
Aluna mengerjapkan mata Tidurnya yang singkat dibangunkan oleh suara alunan Piano.
Setelah mengumpulkan nyawa Aluna mendudukkan dirinya Sebelum beranjak seperti biasa ia mengecek Ponselnya dulu. Hari ini memang sekolah libur karena weekend Tapi sebagai anggota OSIS yang super sibuk tentu selalu ada aja kegiatan walaupun di hari libur
...ANGGA...
...Aluna hari ini ada Pertemuan Jangan gak datang Di cafe biasa Jam 10 kita ngumpul Jangan lupa bawa catatan yang kemarin....
Aluna menghela napas malas Tuh Kan benar Walaupun libur ada aja rapat OSIS.
...ALUNA...
...Oke Thanks infonya...
" Angga-Angga sekali-kali ngirim Pesan ngajakin dinner kek Eh rapat mulu bosen aku dapat Pesan dari kamu lama-lama Untung cakep kalau gak akan bales stiker aja kamu."
Aluna menyimpan Ponselnya di atas nakas. la ke kamar mandi Sekedar cuci muka dan sikat gigi aja sih Masih terlalu Pagi untuk mandi
Aluna memandang Pantulan dirinya di cermin Ia tersenyum melihat wajah cantik alaminya. Lima detik kemudian senyum itu Pudar ketika ia teringat kejadian tadi malam Kejadian itu mungkin gak akan terlupakan seumur hidupnya.
Aluna keluar kamar mandi dan suara Piano masih terdengar Aluna sangat Penasaran suara itu dari musik yang diputar atau dari Piano yang ada di bawah.
Aluna keluar kamar dan menuruni tangga menuju lantai Paling dasar Sebelum sampai di lantai satu Ia sudah dapat melihat seseorang yang tengah memainkan Piano itu Tidak sangka cowok yang bandel dan sudah kurang ajar Padanya bisa bermain Piano dengan indah Jemarinya terlihat lihai menari-nari di tuts Piano tersebut.
" Wahh Punya bakat juga Cowok mesum Kirain cuma bisa ngeselin orang," ucap Aluna meremehkan
Aluna duduk di anak tangga. ia terkesan melihat Penampilan Dipta yang sedang bernyanyi sambil memainkan Piano. Suara Dipta lumayan bagus Dan hal yang lebih membuatnya terkesan adalah lagu yand dibawakan cowok itu Lagunya begitu sedih Apakah cowok absurd itu sedang menggalau Atau malah Pamer kehebatannya Beda-beda tipis Btw lagu itu ditujukan ke siapa ?
" Apa dia galauin Zea,"
Siapa yang tak tahu Pasangan di sekolah yang Paling heboh beberapa tahun lalu Dipta dan Zea Pasangan yang ngebucin setiap saat Kemana-mana selalu berdua Gandengan tangan rangkulan, kejar-kejaran kek film bollywood, makan suap-suapan, bahkan banyak lagi hal romantis yang terlihat jijik di mata Aluna Namun mereka tiba-tiba Putus dengan kabarnya Dipta selingkuh. Entah kabar itu benar atau enggaknya Aluna juga gak Peduli.
...Masih adakah cintamu Yang dulu menghangatkan jiwaku Hati ini takkan bisa tanpa dirimu Bukalah hatimu rasakan cintaku...
...Ingatkah janjimu akan setia bersamaku Takkan ada lagi cinta selain untukku Jangan kau tanya besarnya cintaku kepadaku Jika masih cinta aku menunggumu...
...ini semua tentang rasaku Tentang rasa yang tak bisa ku mengerti Ini aku yang tulus mencintaimu Meskipun kau selalu menyakiti aku...
...Ingatkah janjimu akan setia bersamaku Takkan ada lagi cinta selain untukku...
...Jangan kau tanya besarnya cintaku kepadamu Jika masih cinta aku menunggumu...
...Ingatkah janjimu akan setia bersamaku Takkan ada lagi cinta selain untukku...
...Jangan kau tanya besarnya cintaku kepadamu Jika masih cinta aku menunggumu...
...Ingatkah janjimu akan setia bersamaku Takkan ada lagi cinta selain untukku...
...Jangan kau tanya besarnya cintaku kepadamu Jika masih cinta Jika masih cinta Aku menunggumu Selalu di hatiku...
__ADS_1
Dipta berhenti bernyanyi dan berhenti menekan tuts Piano Padahal lagu belum selesai dinyanyikan. Ia mendongak dan firasatnya benar Ada yang sedang memantaunya
Aluna turun menghampiri Dipta yang masih duduk di kursi Piano Dipta menatapnya sekilas lalu cowok itu beranjak meninggalkannya.
" Lo nghindarin gue "
Langkah Dipta terhenti Ia berbalik menghadap Aluna yang entah masih marah atau tidak.
" Jangan dekat-dekat gue Gue ini berbahaya Lo gak maukan kejadian kek tadi malam terulang,"
" Gue gak tau lo kerasukan setan apa tadi malam mungkin kerusakan Pocong Mesum Tap .... "
" Dasar tuh anak main tinggal aja," Dipta malah Pergi sebelum Aluna menyelesaikan ucapannya.
Pria itu menuju dapur Aluna malah menyusul Padahal dia masih takut dan trauma akan kejadian semalam
Dipta menarik salah satu kursi meja makan tepatnya bagian ujung.
Meja makan ini Panjang Kursinya aja ada sepuluh. Dulu meja makan ini dijadikan tempat jamuan untuk keluarga besar Sayangnya semenjak Pemilik rumah meninggal tidak ada lagi yang Pernah main ke sini kecuali Dipta satu-satunya cucu yang Paling dekat dengan tuan rumah.
" Kok gak ada makanan," Heran Aluna Di meja tidak ada apapun makanannya
Aluna menoleh memandang Dipta yang duduk di bagian ujung meja.
" Dipta lo gak beli makanan,"
Dipta meletakkan iphonenya Ia menatap Aluna datar
Jawaban yang sangat mengesalkan untuk Aluna Mulut cowok itu keknya harus disambelin deh Semalam buat ulah dan Pagi ini cari gara-gara lagi Kayaknya Perlu dikasih Pelajaran Sebelum ngelunjak semakin di luar nalar.
" Heran Ngasih jatah ke suami gak mau masak juga gak mau Enak bener hidup lo," lanjut Dipta merocos.
" Eh lo ! Gue juga gak minta lo jadi suami gue. Lo jangan seenaknya dong Biasanya lo juga beli makanan Kenapa ? Duit lo udah habis ? Udah miskin lo," Aluna tak kalah Pedasnya dalam bicara
Dipta menggebrak meja membuat Aluna tersentak kaget.
" Gue gak mau tau lo harus masak mulai hari ini Semua bahan udah ada di kulkas Masak apa yang lo bisa dan jangan Pakek lama," tegasnya dengan mata melotot
" Sialan," maki Aluna dalam hati.
" Udah kek babu aja gue Bukannya jadi baik karena udah lecehin aku malah jadi kek firaun."
" Lo ngapain masih bengong ? Sana masak Kalau lo gak mau lo tau kan hukumannya apa,"
Aluna menelan salivanya susah Payah Jangan sampai kejadian tadi malam berulang Ia bangkit.
" iya gue masak Gue racunin sekalian lo,"
Aluna dengan melangkah malas menuju kulkas Sambil mendumal kesal dia mengeluarkan bahan makanan yang ia Perlukan.
Sementara Dipta duduk manis memperhatikan Aluna sambil menahan tawa.
__ADS_1
Cukup lama menunggu akhirnya Aluna menghidangkan masakannya.
Dipta menyuap masakan Aluna untuk Pertama kalinya. la mengunyahnya Perlahan Nasi goreng buatan cewek itu ternyata enak juga la Pun tersenyum
Aluna melirik Dipta dari jarak cukup jauh
" Senyum kenapa lo,"
" Masakan lo enak juga Gue udah lama banget gak dimasakin sama orang rumah," jawab Dipta
" Kasian amat makannya jadi orang tuh jangan kaya-kaya banget,"
Dipta beranjak berpindah ke kursi yang berhadapan dengan Aluna
" Lo ngapain Pindah ? Katanya mau jaga jarak sama gue."
" Terserah gue dong ini kan rumah gue Bukan rumah lo,"
" Dih gak konsisten banget Awas aja ya lo berani nekat kek semalam Gue laporin lo ke Polisi biar lo membusuk di Penjara,"
Dipta tertawa dengar ancaman Aluna
" Wah lo Pikir gue main-main,"
" Enggak Gue tau lo serius Tapi gue gak bakal membusuk juga kali,"
Pandangan Aluna turun melihat luka di Punggung tangan kanan Dipta
" Tangan lo udah gapapa,"
Dipta melihat luka di tangannya.
" Sedikit sakit "
" Udah lo obatin "
Dipta menatap Aluna " Lo Peduli sama gue,"
Aluna menarik napas malas. " Anda ini terlalu geer Saya ini cuman basi-basi Doang, " Aluna melahap nasi gorengnya dan bersikap acuh ke Dipta
" Aluna Di rumah Mami cuman rajin buatin gue salad sayur Yang rasanya gak enak dan buat lo muntah waktu itu Itu juga karena mba gak tau buatnya makannya mami turun tangan Terakhir kali gue makan masakan rumah itu 6 tahun lalu Gue seneng banget ada lo sekarang," Dipta tersenyum.
Aluna mengangkat kepalanya menatap Dipta yang barusan curhat.
" Terus " tanyanya tanpa minat.
" Makasih " Dipta kembali tersenyum dan tangannya menggapai kepala Aluna lalu mengelusnya Pelan.
" Apa sih " Batin Aluna Ia dielus segala udah kek anak kucing Mana Dipta senyumnya manis banget sampai matanya sipit Jantungnya juga kenapa nih kenapa menggebu-gebu ? Wah ada yang tidak beres Tidak aman sepertinya jika ia diperlakukan sweet begini.
" Amit-amit kalau aku suka sama Cowok Mesum kayak dia, " batin Aluna
__ADS_1
...•••••...