
" Angga aku minta maaf," ucap Aluna yang mengikuti Angga ke rooftop.
Angga yang berdiri di Pinggir rooftop memutar badannya menghadap Aluna
" Kamu ngapain ke sini Aku yang salah aku terlalu berharap sama kamu Aluna,"
Aluna meneteskan air matanya. " Aku sama sekali gak maksud nyakitin kamu Angga Aku ... aku ..." Ia ingin bilang kalau dia juga menyukai Angga Namun, ia tidak bisa mengatakan itu Sakit sekali rasanya karena mereka saling mencintai sebenarnya tapi ia sadar kalau sekarang ia sudah terikat dengan orang lain. Ia tidak bisa memaksakan Perasaannya. Ia juga harus memikirkan Perasaan Dipta ?
" Aku juga gak maksud nyakitin cowok yang kamu suka Aku khilaf Aku kesal karena aku selalu gagal mendapatkan apa yang aku mau Kamu tau Aluna aku bukan Angga yang kamu kenal selama ini. Aku gak suka belajar, aku gak suka ikut lomba Semua yang aku lakukan selama ini bukan keinginan aku. Aku suka musik, aku ingin jadi musisi bukan dokter." Angga meneteskan air matanya. " Kamu itu harapan terakhir aku setidaknya jika aku gak bisa mendapatkan apa yang aku cita-citakan aku masih bisa dapat satu yaitu kamu."
" Angga aku ..... " Aluna semakin merasa bersalah.
Angga menghapus air matanya. " Aku rasa ayah aku benar Aku harus fokus dengan Pendidikan aku. Aku kurang beruntung dalam segala hal yang aku harapkan. Mungkin, udah jadi takdir aku hidup tanpa mencapai apapun yang aku mau."
" Angga ..... "
" Gak apa-apa Aluna aku akan baik-baik aja Sampaikan maaf aku ke Dipta, " Angga beranjak ke tangga Turun gedung meninggalkan Aluna yang entah hatinya ke siapa Memilih Dipta tapi kenapa cewek itu kelihatan lebih menyukainya ? Ah tidak mungkin ia yang terlalu berharap.
Di tengah tangga Angga berhenti. Ia mendongak ke atas Namun Aluna tidak menyusulnya. " Cukup Angga Aluna gak suka sama lo."
...••••...
Dipta melihat Nadin keluar dari Perpustakaan Ia berlari menghampiri sahabat Aluna itu.
" Nadin lo liat Aluna " tanyanya. Dari tadi ia mencari gadisnya tapi sama sekali tidak ketemu Barangkali Nadin tahu atau sekedar melihat Aluna
__ADS_1
" Emangnya lo ada urusan apa sama Aluna, " Bukan Nadin kalau tidak Penasaran dengan urusan orang Apalagi ada sangkut Pautnya dengan sahabatnya.
" Kepo Lo " Ujar Dipta
" gue sebagai sahabat yang baik gue harus tahu " Sahut Nadin
" Di dalem ada gak " Dipta menunjuk kedalam Perpustakaan.
" Ada sih "
" Serius " Dipta segera melihat kedalam Perpustakaan
" Ada buku " lanjut Nadin menyelesaikan ucapannya
Nadin langsung tertawa Membuat kesal orang memang dia jagonya.
" Lagian orang belum selesai ngomong main Potong aja,"
" sebenernya Lo itu ada apa sih sama Aluna Dari kemarin gue Perhatikan lo itu nempel mulu sama Aluna Kayak Perangko aja," Kekepoan Nadin semakin menjadi. " Gue juga dengar gosip dari Marco katanya lo dan Aluna ada ikatan Ikatan apa,"
Dipta berdehem lalu memasukkan satu tangannya ke kantong celana Biar terlihat keren.
" Gue itu ada ikatan Cinta " jawabnya asal
" Dipta gue ini lagi serius bukan bercanda," ujar Nadin
__ADS_1
" Ok gue jawab gue sama Aluna itu Pacaran, "
Nadin langsung terbelalak Saking kagetnya buku yang ia Pinjam dari Perpustakaan sampai lepas dari Pegangannya.
" Ya ampun Nadin lho kok kaget banget sih saking senengnya gue sama Aluna jadian," ujar Dipta Pede
" Gue bukan seneng Dipta geer banget lho " sahut Nadin
" What ?! jadi kalian berdua itu beneran Pacaran," tanya Nadin sekali lagi untuk memastikan lagi
" Yes " jawab Dipta sembari mengambil buku gebetan Chiko lalu memberikannya ke Nadin
" Thanks " balas Nadin
" Kalau lo liat Aluna segera kasih tau gue." Dipta beranjak tapi langkahnya terhenti karena Nadin mencekal tangannya.
Dipta langsung melepaskan Pegangan Nadin. " Gue sibuk, " Ia lanjut Pergi meninggalkan Nadin yang isi kepalanya Penuh tanda tanya.
Seorang Aluna mau sama Dipta ? Nadin sampai menampar wajahnya sendiri karena mikirnya ini mimpi. Ia tahu banget kalau Aluna sangat tidak suka yang namanya Dipta Namun kenapa Aluna bisa sampai jadian sama Dipta Andreas Malik itu ? Apa Aluna kena kutukan benci jadi cinta ? Atau jangan-jangan mendapat kiriman Pelet dari Dipta
" Masa sih Aluna jadian sama Dipta ini bukan mimpi " Gumamnya yang masih belum yakin soal sahabatnya yang Pacaran dengan seorang Dipta yang Penuh dengan drama kenakalannya.
" Jangan ... jangan ... ini Pertanda hari kiamat ? Arrhhh serem," Nadin berlari ketakutan Mendengar Aluna jadian sama Dipta baginya musibah besar yang tidak masuk akal.
...••••...
__ADS_1