DIPTA

DIPTA
EPISODE 62


__ADS_3


...Apa selalu ingin bersamamu Aluna Apakah Tuhan masih memberi aku kesempatan untuk bersamamu...


Dipta dan Aluna sedang menikmati sarapan mereka Namun Dipta tiba-tiba berhenti memakan sarapannya, ia malah menatap gadis yang duduk di hadapannya dengan tatapan sayu.


Aluna ikut berhenti makan la menatap Dipta yang sejak tadi memandanginya


" Kok kamu berhenti makannya gak enak ya makanannya apa aku buat lagi,"


" Gak kok masakan kamu enak Makanan ini Pasti jadi makanan favorit aku Pasti aku kangen masakan kamu,"


" Kok kamu ngomongnya kayak gitu Aku bakal tetep masakin kamu Kan, aku udah janji bakal jadi istri yang baik."


Dipta hanya diam.


" Kamu gak ada niatan ninggalin aku ya," Curiga Aluna


" Enggak." Dipta menundukkan Pandangannya lalu menarik napas Panjang.


Aluna merasa ada yang aneh dengan sikap Dipta yang terlihat sedih la pun meraih tangan suaminya itu. " Kamu kenapa ? Aku akan fokus jadi istri kamu Aku kalau udah janji Pasti aku tepati Kamu jangan khawatir aku gak akan mengabaikan kamu lagi."


Dipta mengangkat Pandangannya menatap gadis itu.


" Aku ingin bilang kamu satu hal sama kamu,"


" Apa "


Dipta berbalik menggenggam tangan Aluna sambil memberikan usapan lembut. " Jangan Pernah sukai aku sampai seratus Persen,"


" Kenapa ? Bukannya kamu dulu sangat maksa ya, biar aku suka ke kamu. Kok sekarang berubah ? Apa kamu udah gak suka lagi ke aku,"


" Aku ingin kamu Punya ruang jika terjadi sesuatu sama aku seenggaknya kamu masih bisa Pulih Aku ... bisa aja jadi luka buat kamu,"


Wajah Aluna cemberut. " Kamu apaan sih, ngomong kayak gitu Kayak bakal mati aja Pamali tau Jangan mati dulu lah kita masih muda Aku yakin kita akan Panjang umur,"


" Aluna kita itu gak Pernah tahu umur manusia sampai kapan bisa aja tiba-tiba aku ninggalin kamu,"


" Dipta Please jangan ngomong kayak mau mati aja deh Aku udah seneng ada kamu di hidup aku jadi jangan Pergi Kamu walaupun ngeselin tapi udah terlanjur jadi suami aku so kamu harus Panjang umur You understand,"


" Ya, siap Sayang " Dipta mengangkat kedua sudut bibirnya. Melempar senyum manis Pada gadis yang membuatnya ingin Panjang umur itu.


" Makan lagi sarapan kamu wajib habis."


" Siap," sahut Dipta sembari memberi hormat Pada wanita cantik di depannya.


...••••...


Tiba di sekolah Dipta melihat Kenzo yang duduk sendirian di tangga Wajah temannya itu terlihat kusut seperti orang kebelet hutang.


" Sayang kamu duluan aja ya," Pintanya.


" Gak mau barengan " tanya Aluna

__ADS_1


" Aku mau nyamperin Kenzo "


" Mana dia " Aluna mencari-cari keberadaan Kenzo


Dipta menunjuk ke arah tangga.


" itu "


" Ya udah aku duluan."


Aluna melangkah Pergi Jalan sendirian sebenarnya memang itu yang ia mau Soalnya kalau barengan sama Dipta ia suka dilirik-lirik dengan sorotan mata aneh dari beberapa murid di sekolah ini Mungkin ia dikira cewek yang memanfaatkan kekayaan Dipta Maklumlah di sekolah ini ia bukan anak Penjabat atau Pengusaha. Jadi, ia sering dighibahin.


" Kenzo " sapa Dipta ketika sudah di hadapan temannya itu.


Kenzo langsung mendongak.


Dipta mengulurkan tangannya. " Gue mau minta maaf karena gue udah merebut lo dari Chiko dan terlalu sibuk sama Aluna gue jadi gak ada waktu main lagi bareng lo dan anak-anak,"


" Lebay lo," balas Kenzo sembari menepis tangan Dipta


" Kayak baru kenal gue aja Lo tau kali kalau gue suka marah-marah gak jelas,"


" Jadi lo ngapain sendirian di sini Mana masang muka galau," Dipta duduk menemani Kenzo sambil merangkul temannya itu.


" Gue kangen Intan Udah lama banget


gue gak liat dia Kira-kira dia lagi ngapain ya,"


Kini Dipta Paham kenapa temannya memasang wajah kusut. " Masih aja lo mikirin Intan Gosipnya dia hamil emang lo mau sama cewek yang udah dijebolin orang,"


" Terserah Gue gak Peduli Kata nyokap gue wanita itu tetap berharga meski mahkotanya udah direbut laki-laki Karena surga itu di telapak kaki cewek bukan di kupu-kupunya,"


" Anjir itu beneran ummi yang ngomong .... "


" Iya tapi yang ujungnya gue nambah-nambahin Hehe,"


" Jadi ... lo Punya rencana apa," tanya Dipta Kali saja ia bisa membantu Tetapi jangan berharap banyak Padanya Ia juga Punya urusan Pribadi yang memusingkan.


Kenzo menoleh menatap Dipta, " Gue Pengen ketemu Intan."


" Wah rencana lo itu terlalu berat bro bagi Lo," Mengingat Bapaknya Intan itu tentara Dipta rasa agak sulit menemui Intan Kasus Intan yang hamidun maka menemui Intan bisa jadi akan membuat mereka berdua menjemput ajal lebih cepat.


" Gue gak mau ditembak mati sama bapaknya Intan," lanjut Dipta


" Siapa juga yang mau ditembak mati Dipta Kita datang baik-baik Gue yakin bapaknya Intan gak bakal ngelakuin hal aneh kalo kita bertamu dengan membawa bingkisan."


" Ujung-ujungnya lo mau morotin gue kan ? Lo Pasti minta gue yang beliin bingkisan buat calon mertua lo."


" Hehe tau aja lo."


" Dasar gak modal,"


" Dipta bantuin gue ya Temenin gue ketemu Intan," mohon Kenzo seraya memasang muka melas agar Dipta iba Padanya.

__ADS_1


Dipta berpikir dulu sebelum memberi keputusan.


Butuh 15 detik baru ia bisa memutuskan." Oke deh gue akan temenin lo ke rumah Intan."


" Serius nih," Mata Kenzo berbinar-binar saking senangnya.


" Iyaa," jawab Dipta malas Kalau bukan karena ia merasa bersalah Pada Kenzo ogah ia menemani temannya itu.


" Terima kasih bro." Kenzo memeluk Dipta lalu menciumnya


" Muah " Kenzo mencium Pipi Dipta


" Anjing ! Ngapain nyium gue," Dipta mendorong muka Kenzo dan cepat berdiri dan mengusap Pipinya yang dilecehkan oleh bibir tebal


" Gila lo " rungut Dipta yang merasa ternodai oleh cowok itu.


" Ya elah dicium dikit doang."


" Kalau ada yang liat hancur kejantanan gue,"


" Hem " Dehaman orang ketiga yang menyaksikan Kenzo mencium Dipta


Dipta dan Kenzo menoleh ke sumber suara itu.


" Hai guys," sapa Marco sambil merekam Dipta dan Kenzo


" Si anjing sejak kapan lo di sini," Kenzo berdiri dengan mimik kesal karena terkaget dengan kehadiran Marco


" Belum lama sih tapi gue sempat liat lo berdua ciuman."


" Sialan lo " Kesabaran Kenzo yang setipis tisu membuatnya menarik rambut ikal Marco


" Jangan bilang lo merekam gue dan Dipta ya,"


" Emang," sahut Marco lalu tertawa.


" Gue sebarin ke grup kelas seru kali yaa Haha,"


Dipta cepat merampas iphone 14 Pro Marco, " Lo jangan macem-macem ya anak bunda Gue banting ni iphone nangis darah bunda lo,"


" Woi Jangan "


Dipta cepat membuka galeri di Ponsel Marco Ia pun menemukan videonya yang dicium Kenzo.


" Sialan " makinya lalu menghapus Vidio memalukan itu.


" Brengsek lo " Kenzo melepas jambakannya lalu menendang bokong Marco sampai si anak bunda itu tersungkur ke depan.


" Iphone lo gue sita " Dipta melenggang Pergi dengan membawa Ponsel Marco


" BALIKIN IPHONE GUE ANJING " Pekik Marco dan segera mengejar Dipta dan Kenzo Sialnya kedua temannya itu ikutan berlari sehingga sulit ia susuli Mana lari Dipta dan Kenzo kencang banget Udah kayak orang ikut lomba maraton.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2