DIPTA

DIPTA
EPISODE 45


__ADS_3

Pelajaran Biologi sedang berlangsung Bu Hesti asik menggambar sistem Pernapasan di Papan tulis sambil menjelaskan bagian-bagian yang ia gambar Tanpa menyadari Para muridnya mengantuk di jam Pelajarannya.


Bahkan Aluna yang biasanya bersemangat kini lesu karena banyak Pikiran.


Ketika bel istirahat kedua berbunyi Bu Hesti langsung mengakhiri Pelajaran Pamit lalu meninggalkan kelas.


Aluna buru-buru memasukkan bukunya kedalam tas Belum sempat Dipta ajak bicara cewek itu lebih dulu meninggalkannya.


" Aluna Tunggu " Pekik Nadin dan segera menyusul sahabatnya.


Entah kenapa Dipta merasa Aluna menghindarinya Ketika Pelajaran berlangsung tadi Aluna juga mengabaikannya Apa ia melakukan kesalahan ?


" Bos Ngantin gak " Pekik Kenzo yang masih di bangkunya bersama Marco


" Gak " Dipta bangkit meninggalkan bangkunya dan menuju Pintu kelas.


" Mau kemana lo ? Katanya gak mau ngantin,"


Giliran Kenzo yang bertanya.


" Kencing " jawab Dipta " Mau ikut "


" Boleh buat bantuin buka resleting lo."


" Anjir " umpat Marco


...•••••...


Dipta keluar dari toilet. Ia merogoh sakunya mengambil Ponsel Mengecek room chat dengan maminya tapi Pesannya belum dibaca.


Dipta beranjak dan ketika di koridor dia mendengar suara Petikan gitar bersamaan dengan suara Pria yang menyanyikan lagu Katelyn Tarver - You Don't Now Suara yang bagus dan tak asing di telinganya.


Suara nyanyian itu terdengar dari ruang musik yang tidak beberapa langkah lagi ia sampai ke sana. Penasaran ia mempercepat langkahnya ke ruang itu Tiba di depan Pintu kaca ruang musik, ia pun mendorong Pintu itu dan tak sangka ia melihat si mata empat yang duduk di sofa sambil memainkan gitar dan bernyanyi.


Dipta mendekatinya. " Ternyata Lo suka musik " tanyanya.


Angga berhenti memetik gitarnya dan stop mengeluarkan suara emasnya Cowok berkaca mata ini menoleh.

__ADS_1


" ini Bukan urusan lo "


Dipta memasukkan kedua tangannya ke kantong celananya.


" Emang bukan Urusan Gue ini cuman nanya," balasnya tak kalah songong.


" Pergi Lo sana " usir Angga merasa terganggu.


" Gue berhak ke sini Gue sekolah bayar gak kayak lo gratisan," sindir Dipta


Kesabaran Angga selalu diuji setiap bertemu Dipta Namun kali ini ia malas meladeni musuhnya itu la memilih beranjak dan menyimpan gitar ke tepi lemari Lalu bergegas menuju Pintu keluar.


Dipta memutar badannya ke arah Pintu


" Cara main gitar Io salah Kalau kayak tadi Io ngerusak senarnya."


Langkah Angga terhenti dan dia menoleh.


" Jangan Sok tau lo "


" Gue gak nanya " Angga melanjutkan langkahnya.


" Jauhin Aluna " tegas Dipta


Untuk kedua kalinya Angga berhenti melangkah. " Lo siapa ? Pacar bukan ngapain larang gue dekat sama cewek yang gue suka,"


" Sekarang waktunya gue sama Aluna Dia milik gue," tekan Dipta


" Gue gak bakal dengerin Io sebelum Aluna yang minta gue jauh dari dia " Angga melenggang Pergi.


...•••••...


Jam Pelajaran terakhir Di sela Pak Yanto menjelaskan materinya Dipta bicara Pelan Pada Aluna agar tidak ketahuan.


" Aluna lo marah sama gue ya "


Aluna tidak merespons Cewek itu bahkan tidak mau menoleh memandangnya.

__ADS_1


" Aluna kalau gue ada salah bilang Gue gak mau dikacangin sama lo."


" Pak " Aluna mengangkat tangan Pak Yanto mendongak memandangi siswinya itu.


" Kenapa Aluna ? Apa ada yang ingin kamu tanyakan,"


Aluna menunjuk Dipta, " Dia gangguin saya terus Pak saya jadi gak konsen," adu Aluna


" Aluna kok Io gitu sih sama gue " Protes Dipta


" Dipta " Pekik Pak Yanto.


" Saya gak ganggu Aluna Pak," Dipta bela diri.


" Bohong Pak dia dari tadi ngajak saya ngobrol terus Dia gak dengerin Penjelasan Bapak."


" Aluna " kalut Dipta


Pak Yanto berdiri dengan berkacak Pinggang


" Dipta Saya capek-capek menjelaskan Tentang materi ini kamu malah gak dengerin saya ya ! Keluar, " usirnya karena merasa tidak dihargai muridnya.


" Tapi Pak .... "


" KELUAR "


Dipta mengambil tasnya dan meninggalkan kelas dengan Perasaan kesal.


" Dipta " Panggil Chiko


" Kenapa ? Kamu mau keluar juga " tanya Pak Yanto Pada muridnya yang duduk Paling ujung.


" Nggak Pak "


Chiko menggeleng Inginnya ikut keluar tapi nilainya terancam Kalau Dipta enak karena ada orang tuanya yang bisa handle Sedangkan dia orang tuanya sedang diambang kebangkrutan jadi tahu diri untuk macam-macam.


...••••••...

__ADS_1


__ADS_2