
Dipta duduk di kursi belajarnya seraya menatap Pajangan foto neneknya Wanita tua itu sudah meninggal Enam tahun lalu dan sejak saat itu seorang Dipta bertanya-tanya kemana lagi dia menemukan bahagia ? Tempat ternyaman adalah dalam Pelukan sang nenek Sentuhan ternyaman juga elusan di kepala yang ia dapatkan dari sang nenek Sampai detik ini tidak ada seorang Pun yang dapat menenangkannya selain wanita itu Kecuali dengan obat Penenang
" Nek Dipta bohong kalau Dipta baik-baik aja di sini," Dipta menunduk kala menahan air matanya
" Mami bilang ke Dipta, Dipta hanya Perlu bahagia Tapi Mami gak Pernah nanya apa yang membuat Dipta bahagia Dipta cuman ...... Dipta cuman butuh seseorang yang ngerti sama Dipta Seperti Nenek yang benar-benar Peduli dengan Dipta Gak cuman nanyain kabar nyuruh ini nyuruh itu Tapi nenek benar-benar jagain Dipta Gak kayak yang lain Bisanya cuman ngantur."
Selesai mencurahkan unek-uneknya Remaja 18 tahun ini melangkah keluar kamar Pergi ke lantai 3 tepatnya di kamar Aluna Ia yakin cewek itu ada di sana Pintu kamar terkunci. Ia mengetuknya agar kelihatan sopan
" Aluna gue tau lo di dalem "
Saat mendengar suara Dipta. Aluna kepanikan Trauma dengan yang dilakukan cowok itu Siapa yang tidak trauma. Aluna sudah hampir diperkosa Walaupun Dipta suaminya tapi seharusnya ada Perizinan dulu untuk menyentuhnya Jangan mentang-mentang sudah sah cowok itu seenaknya menikmati tubuhnya Enak saja Ia harus mempertahankan kegadisannya sebelum dinyalakan lulus sebagai mahasiswa kedokteran Titik !
" Aluna gue cuman mau minta maaf,"
" Pergi !!! Gue udah gak Percaya sama lo lagi !! Lo berengesek,"
Pintu kamar terbuka Dipta berdiri di ambang Pintu Mudah saja Dipta masuk karena ia Punya kunci cadangan Tadi itu ia Pemanasan saja.
__ADS_1
" Mau ngapain lo hah ? Belum Puas lo nyakitin gue,"
Dipta berjalan mendekat ke arah Aluna
" Gue udah bilang gue datang cuman mau minta maaf,"
" Stop ! Jangan dekat-dekat gue,"
Dipta berhenti melangkah. " Gue datang dengan niat baik Gue minta maaf,"
" Kan baru hampir belum kejadian berarti," jawab Dipta dengan tampang datar.
" Dipta " sentak Aluna " Lo keterlaluan itu sama gue Lo seenaknya Gak punya Perasaan lo ! GUE NYESEL NIKAH SAMA LO Harusnya gue kabur aja waktu itu Daripada sama cowok yang mikirin nafsunya doang," hardik Aluna yang naik Pitam.
Dipta menunduk sejenak sebelum kembali menatap mata Aluna
" iya gue emang keterlaluan Gue udah rencanain semuanya Gue nyuruh Pak Panji untuk nakut-nakutin lo Supaya gue bisa gak Perlu gue bilang Lo Pasti udah tau,"
__ADS_1
Aluna tidak tahan lagi dengan tingkah Dipta Ia merugas turun ranjang lalu melayangkan tamparan keras di wajah
Dipta
" Gue gak nyangka ada cowok seberengsek Lo," hardiknya sambil menatap Penuh kekecewaan.
Dipta langsung menundukkan Pandangannya
" Gue bisa tenang sekarang Pukulan lo buat gue jadi lebih baik Kata maaf emang kurang Pas untuk Perbuatan yang udah gue lakuin ke lo. Lo benar Io harus jaga jarak sama gue Gue bukan orang baik Hidup gue gak jelas, gak Pantas sama cewek yang Punya mimpi besar kek lo Gue bukan siapa-siapa Gue cuman kebetulan lahir dari anak orang kaya dan kini jadi beban keluarga," Dipta terdiam Kemudian berbalik badan membelakangi Aluna
" Maaf udah buat lo masuk kekehidupan gue." Dipta Pergi dari kamar Aluna
Aluna mematung Perasaan macam apa ini kenapa dia malah iba mendengar kalimat dari cowok yang sudah memperkosanya meski baru hampir Harusnya ia marah dan lebih melabrak cowok mesum itu.
" Gak aku gak mungkin suka sama Dipta Apa yang bisa diharapkan dari dia. Dia juga udah melecehkan aku Aluna kamu Pasti udah gila,"
...•••••...
__ADS_1