
" Ahhh gue benci hidup gue " Teriak Dipta
Dipta menenangkan Perasaannya kini yang sedang kacau ia memilih memenangkan dirinya daripada melampiaskan kemarahannya ke Aluna lebih ia memilih memenangkan dirinya sendirian
" Maafin gue Aluna " ia kini duduk di bangku taman sambil menundukkan kepalanya dengan lemah
" Dipta " Panggil seorang yang menepuk Pundak
Dipta langsung menoleh ke arahnya
" Aluna "
Pria itu tersenyum ketika Dipta menoleh ke arahnya
" Lo kenapa sedih kayak gini " Pria itu langsung duduk di samping Dipta
" Ngapain Lo ke sini gue kira Lo itu Aluna " Dipta langsung menghapus air matanya itu
" Lo habis nangis " ujar Pria itu
" Gak "
" Terus kenapa ada air mata yang mengalir di Pipi Lo itu gue kira seorang Dipta Andreas Malik itu gak Pernah nangis Tapi ternyata gue salah," ujar Pria itu tersenyum
" Ngapain Lo ke sini " ujar Dipta mengalihkan Perhatiannya
" Gak usah mengalihkan Pembicaraan deh Dipta kebiasaan banget deh dari dulu gak Pernah berubah," ujar Chiko
" Gue gak tahu lagi harus gimana lagi Chiko gue tahu gue udah salah besar menikah sama Aluna itu sama aja gue bikin Aluna sedih yang lebih Parahnya lagi Aluna minta Pesta Pernikahan sama gue, gue harus gimana lagi Chiko,"
" Bagus dong kayak gitu berarti Aluna itu cinta sama Lo berarti dia Pengin semua orang tahu bahwa Lo itu milik dia seutuhnya,"
" Gak Chiko Pokoknya kesepakatan kita dari awal harus Lo Penuhi gue gak bahwa lelaki yang yang cintai ini akan mati ... "
" Gue ini udah muak dengan kesepakatan itu Dipta gue gak mau Penuhi Permintaan yang gila itu, "
" Lo harus mau Chiko gue mau Aluna bisa melepas gue setelah gue ada di sampingnya," ujar Dipta
" Aluna itu bukan barang Dipta yang bisa di tukar seenaknya ngerti,"
Dipta hanya diam
" Pokoknya gue gak mau Tahu Chiko Lo harus mau jagain Aluna buat gue, gue Percaya sama Lo, Lo bisa jagain Aluna buat gue,"
" DIPTA LO ITU JANGAN EGOIS KAYAK GINI," Teriak Chiko
Chiko itu tahu Dipta itu hanya Putus asa dengan Penyakitnya yang di derita saat ini
" LO ITU JANGAN PUTUS ASA KAYAK GINI DIPTA MANA YANG DIPTA GUE KENAL DULU DIPTA YANG GUE KENAL DULU ITU KUAT GAK LEMAH KAYAK GINI," ujar Chiko
" GUE JUGA GAK MAU KAYAK GINI TAPI TAKDIR BUAT GUE KAYAK GINI OPERASI ITU CUMA BIKIN GUE MATI GAK BISA BIKIN GUE SEMBUH TOTAL,"
Chiko langsung kaget mendengar Perkataan Dipta
" Pasti Lo bohong kan sama gue,"
__ADS_1
Dipta menggeleng
" Gue juga gak mau ninggalin Aluna kayak gini Tapi Penyakit yang gue derita ini yang akan ninggalin dia," ujar Dipta dia tetap tegar agar tidak menangis
" Gue gak tahu lagi Chiko gue harus berbuat apa hanya Lo yang bisa gue Percaya itu bisa jagain Aluna setelah gue Operasi nanti,"
" Gue akan Penuhi Permintaan Lo Dipta itu untuk jagain Aluna," sahut Chiko dengan terpaksa
Dipta langsung menoleh ke arahnya
" Setelah Operasi nanti gue akan berobat di luar negeri gue gak tahu gue bisa balik ke Indonesia apa gak Chiko buat Aluna benci gue buat seolah gue Pergi ninggalin dia begitu saja setelah itu gue akan gugat cerai dia setelah itu Lo bisa miliki dia seperti yang gue mau,"
" Lo udah gila Dipta dengan jalan Pikiran Lo itu,"
" Mungkin itu yang terbaik buat dia," Ujar Dipta dengan sedih
" Buat dia bahagia "
" hanya dia yang bisa kuat kayak gini sampai sekarang,"
" Kalau dia yang bisa Lo kuat Lo juga harus bisa Dipta menghadapi semua ini,"
Dipta langsung menghela nafas ia tak tahu lagi harus gimana lagi ia harus berkorban untuk orang yang cintai dia rela melepas cintanya ini yang terbaik buat dia Perempuan yang ia cintai Dipta yakin Aluna bisa bahagia walau tanpa dia
" Kamu harus bisa bahagia Aluna walau tanpa aku," lirih Dipta dalam hati
" aku yakin Chiko bisa jagain kamu setelah aku Pergi nanti,"
...•••••...
" Aluna kamu kenapa " Ujar Sonya yang melihat raut wajah Aluna berubah Pucat
" Dipta Mi "
" Dipta kenapa Aluna " sahut Sonya tak kalah Khawatirnya
" Dipta gak ada di kamarnya aku udah cari dia kemana-mana Tapi dia gak ada,"
" Apa kamu habis berantem sama Dipta,"
Aluna menggangguk ia memang habis bertengkar hebat dengan Dipta ini semua salahnya andai saja Aluna tidak menuruti egonya mungkin Dipta masih di sini
" Ya Tuhan Dipta kamu ke Mana kita harus cari Dipta Mami gak mau Dipta kenapa-kenapa Aluna Mami gak mau Penyakit Dipta semakin Parah," Ceplos Sonya
" Mi Maksud Mami apa Penyakit Dipta semakin Parah apa Mami menyembunyikan sesuatu tentang Penyakit Dipta ... "
" Maksud Mami itu .... " Sonya sudah janji untuk menyembunyikan Penyakit Dipta ke Aluna
" Mi, Aluna " Panggil seorang dari belakang
Aluna dan Sonya langsung menoleh ke arahnya
" DIPTA "
Aluna langsung Dipta dengan erat
__ADS_1
" Dipta kamu dari mana aja sih maafin aku ya kamu gak apa-apa kan," ujar Aluna khawatir
" aku gak apa-apa aku cuma dari ingin cari angin segar, " sahut Dipta
" Dipta kamu dari mana aja kami itu Khawatir Sama kamu,"
" aku gak apa-apa Mi Dipta Cuma cari angin segar aja,"
Sonya tahu Dipta menyembunyikan sesuatu darinya entah itu apa
" Aluna kamu bahwa Dipta istirahat aja di kamar, "
" Iya Mi "
Dipta dan Aluna Pun menaiki tangga untuk menuju kamarnya
Sesampainya di dalam kamar Aluna memeluk Dipta dari belakang
" Dipta maafin aku ya aku tahu aku egois,"
Dipta melepaskan Pelukannya ia lalu menghadap wajah cantik istrinya untuk terakhir kalinya sebelum dia Pergi untuk selamanya
" jangan nangis dong Nuansa Aluna istriku," ujar Dipta mengusap air matanya
" Seharusnya aku yang minta maaf karena aku udah marah besar ke kamu Maafin aku ya Sayang,"
Aluna mengangguk ia langsung memeluk Dipta dengan erat Dipta membalas Pelukan tak kalah erat Mungkin ini Pelukan terakhir sebelum dia benar-benar Pergi
" Aku Sayang kamu Aluna, "
" Aku tahu juga Dipta jangan Pergi lagi ya dari aku lagi,"
Entah sampai ia harus menutupi semua ini dari Aluna sampai Kapan ia harus berbohong terus kepada Aluna
" Aluna " Aluna menatap wajah Dipta dengan lekat
" iya " balas Aluna
" aku minta sama kamu satu hal aja "
" Minta apa "
" Kamu itu harus bahagia ya selamanya kamu harus tetap tersenyum walau tanpa aku di sisi Kamu,"
" Kok kamu ngomong Kayak gitu sih Dipta aku gak suka ya,"
" jangan ngambek lagi dong kita kan baru baikan masa marah lagi sih Maafin aku ya,"
" iya aku maafin kamu Tapi kamu Jangan ngomong kayak gitu ya kamu harus janji iya, "
" Promise " kata Dipta menunjuk jari Kelingkingnya lalu Aluna mengaitkan kelingkingnya ke jari Dipta
" Kalau kamu tanya kenapa aku mencintai kamu jawabannya bukan tentang siapa kamu ataupun seperti apa Paras dan juga rupamu akan tetapi tentang bagaimana rasa nyaman itu ada di setiap aku bersama kamu Nuansa Aluna," Ujar Dipta dalam hati
...••••••...
__ADS_1