
" Makasih Bang " ucap Aluna Pada abang ojol yang mengantarnya Pulang Dia tidak bareng Dipta kali ini karena cowok itu meninggalkannya.
Pak Panji membuka gerbang sambil menyapa Aluna tapi Aluna abaikan karena dia buru-buru. Di garasi Aluna tidak melihat motor Dipta Mungkin cowok itu main bareng geng gak jelasnya. Namun ini kesempatan bagus untuknya.
Aluna segera masuk kedalam rumah dan Pergi ke kamar Dipta la mengambil barang yang ia sembunyikan di bawah kasur Dipta
" Ketemu " ucapnya kala mendapatkan botol obat yang ia sembunyikan.
Aluna segera keluar dari kamar dan Pergi ke kamarnya. Setelah menyimpan tas dan membuka Jaketnya ia duduk di Pinggir ranjang dan memerhatikan obat yang sedang dalam genggamannya. la Penasaran obat yang Dipta minum ini. Ia Pun mencoba mencari tahu di internet.
" Ya elah kouta habis lagi," kalutnya. Tiba-tiba saja ia mendapat Pesan masuk dari operator yang mengatakan kuotanya tersisa nol.
" Apa simpan aja ya ? Tapi kalau Dipta butuh obat ini gimana," Aluna berpikir cukup lama sampai ia menemukan ide," Aku ambil satu aja deh nanti aku cek langsung di apotik." la membuka botol obat dan mengambil satu Pil dalam botol itu. Tidak lupa juga ia mengambil foto obat tersebut.
Sebelum Dipta Pulang ia cepat mengembalikan obat Dipta yang telah ia curi Ketika sudah menyimpannya ke tempatnya semula dan mau keluar dari kamar Dipta cowok itu tiba-tiba muncul di depan Pintu.
" Lo habis ngapain " tanya Dipta curiga karena mimik muka Aluna seperti maling yang kepergok Pemilik rumah.
" E-e-enggak," jawab Aluna terbata-bata.
" Muka lo Pucat banget Lo habis aneh-aneh kan," Tuduh Dipta
" Enggak "
" Enggak tapi muka Panik " ujar Dipta sambil melewati Aluna.
Dipta menaruh tasnya di atas ranjang.
" Tadi lo Pulang sama siapa Angga,"
" He Dipta jangan nuduh gue sembarangan ya enak aja gue Tadi itu Pulang naik Ojek,"
" Oh "
Saat Aluna mau Pergi ucapan Dipta menahannya.
" Nanti malam kita ke rumah orang tua gue Mereka ngadain makan malem bareng keluarga besar gue Lo harus ikut," kata cowok itu.
" Kalau gue gak mau "
" Lo gue coreng dari KK "
" Alhamdulillah Itu yang gue tunggu,"
" Gue gak habis Pikir dengan jawaban lo Nyeletuk dan nyakitin banget," Aluna tidak menanggapi Syukurnya ia tidak ketahuan.
...•••••...
Dipta tersenyum memandang dirinya di cermin Dipta kelihatan handsome dengan jas hitam dan dasi kupu-kupunya. Merasa sudah tampil oke ia pun keluar kamar untuk menemui istrinya.
Dipta mengetuk Pintu kamar Aluna beberapa kali dan ini Panggilan ketiga baru cewek itu keluar dengan dress hitam selututnya.
Mulut Dipta sampai menganga melihat Penampilan istrinya itu.
" Gue cantik gak " tanya Aluna yang tidak Pede dengan Penampilannya Soalnya ia dandan kali ini.
Takutnya terlalu menor dan akan mempermalukan dirinya di depan keluarga Dipta Sebenarnya ia malas Pergi Tetapi ada sesuatu yang ingin ia lakukan jadi ia Putuskan untuk Pergi.
" Lo cantik banget " Puji Dipta
" Lo gak lagi bohongin gue,kan "
" Bentar " Dipta mengambil Ponselnya di saku celananya lalu mengambil foto muka Aluna tiba-tiba.
" Dipta "
" Aman lo cantik " Dipta menunjukkan hasil jepretannya.
" Lo cantik banget " Dipta tersenyum Pada gadis itu.
" Gue Post ya "
" Gak boleh "
__ADS_1
" Kenapa "
" Gue gak Pede "
" Gak Pede atau takut orang tau kalau lo milik gue," Aluna tidak menjawabnya.
" Gapapa buat gue simpan Pribadi aja Lo mau ikut gue di acara makam malam ini aja gue udah seneng banget," Dipta menggenggam tangan Aluna
" Ayo kita berangkat "
...•••••...
Di dalam mobil Aluna terus kepikiran Perihal obat Ada rasa ingin menanyakannya langsung Pada Dipta
Namun ia yakin Dipta tidak akan jujur Aluna merasa banyak kebohongan yang Dipta tutupi darinya Senyum Dipta kadang terlihat Palsu.
" Aluna lo masih marah sama gue 'kan," Dipta memecah keheningan mereka yang sejak tadi diam saja di dalam mobil.
" Enggak " bantah Aluna
" Terus kenapa lo ngacangin gue di sekolah tadi? Lo juga resek ngelaporin gue ke Pak Yanto,"
" Gue lagi badmood "
" Lagi PMS "
" Hem "
" Tapi nanti kalau ketemu keluarga gue lo jangan ngeliatin muka kecut ya Nanti gue diomelin mami-Papi,"
" Gak usah lo kasih tau gue, gue juga tau kali,"
" Biasa aja dong balasnya Gak usah sinis-sinis,"
" Gak usah lo kasih tau gue juga tau kali,"
" Biasa aja dong balasnya Gak usah sinis-sinis,"
" iya gue bakal ngebut Betina ganjennn,"
" Dipta " Pekik Aluna karena mobil mendadak laju dan membuatnya mau jantungan.
...•••••...
Tiba di rumah mertua Aluna merasa deg-degan karena bertemu keluarga besar Dipta. Rumah mertuanya cukup ramai dengan muka-muka asing. Ada sebagian wajah yang ia ingat. Karena ada beberapa orang yang datang kepernikahannya waktu itu Dan ada Bu Hesti juga Waktu Pernikahannya guru itu tidak datang dan malam ini wanita galak itu ikut meramaikan.
" Hai Bu " sapa Aluna Pada guru Biologinya itu setelah menyapa kedua mertuanya.
" Hai Aluna Kebetulan ada kamu di sini Ibu Pengen ngobrol sama kamu."
" Ngobrolin apa ya Bu "
" Dipta " Bu Hesti menunjuk Dipta yang sedang mengobrol dengan dua anak kecil laki-laki.
" ini soal suami kamu " lanjut Bu Hesti
" ibu minta tolong ya bilangin ke dia Dia harus belajar kalau mau lulus Kerjain tugas-tugasnya Dipta Pintar sebenarnya tapi malas Ibu minta tolong banget ya Aluna jujur aja Ibu capek kalau bertemu dia lagi tahun depan,"
" Baik Bu Aluna usahakan tapi gak janji,"
Bu Hesti menyapu Pundak Aluna
" Tapi jangan keras ya ke dia kalau dianya gak mau ya udah gak apa-apa Jangan dipaksa,"
Hidangan makan malam telah siap Bi Lala dan 2 Pembantu lainnya telah menghidangkan menu spesial untuk tamu-tamu majikan mereka.
Para tamu dan Pemilik rumah berkumpul di meja makan besar Aluna merasa sendiri karena tidak adanya sosok Dipta. Cowok itu memang mengesalkan Bukannya menemaninya malah main sama
Dua bocil yang entah anaknya siapa. Soalnya di sini banyak sekali Perempuan Ada 7 ? wanita termasuk dirinya dan 9 Pria termasuk Dipta dan 2 anak kecil laki-laki itu Di meja makan Panjang ini yang duduk di hadapannya yakni mertuanya dan di samping kirinya Bu Hesti sedangkan di samping kanannya saudara Sonya
" Sorry telat " ucap seseorang yang baru datang dan membuat semua orang yang di meja makan menoleh memandangi gadis yang memakai dress cream itu. Pakaiannya anggun tapi tidak dengan gayanya yang tomboy.
" Astaga Shifa kamu kemana aja sih Nak ? Jam segini baru muncul Gak sopan banget kamu," omel wanita yang duduk di sebelah kanan Aluna
__ADS_1
" Santai dong Mah Baru jam 8 juga Masih awal," balas Shifa Anak dari adik Sonya
" Sini makan " ajak mamahnya
" Masih kenyang " Shifa beranjak menghampiri Dipta yang sedang main game bareng 2 bocah.
" Hei bro " sapa Shifa.
Dipta mendongak Melihat Shifa membuatnya langsung berdiri dan memeluk kangen sepupunya itu
" Kapan lo di Jakarta " tanyanya setelah melepas Pelukannya
" Seminggu lalu "
" Kok gak bilang gue "
" Gak enak sama bini lo Entar cemburu." Shifa menunjuk Aluna
" Gue dengar lo udah nikah Buru-buru banget udah nabung duluan ya,"
Sekeluarga kaget mendengar ucapan Shifa Apalagi Bram dan Sonya
" Shifaaa " tegur mamahnya.
" Iya mamaaa aku 'kan cuma nanya doang,"
Papa Shifa yang duduk di kursi paling ujung geleng-geleng kepala Putrinya itu mulutnya memang suka bikin kejutan.
" Maaf ya " ucap Papah Shifa ke Sonya dan Bram
Dipta kembali duduk bersila di karpet dan melanjutkan bermain game. Sedangkan Shifa memilih duduk di sofa.
" Nama bini lo siapa bro "
" Kenalan makanya biar lo tau "
" Ah males Mukanya jutek "
" Uhuk " Aluna keselek mendengar ucapan cewek itu. Cewek yang namanya Shifa itu kayaknya bakalan jadi musuhnya. Pertemuan Perdana saja sudah memberikan Pengalaman buruk.
" Sorry gue gak maksud " ujar Shifa dengan santainya. Ia Peka Istri Dipta keselek karena ucapannya.
" Aluna kamu gapapa ? Maaf ya mulut anak tante memang gak ada filternya," Mamah Shifa jadi merasa bersalah.
" Kan nurun mama," sahut Shifa.
Mamah Shifa narik napas Panjang Sepertinya ia salah menyekolahkan Shifa ke Amerika Bukannya cewek itu makin baik malah makin buruk saja kelakuannya.
" Dipta bukannya belain malah diem aja suami gak guna," gumam Aluna dalam hati. Ia merasa sangat kesal.
" Yes abang menang " seru Dipta merasa Puas mengalahkan 2 bocah yang bermain game dengannya.
" Curang lo lawannya anak kecil Sini, gue lawan lo. Kalau lo kalah gue nginep di rumah lo Gimana," Tantang Shifa.
" Jangan mau, jangan mau, jangan mau," batin Aluna tak terima dengan tantangan Shifa.
" Oke " Dipta menerima tantangan itu.
" Zain kasih Playstation ke kak Shifa," suruhnya Pada anak kecil yang muka bule dan rambutnya ikal berwarna kecoklatan.
" Gue akan ngalahin lo tokek jantan," seru cewek berambut Pirang bergelombang itu.
" Awas aja lo kalah Dipta aku gak mau cewek songong itu nginap di rumah kita," ucap Aluna dalam hati Dari tadi gadis ini tidak fokus makan gara-gara suaminya. la juga ilfil dengan kedekatan Dipta bersama Shifa.
" Sombong banget lo baru juga ngegolin 2."
" ingat ya kalau lo kalah gue nginap di rumah almarhum nenek,"
" Okey don't worry baby "
Aluna mengepal tangannya Mendengar Dipta memanggil Shifa dengan baby membuatnya merasa Panas Ada api yang membara di dadanya.
...•••••...
__ADS_1