DIPTA

DIPTA
EPISODE 51


__ADS_3


...Apakah gue ini gak Pantas untuk dicintai...


...••••...


Dipta Melewati toilet siswi Dipta samar-samar mendengar suara tangisan Perempuan Langkahnya mundur dan berhenti tepat di depan toilet Dipta sangat yakin suara itu bersumber dari dalam toilet tersebut.


Dipta melihat kiri-kanan Merasa aman ia Pun masuk ke area toilet Perempuan Semoga saja tidak ada yang melihatnya Kalau ketahuan ia bisa dituduh melakukan hal yang tidak-tidak


Di Pintu nomor 3 ia mendengar suara tangisan semakin jelas Dipta kenal suara tangisan itu Sembilan Puluh Persen ia yakin itu suaranya Aluna


Sambil menunggu ia sesekali melihat jam tangannya yang menunjukkan 15 menit sudah ia menunggu cewek yang menangis itu. Ada rasa ingin meminta gadis itu keluar tapi ia tidak melakukannya karena yakin Aluna akan terganggu Biarlah gadis itu melepaskan rasa sedihnya.


" Ya ampun Aluna Lama banget sih gak kering apa air mata Lo nangis melulu dari Tadi," gumamnya merasa bosan Untung


saja toilet cewek wangi kalau di toilet cowok sih sudah Pingsan menunggu selama ini Tahu sendiri bau toilet cowok


Gagang Pintu toilet bergerak Pertanda orang yang menangis di dalam akan segera keluar.


Dipta bersigap di depan Pintu dan saat Pintu terbuka dugaannya benar Kini Aluna tengah menatapnya.


" Are you okey " Bukannya dijawab Aluna malah mendorongnya.


" Loh "


" Semua ini gara-gara lo " Aluna melenggang Pergi setelah mengecam cowok itu.


" Aluna " Dipta kejar dan berhasil menghentikan Aluna


Aluna melirik tangannya yang dicekal Dipta


" Lepasin gue " Pintanya.


" Gue Cu .... "


" Gue bilang lepas " Pekik Aluna


Dipta melepaskan tangan Aluna Gadis itu tampaknya sangat marah Padanya Apa karena Pengakuannya Pada Angga ?


Aluna menghadap Dipta Manik matanya menghujam cowok itu. " Lo tau gara-gara lo gue ini dituduh gak bener sama orang yang gue suka Dan gara-gara lo juga, gue dan Angga jadi gak bisa sama-sama,"


Dipta terdiam sesaat. " iya gue tau Aluna gue salah, " Aluna menunjuk Pria di hadapannya itu.


" Jangan lo Pikir karena lo sakit lo bisa seenaknya dan buat orang lain menderita,"


Perkataan itu membuat Dipta kembali diam tapi tidak sesaat lagi. Ia menatap tak Percaya jika Aluna bisa berbicara seperti itu Padanya Satu hal lagi cewek itu ternyata tahu soal sakitnya.


" Lo itu hanya mikirin Perasaan lo Tapi lo gak mikirin Perasaan gue Dipta,"


" Lo suka gue ! Dan lo tau gue sukanya Angga Dan Angga suka sama gue Dan karena lo Gue dan Angga gak bisa sama-sama Lo Itu Egois Dipta,"


Aluna meneteskan air matanya Sadar dengan Perkataannya yang berlebihan tapi yang Dipta lakukan Padanya juga menyakitinya.


" Sorry Aluna " Dipta memilih Pergi dari hadapan gadis itu Perkataan Aluna terlalu menyakitkan Mungkin lain kali saja ia bicara lagi Pada gadis itu. Ia juga harus memaklumi karena Aluna sedang memikirkan hubungannya dengan Angga


...••••...


Dipta menyelonong masuk kedalam kelas Buru-buru mengambil ranselnya Teman-temannya yang melihat merasa heran Mana wajah Pria itu babak belur dan kini mau Pergi Padahal belum saatnya untuk Pulang.


" Dipta lo mau kemana " Chiko mencoba menahan Namun gagal Dipta tetap Pergi tanpa memperdulikannya.


Chiko cepat mengambil ranselnya dan menyusul sahabatnya itu Begitu juga dengan yang lainnya Mereka tahu Dipta dalam masalah dan mereka tidak akan membiarkan Dipta sendirian menanggung masalah itu.


Chiko, Aldi, Kenzo, dan Marco berlari mengejar Dipta yang di depan mereka Di Parkiran mereka berhasil mendapatkan sahabatnya itu.


" Kita ikut lo " ujar Aldi yang sudah duduk di motornya.


" Kita juga " sahut Marco dan Kenzo


Dipta diam saja Tancap gas dan keempat temannya mengikutinya Melaju tanpa khawatir dengan nyawanya Terus mengendarai motornya dengan kecepatan yang tidak seharusnya Fokusnya hanya Pada kalimat


" Jangan lo Pikir karena lo sakit lo bisa seenaknya dan buat orang lain menderita,"


Dipta meneteskan air mata Kalimat itu cocok untuknya Yang dikatakan Aluna memang benar. Alasan sakitnya membuat orang lain menderita Kini ia menyadari satu hal Tujuan hidupnya memang tidak ada Dan dia manusia ter-egois la terlalu fokus mencapai kebahagiannya tanpa Peduli dampak dari bahagianya yang menghancurkan kebahagian orang lain.

__ADS_1


...•••••...


" Nadin "


Nadin berdiri terkejut melihat Aluna yang datang-datang dengan tangisan.


" Hiks ...... " Aluna datang memeluk Nadin Ia sangat rapuh saat ini Merasa Putus asa dan butuh seseorang yang bisa memahaminya.


" Kinan " Panggil Nadin


Kinan yang sibuk membaca Novel di Ponselnya Pun mendongak.


" Kenapa "


" Jangan sibuk sendiri sini "


" Ya, iyaa " Kinan beranjak ke bangku sahabatnya itu.


" Loh Aluna kenapa " tanyanya heran melihat Aluna yang menangis di Pelukan Nadin


Nadin menggeleng. Ia Pun tak tahu Aluna melepas Pelukannya. Ia menghapus air matanya.


" Lo kenapa Aluna " tanya Kinan yang bingung Tidak biasanya ia melihat Aluna yang tangguh jadi cengeng begini Sangat jarang melihat Aluna galau Bisa dibilang langka banget Mungkin dalam setahun sekali aja ia melihat


Aluna nangis. " Angga ....." Nadin memegang tangan Aluna


" Kenapa Angga "


" Dia nyakitin lo " tanya Kinan Aluna menunduk diam.


Kinan membantu menghapus air mata Aluna yang masih tersisa. " Siapapun yang udah buat lo kayak gini bakal gue balas Lo tenang aja,"


" iya kita siap balas dendam ke orang yang udah buat lo nangis," tambah Nadin


Aluna mendongak memandang kedua sahabatnya. " Hubungan gue dan Angga selesai,"


" Hah " Bingung Nadin


" Maksudnya apa " tanya Kinan yang semakin tidak mengerti.


" Gue ... gue gak akan bisa dekat lagi sama Angga Dia marah sama gue,"


Nadi ingat sesuatu. " Karena lo Pacaran sama Dipta,"


" Hah " kaget Kinan. " Lo jadian sama Dipta "


Aluna menatap tajam Nadin. " Lo tau darimana,"


" Dipta yang bilang " jawab Nadin santai.


" Kapan "


" Tadi "


" Oh my God Kok bisa sih " Kinan syok Selama ini Aluna selalu menentang hubungannya dengan Aldi. Karena menurut Aluna Aldi itu cowok yang tidak Punya tujuan hidup Sibuk main-main doang dan tidak layak dijadikan Pasangan. Dan sekarang Aluna malah Pacaran dengan Dipta Bukankah Dipta biang dari segala masalah. Dipta jauh lebih buruk daripada Aldi. Kini Aluna malah Pacaran sama cowok itu.


" Terus " tanya Nadin yang perlu Penjelasan lebih lanjut.


" Lo gak suka Dipta sukanya Angga tapi kenapa jadian sama Dipta Aluna Lo itu udah gila apa," tanya Kinan yang gak ngerti lagi sama jalan Pikiran Aluna


Aluna tidak menjawab karena bingung memberikan jawaban yang tepat.


Nadin menepuk jidatnya. " Astaga Nuansa Aluna rumit banget sih kisah cinta lo Aluna," Memang lebih baik tidak menyukai siapapun contohnya dirinya ini Lebih happy dan tidak ada galau-galauan.


" Yang kayak gini gue gak suka namanya Pacaran galau mulu-mulu " ujar Nadin


...••••...


Keempat teman Dipta hanya diam memandang Dipta yang juga membisu Dipta terlihat sedih tapi mereka sudah berulang kali menanyakan apa yang terjadi Pada sahabat mereka itu Tetapi mereka tidak mendapatkan respons apa-apa.


Aldi menuangkan soju ke gelas Kini mereka berada di club Tempat mampir mereka saat ingin bersenang-senang Namun beda dengan saat ini karena Dipta datang kemari dengan wajah murung yang tentunya sedang tidak senang.


" Minum dulu lo mungkin haus " Aldi memberikan gelas yang berisikan soju ke Dipta


Chiko cepat mengambil gelas itu dan memarahi Aldi

__ADS_1


" ALDI "


" Apa sih Chiko Gue ngasih Dipta air doang,"


" ini itu alkohol "


" Ya elah alkohol doang,"


Kenzo menemplok kepala Aldi. " Haram woi,"


" Sok alim lo " balas Aldi


" Dipta lo kalau gak baik-baik aja mendingan Pulang," usul Marco


" Muka lo Pucat banget Mungkin lo anemia." Chiko cepat melirik wajah Dipta Tapi gak Pucat seperti yang Marco bilang.


" Gue bercanda, ha ha ha." Marco berhasil menipu Chiko yang orangnya cepat Panikan.


Chiko menarik napas kasar Kelakuan Marco memang buat emosi Untung ia orangnya sabaran meski sabarnya setipis Polio.


Chiko menepuk Pundak Dipta " Dipta cerita ke kita Lo kenapa," Dipta menoleh.


" Menurut lo, gue ini apa "


" Vampir " Lagi-lagi Marco membuat lelucon yang tidak lucu dan tidak tepat waktu.


PLAK


Cowok ikal itu mendapat tempeleng dari Aldi


" Sialan lo," maki Marco yang merasa Pusing akibat Pukulan Aldi


" Lo sahabat kita " jawab Aldi serius.


" Makanya lo harus cerita sama gue dan ke semuanya Karena kita sahabat lo dan kalau lo gak cerita berarti lo gak ngangep kita."


" True," sahut Marco setuju.


" Gue nyakitin Aluna " ungkap Dipta


Chiko ,Aldi, Marco, dan Kenzo siap mendengarkan.


" Gara-gara gue dia berantem sama Angga," tambahnya.


" Maksud lo, lo ngerusak hubungan baik Aluna ke Angga," tanya Chiko


Dipta mengangguk. " Aluna suka banget sama Angga Dan gue ngerusak hubungan mereka."


" Tapi kan Aluna itu istri Lo," Potong Aldi


" Tapi Aluna gak suka Dipta " sahut Kenzo


Dipta melarikan Pandangannya ke Marco


" Ya, lo tepat Marco Aluna gak suka gue."


Chiko mengusap Punggung Dipta, " Sabar ya." Hanya itu yang bisa ia katakan. Ia Peduli namun bingung harus memberi solusi apa Pada sahabatnya Soal Perasaan sulit untuk dirubah.


" Dari awal lo udah tau Aluna tertariknya sama Angga Tapi kenapa lo tetap nekat sama Aluna," tanya Kenzo yang butuh jawaban yang tepat.


" Terserah Dipta " jawab Chiko cepat


" Dipta Punya hak untuk menentukan kebahagian dia,"


" Kebahagian untuk apa Chiko gue rasa Dipta itu gak Pernah bahagia ? Dengan nikah muda sama Nuansa Aluna Bulshit ! Kenzo menunjuk Dipta ," Lo liat dia mana bahagianya Semenjak dia menikah sama Aluna dia udah gak ada waktu sama kita," ujar Kenzo yang merasa Persahabatan mereka sudah tidak sehat lagi Chiko lebih fokus ke Dipta dan Dipta yang lebih sibuk mengurus Percintaannya yang bodoh itu.


Aldi menarik Kenzo untuk duduk kembali Sedangkan Marco mengambil rokok di tasnya dan menyalakannya Perang dingin mungkin akan segera dimulai.


" Kalian juga sama Cuma Peduli sama Dipta daripada gue," ucap Kenzo yang mengeluarkan unek-uneknya yang selama ini ia Pendam.


Dipta mengambil dompet di saku belakang celananya Dia mengeluarkan beberapa lembar uang. " Gue duluan thanks Chiko," ucapnya sambil meletakkan uang di meja lalu Pergi.


Di SMA KENCANA awalnya Dipta tidak Punya siapa-siapa selain Rio Mendapatkan teman sulit untuknya karena memang ia tidak tertarik bersosialisasi Pada siapapun kecuali Pada sahabatnya Rio yang memang ia kenal sejak SMP Namun, ia mulai dekat Pada Chiko sejak Persahabatannya dengan Rio berakhir Kenzo, Aldi, dan Marco mereka bertiga sahabat Chiko dari awal Berteman Pada Chiko secara otomatis ia jadi mengenal ketiganya. Menjadi teman baik dan bisa dibilang sahabatan. Akan tetapi hari ini ia jadi tahu. Ia mungkin merebut Chiko dari Para sahabatnya


Hari ini banyak Pelajaran yang ia dapat dan membuat matanya terbuka Bahkan ia sebenarnya sendirian dari awal.

__ADS_1


" Dipta " Chiko ingin mengejar Dipta tapi Kenzo menahannya.


...•••••...


__ADS_2