DIPTA

DIPTA
EPISODE 7


__ADS_3

Langkah Dipta langsung tertahan di ambang Pintu kelas XII IPA 2 Sorot matanya tajam mendapati Aluna yang sedang berduaan sama Angga Melihat Aluna yang ketawa-ketiwi seraya menepuk Pundak Angga membuatnya terbakar.


Seraya tertawa Aluna menoleh dan tak sengaja melihat Dipta yang berdiri di ambang Pintu dengan tatapan yang begitu menakutkan Pria itu seperti Psikopat yang Ingin mencabik-cabiknya Ia yang tadinya senyum langsung kecut dan cepat mengalihkan Pandangannya.


" Aluna kamu kenapa " tanya Angga yang duduk di samping Aluna Melihat Perubahan ekspresi cewek yang sedang ia ajak bicara membuatnya terheran Tadi Aluna ceria banget dan sekarang jadi kayak orang kepanikan gitu.


Aluna geleng kepala Angga curiga hingga ia melihat sekeliling dan mendapati Dipta di depan Pintu.


Ekspresi Dipta memandangnya seperti orang yang mau mengajaknya gelut. Apa iya Dipta yang membuat suasana bahagianya bersama Aluna menjadi tersenyum


" Angga kita udahan aja ya bahas acara Perpisahan Bu Ani nanti kita lanjut lagi deh Pas istirahat," ujar Aluna yang mengusir Angga secara halus.


" Ya udah kalau gitu aku kelas dulu Ya," Angga beranjak dari bangku Aluna Ia tersenyum


" Bye Aluna " ucapnya sambil melambai


" Bye juga Angga "


Ketika Angga berjalan menuju Pintu Pandangannya langsung Tertuju Kepada Dipta yang melihat Angga langsung menatapnya dengan tatapan sinis


" Ngapain lo liatin gue segala suka sama gue Sorry ya gue emang ganteng Tapi gue ini Cowok normal Paham," Ujar Dipta


" Dan satu lagi ngapain lo di kelas gue segala gue gak suka kalau lo di sini," Ujar Dipta sekali lagi


Angga menghadap Dipta Ia memasukkan satu tangannya ke saku celana Putih abu-abu miliknya Bergaya cool dengan ekspresi datar memandangi Pria yang hobi cari keributan.


" Gue ini Ketua OSIS dan gue itu berhak ke kelas siapa aja," angkuhnya.


Dipta tersenyum miring. Ia memasukkan kedua tangannya ke saku celana sembari menghadap Angga


" Ya elah Angga belagu amat sih lu baru juga jadi Ketua OSIS belum juga jadi Presiden."


Aluna dengan cepat mendatangi 2 cowok yang memang tidak akur di SMA Kencana


Aluna menarik tangan Dipta Menggandeng lengannya dengan kuat agar tidak lepas darinya


" Angga lebih kamu cepetan Pergi dari sini Aku gak mau kamu berantem sama nih anak," Ia bukannya mengkhawatirkan Dipta malah cemas dengan orang lain


Angga tersenyum sambil mengangguk lalu Pergi dari kelas


Aluna ingin melepaskan tangan dari Dipta segera mau balik ke bangkunya namun tangannya ditarik hingga tubuhnya melayang dan hampir jatuh tapi Dipta cepat menangkapnya. Terjadilah adegan romance seperti di drama korea Matanya dan mata Dipta bertemu untuk beberapa detik Dengan genit Dipta mengedipkan maja membuat Aluna mau muntah


" Lepasin gue "


" Yakin nih "


" Cepetan lepasin gue "


" Oke "


BRAK


Tubuh Aluna langsung jatuh ke lantai


" YA AMPUN DIPTA "


" Ups sorry istriku sayang " ucap Dipta meledek.


" DIPTA "


Dipta mengulurkan tangannya.


" Butuh bantuan "


Aluna menepis tangan Dipta Ia berdiri sendiri.


" Lo itu laki-laki satu-satunya yang gak Punya Pe-ra-sa-an " Ia dengan kesal kembali ke bangkunya.


" Gue Punya kok Aluna Sayang Tapi lo gak mau nerima gue "


Aluna menoleh. " Sayang-sayang Palak lu Peyang "


" Dasar cowok stres "


" Astagfirullah Aluna Sayang gak boleh begitu ya lain kali."


Aluna mengulurkan lidahnya meledak cowok itu.


" Untung istri kalau bukan udah gue dadarin lu,"


...••••...


" Semua buku disimpan kedalam tas," ucap guru di depan kelas.


" Hari ini kita akan mengadakan Kuis gak boleh liat buku apalagi handphone Paham kalian, " tegasnya dengan ketus.


Semua murid kelas XII IPA 2 mengeluh mendengar kata kuis dadakan kecuali Aluna yang sangat bersemangat karena ia murid terpintar di kelas dan sudah siap untuk uji kepintaran di Pelajaran favoritnya ini.


" Anjir " keluh Marco yang duduk di bangku bagian belakang bersama teman-temannya


" Gue gak ada Persiapan lagi buat Kuis dadakan seperti ini " ia mengacak-acak rambutnya frustasi Selalu saja kuis diadakan mendadak seperti ini


" Matilah kita " tambah Kenzo yang duduk sebangku dengan Marco


" Bos lo udah belajar gak " tanya Kenzo sembari menoleh ke bangku sebelahnya


" Apa itu belajar " Dipta balik bertanya


" Kayaknya Gue udah salah nanya keknya Lo gimana bro," Kenzo menanyai Chiko yang duduk sebangku dengan Dipta


" Gue gak sempat belajar sibuk ngurusin Peliharaan gue," jawab Chiko


" Enggaklah ngapain belajar buang waktu aja," jawab Aldi yang selalu santai di setiap kondisi.


" Jadi gimana " tanya Kenzo yang terlalu cemas karena takut nilainya jelek kemudian diomeli emaknya yang super galak.


" Santuy, santuy " sahut Aldi


" Palak lu santuy " sahut Kenzo


" Gue dapat nilai jelek mau tanggungjawab lo,"


" Kalian " Guru menunjuk kelima cowok yang dari tadi ia dengar suaranya.


Aluna Tertawa melihat Dipta bersama geng keabsudrtannya yang dimarahi bu guru.


" Rasain " gumamnya.

__ADS_1


" Kalau sampai nilai kalian berlima jelek ibu jamin kalian gak akan lulus,"


" Yakin nih Bu ? Emang ibu mau ketemu saya lagi," Dipta tersenyum manis tanpa rasa takut Pada bu guru yang terkenal killer di sekolah ini.


" Yakin imannya kuat " Dipta tertawa dan keempat temannya ikut tertawa juga Benar-benar membuat guru naik Pitam.


Bu Hesti langsung kesal. " Kurang ajar banget ya kamu " Bu guru menghampiri Dipta lalu menjewer kuping muridnya yang bendel itu


" Aduh Buk sakit bukk .... " Dipta merengek kesakitan dan ia ditertawakan semua teman kelasnya termasuk keempat temannya dan Aluna juga menertawakannya.


" Jangan mentang-mentang Papa kamu itu kakak saya ya Dipta dan kamu bisa seenaknya dengan saya Dari kelas x kamu selalu kurang ajar sama saya," tegas bu guru dengan nama Hesti ini


Hesti tidak Peduli ia terus menjewer kuping Dipta dan membawa muridnya itu sampai ke depan kelas


" Kalian mau saya gini kan juga "


" Enggak buk " jawab semuanya.


" Buk sakit telinga saya buk .... " Dipta kembali memohon.


Hesti melepaskan jewerannya


" Masih berani tidak sopan Pada saya,"


" Masih " jawab Dipta enteng.


Semua tertawa mendengar jawaban Dipta


" Masih " Bu Hesti melototi Dipta


" Bercanda Bu Santuy " Dipta menepuk-nepuk Pundak bu Hesti


Bu Hesti menepis tangan Dipta


" Di sini saya guru kamu ya Dipta Kita memang keluarga tapi di sekolah kamu itu murid saya Bukan Keponakan saya "


" iya, iyaa, Ibu yang cantikkk "


" Astaga ternyata bu Hesti tantenya Dipta toh berarti dia itu tantenya aku juga Bahaya nih," ujar Aluna dalam hati.


" Sana duduk "


Dipta berbalik lalu berjalan menuju bangkunya. Tapi berhenti di tengah jalan ketika tepat di barisan Aluna la menoleh lalu senyum Pada Aluna


" Ih gak banget " Aluna memalingkan wajahnya.


Dipta lanjut berjalan dan duduk di bangkunya.


" Dipta Siapa suruh kamu Duduk ke sana " tanya bu Hesti


" ibu kan Tadi nyuruh saya duduk ya Saya Duduk Buk,"


" Duduk di situ " Bu Hesti menunjuk bangku yang diduduki cewek rambut Panjang bergelombang teman sebangku Aluna


" Buk ini bangku saya " ucap cewek bernama Nadin sambil berdiri ia tidak terima bangkunya akan ditempati manusia terjail yang suka ngeledekinnya sama Chiko


" ibu suruh saya duduk bareng Aluna," tanya Dipta tak Percaya


" Buk ini bangku saya buk Saya gak mau Pindah " tegas Nadin


" iya Bu ini bangku Nadin kenapa Dipta yang jadi teman sebangku saya ? Saya gak mau Bu," Protes Aluna


Aluna dan Nadin tak dapat berkutik Nadin mau tak mau harus merelakan bangkunya dan Pindah ke belakang duduk bersama Chiko karena tidak ada satupun kursi yang kosong kecuali kursi yang sebelumnya ditempati Dipta


" Cieee cieee "


Nadin seketika digoda oleh teman-teman kelasnya Rasanya kesal banget Mau dibalas ada Bu Hesti Dia tidak mau segala hewan di kebun binatang keluar dari mulutnya dan akan membuatnya dalam masalah.


Dipta senyum-senyum kesenangan karena duduk sebangku dengan Aluna langsung memandang sinis ke Dipta ketika cowok itu mendaratkan bokongnya di sampingnya.


" Apes banget hidupku " Sesal Aluna dalam hati.


Bu Hesti tersenyum. " Baik kuis bisa mulai sekarang," Ia mengambil soal yang sudah ia siapkan lalu membagikannya ke Para murid


Dipta berbisik di telinga Aluna


" Nyontek ya Sayang "


Aluna langsung mendorong wajah Dipta


" Enak aja "


" Pelit amat lu sama su ..... " dengan Cepat Aluna membekap mulut Dipta jangan sampai orang-orang tahu jika mereka suami-istri.


Dipta melepaskan tangan Aluna yang menutup mulutnya.


" Bau terasi tangan lu "


" Enak aja lo ngomong "


" Dipta ! Aluna " Hesti menoleh memandang muridnya yang masih saja berisik.


" Dipta Buk yang mulai," adu Aluna


" iya Bu emang saya " ngaku Dipta


" Lah ngaku " ucap Kenzo heran


Hesti menghampiri Dipta ia berdiri di samping Dipta lalu berbisik


" Tolong urusan rumah tangga jangan dibawa ke sekolah."


" Ngerti " tanya Bu Hesti selesai berbisik.


" l see, l see," jawab Dipta


" Kerjakan ini " Bu Hesti menunjuk soal yang ia berikan.


" Jawab dengan benar dan jangan nyontek,"


" Kalau minta jawaban dan dikasih dosa gak Bu " tanya Dipta


Hesti memandang Aluna Dia tahu maksud Dipta


" Tetap gak boleh " jawabnya ketus.


" Yahhh " Dipta malas mendengar jawabannya.

__ADS_1


Bu Hesti kembali ke mejanya karena sudah selesai membagikan soal yang berjumlah 100 soal


" Kerjakan dengan jujur dan waktunya 1 jam Selesai tidak selesai harus dikumpulkan "


" Baik Bukkk " sahut sebagian dengan lemas.


...•••••...


Dipta yang sebelumnya sedang asik di bangku kantin bersama teman-temannya tiba-tiba berdiri sembari memukul meja ia memicingkan matanya ke Pemandangan yang sangat merusak moodnya.


" Dipta kenapa lo " tanya Chiko keheranan dengan sikap temannya yang tiba-tiba aja berubah.


Dipta tidak menghiraukan Chiko ia langsung melenggang Pergi ke meja kantin dimana ada Aluna dan Angga yang baru duduk di sana.


" Ngapain lo sama dia " Dipta menarik tangan Aluna


" Dipta Lo itu Apa-apaan sih Lepas gue gak Lepasin " Aluna berusaha melepaskan tangannya dari Dipta


Angga langsung berdiri


" Hei Lepasin Aluna " Angga Pasang badan demi wakil OSIS-nya itu.


" Lo gak usah ikut campur " Dipta menarik Aluna lagi tapi istrinya itu tidak kunjung beranjak.


" Gue gak mau ikut lo "


" Lepasin Aluna " tekan Angga sekali lagi


Dipta menghempaskan tangannya melepas Pegangannya Pada tangan mungil Aluna la melangkah berdiri di hadapan Angga lalu menarik kerah seragam Angga


Dipta menghempaskan tangannya melepas Pegangannya Pada tangan mungil Aluna. Ia melangkah berdiri di hadapan Angga lalu menarik kerah seragam Angga


Kenzo, Aldi, Marco dan Chiko langsung bergegas menghampiri bos mereka Kepo dengan keributan yang sebentar lagi akan terjadi Mereka datang bukan untuk mencegah Namun untuk memanas-manasi agar Dipta menghantam wajah Angga yang belagu dan sok berkuasa di sekolah Mukanya doang yang terlihat bijaksana tapi bagi mereka Angga hanya cowok manja yang gila akan kehormatan.


" AYO DIPTA BONYOKIN MUKANYA SAMPE JADI TELUR DADAR " seru Kenzo


" TONJOK AJA BOS " tambah Marco


" AYO DIPTA HAJAR " Aldi tak mau kalah menyemangati bosnya yang baik hati selalu mentraktir mereka.


" Sejak kapan Dipta cemburu sama Aluna deket sama Angga " Beda dari yang lain Chiko justru Penasaran.


" Lo tau gak hubungan apa antara sahabat gue sama sahabat lo " tanya Chiko Pada cewek yang berdiri di sampingnya.


" jangan tanya sama gue ! Anggap aja kita Pernah kenal " ketus Nadin sambil menyibak rambutnya lalu Pindah Posisi Jauh-jauh dari Chiko


" Astagfirullah gue masih aja gak dianggap ," Chiko menghela napas berat


" Dipta Lepasin Angga " tekan Aluna Kembali Pada drama Angga dan Dipta Suara melengking Aluna Pun terdengar meminta suaminya melepaskan Angga


" Jangan Pernah sentuh Angga "


Dipta melepas Angga sambil mendorong Pria itu la menoleh menatap tajam Aluna


Aluna melangkah berdiri di hadapan Dipta


" Kalau lo berani nyakitin Angga sama aja lo nyakitin gue "


" Ada apaan sih " Cewek berpipi chubby itu sangat Penasaran dengan kerumunan di kantin. la datang untuk melihat apa yang terjadi Rela himpit-himpitan demi dapat Posisi di depan hingga bisa melihat ternyata mantan Pacarnya yang sedang ribut dengan Angga teman kelasnya.


" Ngapain sih si Dipta " gumam Zea


" Lo menang kali ini " Dipta menunjuk Angga


Dipta Pergi meninggalkan Aluna bersama Angga cowok yang disukai istrinya itu Menusuk sekali hatinya lantaran istrinya malah melindungi orang ketiga.


" Bubar kalian semua " Pekik Aluna


" Dipta cemen banget sih masa gitu aja langsung Pergi " keluh Marco seraya berjalan bersama temannya menuju bangku mereka.


" Lo merasa aneh gak ? Kok Dipta kayak ada hubungan Spesial sama Aluna Apa mereka berdua udah jadian " tanya Chiko yang sedang mendaratkan bokongnya di tempatnya semula.


" iya gue juga curiga " sahut Kenzo


" Apa jangan-jangan .... " Aldi menggantungkan kalimatnya sengaja agar Para temannya Pada mikir.


" Ah gak mungkin " bantah Marco


" Dipta itu masih gamon sama Zea."


" Ah masa ? Perasaan Dipta udah move on Buktinya dia gapapa soal Zea yang Pacaran sama Rio "


" Gak usah Pikirin itu Pikirin ni gimana kita bayar ini semua Dipta udah Pergi terus siapa yang bayarin ini semua, " tanya Kenzo mengalihkan Pembicaraan


" Ya elu lah " jawab ketiga temannya dengan kompak sambil menunjuk Kenzo


" Anjirr Gue gak ada duit "


" Lah apalagi gue " kata Marco


" Gue apalagi lo taulah ortu gue gak jarang banget kasih gue jajan," curhat Aldi


" Ya udah kita kabur " Aldi langsung lari dari kantin meninggalkan teman-temannya.


" Woi ! Tunggu " Aldi menyusul kemudian Marco ikutan tapi ia sempat melarikan Paha ayam yang belum selesai ia habiskan.


" Sialan mereka " Chiko baru mau ikutan tapi keburu ditarik sama Bu Nina


" Mau kemana kamu ? Bayar dulu Semuanya 125 ribu."


Chiko cengengesan. " Maaf Bu saya gak ada duit." la cengengesan lagi


" Ngutang dulu ya Bu nanti dibayarin


sama Dipta "


" Astagfirullah teman macam apa kamu ini Selalu yang bayar Dipta Udah hampir 3 tahun kamu sekolah di sini tapi masih aja morotin uang temen.”


Chiko malah diceramahi tapi bukannya sadar malah cowok tinggi itu terkekeh saja.


" Dipta aja gak keberatan buk kok malah ibu yang usil,"


" Dasar anak kurang ajar Ya udah Pergi sana tapi suruh teman kamu ke sini ya buat bayar Udah banyak hutang kalian di kantin saya Rugi saya nanti.”


" iya Bu tenang teman saya Dipta Pasti lunasin kok Assalamualaikum Buk " Chiko buru-buru Pergi menyusul teman-temannya yang sudah Pada kabur duluan.


" Selamat-selamat " Chiko mengelus dadanya.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2