
Jam Pelajaran Pertama dimulai Dipta bukannya fokus Pada Bu Hesti yang sedang mengajar ia lebih memerhatikan gadis yang duduk di sampingnya sambil tersenyum.
Aluna terlihat serius dalam belajar Gadis itu benar-benar orang yang ambisius. Tidak ada satu kalimat Pun yang tertinggal semua yang dicatat guru di Papan tulis disalin dengan rapi di buku catatannya.
Istrinya itu juga rajin mengajukan Pertanyaan Rasa ingin tahunya sangat besar Aluna gadis yang Penuh dengan harapan. la yakin gadis itu Pasti akan berhasil menggapai semua mimpinya Lihat saja usahanya yang tidak main-main Sangat membuatnya salut.
" Gue banget bangga sama lo Aluna," Aluna menoleh menatap Dipta
" Gue bangga sama lo," ucap Dipta mengulangi Pujiannya.
Aluna cuman bisa diam tanpa berkata-kata karena tidak tahu mau ngomong apa Pada Dipta. Mau bilang ia juga bangga Pada cowok itu tapi itu bohong Karena apa yang dibanggakan dari Dipta Nilainya jelek dan reputasinya di sekolah ini juga buruk.
Jari nakal Dipta melangkah menuju tangan Aluna
Ketika sampai ia langsung menggenggamnya.
" Dipta jangan di sini Nanti ada yang liat," ucap Aluna Pelan.
" Biarin aja " kata Dipta juga dengan suara Pelan Ketahuan sama Bu Hesti ia tidak takut Segalak-galaknya tantenya itu gak mungkin sampai memberi hukuman Pancung Padanya
Tangan Aluna ingin kabur dari genggaman Dipta tapi cowok itu terlalu kuat menggenggam. Dipta bersikap romantis di tempat yang tidak tepat dan terlalu bahaya Kalau ketahuan guru habis mereka berdua.
" Dipta lepasin "
" Gak mau "
" Astaga ni anak kalau bucin gak kenal tempat banget," ucap Aluna dalam hati.
" Mentang-mentang gue mau nerima dia, dia makin ngelunjak."
...•••••...
Bel istirahat berbunyi Kelas bubar dan Aluna buru-buru mengemasi buku-bukunya Setelah selesai ia berdiri dan memegang Pergelangan tangan Dipta Cowok itu menatapnya dengan mata yang tampak bertanya-tanya.
" Ayo ikut gue "
" Mau kemana " tanya Dipta bingung Apa istrinya itu mau mengajaknya makan bareng di kantin ?
" ikut aja "
Aluna dan Dipta meninggalkan kelas Kinan dan Nadin saling lirik-lirikan Mereka satu Pemikiran Sedang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi Pada sahabat mereka Sampai detik ini Aluna belum cerita apa-apa Chat mereka berdua pun cuman dibalas stiker anak korea Kinan beranjak menghampiri Nadin
__ADS_1
" Nadin gue masih belum ngerti kenapa Aluna bisa Pacaran sama Dipta Di luar logika gue Menurut lo gimana,"
" Gue juga gak tau apa-apa Kinan," jawab Nadin seraya berdiri.
" Kita ke kantin aja yuk Sambil ngisi Perut kita bahas deh soal Aluna,"
Kinan mengangguk setuju.
...•••••...
DIpta dan Aluna sampai di depan Perpustakaan Dipta tidak tahu apa tujuannya dibawa ke Perpustakaan di jam istirahat ini.
" Ngapain ke sini "
" Ayo berubah " jawab Aluna lalu mengangkat kedua sudut bibirnya.
" Apanya yang berubah "
" Ssst " Aluna mendaratkan telunjuknya ke bibir Dipta
" Jangan banyak cincong Ikut aja kemauan gue," Aluna menarik Dipta masuk kedalam Perpustakaan
Sampai di bangku Paling Pojok Aluna melepaskan Pegangannya.
" Duduk " Perintahnya.
Dipta menurut dan mendaratkan bokongnya sambil melihat sekelilingnya Tidak ada siapapun kecuali mereka berdua Kalau berbuat mesum di sini mungkin hanya orang gila yang melakukannya Jangan mikir aneh seorang Dipta tidak mungkin mencabuli Aluna di Perpustakaan.
" Diam di situ Jangan kabur," Peringatan dari sang istri.
" Lo mau kemana "
" Gak usah banyak tanya Diem aja,"
Aluna melenggang Pergi mencari bahan untuk suaminya Pelajari Ketika sudah menemukannya ia kembali menemui Dipta dan meletakkan 2 buku Paket ke hadapan Dipta sambil mendaratkan bokongnya.
" Kita mulai dari mapel Fisika."
" Fisika ? Lo nyuruh gue belajar,"
" Iya "
__ADS_1
" Apa hubungannya kita dengan Fisika Aluna,"
" Gue Punya Impian Pengen suami yang Pintar Nilainya bagus dan gak malu-maluin anaknya nanti kalau lihat raport Papa mereka yang merah-merah Jadi lo harus berubah jadi orang yang lebih baik Dimulai dengan Perbaiki nilai Fisika lo yang cuman dapat 2,5."
" Gak gini juga dong Aluna gue ..... "
" Belajar itu atau ..... " Aluna melototkan matanya.
" Atau apa "
" Gue gak mau sayang sama lo Dan gue tarik kata-kata gue yang mau belajar cinta sama lo."
" Berarti lo gak tulus sama gue."
Aluna menarik napas ia harus sabar menghadapi suami yang suka su'uzon Padanya, " Dipta gue nyuruh lo belajar bukan untuk diri gue tapi untuk lo. Lo bilangnya mau berubah, kan ini awal Perubahan untuk lo. Lo harus tata masa depan lo, Dipta Gak harus dapat nilai sempurna Seenggaknya gak ada nilai merah lagi di raport lo. Gue juga akan bantu lo belajar untuk ujian nanti Belum terlambat Dipta dan kita bisa kuliah bareng di tempat impian gue. Lo mau bareng-bareng teruskan sama gue? Makanya nilai lo harus bagus biar bisa keterima di universitas impian gue."
Dipta terdiam menatap gadis itu. Ya, ia sangat ingin terus bersama Aluna Namun, apa ada kesempatan untuknya sampai ke waktu itu ? Merasakan bahagiannya menjadi seorang mahasiswa dan melihat gadis itu berhasil menjadi seorang dokter hebat Aluna meraih tangan Dipta.
" Dipta Please Lo harus semangat lagi Gue tau lo depresi dengan masalah lo Sekarang ada gue, gue akan jadi orang yang selalu support lo."
Aluna tahu Pasien yang sakit mental itu Perlu support la banyak belajar dari Papanya Dan obat Paling manjur untuk sembuh dari sakit mental adalah mereka-mereka yang sakit selalu dikeliling oleh orang-orang yang mencintai mereka dan selalu mendapatkan Perhatian serta dukungan.
" Gue Pengen hidup lo jadi lebih baik Dipta Gue Pengen lo bahagia," tambah Aluna
Mata Dipta berkaca-kaca ia tidak sangka Aluna akan mengucapkan kalimat yang sangat berarti itu. Ia Pun mengangkat sudut bibirnya sebagai tanda balasan untuk Aluna yang terlihat tulus Padanya.
" Cieee, nangis," ledek Aluna yang melihat mata Dipta memerah.
Dipta menyeka air matanya yang belum menetes tapi sudah hampir jatuh.
" Enggak, gue gak nangis," sanggahnya karena malu.
" Gak usah bohong deh gue bisa liat genangan air mata lo yang udah hampir jatuh Kalau mau nangis, nangis aja Gak ada siapa-siapa kok Lagian gue juga udah Pernah liat lo nangis,"
Dipta diam mendam kekesalannya.
" Gue mau Ke Toilet lo jangan kabur ya Belajar yang bener Awas ketiduran," Aluna beranjak meninggalkan Dipta yang melototinya Sebenarnya meninggalkan Dipta bukanlah hal yang tepat tapi ia sudah kebelet banget.
" Aluna benar-bener mirip sama om Adit manis tapi galak cerewet lagi," ujar Dipta sembari memandangi Aluna yang sudah di ambang Pintu.
...•••••...
__ADS_1