DIPTA

DIPTA
EPISODE 33


__ADS_3

" Gue harus balas dendam ke Dipta," ucap Aluna dalam hati di kala makan siang bersama Dipta


" Lo ngapain melototin gue Segala Emang gue ganteng," Dipta yang duduk di hadapan Aluna merasa risih.


" IHH Pede amat sih gue lagi males ngomong sama Lo," Aluna bangkit dan Pergi meninggalkan Dipta Gadis ini buru-buru menaiki tangga.


Sampai di kamar Aluna mengambil Ponselnya yang tersimpan di dalam laci nakas. la duduk di Pinggir ranjang lalu menuliskan Pesan.


...ALUNA...


...Angga...


...ANGGA...


...Iya Aluna...


...ALUNA...


...Kamu jadi ngajakin nonton...


...ANGGA...


...Jadi Kamu bisa...


...ALUNA...


...Iya bisa...


...ANGGA...


...Serius kamu bisa...


...ALUNA...


...Iya Angga...


...ANGGA...


...Makasih ya Aluna Kamu lagi apa sekarang...


...ALUNA...


...Duduk aja...


...ANGGA...


...Kamu Udah makan...


...ALUNA...


...Udah kok kamu gimana Udah...


...ANGGA...


...Udah juga ?...


" Chatan sama siapa "


Aluna terperanjat kaget dengan kehadiran Dipta yang tiba-tiba.


" Kok kaget ? Lo habis macem-macem ya,"


Aluna mematikan layar Ponselnya


" Bukan urusan lo "


Dipta melangkah mendekat. Ia menglurkan tangan di hadapan Aluna


" Siniin HP lo gue mau liat "


" Apaan sih Dipta " Aluna menyembunyikan Ponselnya di belakang Punggungnya.


" Kalau gak ada apa-apa Sini kasih liat gue,"


" Gue gak mau ini HP gue dan gue juga Punya Privasi,"


" Oke kalau gitu " Dipta melipat tangannya ke dada. " Kalau gitu tunjukin aja Gue gak akan sentuh HP lo,"


" Gue tetap gak mau " tekan Aluna


Dipta diam menatap Aluna


" Ngapain lo natap gue kayak gitu,"


" Gue tau lo itu bohong Tapi ya Udah," Dipta melenggang ke kursi belajarnya Membuka buku dan Pura-pura membaca.


Hening


Dipta tiba-tiba menoleh menatap Aluna


" Jangan Percaya dengan ucapan nyokap gue Dia baik ke lo karena ada maunya Lo itu aset bagi dia," Dipta kembali Fokus Pada bukunya.


" Maksudnya " tanya Aluna ragu-ragu.


" Sebelum gue jawab Nyokap gue bilang apa ke lo,"

__ADS_1


Aluna mencoba mengingat


" Katanya gue spesial di mata Io Karena itu Io nikahin gue,"


" Gue nikahin lo bukan karena Io spesial Tapi karena gue butuh lo," jawab Dipta


" Butuh "


" Ya "


" Sumpah gue gak Paham Jelasin ke gue,"


Dipta hanya diam saja.


" Dipta jawab "


Dipta memejamkan mata sambil menghela napas. " Nanti malam gue main sama temen-temen gue Lo mau ikut gak," Ia mengalihkan Pembicaraan.


"Jawab dulu pertanyaan gue Dipta,"


" Lo mau ikut atau gak "


" Gak " tolak Aluna mentah-mentah Ngapain dia ikut ngumpul sama 5 cowok sengklek Marco Aldi, Kenzo, Chiko dan ditambah dengan Dipta Satu aja udah bikin jengkel apalagi 5.


" Lo gak takut sendirian di rumah ? Ya walaupun ada tokek gve yang nemenin,"


" Tokek "


" Tuh " Dipta menunjuk dinding atas lemari.


" John namanya "


" Astaga tuh cicak gedek banget Segede bacotan tuannya," sindir Aluna


" itu tokek bukan cicak Aluna "


" Terserah gue, mulut-mulut gue "


" Jadi " tanya Dipta


" Jadi apa "


" Lo mau ikut gak main bareng sama Chiko dan lain-lain,"


" Gue bakal Plang rumah Mama nanti malam,"


Dipta bangkit menghampiri Aluna


" Lo mau Pergi "


" Gue kengen Mama "


" Lo gak bolehin gue ke rumah Mama,"


" Boleh kalau ke rumah nyokap Lo,"


" Bagus deh "


Aluna rasa tidak ada lagi yang harus dibicarakan Ia Pun beranjak Pergi Namun ketika di ambang pintu langkahnya terhenti karena Dipta memanggilnya.


" Aluna .... "


" Apa "


" Gak jadi "


" Issh " geram Aluna


...••••••...


Dipta mengetuk Pintu kamar Aluna Pintu terbuka dan cewek itu memperhatikannya dari ujung kaki sampai ujung kepala.


" Udah mau Pergi " tanya Aluna Perasaan baru jam 5 sore Seingatnya Dipta bilangnya mau Perginya malam.


Dipta menggeleng.


" Terus "


" Gue mau anterin lo ke rumah nyokap lo. Lo tadi katanya mau ke sana,"


" Makasih gue naik ojol aja," Aluna mau menutup Pintu tapi Dipta menahannya.


" Gak Lo sama gue "


" Gak usah Gue gak mau dianterin sama Io Dipta,"


" Mama bakal bilang apa kalau liat lo dianterin ojol ? Fungsi gue jadi suami lo apa kalau gitu,"


" Nyokap gue gak bakal Peduli juga gve dianter sama siapa,"


" Ganti baju lo, gue tunggu di bawah Kalau lo gak gerak juga gue Pastikan besok Io gak suci lagi," Dipta melenggang Pergi.


" ihhh ! Seenak jidat tuh anak Arh,"


...•••••...

__ADS_1


Kaki Dipta tidak bisa diam Sudah setengah jam dia menunggu Aluna Cewek itu belum muncul juga Saking lamanya duduk ia sampai kesemutan.


" lama banget sih " gerutu Dilta


" Gue udah siap "


Dipta menoleh ke belakang. Ia terpukau melihat Penampilan Aluna yang beda dari biasanya Jauh lebih cantik dengan Pakaian feminim Cepat Dipta menghampiri Aluna


" Cantik banget lo "


" Makasih " balas cewek yang memakai dress hitam selutut ini


" Gue gak muji gue nanya Lo cantik gini mau kemana ? Mau Ketemu Mama atau Mau ketemu selingkuhan Lo,"


" Apa-apaan sih Lo Gak usah ngatur Pakaian gue segala Gue emang suka Pakek beginian,"


" Judes amat Ya udah ayok " Dipta menggandeng tangan Aluna


Aluna Pasrah karena genggaman Dipta terlalu erat sehingga sulit dilepaskan.


" Dipta naik mobil aja ya," Pinta Aluna ketika mereka sudah di depan.


" Kenapa emangnya "


" Nanti rambut gue rusak Udah gue catok lama nih,"


" Gue curiga Lo bukan mau ke rumah nyokap lo kan ? Jujur deh sama gue," Dipta menatap curiga


" Ya udah Pakai motor aja Males gve debat sama Lo,"


" Tunggu bentar " Dipta berlari masuk kedalam rumah.


" Mau ngapain lagi sih tuh anak," Gumam Aluna


Beberapa menit berlalu Dipta kembali


Dipta ke garasi dan mengeluarkan mobilnya.


" Ayo " ucapnya setelah membuka Pintu untuk Aluna


" Katanya Pakek motor "


" Nanti rambut Io rusak Ayo cepet," Aluna berjalan malas dan masuk kedalam mobil Ketika ia menutup Pintu Dipta malah memasangkan sabuk Pengaman untuknya.


" Gue bisa sendiri Dipta,"


" Gue tau lo bisa Terus kenapa Gak boleh suami masangin sabuk Pengaman ke istrinya," Aluna menarik napas lalu meniup Poninya Malas debat lebih baik diam.


Mobil berhenti di rumah nomor 9 Dipta cepat keluar dari mobil berharap bisa membukakan Pintu untuk Aluna Sayang ia terlambat


...••••...


" Aluna gak bisa romantis dikit apa ? Baru juga mau dibukain Pintunya," sebal Dipta


" Gue Punya dua tangan yang masih berfungsi Jadi gak Perlu dibukain Pintu segala."


" Hm " balas Dipta malas.


" Bye " Aluna beranjak Dipta menyusul cewek itu.


" Lo ngapain ikut masuk "


" Gue Punya kaki yang masih berfungsi jadi apa salahnya gue ke sini," Dipta tersenyum miring Membalas ucapan Aluna tadi.


" Nyebelin " gumam Aluna


Dipta terus menelusuri rumah mertuanya yang ukurannya tidaklah besar. Rumah kompleks kan, lumayanlah. Ia menginjakkan kakinya baru 2 kali ke sini. Sekali ketika melamar Aluna dan kedua saat ini. Pertama kali datang kemari kondisi rumah sangat berbeda. Rapi, bersih dan wangi Akan tetapi kini kebalikannya.


Rumah mertuanya berantakan dan bau alkohol yang menyengat Namun Dipta tidak enak membicarakannya ke Aluna


Aluna melihat botol minuman keras di lantai dekat sofa. Cepat ia mengambilnya sebelum Dipta melihat Ia sembunyikan botol itu di kolong sofa.


" Aluna " Dipta memutar badannya menghadap Aluna


" Kenapa "


" Lo jangan lama-lama di sini," ucap Dipta khawatir.


" Kenapa emangnya ? ini rumah gue,"


" Ya tau ini rumah Lo,"


" Terus "


" Ya kan kita udah Punya rumah Jadi lo harus Pulang ke rumah kita Gak di sini,"


Aluna menarik Dipta lalu mendorongnya.


" Udah sana Io Pulang," usirnya


" Jahat amat sih sama suami sendiri iya gue Pulang Nanti gue jemput kalau gue udah selesai main sama temen gue."


" Terserah "


Dipta melambai. " Dah istriku Assalamualaikum,"

__ADS_1


" Waalaikumsalam " sahut Aluna malas


...••••••...


__ADS_2