DIPTA

DIPTA
EPISODE 31


__ADS_3

" Dipta mana sih ? Udah jam setengah 6 gak Pulang-pulang Tuh anak," ucap Aluna yang sedang nonton sendirian.


Hari sudah mulai gelap tapi suaminya belum Pulang juga Sudah ia hubungi nomornya tapi nggak diangkat.


" Tega bener ninggalin gue di rumah tua begini," Bulu kuduk Aluna tiba-tiba merinding


Suara mobil terdengar. " Nah itu dia," Cepat Aluna bergegas ke depan Saat membuka Pintu tepat Dipta muncul di hadapannya.


" Lo darimana aja sih ? Gue udah Nungguin dari tadi," omel Aluna


" Lo ngelayap kemana aja Tega Io ninggalin gue sendiri di rumah kalau gue di .... "


" Awas " Dipta menggeser badan Aluna la lewati Aluna itu tanpa senyum tanpa menjawab Pertanyaan dan wajah dinginnya aja yang ia tampakkan


" Dia marah sama gue " Aluna menutup Pintu Dengan cepat Aluna menyusul Dipta


" Dipta "


" Ihh nyebelin banget " Tidak satu pun Panggilannya disahut Sudah bolot kali cowok bernama Dipta Andreas Malik


" Lo itu bisa Diem gak " Dipta berdesi ngilu saat merasakan Pipinya amat nyeri


" Dipta gue ini mau ngomong sama lo itu bisa berhenti dulu gak, " Teriak Aluna


Dipta menghentikan langkahnya yang hendak membuka handle Pintu kamar ia berkata


" Apa lagi sih Aluna Mau marah lagi sama gue Tunda dulu marah lo, gue nggak bisa ribut dulu sama lo, Gue capek mau tidur,"


Sampai di kamar Dipta langsung merebahkan tubuhnya si sana


Aluna menghampiri Dipta


" Dipta " Panggilnya


" Hm " jawab Dipta yang tengkurap lalu memiringkan kepalanya menghadap Aluna yang berdiri di Pinggir ranjang

__ADS_1


" DIPTA bangun dulu bersihin badan lo dulu Luka lo juga belom diobati bisa-bisa infeksi nanti, " tegur Aluna


Dengan wajah frustasi, Dipta bangun dari rebahannya. ia menyugar rambutnya dengan kasar lalu ia menatap Aluna langsung dengan tatapan sangat datar tanpa ekspresi


" Mau apa lagi "


" Mandi dulu baru tidur "


Dipta mengalihkan Pandangannya,"Gue gak bisa."


" Lo nggak bisa mandi " tanya Aluna dengan dahi berkerut


Dipta menatap Aluna dengan tatapan datar.


" Gue nggak bisa mandi karena semua badan gue bakal Perih kalau kena air ini semua gara-gara Kekasih idaman lo itu kalau dia gak nahan gue buat habisin mantan sahabat gue itu,"


Tanpa mengucapkan kata-kata lagi Aluna menuju lemari bercat hitam yang ada di kamar ini lalu ia mengambil kotak P3K dan kembali mendekati Dipta yang masih duduk dengan kepala menunduk.


" Angkat Kepala lo," Titah Aluna yang langsung dilaksanakan oleh Dipta, " sini deketan Kalo lo nggak mau mandi setidaknya bersihin luka lo itu,"


Dipta menatap Aluna dengan tatapan jengah. Berdecak sebal, kemudian terpaksa mengubah Posisinya menjadi duduk. Gadis ini selalu marah-marah jika dirinya terluka. Tapi selalu saja begini semarah-marahnya Aluna ujung-ujungnya mau mengobati Dipta dengan Telaten


" Sakit nggak "


" Aluna gue tanya sama lo bukannya di jawab Pertanyaan gue tadi, "


" Karena gue .... " jawaban Aluna langsung di Potong Dipta


" Karena lo itu mulai suka kan sama gue " ucap Dipta sambil tersenyum


" Ger-ger banget sih Lo " Aluna langsung menekan luka lebam Di Pipi Dipta dengan kesal


" Sakit " desis Dipta ngilu


" Tau sakit juga Ternyata, " Kata Aluna dengan senyuman mengejek," Udah tau rasanya sakit masih aja berantem Lo itu manusia bukan kucing ! Nyawa lo itu cuman satu,"

__ADS_1


" Oh iya Lo Tadi Pulang sama siapa," Tanya Dipta


tiba-tiba saja raut wajah Aluna berubah Tegang


" Ngapain sih Dipta inget " ujar Aluna dalam hati


" Aluna "


" Gue Tadi Pulang naik Ojek online kok, " jawab Aluna Bohong


Dipta mengangguk mencoba Percaya kepada Aluna mana mungkin Aluna berbohong kepadanya.


Aluna mengganti kapasnya dengan kapas baru, ia meneteskan obat merah di atas lembaran kapas tersebut. Aluna tersentak Pelan lantaran Dipta yang tiba-tiba bersandar Pada dadanya.


" Lo ngapain sih Dipta ?" Aluna mendorong kepala Dipta. Tapi laki-laki itu malah semakin membenamkan wajahnya.


" Sakit Aluna Jangan Tekan kepala gue," Dipta berdesis Pelan.


" Bangun dulu Lo ngapain sig nempel-nempel gue ?" Aluna berusaha mendorong bahu Dipta


Dipta meringis tertahan saat tangan Aluna mendorong bahu Dipta tepat di lukanya


" Terus apa hubungannya sama nempel-nempel gue gini ?"


Dipta tak menjawab membuat Aluna menghela napas Pelan.


Aluna kembali menatap Dipta yang terlihat anteng-anteng saja, malah sekarang tidak mengeluarkan rintihan lagi Anehnya, Kenapa Dipta masih betah bersandar di dadanya atau Dipta jangan-jangan ..... "


" Aluna " Panggil Dipta


" Apa "


" Detak jantung lo kenceng banget Lo deg-degan di deket gue ?"


Aluna langsung mendorong Dipta sampai Jatuh dari ranjangnya

__ADS_1


" Resek banget sih Lo " Aluna langsung keluar dari kamarnya meninggalkan Dipta sendirian di kamar


...•••••...


__ADS_2