
" Aluna " kaget Aldi, Marco, Kenzo, dan Chiko
" Kok lo bisa di sini " tanya Chiko
Mereka sangat terheran-heran melihat seorang siswi unggulan SMA KENCANA yang selalu mendapatkan juara Pertama di kelas bahkan selalu memenangkan olimpiade sains antar Provinsi Kepintaran cewek itu tidak usah diragukan lagi tapi sayang cewek itu Pelit sekali Pada mereka Tak Pernah mau bagi jawaban dan cewek itu juga resek karena suka mengingatkan guru bahwa ada tugas rumah yang harus dikumpulkan Cewek resek itu kini berdiri di hadapan mereka berempat Di rumah Dipta Pula.
Aluna langsung mematung dengan muka Panik Alasan apa yang harus ia katakan ? Ia memilan-milan tangannya yang keringat dingin Mana mau ia bilang jika ia ini istrinya Dipta Malulah nanti ia dituduh yang enggak-enggak Coba aja ia tidak keluar kamar Lebih milih tidur atau belajar Pasti kejadiannya tidak akan begini. Ia sangat menyesal. Lagian ngapain 4 manusia tanpa otak itu datang malam-malam kemari ? Emang 4 cowok itu gak tau adab dalam bertamu.
Chiko mengucek matanya. " ini mata gue siwer atau gimana sih "
" Akan gue Pastikan." Aldi bangkit menghampiri Aluna
Aldi mencubit Pipi Aluna Untuk memastikan jika di depannya ini beneran Aluna Atau hantu
" Aduh Apa-apaan sih " risih Aluna yang tidak terima disentuh-sentuh oleh Aldi
" Ya Ampun nih beneran Nuansa Aluna guys ini Aluna teman kelas kita," ujar Aldi
" Lo ngapain di sini " tanya Marco dengan mata melotot
" Lo nyasar ? Apa gimana " tanyanya lagi
" Jangan-jangan lo sama Dipta Udah ..... " Ucapan Kenzo terpotong karena Dipta tiba-tiba muncul.
" Jangan-jangan gue sama Aluna apa," tanya Dipta seraya merangkul Aluna dengan mesra layaknya suami-istri yang hidup bahagia damai sentosa.
4 Pasang mata langsung melotot memandang tangan Dipta yang merangkul Aluna Sebenarnya apa yang terjadi
Dipta mempererat rangkulannya hingga tubuh semakin menempel Pada tubuhnya.
" Matanya biasa aja dong," katanya ke teman-temannya.
" Dipta jelasin ke kita apa yang terjadi ? Kenapa Aluna bisa di rumah lo dan kenapa lo dan Aluna mesra begitu," Chiko mendesak
Pokoknya cowok itu harus menjelaskan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
" Jadi dia ini istri gue iya 'kan Sayang," Terbitlah senyum genit di wajah Dipta lalu menoel dagu Aluna
" APA ISTRI " Keempat temannya kaget barengan
Jelas mereka kaget Gimana mungkin Aluna bisa menjadi istri Dipta sedangkan Pria itu masih anak sekolahan dan mustahil Aluna mau menikah dengan Dipta Bukankah mereka berdua musuhan Dan bukankah Dipta jelas tahu bahwa Aluna sukanya Angga
" Iya kita suami-istri," tekan Dipta
" KOK BISA " Kening Chiko berkerut-kerut saking Tak Percaya
Aluna melepas rangkulan Dipta
dan mendorong Pria itu.
" He Dipta Lo itu kenapa sih bikin gue dipermalukan kaya gini, " Hardiknya dengan wajah yang begitu keliatan sangat marah
" Lo Pasti sengaja ya ngundang teman-teman lo buat mempermalukan gue,"
Chiko, Aldi, Marco dan Kenzo saling lirik-lirikan Kayanya malam ini akan ada tontonan yang seru gratis dan real di depan mata Aldi bahkan siap dengan cemilan di tangannya.
__ADS_1
" Bakalan Seru nih " ucap Kenzo dalam hati Sudah tak sabar ia melihat Perang ketiga.
" Aluna apa sih jangan berlebihan kayak gini Gue cuma mau ngenalin lo ke sahabat-sahabat gue Biar mereka tau kalau lo itu milik gue Kan bagus kalau mereka tau jadi ada yang ikut jagain lo juga Terutama dari si mata empat," balas Dipta sambil menyindir.
" Lo enak ngomong kayak gitu karena lo gak ngerasain apa yang gue rasa Dipta Lo gak bakal ngerti, Dipta Gue sama sekali gak seneng dengan ide lo memperkenalkan gue sama teman-teman lo Sekarang mereka jadi tau gara-gara lo ! Lo harusnya ingat Dipta ! Gue itu gak mau jadi istri lo Ngerti Gue gak mau nikah sama lo Gara-gara lo gue gak bisa dapatin apa yang gue impikan !! Gue benci sama lo, Dipta Lo udah merusak reputasi gue ! Lo udah ngehancurin semuanya," hardiknya lagi Sampai detik ini Pun Aluna masih belum bisa menerima takdirnya sebagai istri dari Dipta Andreas Malik Pria yang terkenal kaya Punya segalanya bisa mendapatkan apa saja,
Ketika Aluna mau Pergi dengan tangisan Dipta mencekal tangan wanita itu.
" ALUNA " Sayangnya Aluna menghempas tangannya hingga Pegangannya Pada Pergelangan tangan wanita itu lepas dan Aluna melenggang Pergi.
Keempat teman Dipta diam dan Pura-pura tidak terjadi sesuatu Untuk saat ini mereka diam dulu jika tidak mau diusir Cemilan masih banyak jadi belum saatnya untuk Pergi.
Dipta mematung dengan kepala tertunduk Niatnya baik ingin memperkenalkan dan mau Pamer Pada teman-temannya. Namun zonk ia malah dipermalukan begini Tak hanya malu iya juga terselimuti rasa sakit hati dengan Perkataan Aluna yang begitu mencabik batinnya.
" Are you okey bro " Chiko beranikan diri untuk bertanya itupun sudah beberapa menit berlalu.
Dipta melirik Chiko dengan mata sinis.
" Menurut lo " Temannya itu memang bodoh Pertanyaan macam itu tidak usah ditanyakan lagi Bukankah sudah jelas jika ia sakit hati dengan lontaran-lontaran kata demi kata yang Aluna ucapkan
" Kayaknya Muka lo itu sama-sama aja kayak kemaren Tetap gantengan gue " Ujar Chiko
" Ya ampun Chiko lo itu Omong apa sih gak jelas "
Aldi menjitak jidat Chiko " Dasar bodoh Lo gak liat apa Aluna marah tadi ? Ya Dipta gak mungkin baik-baik aja goblok,"
" Sakit anjing " maki Chiko sembari menampol kepala Aldi Cowok ini balas dendam.
Dipta beranjak mendaratkan bokongnya di sofa lalu melahap martabak manis Makan dengan muka emosi Kekesalannya ia lampiaskan dengan makan.
Kenzo yang duduk di lantai mendongakkan kepalanya.
Aldi yang juga duduk di lantai bersama Marco menjawab. " Lo dan Chiko emang sama-sama budek Ucapan Aluna tadi udah menjelaskan semuanya bego," Ia menoyor kepala Marco
" Ampun deh gue Punya 2 teman tulian,"
" Yeee kayak lo sempurna aja."
" Jelas gue mah sempurna gak kek lo Pada Gue Punya duit Punya Pacar Nah lo jomblo kasihan," ledek Aldi
" Sialan lo " Kenzo malah ribut dengan Aldi dan Marco cepat melerai 2 manusia itu.
" Kapan lo nikah ? Kok gak ngundang kita," Selesai melerai 2 temannya Aldi yang duduk di samping Dipta bertanya.
" Katanya lo teman kita tapi mana lo malah diam-diam aja di hari Pernikahan lo." ujar Marco
" Jangan-jangan Aluna udah hamidun ya makanya lo kawinin secara diam-diam." Kenzo lanjut menyerocos.
" Kalau gak hamidun mana mungkin dia mau sama lo,"
" Astagfirullah Jadi lo ngehamilin Aluna Kapan Dipta Di mana ? Jam berapa Dipta ? Rasanya gimana ? Kok gak ngajak kita," tanya Marco bertubi-tubi
Dipta langsung menoyor kepala Marco lalu menyumpal mulut Kenzo dengan martabak sampai temannya itu ngap-ngap kayak ikan 2 orang itu mulutnya kayak gak disekolahkan aja Kurang ajar banget.
Chiko dan Aldi Tertawa sampai sakit Perut melihat Kenzo yang mulutnya Penuh martabak hingga muncrat ke lantai dan menertawakan Marco juga yang disembeleng sama Dipta
__ADS_1
Kenzo dengan cepat meneguk minuman. " Ya Tuhan Dipta gue hampir mati," ujarnya dengan kondisi yang masih syok lantaran sesak napas.
" Lo emang Pantas sih digituin sekali-kali," ujar Chiko seraya tertawa.
Dipta menghela napas Pendek. Ia kembali murung Suasana menjadi hening setelah kejadian terngakak itu. Dipta yang diam dengan ekspresi serius membuat teman-temannya tidak berani bicara Mereka cuman makan hingga cemilan yang dihilangkan mba Lala ludes.
" Balik aja yuk " bisik Aldi Kenzo Ia merasa tidak nyaman di sini karena Dipta tampaknya butuh waktu sendiri dan karena makanan habis juga sih makanya dia mau Pula.
" Yuk cabut " Giliran Kenzo berbisik ke Chiko
" Nanti dulu lo gak liat teman kita lagi Pusing karena bininya gak suka sama dia," bisik Chiko ke Kenzo Diantara semuanya memang Chiko lah yang Paling dekat Dipta Chiko tentu saja cemas Pada sahabatnya itu.
" Ya salah dia sendiri ngapain nekat nikah sama cewek yang gak mau sama dia Zea kek yang dinikahin ini malah Aluna yang jelas sukanya sama Angga Kan goblok," balas Kenzo dengan suara bisik-bisik.
Chiko menyenggol lengan Kenzo Temannya itu mulutnya terlalu kasar tapi bener sih yang dia katakan.
Chiko menepuk Pundak Dipta " Dipta gue gak tau ya alasan lo nikahin Aluna meski udah jelas dia gak suka sama lo Cuma gue mau bilang apapun masalah lo kita semua ada buat lo. Lo kalau mau curhat apa aja ke kita, kita selalu siap Kita juga selalu dukung lo dan berusaha bantuin lo kalau lo ada masalah. Lo tinggal bilang aja kita harus ngapain Pasti kita bakalan bantu," tuturnya.
Marco, Aldi, dan Kenzo mengangguk-anggukan kepala.
" SIAPA KITA " seru Aldi mengajak yel-yel geng mereka.
" Bukan waktu yang tepat bambang," Chiko menoyor kepala Aldi
" Lah, kan biar tambah semangat."
" Lo liat dong kita dimana ? ini itu di rumah Suara lo nanti ngebangunin orang tuanya Dipta goblok," kalut Chiko
" Kalian semua udah Pada kenyang Kan," Melihat makanan yang tinggal bungkusnya maka sudah dipastikan teman-temannya Puas main ke rumahnya dan tidak masalah jika mengusir mereka sekarang Dipta merasa saat ini ia tidak butuh teman-temannya.
" Anjir kita diusir " Kenzo Paham Paham banget malah dengan ucapan Dipta
" Kepala gue sakit Kalian Pulang aja."
" Ya elah gimana amat hidup gue." Aldi yang kakinya kesemutan pun berdiri.
" Gapapa Lah yang Penting cacing gue udah dikasih makan." Kenzo mengelus-elus Perut buncitnya.
" Ya udah kita Pada Pulang dulu Lo selesain dulu lah urusan lo sama bini lo. Nanti kalau lo udah baikan koling kita Oke," Chiko menunjukkan Peninjunya Ngajak tos.
" Khm " balas Dipta sambil tos Peninju sama sahabatnya itu
" Kita Pamit Assalamualaikum "
" Waalakumsalam "
" Bye suami Aluna Yang langgeng ya jangan lupa kirim vidio, foto juga gapapa," ujar Aldi diiringi kekehannya.
" Ohh yess comeon honey comeon, ahhh," ucap Kenzo .
" Anjing lo " maki Dipta
Kenzo dengan cepat lari takut dilahap sama Dipta
" Bagi vidio jangan lupa " Pekik Aldi yang sudah jauh jaraknya dari Dipta.
__ADS_1
" Sialan " gumam Dipta
...••••••...