
...Tuhan apakah aku masih diberi kesempatan untuk bahagia ...
Dipta dan Kenzo kini berdiri di depan Pintu rumah yang katanya tempat yang mereka datangi ini adalah rumahnya Intan Cewek yang Kenzo taksir tapi sayang ada gosip miring mengenai cewek itu.
" Lo yakin ini rumahnya " tanya Dipta memastikan sebelum mereka mempermalukan diri mereka ketika salah mendatangi rumah.
" Kalau liat di GPS bener sih ini rumahnya," jawab Kenzo sambil melihat maps di Ponsel androidnya
" Lo dapat alamatnya darimana,"
" Nyari sendiri, lah."
Alis tebal Dipta terangkat satu.
" Gue nyelinap ke ruang guru buat liat biodata Intan," jelas Kenzo
" Lo senekat itu "
" Iyalah kan demi cinta," Kenzo menaik-naikkan alisnya.
Dipta menarik napas Panjang. " Oke kalau gitu Pencet belnya sekarang,"
" Lo aja deh hehe "
" Lah, kok gue ? Kan, lo yang mau ketemu Intan Kenzo,"
" Emang tapi lo aja lah yang Pencet."
" Lo bener-bener ya," kesal Dipta sambil menunjuk temannya itu Namun Kenzo cuman cengengesan doang.
Dipta memencet bel beberapa kali dan akhirnya Pintu terbuka Mereka berdua kaget melihat sosok Pria dewasa yang muncul di hadapan mereka Mereka lirik dari ujung kaki sampai ujung kepala Pria itu tinggi dan berotot besar Pria gagah itu menggunakan celana tentara dengan kaos kehormatannya dan rambutnya model cepak Warna kulit tubuhnya coklat Pekat dan yang Paling mengerikan dada Pria itu yang gede karena ototnya.
" Gila gede banget," gumam Kenzo salfok.
" Mau apa kalian " tanya Pria itu dengan suaranya yang berat.
Kenzo meneguk salivanya lalu berdiri di belakang Dipta Bersembunyi di balik Punggung Dipta karena takut dengan Pria berotot itu.
" Kenzo lo ngapain "
Kenzo mendorong-dorong Dipta agar lebih dekat dengan sosok menyeramkan itu yang tampak galak dan seperti Penjahat.
" Kenzo "
" Siapa kalian ? Mau apa kalian ke rumah saya,"
" Kenzo ayo jelasin " Pinta Dipta yang kesal Pada Kenzo, Kenzo yang Perlu tapi temannya itu malah sembunyi di belakangnya Dasar Pengecut.
" Lo aja yang ngomong gu-gue gak bisa,"
" Siapa kalian " bentak sosok itu membuat Kenzo dan Dipta terkaget Ingin kabur tapi sudah terlanjur ke rumah ini.
__ADS_1
" Jawab "
" Saya Dipta Om dia Kenzo Kita ke sini mau ketemu Intan apa benar ini rumah Intan Om," tanya Dipta agak gugup.
" Mau apa kamu nyari anak saya,"
Dipta dan Kenzo sama-sama meneguk saliva mereka Mereka berdua sampai keringat dingin sakit gugupnya berhadapan dengan orang tua Intan.
" Temen saya yang mau bertemu anak Om," jawab Dipta sambil menunjuk Parhan dengan jempolnya.
" Jadi kamu " Pria itu menggerakkan tangan dan membuat Kenzo ketakutan karena disangka orang tua Intan mau mengambil Pistol untuk menembak mereka.
" A-a-ampun Om ! Ki-kita kesini cuman mau silaturahmi aja Om," jelas Kenzo gelagapan.
Pria itu ternyata cuman ingin melipat tangannya ke dada. " Silahturahmi "
" Teman saya suka sama anak Om," terang Dipta membuat Kenzo menepuk Punggung Dipta dengan kencang.
" Anjing ngapain lo ngomong kayak gitu Dipta," Kesalnya.
" Emang tujuan lo ke sini untuk ketemu Intan, kan ? Lo suka sama dia makanya lo khawatir ke dia,"
" Sialan lo ! Tapi gak usah jujur-jujur amat dong Dipta," Pria yang berprofesi sebagai tentara itu menunjuk Pria yang berdiri di belakang Dipta
" Ohh jadi kamu orangnya yang membuat anak saya difitnah habis-habisan sampai dia malu sekolah dan akhirnya Pindah," Mata Pria ini melotot menatap Kenzo
" Bu-bukan saya Om ! Saya gak tau apa-apa," jelas Kenzo yang tertuduh atas apa yang bukan ia Perbuat. " Saya datang baik-baik buat tau kabarnya anak Om Sa-saya naksir sama anak om," la cepat menundukkan kepalanya karena takut Pada calon mertuanya itu.
" Anak saya gak hamil Semua itu fitnah," tegas orang tua Intan dengan kesal.
Kenzo mendongak. " Jadi Intan gak beneran hamil, Om," Ada Perasaan lega di benaknya.
" Anak saya hanya difitnah," tegas orang tua Intan sekali lagi.
" Alhamdulillah .... " Kenzo mengusap wajahnya Akhirnya ia bisa tenang sekaligus bahagia.
" Jangan seneng dulu kamu Gara-gara anak saya difitnah Intan terpaksa Pindah sekolah di Lampung,"
Baru juga senang Kenzo kembali dipatahkan oleh kenyataan Pahit Saking kagetnya Kenzo sampai tak
dapat bicara Hanya mulutnya
yang menganga membentuk lingkaran.
" Kenzo " Panggil Dipta yang
khawatir Pada temannya yang mematung.
" Jangan ngarep kamu bisa dapetin anak saya Bocah kayak kamu gini cuman jadi beban orang tua Dan jangan berani-beraninya kamu hubungi anak saya Awas kamu," tekan orang tuanya Intan lalu masuk kedalam rumah dan menutup Pintu sesuka hatinya Sehingga suara benturan yang dihasilkan dari Pintu membuat Kenzo sadar dari lamunannya yang cukup Panjang.
" Udah selesaikan urusan kita ayo Pulang," Dipta beranjak tapi setelah beberapa langkah ia merasa Kenzo tidak mengikutinya Ketika ia berbalik badan tenyata benar Kenzo masih bengong di tempat yang sama.
" Woi Pulang " teriak Dipta Bukan dekat-dekat rumahnya Intan Butuh 1 jam 15 menit untuk sampai di tempat ini.
__ADS_1
Kenzo dengan langkah frustasi menghampiri Dipta " Lo Pulang aja duluan," katanya dengan suara lemas.
" Loh kita Pergi bareng Pulangnya juga bareng dong," Protes Dipta
" Gue harus ke suatu tempat Gue butuh menenangkan diri gue,"
" Kenzo udahlah Mau ngapain lagi Intan udah Pindah Mending kita berdua Pulang lo istirahat dan besok lupakan Intan dan cari cewek baru,"
" Dipta Gue lagi Patah hati Lo Paham cinta gak ? Gue lagi ditinggal orang yang gue cintai Dipta Mana bapaknya gak restuin gue,"
Dipta memegang Pundak kiri Kenzo
" Gue tau lo lagi Patah hati tapi ini udah malem Kita Pulang dan besok gue janji bakal bantuin lo move on,"
Kenzo menepis tangan Dipta, " Move On lo bilang," Ia mendorong dada bidang cowok itu.
" Dengar ya Dipta gak segampang itu Kalau lo mau Pergi, Pergi aja Gue mau nenangin diri gue,"
" Kenzo ini udah malem Lagian kenapa jadi lo sih yang marah sama gue Kita ke sini berangkatnya sama-sama. Pulangnya juga harus barengan."
" Lo sama sekali gak mau ngerti Perasaan gue Dipta," Kenzo melenggang Pergi dengan langkah yang tergesa-gesa menuju motornya.
" Kenzo Perjalanan kita ke sini itu jauh lo mau kemana lagi," Dipta menyusul temanya itu.
Kenzo menaiki motornya. " Kalau lo gak mau ikut gue ya udah terserah," Kenzo tancap gas meninggalkan temannya.
" Kenzo " teriak Dipta tapi Kenzo tetap Pergi
" Ah, tuh anak susah banget dikasih tau," Dipta berbalik Ketika ia ingin melangkah menuju motornya Tiba-tiba saja ... "
" Aarrhh .... " Ia memegangi kepalanya yang terasa sangat menyakitkan menusuk-nusuk isi kepalanya dan menimbulkan suara dengungan yang membuatnya semakin kesakitan Telinganya terasa sunyi dan hanya mendengar dengungan yang mematikan itu Saking Parahnya sampai Pandangannya menjadi samar-samar dan setengah kehilangan kontrol Pada tubuhnya Dengan susah Payah ia mendekati motornya dan menahan dirinya untuk bertahan.
Sakitnya datang di saat yang kurang tepat kali ini Dengan tangan gemetarnya ia membuka ranselnya mengambil beberapa obat Pereda rasa sakitnya yang selalu ia bawa kemana-mana untuk menghindari situasi yang terjadi seperti saat ini Meski berulang kali gagal karena tangannya yang gemetar membuat obat-obatnya berjatuhan.
Darah Perlahan menetes jatuh dari hidungnya Menyadari dia yang semakin tidak baik-baik saja ia Pun berusaha keras mendapatkan obatnya sampai berhasil meminumnya.
Butuh waktu untuk obatnya bekerja Dengan tubuh yang lemah ia pun mendudukkan dirinya dan bersandar Pada motornya Perlahan ia menangis kesakitan bercampur Perasaan takut karena waktunya yang mungkin saja tak akan lama lagi.
Setelah beberapa waktu tidak mengalami hal buruk ini dan hanya sering merasakan kelelahan. Namun kini sakitnya kembali dalam level lebih besar dari biasanya Bukankah itu tandanya ia telah semakin Parah ? Apa mungkin memang sudah waktunya
Satu yang hanya ada dalam Pikirannya saat ini Aluna la takut sekali gadis itu
tahu dengan kondisinya Mungkin saja Aluna akan meninggalkannya karena ia telah berbohong dan membuat gadis itu dikecewakan olehnya.
" Maafin aku Aluna ..... "
" A-aku gak maksud akan ninggalin kamu .....,"
Perlahan-lahan Dipta kehilangan kesadarannya dan jatuh Pingsan
...•••••...
__ADS_1