
Bel istirahat berbunyi Sebagian Penghuni XII IPA 2 berhamburan keluar kelas. Saat Aluna mau beranjak tangannya dicekal Nadi Dia jadi duduk kembali menghadap cewek dengan model rambut barunya itu.
" Aluna jujur sama gue Lo ada hubungan apa sama Dipta ? Kenapa tadi Io manggil orang tuanya Dipta dengan Panggilan mami Dan kenapa lo Perhatian juga dengan Dipta Apa lo sama Ali Pa .... " ucapan Nadin terpotong. Aluna menyumbal mulutnya dengan tangan.
" Gue lagi gak mood cerita apapun sama lo Jadi jangan ganggu gue dulu, " Aluna beranjak meninggalkan sahabatnya itu Dia belum siap untuk terus terang.
" Nadin Aluna kenapa ya " Kinan duduk di samping Nadin, " Gue juga curiga sama dia Kayaknya dia ada hubungan deh sama Dipta Pacaran kali ya,"
" Mana gue tau Lo tanya aja sama cowok Lo Dipta dan Aldi kan sahabatan Nah Io curi informasi aja dari dia,"
" Entar deh gue tanya Btw, Io nyatok sendiri," Kinan fokus ke rambut Nadin
" Kenapa ? Bagus ya rambut gue,"
" Jelek kek ekor sapi," jawab Kinan lalu cepat-cepat kabur sambil tertawa.
" Sialan Io " Nadin mengejar Kinan dan akan menghajarnya karena sudah berani mengejeknya Enak aja rambutnya dikatain seperti ekor sapi.
...•••••...
" Nah itu mereka " Aluna menunjuk meja di Pojokan yang diisi oleh 4 Pria Cowok-cowok itu sedang asik nyemil sambil minum teh botol.
Aluna menghampiri mereka Ketika sampai dia berdiri di samping Chiko
" Gue boleh gabung "
Keempat cowok berandal itu menatapnya Tatapan mereka tajam tapi tidak membuat keberanian Aluna menciut.
" Mau apa lo " tanya Marco
" Lo gak liat gak ada Dipta di sini ? Lo gak aman kalau gak ada bos kita Lo mau kita jadiin sate,"
Aluna mengabaikan Marco dan fokus ke Chiko saja karena diantara 4 cowok itu hanya Chiko yang Paling waras.
" Chiko gue mau ngomong sama Io "
" Ngomong apa " Chiko balik bertanya
" Penting "
" Di sini aja "
" Enggak mau Nanti ketiga temen Io yang gak waras dengar obrolan kita,"
" Aluna lo ya " Aldi menunjuk Aluna sembari menatap sangar Siapa yang tidak marah dibilang tidak waras.
__ADS_1
Aluna melotot ke Aldi, " Apa ? Gue gak takut sama Lo,"
Aldi mau berdiri tapi ditahan Kenzo
" Di udah Lo apaan sih masak cewek dilawan,"
" Dia sih mancing-mancing gue Kalau dia gak ada hubungan sama Dipta Udah gue bacok,"
" Ngeriiii " ledek Aluna lalu menjulurkan lidahnya ke Aldi
" Tuhkan lo liat kelakuan dia," Aldi tambah naik Pitam.
" Aluna nanti aja Pulang sekolah Sekarang gue sibuk," ujar Chiko yang malas melihat teman-temannya yang tidak akur
" Chiko gue maunya sekarang," ngotot Aluna
" Gue sibuk Nanti aja "
" Sok sibuk lo " Aluna beranjak dengan kesal.
" Dipta ngapain sih ngawinin cewek resek kek gitu," gerutu Aldi
" Karena Aluna cantik, Pintar, dan rajin menabung," sahut Kenzo
Kenzo dan Chiko tertawa.
" Astagfirullah Di Mulut lo " Kenzo menyentil bibir tebal Aldi
" Anjing sakit "
Chiko cuman geleng-geleng kepala dan Marco sibuk memakan kue lapis buatan bundanya yang dia bekal ke sekolah.
...•••••...
" Chiko jujur sama gue Dipta kenapa " tanya Aluna yang berdiri di samping motor Chiko
Chiko selesai memakai helm ke kepala.
" Lo gak mau naik,"
" Jawab gue dulu "
" Pakai ini dulu nanti gue jawab," Chiko menyodorkan helm ke Aluna
Aluna mengambil helm dari Chiko dan memasangnya ke kepalanya Namun sebelum dipasang ia menciumnya dulu Syukur tidak bau aneh-aneh.
__ADS_1
Chiko menyalakan mesin motor. " Ayo naik buruan," Pintanya.
Aluna melihat kiri-kanan Memastikan tidak ada yang melihat mereka baru dia naik ke atas motor Chiko
" Siap " tanya Chiko sebelum tarik gas Aluna menyimpan kedua tangan di betisnya Tidak mungkin dia melingkarkan tangannya di Pinggang Chiko
" Jangan ngebut ya "
" iyaa "
" Oke siap kalau gitu "
Chiko Perlahan narik gas dan keluar dari area sekolah lalu bergabung ke jalan raya bersama Pengendara lainnya.
Aluna memiringkan kepalannya ke kiri
" Chiko jadi Dipta itu sebenarnya kenapa sih Kenapa maminya keliatan Panik banget Padahal Dipta itu cuma Pingsan doang," tanyanya dengan suara yang agak keras agar Chiko mendengarnya.
" Dipta Sakit " jawab Chiko
" Sakit apa "
Lampu merah Chiko berhenti tepat di garis Pembatas Pundaknya ditepuk Aluna
" Kenapa Aluna "
" Jawab Pertanyaan gue "
" Tanya langsung ke Dipta atau keluarganya Gue gak berani bilang,"
" Kasih klu aja deh gue yakin lo Pasti tau kan,"
Lampu lalu lintas berganti hijau Chiko menarik gas kembali melanjutkan Perjalanan.
" Chiko " Aluna menepuk Punggung Chiko lebih kencang.
" Bakal gue kasih tau tapi Io janji buat gue dan Nadin jadian,"
Aluna menggeleng. " Permintaan lo terlalu susah Gue gak bisa Lo usaha dong kalau mau sama Nadin,"
" Ya udah kesepakatan batal "
Aluna kesal Dia mencubit Pinggang Chiko sampai sang empu merintih sakit tapi dia tidak Peduli.
" Sialan " maki Chiko dalam hati.
__ADS_1
...•••••...