DIPTA

DIPTA
EPISODE 30


__ADS_3

Aluna merapikan uraian rambutnya Berusaha menyembunyikan tanda di lehernya Jangan sampai Angga melihat tanda menjijikan itu Jika ketahuan ia akan bilang apa nanti Nyamuk ? Mana mungkin cowok cerdas itu Percaya.


" Aluna ...... " Angga yang menyetir menoleh.


Aluna ikutan menoleh.


" iya kenapa "


Angga kembali memandang ke depan Ada yang ingin ia tanyakan Tetapi ia ragu-ragu Setelah menghela napas ia kembali memandang Aluna


" Kamu Pacaran sama Dipta "


Aluna menunduk dan terdiam Pertanyaan Angga cukup membuatnya terkejut


" Iya ya " tebak Angga


Aluna kemudian menggeleng


" Enggak " bantahnya kala memandang Angga


Angga tersenyum lega. ia memang rada kurang Percaya dengan Perkataan Dipta saat itu Mana mungkin sih seorang Aluna Pacaran dengan Dipta menurutnya Dia tahu banget tipe cowok yang Aluna suka itu seperti apa Jelas seperti dirinyalah.


" Aluna " ucap Angga agak Pelan.


" Apa "


Angga memegang tangan Aluna membuat mata Aluna melotot melihat tangan Angga yang menggenggam tangannya ini maksudnya apa ? Batinnya


Angga nervous ini Pertama kalinya ia menyentuh tangan Perempuan yang ia suka Keringatnya sampai bercucuran di Pelipisnya.


" Aluna " ucapnya agak Pelan lagi


" I-iya " Aluna ikutan nervous sampai keringat dingin dan jantungnya berdugem saat ini


" Sebenarnya ... aku ... aku ... aku suka sama kamu Aluna " Aluna menggigit bibir bawahnya.


Pupil mata Aluna membesar kala mendengar orang yang ia taksir selama ini ternyata juga menyukainya. Astaga Angga kenapa kamu baru bilang sekarang sih ? Batin Aluna merasa kesal Kenapa cowok itu nggak bilang dari bulan lalu atau kemarin-kemarinnya lagi ? Kalau sekarang kan termasuk terlambat


" Kamu mau gak kalau kita Pacaran," Angga melanjutkan ucapnya Mungkin tidak romantis nembak cewek dalam mobil Namun gak ada masalah juga karena ia tidak mau membuang-buang kesempatan emas ini


Jantung Aluna terasa mau meledak Getarannya terlalu kencang sampai ia merasa susah bernapas.


" Angga kamu telat sih Kenapa baru ngomong sekarang Kenapa sebelum aku nikah sama Dipta Gimana ini," tanya Aluna dalam hati Bingung.

__ADS_1


" Aluna " Panggil Angga yang menunggu jawaban.


Aluna masih sibuk dengan Pikirannya sendiri sampai-sampai cewek ini bengong.


Angga menepuk Pelan Pundak Aluna


" i-iya "


" Gimana " Angga tidak sabar mendengar jawaban Aluna Ia yakin Aluna suka dengannya. Soalnya kelihatan aja dari cara Aluna menatapnya dan cara berbicara dengannya Sok kalem gitu dan malu-malu.


" Apanya "


" Mau gak jadi Pacar aku "


Aluna kembali senam jantung Apa iya dia harus menerima cinta Angga ? Ia suka banget sama Angga Masak ia harus melewatkan kesempatan emas ini ? Tapi-tapi gimana dengan statusnya sebagai istri Dipta ? Apa ia diam-diam menjalin hubungan dengan Angga ? Dipta tidak bakal tahu kalau mereka sepakat Pacaran secara diam-diam Berarti aku selingkuh dong kalau diam-diam Pacaran sama Angga batinnya Masak iya dia jadi sejahat itu.


" Aluna "


" Angga kasih aku waktu "


Angga tersenyum " Gapapa aku bakal kasih kamu waktu Kamu bisa jawab kapan aja Besok sampai bulan depan pun gapapa Aku siap nunggu,"


" Ya ampun Angga kamu baik banget sih Ternyata segitunya ya kamu suka sama aku Sayang kamu telat," keluh Aluna dalam hati


...••••...


" Ni Bang makasih " Aluna memberi uang kenapa abang ojol yang cakep itu Dengan uang Pas lalu ia dibukakan Pagar sama Pak Panji.


" Selamat siang Nyonya kecil," sapa Pak Panji.


" Udah sore Pak," sahut Aluna


Pak Panji melihat ke jam tangannya.


" Oh iya udah jam setengah 3 ya Hehe,"


" Makasih Pak " ucap Aluna ke Pak Panji yang sudah mau membukakan Pagar untuknya Beda dengan security di rumah mertuanya yang tidak menganggapnya.


" Sama-sama Nyonya kecil " Pak Panji menutup Pagar kembali. Sampai di teras rumah


Aluna baru sadar mobil Dipta tidak ada Hanya ada motor Retro 400cc Entah siapa yang membawa motor itu ke sini padahal tadi siang belum ada Malah mobil Dipta yang kini hilang Apa mungkin Dipta menukarnya ?


Aluna membuka Pintu utama yang tidak terkunci Di dalam ketika mau menaiki tangga ia bertemu dengan perempuan yang tidak terlalu tua Tidak juga terlihat muda yang turun dari lantai atas Pakaiannya biasa saja dengan ikatan rambut model Twisted hair.

__ADS_1


" Mbak siapa " tanyanya bingung. Perasaan di rumah ini hanya ada dirinya Dipta dan Pak Panji.


" Saya yang bertugas bersih-bersih di rumah ini Nyonya kecil Panggil aja saya mbak Asih,"


Aluna manggut-manggut. " Jadi mba bakal kerja di sini mulai hari ini,"


" Saya sudah lama kerja di sini Tapi tugas saya cuma bersih-bersih Saya setiap hari datangnya jam 4 pagi dan datang lagi kalau ada tugas tambahan,"


" Ohh gitu tapi kenapa gak kerja 24 jam aja mbak di sini ? Kan enak Bisa masakin aku dan Dipta," Aluna malas kalau harus masak untuk suaminya setiap hari 3 kali sehari Mampus bakal capek banget Aluna sudah bosan masak Saat ini ia Pengen menikmati hidupnya sebagai orang kaya meski menikah dengan orang yang tidak dicintai.


" Maaf Nyonya kecil itu aturan dari Tuan muda Jadi saya gak Punya hak,"


" Ihh si Dipta dia sengaja pasti biar aku masakin dia," ucap Aluna dalam hati.


" Kalau gitu saya Permisi ya " Mba Asih melanjutkan langkahnya.


" Mbak tunggu " Aluna berbalik badan menghadap mba Asih.


" Kenapa Nyonya kecil "


" Mbak Asih bilang datang setiap Pagi Terus sore begini kok mbak Asih ada,"


" Anu, saya ... saya disuruh beres-beres kamar lantai Dua Soalnya nyonya mau datang ke sini,"


" Maminya Dipta " Mba Asih mengangguk.


" Kapan mbak "


" Mbak juga gak tau nyonya besar gak bilang,"


" Oh ya udah mbak, mbak boleh Pergi makasih ya,"


" Baik Nyonya kecil "


" Ehh mbak tunggu " Lagi-lagi langkah Mbak Asih terhenti gara-gara Aluna


" Kenapa lagi ya Nyonya kecil "


" Dipta ada di rumah mbak "


Mba Asih menggeleng.


" Kemana tuh anak " .

__ADS_1


" Oke mbak Makasih sekali lagi," Aluna melanjutkan langkahnya.


...•••••...


__ADS_2