
" Angga " lirih Aluna menatap Pria itu.
Ternyata Angga datang ke Pesta Pernikahannya.
Tepat berdiri di hadapan Aluna. Angga menarik napas Panjang lalu mengukir sebuah senyum yang sulit dia lakukan.
" Congratulations " ucap Angga singkat sembari mengulurkan tangannya di hadapan wanita yang dicintainya Berucap dengan sesak di dadanya Tentu rasanya sakit Akan tetapi apa boleh buat Gadis itu tidak memilihnya.
Aluna langsung menoleh Pada Dipta " Dipta Apa boleh " tanyanya meminta izin Karena sudah saling cinta maka ia harus mendapat izin dari suaminya.
Aluna langsung meraih tangan itu Berjabat tangan Pada Pria yang membuatnya merasa bersalah sampai detik ini Cintanya mungkin sudah Pudar tapi bagaimana dengan Perasaan Angga ? Senyumnya saja tampak hambar
Apakah Angga belum bisa menghambarkan Perasaannya ?
" Aku Pikir kamu gak akan bakalan datang," Pandangan Angga beralih Pada Dipta
Tangan kanan Dipta terangkat memegang Pundak Angga
" Aluna Sayang Aku yang Paksa dia datang Dia tamu spesial untuk kamu Dia inikan sempat jadi Pria idaman kamu Ya kali gak aku undang Dia salah satu bagian dari kejutan aku untuk kamu,"
" Dia mungkin mau sombong karena aku gagal dapetin kamu," balas Angga
" Ya Lo tepat,” sahut Dipta
" Niat gue emang mau nyombong sih,"
" Please jangan berantem di sini," Pinta Aluna Akan repot jika acara Pestanya berubah jadi suasana Perang Perebutan masalah hati
Dipta dan Angga saling menatap dengan tatapan misterius.
" Lo bisa gini gak," Dipta tiba-tiba mengecup Pipi Aluna.
" Muah " Dipta tersenyum angkuh menyombongkan hal yang dengan mudah bisa ia lakukan Pada gadis yang jadi rebutan mereka.
" Dipta " Aluna memukul lengan suaminya Bisa-bisanya Dipta melakukan hal itu di depan Angga
" Kenapa sih, Sayang ? Aku salah apa Cuman cium doang Masa gak boleh,"
" Angga maafin Dipta ya, " Aluna merasa sangat malu dengan tingkah suaminya itu.
" Ngapain kamu minta maaf ? Kamu gak salah,"
" Sssttt " Aluna mendaratkan telunjuknya di bibir suaminya yang berisik.
" Angga jangan anggap serius ya Kamu tau sendiri Dipta itu kayak apa,"
__ADS_1
" Emang aku kayak apa,"
" Orang stres " sahut Angga buat Dipta Panas Sampai Dipta menarik jasnnya.
" Mau gue Pukul Lo,” Rahang tegas Dipta terlihat
" Udah-udah jangan berantem Malu diliatin orang,” reda Aluna
Dipta dan Angga melihat ke arah tamu yang tampaknya kebingungan melihat mereka.
" Boleh kita gabung," Suara Pria
terdengar.
" Congrats bro." Dipta dan Rio tos kemudian mereka berpelukan.
" Gak nyaka gue ditinggal nikah secepat ini,” Rio menepuk-nepuk Punggung Dipta
" Tolong jagain mantan terindah gue," pinta Zea agak ketus Pada Aluna
Angga dan Dipta hampir ngakak mendengar itu.
" Lo gak mau ngucapin sesuatu Rio Bilang hati-hati kek ke Dipta karena siapa tau lo jadi selingkuhan Aluna," celetuk Zea.
" Sayang " tegur Rio Mulut Pacaran itu kebiasaan.
" Aku gak akan selingkuh jangan dengerin mantan kamu ya," ujar Aluna ke suaminya
" Cukup dia aja yang selingkuhin kamu aku mah engga,."
Muka kesal Zea terlihat jelas menatap Aluna yang dengan beraninya berucap seperti itu.
" iya aku Percaya tapi aku gak yakin sama nih orang," Dipta menunjuk Angga
" Gue Permisi " Angga segera Pergi Buat apa juga ia lama-lama di Pernikahan yang membuatnya Patah hati Ayahnya juga akan marah jika tahu ia menghadiri Pesta ini.
" Angga " Panggil Zea tapi sahabatnya itu tetap Pergi.
Aluna memandang Punggung Angga yang semakin menjauh. Ia tak menyangka bisa menghilangkan rasa sukanya Pada Pria itu Dipta sungguh luar biasa bisa membuatnya lupa akan cintanya Pada ketua OSIS yang ia kagumi sejak awal masuk SMA Kencana
" Awas jatuh cinta lagi "
Lamunan Aluna buyar Dipta menoleh melihat wajah cemburu suaminya.
" Gak bakal kok," sanggahnya.
__ADS_1
" Siapa tau, kan manusia tempatnya khilaf,"
" Lo nyindir gue ya " Rio merasa tersindir.
Dipta langsung tertawa. " Kalau Lo ngerasa berarti emang iya,"
" Kan nih cewek yang doyan sama gue duluan.” Rio menunjuk Zea.
" Apaan sih jangan ungkit-ungkit masa lalu Ngerusak mood aja deh," balas gadis itu.
Rio langsung menepuk-nepuk Pundak Dipta
" Jangan lupa Punya anak yang banyak," Rio sebenarnya bingung kenapa sahabatnya yang sekarat ini malah menikah Apa mungkin hanya untuk mewujudkan impian kecilnya yang sangat ingin memiliki keluarga sendiri yang mencintainya ?
" Aluna tolong jagain dia ya," tambah Rio
" Pasti "
" Kita foto bertiga dulu yuk," usul Zea.
Dipta dan Rio langsung mengangguk setuju
" Bentar ya Aluna kita mau reunian dulu," Aluna mengangguki ucapan Rio
" Pak tolong fotoin ” Rio memekik fotografer.
Mereka bertiga mengambil Posisi Zea di tengah dan Dipta serta Rio merangkul Zea Memberikan Pose terbaik dengan senyum yang lebar Mengulang kembali foto mereka di masa lalu.
Setelah itu mereka berpelukan dan membuat beberapa orang yang mengenal mereka terharu
Chiko, Marco dan Kenzo menyaksikan 3 teman yang bersatu kembali itupun merasa ikut bahagia Chiko yang tahu segalanya terharu melihat sahabatnya bisa bersatu kembali dengan teman masa kecilnya bahkan bisa berhubungan baik lagi dengan gadis yang mengkhianatinya.
" Berarti geng kita nambah satu orang dong," ujar Kenzo
" Siapa " tanya Marco
" Rio "
" Mungkin " sahut Chiko
" Tapi gue gak mau dia gabung sama kita," tolak Aldi
" Why " tanya Kenzo
" Pengkhinat gak layak masuk ke circe kita,"
__ADS_1
...••••••...