
" Gue masih di dunia kan ini Kok di sini Ada bidadari sih " tanya cowok itu sambil menatapnya.
" DIPTA " Aluna langsung mencubit Pipi Dipta
" Sakit Aluna " lirih Dipta
" Berarti Lo itu belum Mati " ucap Aluna
" Untunglah gue belum mati "
Dipta bernapas lega Untunglah jika dia masih di dunia Masih banyak hal yang ingin ia lakukan sebelum mati Jadi dia jangan mati dulu lah agenda hidupnya masih banyak.
" Lo kenapa bisa Pingsan ? Lemah banget jadi cowok Lo sakit," Mata Aluna melirik Punggung tangan Dipta " itu tangan kenapa juga ? Pasti disengaja, kan," Sebenarnya Aluna sudah dari tadi Pagi melihat luka di Punggung tangan Dipta Namun belum sempat ia tanyakan karena sibuk berantem dengan suaminya itu.
" Bantuin gue duduk " Pinta Dipta
" Dasar manja " Walaupun mengomel Aluna tetap membantu Dipta untuk duduk.
" Jadi lo kenapa " tanyanya setelah membantu cowok itu.
" Mau dijawab yang mana dulu " Dipta balik bertanya sambil membenarkan Posisi duduknya senyaman mungkin.
" Ribet ya nanya sama lo Ya terserah lah, lo mau jawab yang mana dulu Heran gue suka banget Io bikin tensi gue naik Masih Pagi loh ini,"
Dipta bukannya langsung jawab tapi malah melamun dulu Meskipun Aluna tidak mengeluarkan omelan tapi di wajah cewek itu terlihat kesal karena lama menunggu jawaban dari Dipta
" Ni anak mikirin apa sih ? Udah kayak bapak-bapak anak 5," batin Aluna Memang tidak merocos secara blak-blakan tapi mengomel dalam hati.
Dipta menoleh menatap Aluna " Gue gak sarapan gue juga gak makan malam Mungkin kedua faktor itu buat gue lemes terus Pingsan," jawab Dipta setelah cukup lama melamun.
" Lo doyan ya nyakitin diri sendiri Lo ngapain gak makan ? Sekarang liat 'kan efeknya Io jadi Pingsan Kayak gini gerepotin gue dan ngerepotin temen-temen Io, Io suka banget nyusahin orang," omel Aluna
" Gue gak makan karena Io gak masakin gue," sahut Dipta
" Tuhkan ujung-ujungnya Io nyalahin gue lagi Lo 'kan bisa Pesan makanan, Dipta Lo bisa gunain jasa GoFood, GoResto dan lain-lain atau minta masakin sama bi Asih lebih simple lagi Gak harus nunggu gue masakin lo."
" Tapi gue maunya makan masakan lo Aluna Masakan Io enak dan gue suka kalau lo masakin gue. Gue ngerasa lo ngehargain gue ketika lo mau masakin gue,"
Aluna diam dengan menatap Dipta Sama-sama melakukan eye contact.
Dipta meraih tangan Aluna
" Aluna ..... "
Aluna menundukkan Pandangannya melihat tangannya yang kini digenggam Dipta Lalu Dipta mengangkatnya dan kemudian Dipta mencium punggung tangannya.
Dipta menatap Aluna kembali Tangan cowok itu bergerak menyelipkan rambut Aluna di Pinggir telinga " Sebenarnya gue gak marah sama Io, Aluna Justru gue marah sama diri gue sendiri, karena gue gak seberuntung Angga yang disukai sama lo,"
Aluna tidak menanggapi ucapan Dipta. Dia tidak tahu harus berkata apa. Daripada salah bicara lebih baik diam saja. Namun dari Perkataan Dipta dia jadi tahu bahwa Dipta tidak menyalahkannya
Dipta malah menyalahkan diri sendiri Cowok itu tampaknya benar-benar menyukainya Kalau sudah begini ia tambah merasa bersalah Pada Dipta
" Kalau gue jadi kayak Angga apa Io bakal suka sama gue," Dipta menyuguhkan Pertanyaan yang sulit Aluna jawab.
" Aluna " Panggil Dipta yang menunggu jawaban.
Aluna bukannya menjawab Cewek itu malah melangkah mundur
" Kenapa lo ngejauh ? Karena lo tetap gak bakal suka ya sama gue,"
Aluna menunduk. " Gue minta maaf Dipta Gue bukan orang yang mudah menaruh Perasaan ke orang Dipta Dengan Io berubah bahkan mirip sekali pun dengan sikap maupun sifat Angga itu gak akan jadi tolak ukur gue buat gue suka sama lo," jelasnya.
Dipta memalingkan wajahnya sambil menarik napas kasar Cowok itu tiba-tiba saja tertawa membuat Aluna memandangnya heran.
" Haha " Dipta berangsur turun dari brankar Dia berdiri di hadapan Aluna lalu menunjukkan Punggung tangannya yang luka. " Tangan gue gak kenapa-napa Gue cuma ninju kaca mobil aja Lo gak usah khawatir Nanti sembuh sendiri,"
__ADS_1
Aluna mendongak Tangan Dipta mengelus rambutnya sambil tersenyum Kemudian Cowok itu beranjak meninggalkannya Ketika membuka Pintu langkah Dipta terhenti karena ada sosok maminya di depan Pintu.
Ada keempat temannya juga yang berdiri di belakang wanita yang melahirkannya itu Pasti salah satu dari mereka telah mengadu Pada maminya.
Sonya seketika memeluk Putranya.
" Dipta kamu kenapa ? Mami dapat kabar kamu Pingsan apa ada yang sakit ? Kita Periksa ya mami takut ada yang gak beres dengan kesehatan kamu,"
Dipta menghela napas jengah sembari melepaskan Pelukan maminya.
" Dipta baik-baik aja Mi "
Aluna yang mendengar suara mertuanya cepat menuju Pintu dan berdiri memperhatikan Dipta yang sedang dikhawatirkan oleh Sonya
Sonya memegang kedua Pundak Dipta sambil menatap cemas Putranya itu la rela datang jauh-jauh ke sini karena mendapat kabar buruk dari teman Putranya dan dari adik suaminya.
" Kamu gak baik-baik aja Dipta Kamu Pingsan Pasti ada sesuatu yang salah Pokoknya kamu harus ikut mami ke rumah sakit Kita harus cek kesehatan kamu,"
Dipta melepas Pegangan maminya Pada Pundaknya. " Mami Dipta Pingsan karena gak sarapan Dipta gak kenapa-napa Mami jangan berlebihan deh," Dipta mengalihkan Pandangannya Pada Chiko
" Chiko lo 'kan yang lapor ke nyokap gue Lo ngapain sih gue gak sakit Lo nggak Perlu lakuin ini,"
" Gue khawatir sama lo," sahut Chiko
" Kami semua khawatir sama lo Dipta," tambah Aldi
Kini di depan UKS tidak hanya diramaikan oleh mereka Para murid yang telah selesai mengikuti upacara dan berlalu lalang melewati UKS jadi Ikut nimbrung sekedar Penasaran Nadin dan Kinan juga tidak ketinggalan Anggi dan Anggun
" Gue baik-baik aja " tekan Dipta dengan suara yang cukup keras dan terdengar bentakan.
" Dipta mereka Peduli sama kamu " Sonya meraih kedua tangan Putranya. " Mami udah minta izin untuk membawa kamu Pulang Kamu gak usah masuk sekolah hari ini Setelah mami Periksa keadaan kamu kamu istirahat aja di rumah Oke,"
" Gak " Dipta menghempas tangannya sehingga Pegangan Sonya lepas.
" Dipta baik-baik aja Kalian kenapa sih " Protes Dipta yang tidak suka diperlakukan seperti orang sakit Dia baik-baik saja tapi orang-orang suka sekali menganggapnya sakit.
Dipta melirik Aluna Tumben sekali cewek itu memihaknya Mimpi apa ?
Sonya menatap Aluna dengan tajam.
" Aluna Mami hargai kebaikan kamu Tapi Dipta harus ikut mami Pulang Dan kamu gapapa tetap di sini Nanti Pulang sekolah biar Chiko yang nganterin kamu." la menoleh ke belakang memandang Chiko
" Chiko kamu gak keberatan 'kan nganterin Aluna Pulang,"
" Chiko " Panggil Sonya yang menunggu Persetujuan dari Pemuda jangkung itu.
" Baik Tante " sahut Chiko meski Dipta menatapnya sinis Kelihatannya Dipta marah.
Sonya memegang erat Pergelangan tangan Putranya.
" Ayo " ajaknya Paksa.
" Tunggu " Langkah Sonya tertahan.
Dipta menggapai pergelangan tangan Aluna
" Lo boleh Pulang bareng Chiko asal .... " Dipta melirik Chiko " Jangan ganjen ke dia Paham,"
" Siapa juga yang mau ganjen ke Chiko bukan Tipe gue Kali, " gumam Aluna
" Dipta Ayo "
Dipta melepaskan tangan Aluna dan ikut bersama maminya.
Sepeninggalan Dipta, Chiko dan Aluna saling tatap-tatapan karena mereka akan Pulang bareng hari ini dan keduanya sama-sama tidak mau.
__ADS_1
Aldi menarik Jaket Chiko. " Udah, Io naksir entar sama Aluna " celetuknya.
Marco menunjuk Aluna " Lo juga udah entar Io naksir Chiko "
" Najis " Aluna cepat-cepat Pergi.
Nadin dan Kinan segera menyusul sahabatnya itu.
...•••••...
Di koridor Dipta jadi bahan Perhatian teman-teman sekolahnya Bahkan diantara mereka ada Angga dan mantannya.
" Loh itukan tante Sonya " Zea menunjuk mami Dipta yang baru saja berpapasan dengannya.
" Tante Sonya ngapain ke sini " Gumam Zea.
" Lo gak tau " tanya Angga
" Tau apa "
" Tadi Dipta Pingsan waktu upacara "
" Tadi Dipta Pingsan " Zea tidak tahu apa-apa soal Dipta yang Pingsan
Dia tidak mengikuti upacara karena dapat hukuman membersihkan toilet Biasa di hari senin ia sering bangun kesiangan.
Angga mengangguk.
" Aneh sih cuman Pingsan aja tapi orang tuanya sampai datang ke sekolah Anak manja," cibir Angga
Zea memukul lengan Angga " Lo gak boleh ngomong gitu Siapa tau Dipta sakit makanya Pingsan Tante Sonya datang karena memang tante Sonya sayang banget sama Dipta Wajar kali orang tua khawatir sama anaknya Gak kek ortu lo yang .... " ucapannya terpotong karena melihat ekspresi Angga yang tiba-tiba berubah.
Zea menepuk Pundak cowok itu. " Sorry gue gak maksud,"
Angga menoleh Dia tersenyum. " Gapapa Emang kenyataannya gitu kok. Gue gak seberuntung mantan Io yang Punya keluarga cemara," Angga mempercepat langkahnya meninggalkan Zea.
" Angga " Pekik Zea.
" Angga " Pekiknya lagi lebih keras
" Mulut gue kebiasaan Jadi marah deh
tuh harry Potter," gumam Zea
...•••••...
" Mami kenapa sih datang ke sekolah Dipta jadi bahan ledekan di sekolah Dipta udah bilang Dipta baik-baik aja Berhenti mengkhawatirkan Dipta," ucap Dipta yang masih kesal karena orang tuanya tidak Pernah mengerti dirinya.
" Dipta Mami lakukan ini karena mami sayang sama kamu Mami takut kamu kenapa-napa Salah kalau orang tua khawatir dengan anaknya,"
" Tapi Mi ..... " Dipta mengepal tangannya sampai urat-urat tangan cowok ini bertimbulan Tiba-tiba ia merasa sakit kepala.
" Dipta kamu kenapa Nak " tanya Sonya yang heran karena Dipta tiba-tiba diam seperti menahan sakit.
Dipta memejamkan matanya kala menahan sakit kepalanya yang luar biasa dan dalam hitungan detik cairan berwarna merah Pekat keluar dari hidung cowok itu Menetes jatuh ke celana abu-abunya. Membuat noda merah yang akan sulit hilang dan membuatnya stuck in silence.
Sonya cepat meminggirkan mobilnya dan berhenti di Pinggir jalan Cepat ia mengubah Posisi kursi Dipta dan menyumbal hidung Putranya untuk menghentikan Perdarahan.
" Kamu jangan bergerak dulu " ucap Sonya yang tampak tenang Padahal sangat Panik.
Sonya menggenggam tangan Dipta, " Kamu akan baik-baik aja,"
Dipta mengangguk Iya dia akan baik-baik aja Tidak Perlu khawatir karena ibunya seorang dokter. Ia Pasti diselamatkan Lagipula ini baru mimisan Tidak usah lebay.
Wajah Dipta berubah Pucat Tubuh cowok itu menjadi Panas-dingin Sonya tambah Panik dan cepat menyalakan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
__ADS_1
...•••••...