
" Pak buka Pagarnya " teriak Chiko
Pak Panji yang di dalam Pos jaga segera keluar dan membuka Pagar.
" Gue turun di sini aja Io gak Perlu masuk," ucap Aluna
" Tadi Tante Sonya chat gue katanya gue harus temenin Io dulu sampai Dipta Pulang,"
" What "
Chiko tarik gas dan memarkirkan motornya di garasi. Aluna turun dari motor dan menyodorkan helm ke Chiko. Tanpa menunggu dulu Aluna langsung bergegas meninggalkan Chiko
" Bilang makasih dulu woi " Pekik Aluna
" Udah gak ngisiin bensin malah nyelonong aja lo,"
Chiko meletakkan kedua helmnya di spion Helm Kenzo ia curi tapi nanti dikembalikan lagi. Moga aja cowok gondrong itu gak marah.
Chiko turun dari motor lalu menepuk motornya. " Jaga diri baik-baik " ucapnya lalu beranjak masuk kedalam rumah Chiko
" Udah lama banget gue gak main ke sini, si Jenny apa kabar ya," Chiko berjalan mencari keberadaan Aluna dan menemukan cewek itu di ruang tengah.
" Aluna gue haus Minta jus dong "
Aluna menoleh. " Lo Pikir gue Pembantu di sini,"
Chiko Pergi menyalakan televisi Tingkahnya seperti tuan rumah. Cowok ini duduk bersila di atas karpet.
" Ya kan, lo istrinya sahabat gue,"
" Terus gue harus ngelayanin Lo Enak bener," ketus Aluna sambil melepas sepatunya.
Chiko menoleh ke belakang. " Ya gak juga tapi gue tamu dan Io harus baik ke tamu,"
" Ogah " Aluna berdiri sambil menjinjing sepatunya.
" Kalau Io sahabatnya Dipta buat aja jus sendiri," Gadis ini melenggang Pergi.
" Dasar Pelit "
" Emang " balas Aluna
...•••••...
Di dapur Chiko membuat jus apel sambil bernyanyi Cowok kaku ini kalau lagi sendirian tidak sependiam yang orang-orang Pikir. Di saat sendiri dia menjadi dirinya yang sebenarnya. Justru sebenarnya Chiko ini orang yang banyak tingkah suka nyanyi dan joget-joget gak jelas. Namun karena memiliki sifat Pemalu makanya dia tampak kaku kayak robot.
Selesai membuat jus Chiko kembali ke ruang tengah Lanjut nonton film netflik Malas nonton acara TV soalnya tidak ada yang seru.
__ADS_1
" Lo buat untuk diri Io sendiri aja " tanya Aluna yang sudah berganti Pakaian.
" Iyalah " jawab Chiko
Aluna duduk di sofa. " Parah "
" Emang Io mau " Chiko menyodorkan jus apelnya ke Aluna
" Gak udah bekas mulut lo "
" Ya udah " Chiko meneguk jusnya.
" Chiko "
" Apa "
" Kasih tau gue soal Dipta yang gue gak tau,"
Chiko menoleh. " Lo udah cinta ya ke Dipta Cieee,"
" Enggak " Aluna memutar bola matanya malas.
" Terus kenapa Io kepo soal Dipta "
Aluna melipat tangannya ke dada. " Ya gue Pengen tau aja Lo 'kan sahabatnya Pasti banyak tau soal Dipta "
" Stop ! Gue juga udah tau soal itu bambang," Potong Aluna kesal.
" Terus lo mau tau apanya dari Dipta Lo bininya masa gak tau Parah Io,"
" Gue baru nikah sama Dipta Dan gue gak tau apa-apa soal dia selain dia cowok nakal hobi gak ngerjain tugas suka cari masalah tukang nyontek, dan langganan masuk BK Cowok gak Punya masa depan," ujar Aluna
Chiko berdiri Dia memutar badan menghadap Aluna
" Lo gak tau apa-apa soal Dipta "
" Makanya kasih tau gue "
" Dipta itu orang baik Dia gak sebodoh yang dipikiran Lo Mana ada sih anak dokter dan CEO bodoh,"
Aluna langsung Terdiam
" Lo itu beruntung bisa dinikahin Dipta Dia setia tapi lo malah main sama Angga Gue dan temen-temen yang lain tau ya kalau lo sering bareng Angga Kalau lo nyakitin Dipta kita gak bakal diam aja," Chiko melangkah maju mendekati Aluna
Aluna agak takut maklum di rumah hanya ada mereka berdua Siapa tahu Chiko jadi gelap mata.
" Gue dan yang lain mungkin gak bakal ngerusak Lo tapi Angga udah Pasti," ancam Chiko sambil menunjukkan muka sadisnya.
__ADS_1
Aluna meneguk salivanya Chiko kalau mode Psikopat seram juga.
Chiko mendadak senyum. " Jadi jangan nakal-nakal." Ia kembali duduk dan nonton film.
" Awas aja lo berani nyentuh Angga " Aluna balik mengancam.
Perut Chiko tiba-tiba berbunyi. " Aluna bagi cemilan Gue lapar,"
" Lo ya di kelas kalem aja keliatannya Aslinya lo gini ngelunjak ! Pantes aja Nadin gak doyan sama lo,"
Chiko tertawa. " Btw, lo sama Dipta udah ngapain aja sama Dipta apa lo udah ..... "
" Chiko " Aluna langsung membekap mulut Chiko
" Hhm " Suara deheman cowok membuat Aluna dan Chiko menoleh ke sumber suara
" Dipta " Chiko cepat bangkit dan menjaga jarak dengan Aluna
" Ngapain kalian " Mata elang Dipta menatap Aluna dan Chiko bergantian
Chiko menghampiri Dipta " Gue buat Aluna kesal jadi dia marah ke gue Lo jangan salah Paham," jelasnya Jangan sampai Persahabatan mereka hancur cuma karena kejadian yang bukan apa-apa,"
" Ikut gue " Pinta Dipta Dia beranjak dan Chiko mengekorinya sampai di ruang tamu.
Dipta memutar badannya menghadap Chiko
" Lo ngapain di sini berduaan sama istri gue bukannya Lo cuman disuruh nganterin dia Pulang bukan berduaan di rumah gue,"
" Nyokap lo yang minta gue nemenin Aluna sampai lo Pulang,"
Dipta mendorong Chiko " Lo temenan sama nyokap gue atau sama gue,"
" Sama lo Dipta "
" Terus Lo itu ngapain lo nurut sama nyokap gue," Suara Dipta naik satu oktaf. " Gue yang temen Io, dan Io tau gue gak suka siapapun dekat dengan milik gue,"
" Dipta gue gak kayak Rio Gue gak mungkin rebut Aluna dari lo Gue sukanya Nadin dan gue sahabat lo. Lo harusnya Percaya sama gue."
" Gak ada yang mustahil Chiko dulu Rio bilangnya juga gitu sama gue Tapi apa, dia rebut Zea dari gue. Dan gue gak mau hal sama terjadi. Gue dan Rio bahkan jauh lebih lama kenal tapi dia tetap ngehianatin gue,"
Chiko mengepal tangannya Chiko tahu Dipta cemburuan dan Posesif tapi ia tidak suka jika Dipta menyamakannya dengan Rio
" Dipta gak semua orang itu sama Gue bukan Rio Gue ya gue. Dia ya dia Gue temenan sama Io karena gue care sama lo. Gue jagain Aluna karena dia cewek yang lo sayang Aluna cewek yang buat lo semangat lagi dan gue senang akan itu Sebagai sahabat gue bahagia liat Io bahagia So, jangan salah sangka ke gue. Gue gak suka lo samain kek Rio," Chiko melenggang Pergi dengan menabrak bahu Dipta sebab ia kesal sama sahabatnya
" Sialan " umpat Dipta dalam hati
...•••••...
__ADS_1