
...Berpisah itu lebih indah...
Pesta Pernikahan yang digelar di gedung hotel bintang lima milik Bram telah usai Para tamu undangan berpulang Kini sepasang suami-istri Pemilik Pesta itu memasuki kamar Peristirahatan mereka.
Ketika Pintu kamar terbuka Aluna yang menjadi ratu dalam semalam Pun terkagum melihat taburan bunga berbentuk love yang ada di atas kasurnya. Ia juga takjub melihat dekor kamar hotelnya yang bertemakan kamar Pengantin Bahkan ada lilin-lilin yang menyala dan ruangan yang beraroma buang mawar yang sangat harum Juga ada alunan instrumen musik romantic ini sungguh istimewa baginya.
Aluna langsung berlari kecil ke arah Pasangannya lalu memeluknya
" Makasih Sayang untuk kejutannya,"
Perlahan tangan suaminya melingkar di tubuhnya membalas Pelukan hangatnya.
" Kamu benar-benar membuat aku semakin jatuh cinta sama kamu,"
Aluna mendongak memandangi wajah sang suami. Ia tersenyum lalu mencubit kedua Pipi suaminya itu dengan gemas.
" Kamu romantis banget sih Suaminya siapa sih ini,"
" Suaminya siapa lagi kalau bukan kamu Nuansa Aluna," jawab Dipta lalu tersenyum.
Aluna menggenggam tangan Dipta
" Makasih sebanyak-banyaknya udah ada di dunia ini dan menjadi bagian dari kehidupan aku."
Aluna mendongak memandangi atas
" Makasih Tuhan sudah kirim dia untuk aku," Aluna kembali menatap suaminya
" Kamu gak bilang makasih ke Tuhan karena Tuhan udah kirim aku buat kamu,"
" Udah "
" Kapan "
" Aku gak denger apa-apa,"
" Di dalam hati "
" Kok didalam hati sih "
" Gapapa biar kamu gak denger aja,"
__ADS_1
" ih ulang Aku mau denger Pokoknya,"
" Tuhan makasih banyak ya udah hadirkan gadis cantik di hadapanku ini Aku sangat mencintai dia Tolong buatlah dia bahagia untuk selamanya,"
Aluna kembali memeluk suaminya itu
" Kalau gak ada kamu mungkin aku gak akan Pernah merasakan bahagia sebesar ini Kamu buat aku bahagia lagi setelah Papa udah gak ada Kamu laki-laki hebat kedua setelah Papa,"
Dipta hanya tersenyum membalas ucapan Panjang gadisnya itu.
" Dipta aku sayang banget sama kamu,"
" iya Aluna tapi kamu harus lebih menyayangi diri kamu,"
" iya Sayangnya aku," balas Aluna seraya mempererat Pelukannya.
" Terima kasih Tuhan sudah membuat aku bertahan sampai hari ini," ucap Dipta dalam hatinya.
" Tolong jangan tinggalkan dia sendiri jika aku gak bisa bertahan lebih lama,"
Aluna melepas Pelukannya dan kembali menatap lekat suaminya
" Dipta " Panggil Aluna
" Apa "
" Oh Kamu mau Tidur Pasti kamu capek kan Ya udah kita sekarang istirahat," ujar Dipta
" Kok kamu gak Paham sih maksud aku," ucap Aluna kesal
" Maaf Aluna aku gak Paham apa maksud kamu,"
" Dipta kita itu belum Pernah melakukan hubungan itu ... "
" Maaf Aluna aku gak bisa melakukan itu,"
" Kenapa " tanya Aluna bingung
Dipta langsung memundurkan Posisinya," Dipta ada apa,"
" Maaf A-aku gak bisa Aluna,"
" Gak bisa ? Tapi kenapa,"
__ADS_1
Dipta menunduk. "A-aku ..."
" Apa yang salah Dipta ? ini malam istimewa kita Selama kita menikah kita belum melakukan hubungan suami istri ini memang salah aku karena aku yang selalu takut untuk melakukan itu Tapi kenapa justru aku udah siap kamu malah kayak gini ? Kenapa Dipta,"
" Aku gak siap aja Aluna," jawab Dipta bohong.
" Gak siap kenapa " Dipta diam saja.
" Dipta ini malam istimewa kita loh Dipta Mau sampai kapan lagi kita ngulur waktu Sekarang aku siap melayani kamu Tapi kenapa justru sekarang kamu yang gak mau,"
Aluna menunduk sedih." Apa ini karena aku ? Karena aku selalu mengulur-ulur waktu sampai akhirnya aku membuat kamu kecewa ? Harusnya aku dari awal memberikan hak kamu ini salah aku,"
Aluna meneteskan air mata kekecewaannya. " Kalau kamu emang gak siap aku gak akan Paksa kamu." ia menyeka air matanya Saat ia ingin beranjak Pergi dari kamar untuk menenangkan kekecewaannya tangannya ditarik hingga tubuhnya melayang di hadapan Dipta Tanpa aba-aba.
Dipta Mencekal Pergelangan Aluna Perempuan itu menatap Dipta seakan bertanya ?
Lelaki itu merapikan rambut Aluna dan mengelusnya lembut. Aluna merasakan denyut jantungnya berdetak dengan cepat Perempuan itu bagaikan dihipnotis dengan tatapan Dipta
" Boleh aku minta hak aku sekarang "
...•••••...
Dipta terbangun dari tidurnya ia menatap Aluna yang sedang tertidur Dipta tersenyum merapikan rambut Aluna yang sedikit berantakan itu ini terakhir kalinya ia menatap Aluna
tiba-tiba handphone Dipta berbunyi ia langsung mengangkatnya ia tidak mau menganggu Aluna
" Hallo Pi .... "
" Apa kamu udah siap "
" iya Pi aku udah siap "
" Kalau gitu Papi tunggu kamu di bandara sekarang,"
" Tapi Pi ... " Dipta menoleh ke arah Aluna yang masih tertidur
" Tunggu apa lagi Dipta ini sudah waktunya kamu untuk melakukan Operasi itu di sana,"
" iya Pi aku sudah siap Tapi izinkan aku untuk melihat Aluna untuk terakhir kalinya,"
" .... "
Setelah memutuskan Panggilan itu Dipta menangis apa ia siap untuk meninggalkan semua kenangan indah itu Tapi ini sudah waktunya ia Pergi Dipta tidak mau Aluna tahu tentang Penyakitnya yang ia derita selama ini
__ADS_1
" Maafin aku Aluna "
...•••••...