DIPTA

DIPTA
EPISODE 82


__ADS_3

Tepat hari ini Sebuah Pesta Pernikahan mewah diadakan di gedung hotel ternama milik Bram Atas Permintaan sang Putra Pesta bahagia ini terlaksana Bram berharap apa yang dia berikan ini membuat Putranya bahagia Bram ingin memberikan yang terbaik Pada Putranya yang sempat ia buat luka hatinya.


" Putraku semoga ini bukan jadi akhir kebahagian kamu," ucap seorang ayah yang berdiri di samping Putranya.


" Mami sangat berharap kamu bisa terus bahagia Nak," tambah Sonya


" Jika Pun ini akhir aku benar-benar gapapa Aku udah mendapatkan cinta dari kalian. Aku sangat berterima kasih karena kalian sudah menerima aku lagi. Aku ... sangat menyayangi kalian."


Bram dan Sonya memeluk Putranya seraya menahan tangis Setelah momen keluarga itu Ketiganya menunggu gadis cantik dengan gaun mewah Penuh senyum yang Perlahan melangkah datang Pada mereka


Senyum yang begitu lebar tak lepas dari seorang gadis yang digandeng oleh ibunya dengan membawa bunga di tangannya menuju Pada satu Pria yang telah memilikinya sepenuhnya Gadis itu merasa seperti ratu dalam impian masa kecilnya Hatinya seperti taman yang dipenuhi jutaan bunga.


" Aku benar-benar bahagia Terima kasih Tuhan sudah mengirimkan dia Dan terima kasih banyak Dipta atas semua yang kamu berikan ini Aku sangat bersyukur memiliki kamu," ucap gadis itu dalam hatinya.


Aluna begitu takjub saking mengagumi Pesta Pernikahannya yang digelar dengan sangat megah dan dihadiri begitu banyak orang ini sungguh hari yang Penuh dengan kejutan Semua yang ia harapan tak seindah yang diwujudkan suaminya ini jauh dari kata indah ini sangat sempurna baginya.


Langkahnya Perlahan semakin dekat Pada Pria yang berpakaian toxido Pernikahan yang terlihat sangat gagah dan rupawan Lelaki itu tampak seorang Pangeran dengan senyuman yang menawan Ketika langkahnya sampai. Ketika hanya tinggal mereka berdua berdiri di depan semua orang Laki-laki gagah di hadapannya pun meraih tangannya Mengukir senyum lebih menawan dan menatapnya lebih dalam.


Pria itu kemudian berlutut ia meminta Pria itu kembali berdiri. Ia rasa Dipta tidak Perlu melakukan itu Namun ternyata Pria itu justru memasangkan cincin Pengikat hubungan mereka di jari manis kirinya.


Semua yang menyaksikan keromantisan Prianya bertepuk tangan. Dipta kembali berdiri dan memintanya memasangkan cincin Pernikahan mereka di jari manisnya.


" Lakukan juga untukku," Pinta Pria itu sambil menunjukkan tangannya.


Perlahan cincin dengan ukiran nama Aluna masuk kedalam jari kekar Dipta


Sekali lagi Para tamu menepuk tangan mereka.


" Kenapa cincin dengan nama kamu di jari aku dan nama aku di jari kamu,"


" Karena walaupun aku gak ada di samping kamu. Kamu bisa ingat aku dengan melihat cincin itu Begitupun sebaliknya,"


" Cincin ini akan aku jaga dengan baik. Seperti hati aku yang akan selalu aku jaga untuk kamu,"


" Begitu juga dengan aku," Dipta menerbitkan senyum.


" Terima kasih Aluna sudah mencintai Pria yang menikahimu dengan cara Paling aneh Aku sangat bahagia bisa menjadi suami kamu Peran ini adalah Peran yang Paling aku sukai selama diberikan kesempatan untuk hidup di dunia Kamu sangat berarti bagi hidup aku. Sekali lagi aku ingin berterima kasih. I love you istriku,"

__ADS_1


Mata Aluna berkaca-kaca Terharu dengan setiap kalimat yang diucapkan Pria dengan Paras tampan dan senyum yang menawan itu. la betul-betul dibuat semakin jatuh cinta Pada Pria yang berhasil mendapatkannya Begitu hebat bahkan ia lupa tujuan hidupnya Bersama Pria itu membuatnya memiliki segalanya sehingga sudah merasa sangat Puas dan tidak Perlu lagi mencari kebahagian di luar sana.


Dipta menatap lekat gadis yang yang berdiri di hadapannya Aluna sangat terlihat cantik Rasanya masih seperti mimpi bisa mendapatkan seseorang yang sangat mencintainya Rasanya hari ini hanya halusinasinya.


Tangan Aluna bergerak mencubit Pipi Pria Paling tampan baginya itu.


" Apa masih berpikir aku hanya imajinasi kamu aja,"


Dipta menggeleng.


" Aku nyata Dipta Akulah yang harusnya bertanya ini bukan mimpikan,"


Dipta rasa matanya dipenuhi cairan yang ingin tumpah.


" Kenapa nangis " tanya Aluna yang menyaksikan cairan bening jatuh di Pipi kanan Prianya Bukankah seharusnya wanitalah yang menangis dalam momen bahagia ini ?


" Itu karena aku bahagia " Dipta menyeka air matanya Ia berbohong.


" CIUM "


" CIUM "


" CIUM "


" Apa kita harus melakukannya,"


" Aku akan melakukannya."


Tanpa aba-aba lantas Dipta langsung mengecup bibir istrinya Membuat Aluna terbelalak kaget menerima serangan tanda cinta itu.


Suasana seketika hening Sorot mata semua Para tamu undangan ke arah mereka Kecuali satu orang yang berdiri jauh di belakang Pria berdasi kupu-kupu itu mengalihkan Pandangannya Tak tahan menahan luka yang masih belum sembuh dari goresan cinta tanpa balasan.


Aluna Perlahan memejam kedua matanya Jantungnya bergetar sangat kencang. la Pun menikmati ciuman singkat itu.


" Wah Pasti rasanya enak banget," ucap Kenzo lalu menelan salivanya. la tergiur melihat sahabatnya sampai melotot.


" Untung gue udah," 6 mata langsung menyorot ke Aldi

__ADS_1


Tidak cuman Marco dan Kenzo


tapi Chiko juga ikutan.


" Rasanya apa " Kenzo begitu Penasaran meski tahu ciuman itu haram jika belum ijab kabul.


Aldi meneguk salivanya. " Enak," lagaknya.


" Anjir gue Pengen," ceplos Kenzo


" Gue juga Simulasi sama siapa ya biar cepet ngerasain nya," timbal Marco


" Sama gue mau " Chiko ambil melirik Marco


" Najis "


Di sisi lain


Dipta dan Aluna Saling melempar senyum bahagia mereka sambil menatap Penuh cinta.


" Makasih ya kamu udah Kabulin Pernikahan impian aku,"


" iya "


" Aluna "


" iya "


" Ada yang ingin ketemu sama Kamu siapa,"


" Cowok yang Pernah jadi tempat spesial di hati kamu."


Aluna segera melepas Pandangannya melihat ke arah depan dan mendapati Pria tampan dengan dasi kupu-kupu yang dulunya menjadi Pria impiannya Melangkah menghampirinya dengan melempar senyum yang tampak hambar.


" Angga "


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2