DIPTA

DIPTA
EPISODE 48


__ADS_3

" Pagi Alana " Sapa Dipta yang sedang menunggu Aluna di halaman rumahnya


" ini Buat Lo " Aluna menyodorkan kotak bekal ke Dipta yang sudah stay di atas motor Dari tadi Pria ini menunggu Aluna Dan baru


" ini apa " tanya Dipta sambil memegang kotak bekal yang Aluna berikan untuknya.


" Ya ampun Dipta mata Lo itu buta atau apa sih ini makanan buat lo," jawab Aluna dengan sedikit emosi


Kenapa Dipta harus itu bertanya lagi Jelas itu kotak makanan dan sudah Pasti isinya makanan dong.


" Ada angin apa Lo buat makanan buat gue atau jangan-jangan Lo udah kasih gue racun di makanan ini, " tuduh Dipta


" Racun Enak aja Ya ampun Dipta gue udah baik sama Lo masih aja nuduh gue yang gak-gak "


Lagi-lagi cowok itu bertanya membuat tensi Aluna naik.Tidak bisa apa terima lalu bilang makasih Cukup itu saja jangan banyak bicara karena memberikan Dipta bekal membuatnya merasa malu. Takut dibilang sudah suka dan ia juga gengsian Padahal ia cuman mau berbuat baik.


Dipta langsung tertawa melihat muka kesal Aluna. Aluna mungkin mimpi aneh makanya Perhatian sampai memberinya bekal segala.


" Ok deh Maaf ya Aluna bekalnya "


" Gue baik sama lo tapi lo juga harus berbuat sesuatu ke gue nanti Gue berniat berubah jadi lebih baik jadi lo juga harus berperan di misi baru gue ini," tekan Aluna


" Terserah lo aja deh " Dipta memasukkan bekal itu ke dalam ranselnya.


Aluna naik ke atas motor Mesin menyalakan dan ia Pun memegang jaket Dipta Untuk memeluk Pria itu sorry ia masih belum bisa.


Sampai di gerbang sekolah Aluna meminta turun tapi Dipta sengaja tetap mengantar cewek itu sampai ke Parkiran Aluna marah mengomel sambil memukul-mukul Punggung Dipta bahkan mencubit Pria itu.


Dipta membuat Aluna naik Pitam Gara-gara cowok itu mereka jadi bahan Perhatian.Banyak Pasang mata melirik mereka berdua.Pasti mereka-mereka yang melihatnya bertanya-tanya mengenai hubungannya dengan Dipta Maklumlah di negara Indonesia ini banyak orang-orang Pada kepo dengan urusan orang lain.


Setelah turun dari motor Aluna yang kesal meluapkan emosinya dengan menendang motor Dipta


" Eh ! Motor gue ...... "


" Bodoh amat "


Aluna menunjuk tepat di depan mata Dipta


" Lo Pasti sengaja kan "


" iya gue sengaja Biar orang-orang tau kalau lo Punya gue,"


Aluna memukul lengan Dipta. " Ihh ! Resek,"


" Udah marahnya Sayang," Dipta mengelus rambut Aluna tapi Aluna malah menginjak sepatu mahalnya.


" Aduh "


" Rasain " Aluna buru-buru Pergi sebelum Dipta beranjak dan menyusulnya.

__ADS_1


" Aluna " Pekik Dipta tapi seperti biasa cewek itu akan mendadak budek kalau ia Panggil.


" Widih udah go Public ni," Datang Kenzo sambil memarkirkan motornya.


" Ada bahan gosip baru yang bisa gue sebar Pasti langsung viral, " ia turun dari motornya lalu merangkul Dipta


" Btw gue dengar Shifa Pulang ke Indo ya Dipta,"


" Tau dari mana lo " Heran Dipta Si rambut Marco itu tahu aja sepupunya Pulang Apa jangan-jangan mereka kontakan ?


" Apa sih yang gak gue tau Dipta di dunia ini," Marco menaik-turunkan alisnya Sebagai followers Shifa yang hobi stalking cewek impiannya itu jelas ia tahu banget.


" Atau jangan-jangan Lo suka sama shifa,"


" Gue gak suka sama Shifa Gue cuman ...."


Dipta memegang Pergelangan tangan Marco dengan kuat sampai cowok itu merintih dan melepas bekapannya.


" Cuman naksir "


Marco cepat menggeleng Dia harus membantahnya karena takut jika Dipta tahu ia mungkin tidak bisa bertemu Shifa. Firasatnya mengatakan Dipta tidak akan merestuinya dengan Shifa. Padahal sejak lama ia jatuh cinta Pada gadis blasteran itu. Ia rela jomblo dari bayi sampai sekarang untuk menunggu Shifa Pulang ke Indonesia


Dipta menunjuk muka Marco yang terlihat Polos tapi jangan menilai dari mukanya.


" Jangan coba-coba Lo suka sama Shifa gue gak mau sepupu gue itu Punya Pacar aneh kayak Lo, " ancamnya lalu Pergi meninggalkan Marco yang diam membisu


Marco langsung mematung kaget tak dapat restu lalu ia mengejar Dipta


...•••••...


Apa mungkin Angga menunggunya Atas dasar apa ?


" Morning Aluna " sapa Angga


" Morning " balas Aluna Ketemu Angga membuatnya merasakan ada firasat yang tidak baik.


" Ah, Perasaan aku aja deh kayaknya," ucapnya dalam hati.


Angga menyingkir dari Pintu Aluna mengambil kunci di tasnya lalu membuka ruang OSIS. Sebagai wakil ia memang sering memegang kunci ruang OSIS.


Angga ikut masuk dan mengiring Aluna dari belakang Ada yang mau cowok ini katakan dan ia ingin Aluna terus terang Padanya.


" Tadi Aku liat kamu sama Dipta, " Aluna diam sesaat, kaget.


" Katanya kamu gak ada apa-apa sama dia Tapi kok ...."


Aluna berbalik menghadap Angga. " Maaf Angga aku ...... "


" Kamu nerima cinta dia dan kamu gak milih aku," Angga berjalan menuju kursi dan duduk di sana.

__ADS_1


" Dia lebih baik dari aku Aluna "


Pantas dari awal Aluna memiliki firasat yang kurang baik Rupanya hal ini yang terjadi Angga menjadi salah satu dari mereka-mereka yang melihatnya boncengan sama Dipta


" Angga aku ..... "


" Aluna aku udah lama suka sama kamu. Aku Pikir kamu bukan Perempuan yang mudah didapatkan Aku kejar Pelan-pelan, eh kepepet Dipta duluan Kamu dijanjikan apa sama Dipta sampai mau sama dia," Sakit hati membuat Angga tidak dapat menahan diri Kecewa karena lagi-lagi apa yang dia mau tidak dia dapati.


" Angga " Aluna tidak sangka Pria yang ia kagumi itu bicaranya jahat sekali Cowok itu Pikir ia ini cewek gampangan apa ?


" Aku gak kayak gitu Angga Aku gak dijanjiin apa-apa sama Dipta,"


Angga berdiri. " Kalau gak ada apa-apa terus kenapa kamu boncengan sama Dipta Kamu bilang benci sama dia Gak suka yang namanya Dipta Andreas Malik dia cowok gak mikirin masa depan, kekanak-kanakan, bandel, gak Punya attitude dan sekarang kamu jilat ludah kamu sendiri Kamu malah Pacaran sama dia, " Angga melangkah mendekat.


" Happy sama dia "


" Angga Kamu keterlaluan banget sih Kamu tega banget ngomong kayak gitu ke aku,"


" Tega kamu sama aku Aluna Aku selalu Perhatian sama kamu, aku yang ngajak kamu jadian dan kamu bilang saat itu kamu dan Dipta gak ada hubungan apa-apa Dan tadi jadi bukti kamu belum nerima aku karena nunggu Dipta nembak kamu, kan,"


" Angga " Volume suara Aluna lebih meningkat Angga sudah diluar dari apa yang ia kira selama ini Ternyata mulut Angga jahat banget Gak habis Pikir cowok kalem itu bisa berbicara menusuk sampai ke hati.


" Aluna aku sadar ucapan aku jahat ke kamu Tapi yang kamu lakukan ke aku juga jahat Aluna ! Aku tau aku gak sekaya Dipta Tapi aku masih mampu kok Ya memang keluarga aku gak ada yang dokter yang bisa jadi backing kamu Tapi aku bisa jadi orang Pertama yang support cita-cita kamu."


" Angga Cukup " Pekik Aluna ia capek dituduh yang tidak-tidak.


" Kita gak ada hubungan apa-apa Angga ! Kita teman dan aku belum nerima Perasaan kamu ! Kamu kenapa sih tega ngejudge aku separah ini,"


Angga tertawa kecewa. " iya aku tau Tapi Aluna kamu udah tau Perasaan aku ke kamu Kalau emang kamu sukanya Dipta dari awal kenapa gak bilang dari awal aja Aluna ? Aku beri kamu waktu dan aku jadi berharap sama kamu Seharusnya kamu bilang kalau kamu gak mau sama aku dan maunya sama Dipta Clear aku kecewa tapi gak berharap sama kamu."


Aluna menunduk bungkam Apa iya dia yang salah ?


" Lebih baik aku kecewa dari awal Aluna daripada aku kecewa ketika aku liat kamu sama Dipta," lanjut Angga Ia menghela napas Panjang Sepertinya takdir hidupnya tidak Pernah mendapatkan apa yang ia mau Selalu saja ia bernasib sial dalam segala hal yang ia impikan.


Angga memegang Pundak Aluna


" Sekarang terus terang aja kamu Pacaran kan sama Dipta,"


Aluna mengulum bibirnya dengan Perasaan dilema sambil terus menundukkan Pandangan Lari dari tatapan Angga


Apa ini akan jadi akhir dari hubungan Pertemanannya dengan Pria yang ia suka jika ia menjawab iya Pada cowok itu ?


" iya dia Pacar gue " jawab seseorang


dengan suara beratnya.


Angga dan Aluna menoleh ke arah Pintu Aluna terbelalak melihat Pria itu.


Dipta tersenyum Pada Aluna lalu menghampirinya dan menggandeng tangan Aluna Pandangannya menatap Angga tajam dan tatapan ledekan.

__ADS_1


" iya Angga Aluna itu Pacar gue ! Dan lo itu udah kalah lagi dari gue, " tekannya lalu senyum meledek.


...•••••...


__ADS_2