DIPTA

DIPTA
EPISODE 44


__ADS_3

Jam istirahat Hukuman selesai Aluna cepat meninggalkan Dipta di lapangan Aluna tidak mau cowok itu menghambatnya Makanya dia segera kabur.


" Aluna " teriak Dipta


" Kenapa lo ninggalin gue "


Aluna yang sudah di Pinggir lapangan menoleh lalu menjulurkan lidahnya ke arah Dipta


" Aluna Rese banget Tuh Cewek siapa yang ngajarin Aluna Kayak begitu ? Si Kinan Pasti yang ngajarin " tuduh Dipta Siapa lagi kalau bukan Kinan. Kinan dan Aldi itu sebelas dua belas. Sama-sama sesad.


Dipta mengambil tasnya yang terletak di lantai lapangan lalu merangkulnya di bahu kanan. Ia beranjak ke kantin dan mendapati 4 temannya yang sedang asik mengobrol.


" Hei kalian " sapanya dengan suara berat biar terdengar keren.


Chiko yang duduk membelakangi pun menoleh.


" Lo kemana aja, bro " tanya Aldi yang tidak jadi menuang teh Pucuk ke mulutnya gara-gara melihat Dipta


" Habis temu kangen Pak Tono " jawab Dipta sambil duduk.


Marco dan Kenzo tertawa Bukannya iba kedua cowok ini malah menertawakan temen mereka yang mendapat hukuman dari Pak Tomo.


" Lo habis apa sampai telat ? Habis ronda berapa sesi," Celetuk Kenzo


" Banyak " jawab Dipta asal.


" Widih berarti Aluna udah ..... " ucapan Marco terpotong karena Dipta menyumpalkan mulutnya roti isi coklat Aldi dan Kenzo menertawakan


Chiko melirik Dipta Ketika Dipta menoleh ke arahnya cepat ia memalingkan wajahnya


Dipta menepuk Paha Chiko membuat sahabatnya itu menoleh. " Diem aja lagi PMS,"


" Dia cerita lo marahin dia " jawab Kenzo Padahal bukan dia yang ditanya.


" Ohh gitu, Io cerita apa aja Chiko "


" Banyak Dipta dia jelek-jelekin lo Parah banget," Marco ngomporin.


" Eh mana ada " Bantah Chiko


" Lo jangan buat omong ya "


Marco tertawa. " B aja dong becanda kali,"


Dipta merangkul Chiko " Gue gak marah sama lo,"


Chiko melepas rangkulan Dipta lalu berdiri


" Gue yang kesel sama lo " Cowok jangkung ini melenggang Pergi.

__ADS_1


" Chiko " Panggil Kenzo


" Chiko " Panggil Aldi


" Lo berantem sama dia " Marco mengajukan Pertanyaan.


" Enggak " bantah Dipta Ia mengambil teh Pucuk yang di depan Marco " Gue minta " Dia Pun meneguknya.


" Alhamdulillah itu minuman belum gue bayar Karena Io yang minum Io yang bayar,"


" Anjir "


" Bu ! Dipta yang bayar " Pekik Marco Pada Ibu kantin.


" Sialan lo "


Marco tertawa Puas tapi tidak beberapa detik karena kepalanya dipukul dengan botol teh Pucuk sama Dipta


...•••••...


Langkah Dipta terhenti di ambang Pintu temannya yang berdiri di belakangnya itu berhenti Mata Dipta memicing memandang Nadin yang duduk di samping Aluna


" Geng crazy dateng " celetuk Nadin


Dipta melanjutkan langkahnya dan ketiga temannya mengekorinya Dipta menepuk meja Nadin membuat gadis itu kaget.


" Gak mau ! ini bangku gue Lo aja yang duduk di belakang," tegas Nadin


Dipta uduk di atas meja menghadap Nadin


" Lo nantangain gue " Mata tajamnya menatap mata gadis bandel itu.


Nadin berdiri." Gue gak takut sama Io "


" Are you sure " Dipta tersenyum nakal.


" Aluna tolongin gue dong " Nadin mulai ketar-ketir dan minta bantuan.


" Dipta biarin Nadin duduk di sini sama gue Lo sama Chiko aja," ucap Aluna jadi Penengah.


Dipta menggeleng. " Gak mau Hari ini Bu Hesti yang masuk dan bu Hesti nyuruh gue duduk bareng Io. Lo berani nantang bu Hesti,"


Aluna dan Nadin saling Pandang-pandangan.


Dipta melarikan Pandangannya ke Chiko yang sudah stay dari tadi di bangkunya


" Chiko Pindahin ni cewek lo Gendong aja kalau bandel,"


Dengan merenggut Nadin mengambil tasnya di kolong meja lalu meninggalkan bangkunya dan duduk di samping Chiko dengan terpaksa.

__ADS_1


" Gadis Pintar gitu dong " Dipta pun duduk dengar benar di kursi samping Aluna Aldi


Aldi, Marco dan Kenzo juga ke bangku mereka Aldi menoleh ke Chiko.


" Cieee duduk barengan," ledeknya.


" Diam lo Aldi " ketus Nadin


" Kinan urus tuh cowok lo ! Putusin kek," tambah Nadin Semua jadi menertawakan Aldi


" Cowok kek gitu dipelihara Ngapain, gak guna," sambung Nadin


" Eh ! Gue sempalin kaos kaki lo," ancam Aldi


" Gak takut gue "


" Aldi udah " Chiko buka suara membela cewek yang dia suka.


" Lo gak usah ikut-ikutan ya Chiko Jangan ikut campur,"


Kinan tidak tahan lagi. Ia Pun memukul kepala Aldi dengan buku Paket Aksinya Pun membuat isi kelas menertawakan Pacarnya itu.


" Sayang kamu kok gitu sih sama aku," Protes Aldi


" Makanya jangan usil dengan Nadin," balas Kinan


" Kamu milih Nadin daripada aku ? Gitu,"


" Terserah aku capek lama-lama sama kamu,"


" Eh "


" Mampus lo ! Kinan marah dan siap aja diputusin," Ejek Nadin


" Liat mereka lucu ya," ujar Dipta yang mengajak Aluna bicara Soalnya Aluna dari diam saja.


Aluna menoleh. " Kayak kamu " tambah Dipta sambil noel hidung Aluna


Aluna kembali fokus Pada buku catatannya. Kata dirinya sedang belajar Padahal isi kepalanya disibukkan hal lain


Dipta merapatkan kursinya ke kursi Aluna lalu merempet ke tubuh Aluna. " Lagi ngapain sih, " Aluna menggeser kursinya memberi jarak.


" Ehh, malah menjauh Sini deketan " Aluna menutup bukunya Cewek ini malah beranjak keluar kelas.


" Aluna mau kemana " Pekik Nadin


" Ikut " Nadin cepat-cepat mengejar Aluna sebelum sahabatnya itu hilang dari Pandangannya.


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2