gue gak mau jadi dokter karena belas kasihan orang Gue akan cari beasiswa dan akan kuliah di luar negeri."


Nadia menghela napas. " Serah lo dah dikasih yang gampang milihnya yang rumit Emang beda kalau ngomong sama anak Super ambisi,"


Dipta tak dapat menahan diri. Ia mendatangi Aluna lalu menarik tangan mungil gadisnya itu Aluna tak sempat berkutik ia dibawa Paksa ke tempat yang sepi dimana hanya ada ia dan Dipta


" Lo kenapa sih masih aja deket sama Angga " Omel Dipta


" Masih aja Lo itu bandel sama gue Lo itu Is ... " Mulut Dipta ditutup Aluna


" Jangan sebut itu ! Gua benci dengernya "


Dipta menahan emosinya. la meraih kedua tangan Aluna.


" Aluna Lo udah milik gue dan gue gak seneng Lo dekat dengan cowok lain selain gue,"

__ADS_1


" Gue gak mau Lo duduk bareng Angga ngobrol bareng dia Pokoknya apapun hal yang berhubungan dengan dia gue gak suka,"


Aluna menghempas tangannya membuat Pegangan Dipta lepas. Ia melipat tangannya ke dada.


" Dipta gue dan Angga cuman temenan Kita sama-sama anggota OSIS dan anak karate juga Jadi wajar aja gue dan dia akrab Lo kayak anak kecil aja ngerti dikit lah Posesif banget," jelasnya.


" Lo dan gue itu Pasangan tapi lo gak deket sama gue itu yang gak wajar Lo dan Angga bukan siapa-siapa, tapi deket dan lo wajar-wajarin aja Mau lo apa," Dipta tak dapat menahan emosinya sampai kalimat yang agak kasar keluar dari mulutnya.


" Mau gue apa ! Gue gak mau sama lo, Dipta " tegas Aluna


Dipta terdiam menundukkan Pandangannya sambil menggigit bibir bawahnya menahan sesuatu yang sedang terasa sakit


Aluna memejamkan mata sambil mengatur napas


" Gue gak maksud sorry "


Dipta mengangkat Pandangannya kembali menatap Aluna, " Lagi-lagi lo buat hati gue sakit Aluna Gue gak tau sampai kapan gue sabar ngadepin lo sama Angga Gue coba ngerti karena lo emang gak suka sama gve dari awal Tapi makin hari lo dan Angga makin ngelunjak Gue juga mau diperhatiin sama lo Aluna Paksa dong diri lo buat nerima Gue Gue kurang apa sih,"


" Kurang rasa " jawab Aluna " Gue gak ada rasa sama lo Gak ada sama sekali Kalau Lo tanya kapan gue bisa nerima lo, gue juga gak tau. Lo yang jebak gue dan lo malah nyalahin gue Gue juga bingung salah gue dimana ? Gue suka Angga dari awal tapi saat ini gue dan dia cuman temen Gue gak Pacaran sama dia Gue gak selingkuh Jadi lo biasa aja dong Jangan kek gini Jangan nuntut gue Beban gue udah banyak gak usah Lo tambah lagi."


" Jadi gue harus rela liat lo dengan Angga ? Gue harus ngerti gitu maksud lo,"


" Lo Punya otak kan Lo Pasti tau jawabannya tanpa Perlu gue jawab Paham," Aluna beranjak tapi langkahnya tertahan


Dipta mencekal tangannya


" Apalagi "


Dipta menatap dalam Aluna


" Janji sama gue lo gak jadian dengan dia," tekannya la Punya Pengalaman buruk dan tak ingin hal itu terulang kembali Dipta melepaskan tangan Aluna dan melenggang Pergi dari hadapan cewek itu.


" Dipta " Panggilnya.


" Ya Tuhan Kenapa jadi serba salah gini sih " gerutunya la jadi Pusing 7 keliling Masalahnya jadi ribet begini Bingung mau gimana Satu sisi ia Pengen Angga satu sisi lagi ia udah milik Dipta Ya Tuhan .... "


...••••...


" Lo ngapain sih ngalangin gue segala buat mukulin tuh anak Songong," tanya Angga yang sedang berdebat dengan Zea di koridor


" Lo masih cinta sama dia ? Masih suka ? Dia itu udah buat kening gue sakit Lo seharusnya belain gue bukan malah bela dia,"


Zea melihat kening Angga yang merah dan benjol. Ia tau Pasti sakit rasanya namun cowok itu seharusnya bisa nahan emosi


" Angga lo gak malu Lo gak takut reputasi lo rusak ? Lo itu anak kepala sekolah Angga lo harus jaga nama baik lo dong Gue bukan lindungin Dipta karena masih ada rasa sama dia Tapi gue lindungin lo ngejaga nama baik lo. Lo mau diomelin bokap lo hanya karena lo suka buat masalah di sekolah,"


" Arghhh emang sialan si Dipta Gue gak mau cari masalah sama dia tapi dia yang selalu nyari masalah sama gue,"


" Udah lo tenang Yok gue obatin jidat lo Benjol tuh kita ke UKS aja,"


Angga mengangguk mereka menuju ke UKS tapi di tengah Perjalanan mereka berdua bertemu Dipta yang menggendong tas seperti mau kabur dari sekolah.


Langkah Dipta terhenti melihat Angga dan mantanya Angga ingin melanjutkan Perkelahian mereka namun Zea menahan cowok itu.


" Angga jangan "


Dipta melangkah lebih dekat berdiri di hadapan Zea dan menatap mantanya itu dengan tajam.


" Gak usah jadi Pahlawan Gue sama sekali gak butuh bantuan lo," tekannya lalu mengalihkan Pandangannya ke Angga Dan lo Jangan deket-deket cewek gue,"


" Aluna " Alis Angga naik sebelah lalu ia tertawa


" Haha halu lo ! Aluna mana mau sama cowok kek lo! Lo gak Pantes sama Dia,"


BUK


Peninju mendarat di Perut Angga Ia mendesis sakit seraya menunduk memegang Perutnya.


" Gue gak halu ! Aluna itu beneran cewek gue," Dipta mendorong cowok itu hingga jatuh ke lantai kemudian Dipta menarik kerah seragam Angga hingga tubuh cowok itu terangkat


" Lo itu bukan Tuhan yang nentuin gue Pantas atau gaknya sama Aluna," Dipta melepaskan cengkeramannya lalu menyelonong Pergi.


Zea memandang Punggung Dipta yang menjauh.


" Jadi bener Dipta jadian sama Aluna," batinnya.


Angga berdiri sambil merapikan Pakaiannya.


" Liat mantan lo emang anjing Dia emang gak Pantes sama lo ataupun Aluna," ucap Angga yang semakin kesal Pada Dipta


Zea mengepal tangannya menahan rasa sesal.


" Gak tau terima kasih Dan bisanya cuman buat onar dan merusak nama baik sekolah,"


Zea menoleh memandang sinis sahabatanya yang merocos seperti Perempuan


" Angga bisa diem gak "


" Lo dipihak dia "


" Angga lo bisa diem gak gue bilang,"


Angga merapatkan bibirnya. Bungkam takut melihat ekspresi Zea yang menyeramkan.


Zea menghela napas kasar dan melanjutkan langkahnya menuju UKS Angga mengekorinya dan tak berani bicara lagi


...••••...

__ADS_1


__ADS_2