
Aluna turun dari motor sambil memberikan helm Pada Abang ojol
" Bang makasih ya " Aluna buru-buru Pergi menuju Pagar
" Eh Neng bayar dulu "
Aluna menepuk jidat Astaga ia lupa bayar
" Bang bentar ya Saya ambil duit dulu di dalem,"
" Janji gak kabur "
" Ya Allah Bang masa cantik kayak saya gini Penipu "
" Oke tapi jangan lama."
" Siap 5 menit "
Aluna membuka Pagar Entah security kemana sampai ia harus buka Pagar sendiri Mungkin kehadirannya di rumah ini belum dianggap sepenuhnya.
Aluna lari-larian masuk kedalam rumah. Naik ke tangga Pun buru-buru dan akhirnya sampai ke kamar dan ia dikagetkan dengan Dipta yang muncul di depan Pintu
" Astagaaa kenapa sih lo gak bilang-bilang dulu kalau mau keluar," omel Aluna
" Ya mana gue tau ada Lo " balas Dipta Aluna mengontrol napasnya.
" Lo kenapa ? Dikejar malaikat Izrail,"
Aluna langsung menadah tangan di depan muka Dipta
" Dipta minta duit dong "
" Dih dateng-dateng minta duit Gak tau diri banget lo."
Aluna memasang wajah memelas
" Dipta Please Gue mau bayar ojol nih abangnya udah nungguin Kasihan,"
" Giliran minta duit sama gue Lo kira lo siapa Enak aja Bayar sendiri," Dipta berbalik badan masuk kembali ke kamar
Aluna meraih tangan Dipta lalu mengoyang-goyangkannya
" Dipta minta duit Gue istri lo jangan Pelitlah Jadi Orang " mohonnya
Dipta menghadap Aluna itu yang ada maunya baru baik Padanya
" Akhirnya lo ngakuin juga gue suami Lo,"
" Iya lo suami gue Gue akuin sekarang Jadi mana duitnya " Aluna menagih kembali
" Cium dulu " Dipta mendongak ke atas.
" Cium di sini " Dipta menunjuk leher Panjangnya.
" Cepetan "
" Dih Mesum " Aluna mendorong Pria itu.
" Gue minta baik-baik ya lo malah ngasih syarat gak ngotak "
" Ya udah kalau gak mau " Dipta melanjutkan langkahnya menuju kasur dan duduk di Pinggir ranjang sambil main HP
" Jahat " Aluna berbalik keluar kamar Lebih baik ia ngutang sama Bi Lala daripada mencium leher Dipta Permintaan cowok itu
Dipta mengejar Aluna dan kekejar sampai di tangga Dipta mencekal tangan cewek itu.
" Tunggu "
" Lepasin gue ! Gue mau ngutang sama mba Lala Lo Pelit soalnya "
" Sialan ! ikut gue " Dipta menarik Aluna kembali ke kamar Di kamar Dipta mengambil dompetnya yang tersimpan di atas meja belajar Dipta mengambil uang bewarna merah dan memberikannya ke Aluna
" ini banyak banget Dipta " Protes Aluna yang hidupnya selalu ngirit karena dipaksa oleh keadaan.
" Biarin kasih aja ke abangnya "
" Kok lo baik sih " Aluna menatap curiga Dipta
" Ya emang gue baik Lo aja yang jahat sama gue,"
Aluna beranjak dengan rasa lega karena gak jadi ngutang sama Bi Lala.
" Makasih duitnya cowok anak setan," ucap Aluna ketika di ambang Pintu
...••••...
Aluna menghela napas lega saat masuk ke kamar Urusannya dengan abang ojol sudah selesai dan ia senang sekali karena dapat Pujian Soalnya si abang ojol terharu dengan kebaikannya yang ngasih kembalian Meski sebenarnya itu uang Dipta
" Udah " tanya Dipta yang di Pinggir ranjang.
" Udah " jawab Aluna seraya menyimpan tasnya di atas meja belajar
" Kalau gitu Lo harus Kemasin barang-barang lo dan jangan sampai ada sehelai barang Pun yang tertinggal di lemari gue " tegas Dipta sambil berjalan ke arah Aluna
Aluna langsung mematung 5 detik
" Gue diusir " Pikirnya Aluna Perlahan memutar badannya menghadap Dipta yang kini berdiri di depannya dengan jarak yang cukup dekat
" Lo ngusir gue "
" Yap " Jawab Dipta sembari memasukkan tangannya ke saku celana Pendeknya.
" Gue rasa gue udah gak butuh lo Lo gak Pernah dengerin gue Udah seminggu lo jadi istri gue tapi lo gak berubah Lo tetap aja ganjen sama Angga Gue gak mau buang waktu sama cewek yang gak menghargai gue," jelas Dipta dengan serius menatap mata Aluna
" Lo gak mau belajar menerima gue Lo tetap aja nekat deketin Angga Gue gak berharga sama sekali di mata lo. Lo terus-terusan suka sama Angga tanpa mikirin gue "
Aluna terdiam Mencerna kata-kata Dipta yang kelihatannya serius.
__ADS_1
" Jadi lo silakan Pergi " lanjut Dipta
" Gue gak mau nyia-nyiain hidup gue sama cewek kek lo " tekannya.
Aluna menundukkan Pandangannya dan mengigit bibir bawahnya Tangannya memilah ujung rok dan Perlahan mata gadis ini memerah Baper.
Dipta mengangkat dagu Aluna
" Lo nangis " Dipta mulai Panik.
Aluna menepis tangan Dipta Setitik air mata jatuh membasah Pipi kanannya
" Hiks ..... " Gadis ini tak dapat menahan kesedihannya lagi. Ia memang tak mau menikah dengan Dipta tapi ketahuilah ia tidak dapat menolak karena mamahnya memaksa Jika ia berakhir janda maka Penderitaannya semakin menumpuk.
Aluna mengepal tangannya Pundaknya naik turun mengikuti helaan napas kasarnya
" Gue tau gue ini orang miskin Dipta Gue gak dapat berbuat apa-apa agar bisa menolak lo ! ibu gue yang Pikirannya uang dan uang memaksa gue untuk nerima lo Dia minta berapa sama lo hingga lo berhasil nikahin gue hah ! sekarang lo buang gue! Gue juga manusia Dipta Tega lo sama gue ! Setelah lo dapatin gue dan sekarang lo mau ngelepasin gue Dipta ! Gue gimana nanti kalau mamah gue tau kalau lo udah buang gue ! Gue Pasti akan tambah dibenci sama dia Dan gue akan hidup dengan Perempuan jahat itu lagi Dipta ! hiks Penderitaan gue akan bertambah karena lo ! Hiks .... " Menikah dengan Dipta mungkin takdir yang malang Namun meskipun malang ada sisi baiknya. Dimana Aluna tidak terperangkap lagi dalam rumah yang Penuh kemaksiatan dan Penderitaan Rumah yang dulu tempat gadis itu Pulang seperti di neraka.
Bukan begini reaksi Aluna yang Dipta mau Seharusnya cewek itu marah dan mereka jadi berantem Tapi kenapa malah jadi sad begini
" Aluna gue bercanda " Dipta meraih tangan Aluna itu
" Gue minta maaf Gue gak serius ngusir lo Gue gak mungkin ninggalin lo cuman karena Angga,"
Aluna mengusap air matanya. " Lo bercanda " Mata Aluna melotot
Dipta meneguk salivanya Ngeri
banget mata Aluna
" Gue .... "
PLAK
Dipta memegang Pipinya ditampar
" Sumpah Dipta Bercandaan lo itu gak lucu sama sekali," Aluna Pergi ke kamar mandi mengunci dirinya di dalam melanjutkan tangisnya karena merasa malu dengan aib keluarganya yang kini diketahui Dipta
Dipta mematung di tempat Apa iya dia sudah keterlaluan ?
Beberapa menit berlalu akhirnya Aluna keluar dari kamar mandi dan Dipta cepat menghampiri istrinya itu
" Please Aluna gue minta maaf Tampar gue sepuas lo asal bisa nebus kesalahan gue."
Aluna menghela napas kasar
" Gak usah minta maaf Dipta "
" Aluna maafin gue Gue tadinya mau kasih kejutan sama lo Jadi gue Pikir bakal seru kalau kita berantem dulu Gue gak ada maksud buat lo sedih Aluna,"
" Gue malu Dipta Lo akhirnya tau hidup gue yang gak baik-baik aja Nyokap gue jahat dan gak sebaik yang terlihat ! Gue benci sama dia Dia gak Pernah mikirin gue Dipta hiks..." Aluna kembali menangis mengingat hidupnya yang dipenuhi kedukaan. Semenjak Papahnya meninggal hidupnya berubah drastis Ia korban broken home dan ketika Papahnya meninggal ia terpaksa tinggal bersama mamahnya Wanita yang tukang selingkuh itu sehingga orang tua mereka bercerai.
Dipta merasa iba dengan latar belakang Aluna yang baru ia ketahui Ternyata dibalik Aluna yang kerja dan super ambisi ada sisi gelap yang dia simpan rapi.
Dipta memegang kedua Pundak Aluna
" Lo gak usah ngerasa sendiri lagi sekarang udah ada gue. Gue akan mikirin lo Perhatian sama lo dan sayang sama lo Gue akan bahagian lo Aluna," Dipta tersenyum lalu mengusap Punggung Aluna
" Percaya sama gue, gue akan selalu ada buat lo."
Aluna merasa nyaman dalam Pelukan Dipta dan mendengar kata-kata Dipta membuatnya jauh lebih tenang. Apakah benar kali ini ada yang akan Peduli Padanya selain dirinya sendiri ? ini kali Pertama ia mendengar ada orang yang mengatakan akan selalu ada untuknya Selama ini ia selalu merasa sendirian berjuang mati-matian menutupi kesedihan dengan menyibukkan diri hingga lupa ia seorang gadis yang Penuh rasa sepi
Dipta melepaskan Pelukannya Dipta meminggirkan rambut Aluna yang menutupi mata Dipta kemudian mengusap air mata Aluna dengan ibu jarinya.
Mata Aluna menatap Dipta tak lepas. Mata cowok itu bagus dan bintik hitamnya berbinar Bulu matanya lentik banget bahkan Aluna jadi iri sebagai Perempuan tak dianugerahkan bulu mata seindah itu.
Kelopak mata Dipta terangkat dan mendapati Aluna sedang menatapnya Dipta tersenyum
" Ketahuan yaa " godanya.
" Ihh " Aluna mendorong Dipta
" Apa-apaan " kenapa Aluna jadi terpanah dengan cowok mesum itu
" Mau marah " Alis Dipta terangkat satu.
Aluna memalingkan wajah.
" Oke, gue jelasin biar lo gak salah Paham Tadi gue itu maunya buat kejutan sama lo Nah sebelum kejutannya gue kasih tau, gue Pengen ngerjain lo dulu Eh lo malah mewek."
" Emang apa kejutannya "
" Sini dong dekat-dekat " Dipta melambai meminta Aluna berdiri lebih dekat dengannya. Jarak sejengkal lah biar bisa berbisik di telinga cewek itu.
" Telinga gue masih bagus Ngomong aja jarak kita cuma sementara doang kok."
" Hmm kita akan Pindah rumah."
" Pindah "
" Ya ke rumah baru Seneng Kan lo "
Senyum Aluna.
" Akhirnya " Dipta membatin senang
" Emang mami-Papi setuju "
" Enggak sih "
" Terus "
Dipta menghela napas. " Ya gue Pujukinlah sampai mau Makanya tadi gue bolos Gue ke kantor Papi dan ke rumah sakit nemuin mami "
" Mereka gak marah lo bolos "
" Marah dikit "
__ADS_1
" Hari ini kita Pindahnya "
" He'e Makanya lo cepat kemasin barang-barang lo Setelah selesai kita langsung berangkat."
" Oke Tapi nanti gue gak mau sekamar sama lo ya."
Dipta menaikan satu alisnya
" Yakin "
" Sangat yakin " jawab Aluna mantap Aluna merasa bebas jika tidak tinggal bersama mertua lagi Aluna tidak Perlu takut ketahuan jika tidak seranjang dengan Dipta Senangnya
" Oke " sahut Dipta setuju
" Gue tunggu lo di bawah Jangan lama-lama awas " Dipta beranjak keluar kamar.
" Kok dia gak Protes sih ? bodo amatlah," Aluna dengan semangat mengemasi barang-barangnya Ia sudah membayangkan tinggal di rumah besar yang tidak ada siapapun yang akan mengawasinya Pasti bakalan seru.
...••••...
Dipta selesai memasukkan koper-koper Aluna kedalam bagasi. Ada 5 koper bayangkan betapa lelahnya Sedangkan Aluna enak-enak ngadem di mobil sambil makan kuaci.
Dipta membuka Pintu mobil ia masuk kedalam dan melihat sampah kuaci yang berlimpahan di mobil.
" Astagfirullah Aluna mobil gue lo apain sih sampai kotor kayak gini "
" Emang Gue sengaja ngotororin mobil Lo Gue mau Balas dendam karena Io udah buat gue nangis."
" Gue udah minta maaf kali " Dipta menutup Pintu mobil lalu memasang sabuk Pengaman.
" Maaf doang gak cukup "
Dipta menyalankan mesin mobil Kalau adu mulut terus sama Aluna nggak akan berangkat mereka
" Pasang sabuk Pengaman Lo " Melihat Aluna yang belum memasang sabuk Pengaman membuat Dipta khawatir
" Gue gak akan kenapa-napa "
" Bandel banget kalau dibilangin " Dipta turun tangan.
" Mau ngapain lo " Aluna Parno saat Dipta mendekatinya.
" Mau buat anak ! Ya mau masangin sabuk Pengaman Io, lah Kalau kita kenapa-napa di jalan gue gak mau lo mati Jadi waspada sebelum kejadian " Dipta selesai memasang sabuk Pengaman untuk Aluna ia kembali duduk tegap di kursinya.
" Lo malah khawatirin gue khawatirin aja diri Io sendiri Lagian kita bakal aman kalau lo gak bawa mobil ugal-ugalan,"
" Ssssttt, diem " Dipta mendaratkan telujuknya di bibir Aluna
" Jangan banyak bacot "
Dipta menginjak Pedal gas mobil dan mobil Pun beranjak dengan kecepatan Pelan keluar dari Pagar rumah dan ketika sudah di jalan ia mengendarai mobilnya dengan cepat agar tidak kemalaman sampai di rumah barunya Sekitar satu jam di Perjalanan akhirnya mereka sampai sekitar Pukul setengah delapan malam Mereka keluar mobil Aluna sudah curiga sejak masuk ke gerbang tadi Dari gerbangnya aja sudah kelihatan aneh dan benar rumah yang mereka datangi juga ikutan aneh.
" Dipta ini beneran rumahnya " tanya Aluna yang takut melihat rumah yang akan ia tempati Rumahnya besar tapi bangunannya sudah tua Kelihatan rumah kuno bukan rumah bangunan baru Apalagi tidak ada satupun rumah tetangga sekitar sini Hanya rumah besar antik ini yang berdiri kokoh sendirian
" Iya Bagus kan " Dipta balik bertanya.
" Bagus darimana nya sih ? ini rumah angker bulu kuduk gue aja langsung merinding Serem banget ini rumah tua bukan rumah baru ! Lo bilang ke gue kita Pindah rumah baru tapi kenapa rumahnya kuno begini sih," Protes Aluna Rumahnya tidak sesuai dengan ekspetasinya.
" Ehhh jangan salah Lo Rumah ini salah satu aset keluarga gue Meski bangunnya kuno tapi nilai jualnya tinggi Lo gak liat bentukannya yang unik dan megah Banyak yang mau beli rumah ini tapi gak kita jual karena ini rumah beda dari yang lain ini rumah nenek gue hargain dong."
" Jadi Lo ngajak gue tinggal ke sini bareng nenek lo? Ya Percuma dong kita Pindah kalau gitu Dipta Gue maunya gak ada orang lain di rumah selain kita ini mah sama aja numpang,"
" Nenek gue udah meninggal ini rumah diwarisin ke gue Jadi ini rumah kita," jelas Diora
" Hmm Mau sampai kapan kalian berdua berantem," tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dengan wajah Putih Pucat
" Arghh " Aluna terbirit memeluk Dipta karena ketakutan Sedangkan Dipta stay cool bukan syok takut hantu tapi syok Aluna yang nemplok ke dadanya
" Maaf-maaf " Sosok itu mematikan senternya.
" Ya elah " Rupanya Pak Panji Penjaga rumah neneknya yang sudah bekerja Puluhan tahun.
" Ciee ketakutan " ledek Pak Panji yang Punya 2 lesung Pipit.
Aluna beranikan diri membuka mata. Saat ia tahu sosok itu manusia ia cepat mendorong tubuh Dipta
" Maaf ya udah nakutin " ujar Pak Panji Pada Aluna
" Lain kali gitu lagi ya Pak Suka saya biar dia meluk saya terus." Dipta tertawa Puas.
Aluna mencubit lengan Dipta
" Dasar nakal "
" Ya udah kalian masuk aja di dalam Biar Bapak yang bawain barang-barang."
" Oke Pak siap Yuk " Dipta menggandeng tangan Aluna Tapi Aluna malah menepisnya.
" Gak usah Pegangan Segala Gue gak buta," Aluna menyelonong jalan duluan dengan langkah kesal.
" Galak ya istrinya " ujar Pak Panji.
" Behh bukan galak lagi Pak buas banget malah,"
" Kok mau "
" Nah justru beda dari yang lain saya suka Pak Lebih menantang,"
" Wah-wah-wah Menantang apanya tuh,"
Dipta menepuk Pundak Pak Panji " Bapak Pasti taulah Hehe,"
" Mantap " Pak Panji menunjukkan jempolnya.
...••••...
__ADS_1