DIPTA

DIPTA
EPISODE 32


__ADS_3

Ketika tiba di kamar Aluna mendapati Dipta sudah tidur dengan Posisi terlentang. Ia menutup Pintu dengan Pelan Melangkah menuju kasur dengan Perlahan agar tidak menimbulkan suara Terakhir naik ke atas ranjang dengan gerakan Penuh kehati-hatian Benar-benar memperhatikan gerakannya Jangan sampai suara gerasak-gerusuk membuat Dipta terbangun.


Gadis ini menarik selimut menutupi tubuhnya hingga ke dada Aluna menghela napas lalu menoleh memperhatikan wajah Dipta Betapa indahnya bulu mata Cowok itu Merem saja lentiknya masih menjulang Bikin iri.


" Sampai detik ini aku masih belum Percaya gue Nikah sama cowok ini," ucap Aluna Pelan.


Aluna kemudian menarik napas Panjang.


" Hadiah apa yang bakal Tuhan kasih ke aku ya, karena udah menjerumuskan aku di kehidupan Dipta Andreas Malik,"


Tuhan-Tuhan ada-ada aja takdir-Mu.


Aluna meluruskan kepalanya menatap langit kamar Seketika itu juga tubuh Dipta bergerak dan memeluk dirinya dengan erat Mata Aluna terbelalak karena kaget Mana tangan kekar Dipta melingkar di atas Perutnya Belum lagi wajah cowok itu nemplok di Pipinya.


" ini orang tidur gak sih ? Atau Pura-pura,"


Aluna menoel-noel Pipi Dipta tapi Dipta tidak sadar-sadar. Bahkan ia mencubit tangan Dipta dan cowok itu tetap tidak sadar juga.


" Kebo banget ni orang Untung wangi kalau bau gue tendang,"


Dari alam bawah sadar Dipta menghembuskan napasnya dan hembusan membuat kuping Aluna geli dan membuatnya mengigit bibir bawah. Ia memejamkan mata menahan detakan jantungnya yang berdebar-debar.


...•••••...


Di Pagi hari


Dipta Pun terbangun dari tidurnya ia menatap jam yang sudah menunjukkan Pukul 05.30 masih ada waktu untuk siap-siap Mandi Dipta pun langsung tersenyum melihat Aluna yang masih tidur nyenyak di sampingnya Dipta mengusap rambut Aluna dengan Pelan ia takut menganggu Aluna


" Aluna Kapan sih Lo itu Cinta sama gue," ucap Dipta dengan Pelan


Ketika Dipta hendak mengusap Pipi Aluna, Aluna memejamkan matanya melihat Dipta yang sudah terbangun


" Dipta Lo udah bangun ini tuh masih Pagi kali," ucap Aluna yang sedikit serak


Dipta Pun bangkit dari tempat tidurnya


" Ya udah Lo lanjut aja tidurnya gue mau ke Dapur mau ambil minum ," ucap Dipta


" Ya udah deh gue Tidur lagi gue masih ngantuk,"


Dipta geleng-geleng kepala melihat kelakuan Aluna yang masih belum berubah


Ketika Dipta hendak menutup Pintu kamarnya ia melihat seorang wanita Paruh baya yang berada di meja makan


" Itu Mami ngapain Mami subuh-subuh di sini," ucap Dipta Ketika Melihat Mami-nya


Dipta Pun menghampiri Mami-nya


" Mami " Ucap Dipta


" Hei Sayang kamu udah bangun " sapa Sonya kepada anaknya


" Tumben banget Mami di sini " Dipta heran aja Kenapa Mami-nya bisa berada di rumah nya sepagi ini biasanya Mami-nya selalu sibuk dengan Pekerjaannya


" Mami di sini mau buatin salad buah kesukaan kamu " ucap Sonya


" Mana istri kamu kok dia belum bangun,"


Dipta menggeleng sebagai jawaban


" Kenapa Aluna belum bangun seharusnya dia itu bangun lebih Pagi untuk menyiapkan sarapan buat kamu Sayang Mami bangunin istri kamu ya,"


Ketika Sonya hendak menuju kamarnya Dipta menghalangi Mami-nya untuk tidak membangunkan Aluna


" jangan Mi Aluna butuh istirahat," ucap Dipta


" Dipta Mami mau Tanya Serius sama kamu Gimana Perkembangan kamu sama Aluna," Tanya wanita yang masih menggunakan almamater dokternya


Dipta memasukkan buah blueberry kedalam mulutnya. " Dipta dan Aluna baik-baik aja," jawabnya setelah menelan buah yang dibelikan maminya itu.


" Terus "


" Ya gitu "


Sonya menatap Dipta serius


" Kembali ke Pertanyaan awal Gimana Perkembangan kamu dan Aluna "


Dipta menarik napas dalam. Ia tahu maksud Pertanyaan Mami-nya sejak awal tapi ia malas membahasnya.

__ADS_1


" Belum Mi "


" why "


" Dia mungkin Perlu waktu " Dipta menarik napas Panjang.


" Sayang kalau dari awal dia gak bisa nerima kamu kenapa kamu memilih dia Dipta ? Dari awal Mami udah ragu sama Aluna gak suka sama kamu Sayang Dan mungkin gak akan Pernah suka Karena dia udah suka sama orang lain, kan,"


Dipta menunduk. " Gapapa kok Mi yang Dipta mau cuman Aluna dan Dipta gak nyesel milih Aluna,"


" Dipta Mami sayang sama kamu Mami ingin lihat anak Mami bahagia," ujar Sonya


Dipta langsung Terdiam.


Sonya menggapai tangan Putranya itu.


" Dipta Mami akan lakukan apapun demi kebahagian kamu Tapi kalau yang kamu minta dan hal itu gak membuat kamu bahagia untuk apa,"


" Dipta bahagia kok "


" Morning " Dipta dan Sonya menoleh ke arah suara.


Aluna melempar senyum. Ia menghampiri mertuanya.


" Mami kapan datang " tanyanya sambil bersalaman.


" Tadi subuh " jawab Sonya yang memasang wajah ceria setelah raut mukanya tadi sempat sedih


Aluna melarikan Pandangannya Pada Dipta


" Dipta kok gak bilang mami udah di sini sih," bisik Aluna kepada Dipta karena dia Kaget Ketika mertuanya datang


" gue aja gak tahu Mami di sini " jawab Dipta


Aluna menarik kursi di samping mertuanya.


" Kamu sehat Aluna "


" Sehat kok Mi Mami gimana,"


" Sehat "


Almamater dokter sang mertua mencuri Perhatian Aluna


" Memangnya kamu mau jadi dokter apa,"


" Dokter bedah " Aluna tersenyum lebar membayangkan ia berhasil mewujudkan harapannya itu.


" Ohh dokter bedah Kenapa "


" Enggak tau Mi, Pengen aja Intinya Pengen bantu orang banyak Kalau Mami kenapa mau jadi dokter,"


" Karena di keluarga Mami semuanya jadi dokter Aluna Almarhum ayah dan ibu Mami seorang dokter Adik Mami juga dokter Jadi seperti warisan keluarga,"


Aluna memandangi Dipta, " Berarti Io ada calon-calon dokter dong,"


" Gak bakal " bantah Dipta lalu bangkit dan Pergi.


" Kok Dipta gitu Mi "


" Ya memang dia gak mau jadi dokter Aluna Mami juga gak maksa," jelas Sonya


" Terus dia mau jadi apa Mi Pengusaha seperti Papi," Sonya menunduk sedih.


" Dia gak mau jadi apa-apa katanya,"


" Hah " Gila Dipta benar-benar beban keluarga Anak gak guna batin Aluna


Sonya langsung mendongak melihat ke arah menantunya. " Impian Dipta itu sederhana Sangat sederhana Dia ingin menikah dan keinginannya sudah terpenuhi Yaitu menikah sama kamu,"


" Ta .... "


" Kamu gak usah khawatir Soal kebutuhan kamu Aluna kami akan tanggung seratus Persen Kamu cukup bersama Dipta Buat dia nyaman dan senang setiap saat," Sonya tersenyum.


Sonya bangkit dari kursinya


" Mami Pamit ya soalnya mami buru-buru Banyak Pasien yang menunggu mami," Ketika Sonya melangkah Aluna menahan tangan wanita itu


Aluna berdiri. " Tapi Mi A ..... "

__ADS_1


Sonya menghadap Aluna dan meraih kedua tangan menantunya la dapat menebak apa yang ingin menantunya itu sampaikan. " Aluna keluarga jauh lebih Penting Mami tau kamu Punya cita-cita yang tinggi Tapi keluarga yang utama Menjadi seorang dokter gak semudah yang kamu bayangkan Jika bisa kembali ke masa lalu mami lebih milih menjadi ibu rumah tangga. Bisa lebih banyak waktu bersama keluarga Tapi sudah terlanjur Mami Punya tanggungjawab dan gak bisa meninggalkan kerjaan mami,"


Sonya memeluk Aluna " Kamu 'kan sekarang udah jadi menantunya mami Mami sangat minta tolong sama kamu tolong terima Dipta Di hidup kamu dan berikan waktu kamu untuk dia," la melepas Pelukannya lalu tersenyum.


" Mami sayang sama Dipta Apapun yang Dipta minta mami selalu usaha untuk memberikannya Tolong ya Aluna,"


Aluna menunduk merasa bersalah


" aku gak bisa Mi aku gak cinta sama Dipta, " la terlalu nekat untuk mengatakan ini Meski resikonya ia bisa dipecat sebagai menantu.


Sonya mengangkat dagu Aluna, Aluna heran mertuanya kini tersenyum seolah tidak masalah dengan Perkataannya barusan


" Mami tau kok Tapi Dipta memilih kamu karena kamu spesial Dia suka sama kamu Dia sering cerita soal kamu. Kamu anak yang baik Pintar dan membuat dia senang walau katanya kalian sering berantem Mami harap kamu mempertimbangkan hal itu,"


Aluna cuma terdiam


" Udah ya Mami buru-buru Nanti kalau ada waktu kita ngobrol lagi," Pamit Sonya


Sepeninggalan mertuanya Aluna segera ke atas menemui Dipta. Ia ke kamar dan mendapati cowok berbulu mata lentik itu duduk di kursi gaming asik bermain game


Aluna melepas headphone Dipta Dipta langsung mendongak


" Lo itu apa-apaan sih Ganggu "


" Gue mau ngomong sama lo,"


Dipta Merampas handphonenya


" Ngomong aja tapi gak usah ganggu gue main,"


" Apa "


" Ah ! Nyebelin lo " Wajah Aluna cemberut Gadis ini beranjak.


Dipta cepat berdiri dan menahan Aluna


" Mau ngomong apa " Ia berdiri di hadapan gadisnya itu.


" Males " Aluna menyentak tangan Dipta dan Pergi duduk di Pinggir ranjang dengan mimik muka masamnya.


Dipta menghampiri Aluna lalu mengelus rambut Aluna dari atas ke bawah dan ia lakukan berulang-kali


" Maaf gue bercanda tadi "


Aluna memalingkan wajahnya Dipta menggenggam tangan wanita itu


" Lo meskipun gak jelek kalau lagi marah Tapi lo lebih cantik kalau lagi senyum,"


" Dih " Aluna melepas genggaman Dipta Jangan kira ia akan menye-menye karena gombalan receh seperti itu.


Dipta Mengacak rambutnya Pusing, gak tau lagi gimana mengambil hati Aluna.


" Punya satu istri aja buat Pala gue mau meledak Dirayu salah diperhatiin salah salah mulu gue capek deh gue," Dipta beranjak ke kursi gaming nya Lanjut bermain.


" Ihhhhh sumpah ! Nyebelin banget," gerutu Aluna


Dipta menoleh.


" Gue denger ya "


" Ups " Aluna menutup mulutnya Kirain Dipta nggak menonaktifkan handphonenya.


Mengangkat satu alisnya. "Jadi lo mau ngomong apa,"


" Kata nyokap lo, lo itu nikahin gue karena impian lo itu menikah Lo kira hidup ini sesimpel itu sampai lo ngorbanin gue buat jadi istri Io. Aneh banget sih lo ! Lo bisa nikah kapan aja tapi gak sekarang juga kali Dipta," ketus Aluna


" Mana nikahnya sama gue Alasan Io milih gue apa sih ? Jelas gue suka sama cowok lain Tapi tetap aja lo nekat milih gue. Gak waras lo,"


" Lo gak bosan apa nanya itu mulu dari kemaren,"


" Gue gak bakal bosan sebelum lo jawab dengan jelas,"


" Lo beneran Pengen tau "


Aluna berkacak Pinggang. " Jawab


aja gak usah nanya lagi,"


" Masih Rahasia dong Nanti lo juga," ucap Dipta tegas lalu tersenyum

__ADS_1


" IHH DIPTA " Teriak Aluna


...••••...


__ADS_2