
...Apa aku sanggup untuk meninggalkanmu ...
Dipta memalingkan wajahnya. Ia tak sanggup melihat tangis wanita yang dicintainya itu.
" Percaya sama aku Dipta aku udah benar-benar mencintai kamu Aku gak mungkin bertahan selama ini jika aku gak yakin dengan kamu Please jangan Pergi dari hidup aku Dipta gak ada yang lebih Penting dari kamu Gak ada artinya aku bisa mewujudkan cita-cita aku tanpa ada seseorang yang berarti di hidup aku.
" Aku gak Peduli lagi dengan semua obsesi aku yang ingin menjadi orang sukses Memiliki kamu sangat cukup bagi aku Kamu Pengertian sama aku memahami aku sayang sama aku, cinta sama aku semua udah lebih dari cukup Aku mohon hiks .... "
Dipta meluruskan Pandangannya ke depan. Sorot mata sedihnya memandangi wanita yang menangis hebat di hadapannya Tersimpuh rapuh memohon untuk tidak ditinggal Pergi olehnya. Perasaannya sakit sekali mendengar isakan tangis gadisnya itu. Setiap air mata yang jatuh dari kedua mata gadisnya ia merasa bersalah akan rintikan tangis itu.
Andai ini hanya mimpi buruk. Andai ia segera bangun dari mimpi Panjangnya. Ia sangat merasa berdosa Pada Aluna. Ia mewujudkan impiannya untuk berkeluarga. Namun, ia lupa jika hidupnya di dunia tak akan lama Harusnya ketika ia tahu akan segera meninggal dunia, ia bukannya egois mewujudkan keinginannya. Harusnya ia memperbaiki segala lukanya tanpa harus melibatkan orang baru masuk kedalam gelapnya dunianya.
" Hanya kamu Dipta hanya kamu harapan terakhir aku Harapan bisa bahagia lebih lama di dunia yang kejam ini Aku udah kehilangan Pria yang sangat aku sayangi di dunia ini, Dipta Aku juga kehilangan sosok ibu yang mencintai aku. Please kamu juga jangan Pergi .... " Perkataan Panjang yang akan jadi kalimat akhir Aluna untuk menahan Dipta yang ingin Pergi. Jika Dipta tetap dengan Pendirian egoisnya, maka hari ini adalah akhir dari kebersamaan singkat mereka sebagai Pasangan dan akan kembali asing seperti awal yang diawali kebencian.
" .... "
Aluna menahan tangisnya. Diamnya Pria itu mungkin adalah jawaban. Tangisnya Percuma sajakan jika tetap dilanjutkan Dipta tetap tak bersuara dan itu mungkin jawaban Penolakan atas Permintaanya.
Tak hanya tangis Aluna juga menahan sakit di dadanya. Berusaha tegar itulah kekuatan wanita, kan ?
" Baik Dipta jika keputusan kamu adalah ninggalin aku, aku akan pergi sesuai Permintaan kamu.” Aluna mendongak mata tajam yang masih basah menatap Pria yang berdiri membisu di hadapannya. Ia kuatkan tubuhnya untuk berdiri meski rasanya rapuh sekali.
" Jika gak bisa jadi Payung untuk selamanya. Gak usah juga jadi hujan untuk aku Dipta," Air mata Aluna menetes Ia usap lalu melangkah pergi dari hadapan suaminya itu. Ketika melewati Dipta seketika cowok itu mencekal tangannya. Langkahnya pun terpaksa berhenti.
" Apa kamu lupa Aluna aku Pernah janji satu hal sama kamu,"
Aluna terdiam mengingat.
Dipta melepas tangan Aluna dan melanjutkan Perkataannya.
" Janjinya aku akan buat kamu bahagia Tapi yang kamu mau malah aku Pergi dari hidup kamu." Ingatan Aluna langsung kembali Pada beberapa waktu yang lalu. Pada malam itu
FLASHBACK ON
" Gue baik-baik aja Gue cuma butuh teman yang bisa nemenin gue Buat gue semangat lagi buat gue bahagia lagi Bantu gue menjadi diri gue yang dulu Setelah berhasil gue akan ..... " Dipta menunduk dan menghentikan ucapannya.
" Akan apa " tanya Aluna
__ADS_1
" Gue akan buat lo bahagia Apapun yang lo mau akan gue kasih."
" Apapun "
" Iya apapun "
" Kalau gue maunya lo Pergi dari hidup gue "
FLASHBACK OF
" ingat " tanya Dipta
Aluna memutar tubuhnya menghadap Dipta. " Ya sekarang aku ingat.” la menunduk.
" Ternyata aku yang minta kamu Pergi Sekarang kamu mengabulkan apa yang aku mau dan malah aku ngemis-ngemis biar gak ditinggalin kamu."
Aluna mengangkat Pandangannya. " Aku ini gak tau malu ya Udah nyuruh kamu Pergi benci sama kamu mengkhianati kamu sok baik sama kamu Ternyata aku juga egois," Air mata meleleh dari mata kanannya.
" aku memang Pantas untuk ditinggalkan "
" Aluna jangan nangis lagi ya "
" Bohong jika aku ingin ninggalin kamu," ungkap Dipta
" Kamu sangat berharga bagi aku "
" Aku hanya takut melukai kamu lebih jauh Aluna "
Dipta selangkah mendekati gadisnya. Ia memegang kedua Pundak Aluna lalu memeluknya dengan sangat erat Tangannya yang melingkar di tubuh gadis itu sangatlah kuat seolah tak ingin melepas gadis dalam Pelukannya ini dari dalam kehidupannya.
" Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan wanita semanis kamu Nuansa Aluna "
" Wanita yang memasakan makanan enak untukku,"
" Wanita yang menyadarkan aku betapa serunya dunia."
" Kamu hal terbaik yang Tuhan berikan untukku,"
" Gadis yang selalu ada di Pikiranku "
__ADS_1
" Aku sama sekali gak mau jauh dari kamu Aluna ..... "
" Kalau aku seberharga itu buktikan," lirih Aluna
Aluna melepas Pelukan mereka
" Bahagiakan aku sesuai janji kamu."
" Aku gak akan ragu lagi dengan Perasaan aku ke kamu. Aku udah sangat yakin Aku mencintai kamu Dipta Lebih dari apapun."
Dipta langsung terdiam.
Aluna menjijitkan kaki dan memejamkan mata, ia mendaratkan bibirnya Pada bibir merah muda suaminya.
Ciuman Aluna membuat mata Dipta terbuka lebar saking kagetnya Membuatnya terdiam kikuk seperti Patung.
Perlahan Aluna melepas ciumannya lalu memeluk Dipta
" Aku benci Perpisahan Aku mau kamu di hidup aku. Aku mau kita tua sama-sama Gak boleh lagi saling nyakitin Kamu juga mau, kan,"
Tangan Dipta bergerak mengelus rambut Panjang gadisnya Mulutnya tidak melontarkan balasan.
Rasanya aneh, kenapa aku merasa Semakin jauh darinya.
" Dipta jawab aku."
" iya aku mau " Dipta lalu tersenyum hambar.
Aluna tersenyum bahagia dalam bekapan tubuh lelakinya.
Bagaimana jika aku tetap Pergi apa dia akan baik-baik aja ?
" Dipta aku merasa sangat bahagia," ucap Aluna mengutarakan apa yang ia rasa saat ini.
" Semua berkat kamu " Aluna mendongak menatap wajah tampan suaminya dan melempar senyuman terbaiknya.
Dipta pun membalas senyum cantik gadisnya.
...•••••...
__ADS_1