DIPTA

DIPTA
EPISODE 15


__ADS_3

Aluna langsung terbelalak ketika melihat jam


" Mampus ! Gue kesiangan " Jam dinding yang tepat mengarah ke hadapannya sudah menunjukkan setengah 7 Pagi


Aluna dengan cepat bergegas bangun Mandi berpakaian make-up dan memasukkan buku-bukunya kedalam tas dengan tergesa-gesa 5 menit lagi Pukul 7 dan membuat Aluna semakin Panik. Ia cepat memakai sepatunya dan berlari ke luar kamar.


" Mami liat Dipta " tanyanya ketika bertemu Sonya di ujung tangga


" Dipta Kayak udah berangkat tadi dijemput sama teman-temannya."


" Sialan aku ditinggal," maki Aluna dalam hati.


" Ya udah Mi Aluna berangkat dulu." Aluna mencium tangan mertuanya lalu bergegas.


" Aluna dianter supir aja " Pekik Sonya


" Gak usah Mi aku naik ojek online Macet soalnya kalau Pakek mobil,"


" Hati-hati "


" iya "


Aluna menunggu di depan gerbang dan tak lama abang ojol datang Aluna cepat naik ke motor seraya memasang helm kali ini ia tidak Peduli rambutnya akan berantakan.


" Bang ngebut ya soalnya saya gak mau telat."


" Oke siap Neng " Abang ojol tancap gas membuat Aluna hampir melayang untung ia cepat menarik jaket hijau bang ojol


" Pak bikin saya jantungan juga kali Bang."


" Maaf Neng "


Tiba di SMA Kencana untungnya gerbang belum tertutup Aluna berlari kencang ke kelas sampai ia ngos-ngosan Sebelum masuk kedalam ia mengintip dulu dari jendela. Ia kembali hoki karena Miss Siska belum ada di kelas. Ia dapat bernapas lega. Ia rapikan dulu rambut dan Pakaiannya yang kusut Tak lupa ia mengambil kaca ajaibnya di tas untuk melihat muka cantiknya


" Oke kamu masih cantik Aluna Aman."


Aluna melangkah masuk kedalam kelas dengan langkah santai dan tebar senyuman Menarik Perhatian beberapa cowok yang naksir diam-diam Padanya.


" Slebewww Godain Abang dong Neng," seru Marco


" Cuit ! Cuit "


PLAK ! (Suara buku mendarat di kepala )


" Sialan " makinya karena Kenzo menemploknya.


" Jijik" gumam Aluna


Alis Aluna bertaut saat menyadari kejanggalan Nadin yang kembali duduk bersamanya dan Dipta kembali duduk di bangku belakang bersama Chiko Why ?


" Hai bestie," girang Nadin sembari dadah-dadahan


Aluna mendaratkan bokongnya ke tempat duduknya.


" Kok lo duduk di sini "

__ADS_1


" Lo gak seneng gue di sini "


" Bukan Maksud gue lo kan disuruh duduk di belakang kok bisa duduk di sini lagi "


" Dipta lagi baik hati sama gue Dia nyuruh gue duduk bareng lo Ihh gue seneng banget tau bisa duduk di sini lagi," Nadin memeluk Aluna


" Gue kangen banget duduk bareng lo."


Aluna menoleh kebelakang memandang Dipta tapi cowok itu malah memalingkan wajah.


" Good morning everybody ! sapa seorang guru berpakaian anggun nan berparas cantik dengan senyum mempesonanya Perlu diketahui guru cantik ini masih lajang dan digilai beberapa murid serta Para Pak guru yang jomblo Kenzo termasuk salah satunya Kalau Aldi tidak Perlu dipertanyakan lagi Sudah sangat jelas.


" MORNING MISS "


Miss Siska duduk di bangku kehormatannya.


" Ready to learn "


" Yes Miss "


" Okey before starting Please collect last week ' assignments "


" Okey Miss"


" Mampus aku belum lagi arhhh gimana ini," batin Aluna meradang Bu Siska meminta tugas minggu lalu untuk dikumpulkan ke depan Matilah ia belum menyelesaikannya.


" Aluna ayo " ajak Nadin


Aluna mengeluarkan bukunya. " Ya Udahlah Ni gue titip," Ia terpaksa mengumpulkan tugasnya yang hanya ia isi sebagian Dipta ke depan mengumpulkan tugas Ketika melewati bangku Aluna Dipta menoleh melihat muka cemas seorang siswi yang ketakutan lantaran tak menyelesaikan tugas.


" Aluna muka lo kenapa ? Santai aja kali lo Pasti dapat nilai bagus," ujar Nadin


" Gue baru ngerjain nomor 1 sampai 5 Nadin,"


" Kok bisa ? Tumben amat lo mager ngerjain tugas."


" Tadi malam gue capek banget terus tidur deh niatnya subuh ngerjain tapi gue bangunnya kesiangan."


" Pantesan aja muka lo Pucet kek mayat."


" Dipta Andreas Malik come forward," Panggil Miss Siska.


" Dipta kok elu .... " ucapan Chiko terpotong lantaran Dipta sudah beranjak ke depan Dipta berdiri di depan Papan tulis. Tidak banyak tingkah diam saja dengan mata tertuju Pada Aluna Sepasang suami-istri itu saling melihat satu sama lain.


" Dipta come here "


Dipta maju mendekati Miss Siska.


Miss Siska menunjuk buku Dipta yang kosong


" Dipta why is this Paper blank Where are your guestions and answers," dengan Penekanan Penuh emosi Muridnya itu tak memberi jawaban bahkan soalnya saja tidak dia tulis


" Sorry Miss I am ...."


" What "

__ADS_1


" I am mager, Miss."


1 detik kemudian tawa di kelas XII IPA 2 langsung Pecah mendengar jawaban Dipta


" Parah " maki Chiko yang tak mengira Dipta berani menjawab seperti itu di depan Miss Siska. Memang cowok itu gak ada takutnya sama guru Mentang-mentang Miss Siska masih muda.


Dipta menggigit bibir bawahnya menahan tawa Sampai menutup wajahnya karena tak tahan Muka gemas cowok itupun memerah membuat teman-temannya kembali menertawakannya.


" Gokil Parah," kata Nadin


Aluna cuman bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya yang memalukan itu.


" Bukan suami yang begini yang aku mau ya Allah," resah Aluna dalam hati


Miss Siska menarik napas Panjang sambil mengelus dada mengatasi murid yang sangat menguji keimanan.


" Tobat saya jadi guru kamu sana ke belakang lagi " Saking kesalnya Miss Siska malas memakai bahasa inggris.


" Oke Miss cantik " Dipta nyengir dan kembali berdiri di belakang Miss Siska.


Miss Siska lanjut mengoreksi Aluna mengira namanya juga akan dipanggil namun sampai buku terakhir namanya tak disebut.


Selesai mengoreksi Miss Siska kembali mengomeli Dipta dengan Pedas dan Dipta diminta keluar kelas berdiri di depan tiang bendera.


" Bye semuanya gue duluan Hati-hati Entar Kangen," Dengan santai Dipta keluar dari kelasnya untuk menjalankan hukumannya.


Miss Siska geleng-geleng kepala Untung di sekolah ini hanya ada satu murid yang seperti itu.


" Kayaknya Zea itu beruntung deh Putus dari Dipta " sela Nadin


" Kok bisa sih aku kan juga gak ngerjain," ucap Aluna dalam hati Saat Pembagian buku ia cepat memeriksa tugasnya dan ternyata semua soal sudah terjawab dengan benar dan mendapat nilai terbaik A Timbul tanya di benaknya siapa yang mengerjakan tugasnya ?


" Dapat berapa lo " Nadin merampas buku Aluna


" Nah kan bener gue Lo Pasti dapat nilai bagus Btw siapa yang ngerjain Punya lo,"


Aluna mengedikkan bahu.


" Pasti lo ngigau terus ngerjain tugas deh."


Aluna menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" Wait tapi ini bukan tulisan elo Aluna,"


" Mana gue tau "


" Hm apa mungkin .... "


" Siapa "


" Dipta masa sih " tanya Aluna dalam hati.


" Aluna siapa "


" Gak tau malaikat kali "

__ADS_1


...••••...


__ADS_2