
Tidur Perempuan itu terusik karena sorot matahari di sela-sela tirai jendelanya ia membuka matanya Perlahan. Matanya masih enggan untuk bangun
Aluna mencoba untuk memejamkan matanya setelah mencoba untuk bangun ia tidak melihat Dipta di sampingnya
" lho Kok Dipta gak ada Sayang Dipta kamu ada di mana," sahut Aluna tidak ada sahutan sama sekali hening semuanya
" Apa jangan-jangan Dipta ada di meja makan," Aluna Pun turun tempat tidurnya untuk mencari Suaminya itu
Aluna turun dari tangga rumah ini seperti tidak ada Penghuni sama sekali
" Ke Mana semua orang " batin Aluna
" DIPTA " Panggil Aluna sekali lagi
" Kok sepi ya apa Dipta meja makan," heran Aluna ketika melihat ruang makan sepi tidak ada sama sekali orang
" Apa jangan-jangan Dipta ada di luar coba aku cek deh,"
Aluna Pun langsung mengecek halaman rumahnya
" Mobil Dipta juga gak ada Dipta kamu ke mana sih bikin orang khawatir aja,"
Aluna mencoba menghubungi Dipta tapi nihil tidak ada respons sama sekali
" Coba aku telepon Mami "
Aluna mencoba menghubungi Mami tahu aja Handphone Dipta lagi lowbat Aluna mencoba berpikir Positif
" Mami angkat Please " tiba-tiba saja nomornya tidak aktif
" Non Aluna " Panggil seorang dari belakang
" Bi Minah " Bi Minah terlihat tergesa-gesa
" Bi tahu semua orang Penghuni rumah ini ke mana Dipta ke mana Bi," sahut Aluna khawatir
" Non Bibi cuma mau kasih Non Aluna sesuatu, "
Bi Minah menyerahkan sebuah surat berwarna Putih ke arah Aluna
" Apa itu Bi " Ujar Aluna Penasaran
" Maaf Non Bibi gak tahu ini dari Den Dipta katanya sih buat Non Aluna,"
" Makasih ya Bi surat nya "
" iya Non ya udah Kalau gitu saya Pamit dulu Non," Pamit Bi Minah
" iya Bi "
" Dipta kamu itu ada saja bikin surat begini apa jangan-jangan ini Dipta ini bikin suprise buat aku lebih baik aku baca di dalam kamar,"
Sesampainya di dalam kamar
Aluna sangat antusias untuk membaca surat dari Dipta
Aluna membaca demi kata dengan seksama surat dari Dipta
" Gak mungkin Dipta ninggalin gue gitu aja Pasti Dipta ini lagi bercanda sama gue gak mungkin Dipta ninggalin gue dan minta cerai sama gue, "
__ADS_1
Aluna mencoba menghubungi Dipta sekali lagi Aluna tidak Percaya Dipta meninggalkannya begitu saja secara tiba-tiba
" Dipta angkat dong telepon aku Please Dipta jangan bercanda aku gak suka Kayak gini, "
" Ahhh kenapa Dipta " Aluna melempar handphonenya ke sembarang arah
" Dipta Please jangan ninggalin gue kayak gini kita baru aja bahagia Dipta kenapa kamu ninggalin gue,"
" Ahhh " Aluna menghancurkan semua barang yang ada di hadapannya ia sangat hancur
" DASAR COWOK PENGENCUT GUE BENCi," teriak Aluna
" GUE BENCI SAMA LO DIPTA "
" GUE BENCI SAMA LO DIPTA "
Aluna mendudukkan dirinya di Pinggir ranjang apa ia sanggup untuk hidup tanpa Dia Aluna terlanjur mencintainya
" DIPTA kenapa Kamu ninggalin aku Dipta aku salah apa sama kamu," Isak Aluna
Dunia terasa hancur saat itu juga
...•••••...
Di Bandara Soekarno-Hatta
laki-laki itu mengarah Pandangannya ke sahabatnya
" Dipta " Panggil Chiko
" Chiko "
Chiko menatap wajah Dipta yang terasa berat
" Apa Lo nyakin gak beritahu tentang kepergian Lo ini ke Aluna,"
Dipta menggeleng
" Nggak gue gak sanggup untuk memberitahu dia soal ini ke Aluna,"
" Tapi .... "
" ini sudah keputusan gue meskipun gue gak sanggup untuk meninggalkan wanita yang gue cintai," ucap Dipta ia mencoba untuk tidak menangis di depan sahabatnya itu
Dipta sudah yakin untuk meninggalkan Aluna
" Gue titip Aluna ya buat dia bahagia, "
" Tapi gue Yakin Lo Pasti sembuh "
Dipta mencoba untuk tersenyum ia tidak yakin apa ia bisa bertahan lebih lama lagi di dunia ini
" Titip salam ya ke Aldi,Marco, Kenzo Maaf gue gak sempat Pamit ke Mereka,"
Dipta melirik ke jam tangannya yang sudah menunjukkan Pukul 08.00 WIB ini sudah waktunya ia Pergi
" Gue Pamit " Chiko langsung memeluk tubuh sahabatnya itu dengan begitu erat
" Lo itu sahabat terbaik gue Chiko Lo itu selalu ada di samping gue saat gue Pelukan kayak gini,"
" Dipta Lo harus kuat ini semua demi orang yang sayang sama Lo gue Yakin Lo Pasti sembuh,"
__ADS_1
Dipta melepaskan Pelukan itu ia mencoba untuk tersenyum
" iya Ya udah gue Pamit dulu "
" Hati-hati gue Harap ada kabar baik dari Lo bukan berita buruk,"
Dipta menggangguk ia berjalan demi langkah meninggalkan semua kenangan indah di sini. Sebulir air mata sudah siap meluncur dari tempatnya Tetapi Dipta masih bisa menahannya ia tidak mau meninggalkan kesedihan di sini
" Aluna semoga Kamu bahagia " batin Dipta
...•••••...
1 Bulan kemudian
Di sebuah rumah sakit Sonya dan Bram berdiri Pintu ICU dengan raut wajah cemas setelah 2 dua jam menunggu akhirnya Pintu Operasi terbuka Sonya dan Bram menghampiri dokter kepercayaannya di London
" Doctor Alex, the operation went smoothly " ucap Sonya
Dokter Alex Hanya terdiam dia tidak tahu harus berbicara apa lagi untuk memberitahukan keadaan Dipta yang Koma sejak Operasi Dipta mengalami Penurunan secara yang drastis
" Doctor Alex, don't be silent " Teriak Sonya
" Mi Jangan teriak ini rumah sakit Kamu harus tenang ya," ucap Bram untuk memenangkan istrinya itu
" The current state of the dipta is in a coma, we have tried our best Dipta continues to decline when you Perform surgery on the head to remove dipta cancer cells, " ujar Dokter Alex
Sonya syok mendengar Penuturan Dokter Alex
" Mi kamu harus kuat ini semua demi Dipta Mi anak kita,"
" What cancer cells are in the head of the dipta to have disappeared,"
" Yes, you have succeeded in eliminating the cancer cells, " sahut dokter Alex
Sonya dan Bram senang mendengar Perkataan dokter Alex yang menyatakan sel kanker yang ada di kepala Dipta sudah menghilang
" However, Dipta will lose part of his memory, "
" What "
" Mi Kamu tetap tegar ini semua demi kesembuhan anak kita,"
" Tapi Pi Mami gak mau Dipta itu tidak mengingat kita, "
" aku Yakin Mi Dipta itu masih ingat kita kan orang tuanya gak mungkin Dipta itu gak ingat sama kita orangtuanya,"
" Can we see Dipta for a moment " ujar Sonya
Dokter Alex mengangguk ia setujui Sonya dan Bram untuk melihat keadaan anaknya itu
Di ruang ICU
Sonya dan Bram tidak tahan melihat keadaan anaknya seperti ini banyak alat yang terpasang
" Dipta kamu cepat bangun ya " Sonya mengusap rambut Dipta
" Papi tahu kamu itu kuat kamu harus bertahan ya demi orang yang kamu sayangi di sini,"
...••••••...
__ADS_1