
Dipta melirik muka Aluna di spion Kelihatan banget Aluna tidak suka dibonceng olehnya Muka jeles gadisnya itu jelas banget terlihat Aluna juga tak mau memeluk Pinggangnya Malah lebih milih berpegang di Pundaknya Sangat tak romantis.
Menelusuri jalan tanpa Perbincangan akhirnya sampai Pada tujuan Aluna turun dari motor dan menyelonong tanpa menunggu Dipta Sebelum Aluna masuk kedalam Dipta cepat mengejar Aluna
" Aluna " Dipta mencekal tangan Aluna
" Apa sih Dipta gue ini capek banget Tahu mau istirahat," keluh Aluna yang sangat kelelahan dan mau segera rebahan di kasur.
" Gue Punya kejutan buat lo Tapi Lo harus Tutup mata sampe ke kamar "
Aluna menghempas tangannya dan Pegangan Dipta Pun lepas.
" Lo itu jangan aneh-aneh deh Dipta gue ini capek," Aluna melangkah dan Dipta kembali mengejarnya dan mencekal tangannya lagi Cowok itu benar-benar memancing emosi.
" Dipta apa sih "
" Gue ada hadiah buat lo Tutup mata dulu,"
" Dipta lo itu kenapa sih ada aja tingkahnya gue udah bilang gue capek mau istirahat Gue lagi gak mood ya berantem sama lo Belum cukup apa dengan masalah yang di kantin tadi,"
" Siapa yang ngajak berantem Orang gue mau kasih kejutan Pokoknya lo Tutup Mata kalau gak gue colok mata lo," ancam Dipta
" Astagaaa Ya udah iya awas ya lo ngisengin gue," Aluna Pasrah ia akhirnya menutup matanya Ia tidak mau drama ini jadi Panjang maka ia ikuti saja alurnya.
" Oke ayo jalan Tapi awas ya ngintip Kalau lo ngintip bintitan mata lo Paham," Dipta menggandeng tangan Aluna menuju kamar Sampai di kamar Dipta mengambil sesuatu di laci lalu berdiri kembali di depan Aluna
" Sekarang buka mata lo "
Perlahan Aluna membuka matanya dan tidak terjadi apa-apa Tidak ada yang spesial.
Aluna menghela napas Pendek Sudah Aluna tebak Dipta mengerjainnya.
" Gue benar-benar gak ngerti lagi sama lo Dipta Benar-benar gak jelas,"
" Tadaaa " Dipta Pun menunjukkan hadiah yang ia sembunyikan di belakang Punggungnya.
Bintik hitam mata Aluna membesar melihat kotak iphone Namun Aluna masih ragu siapa tahu isinya batu bata ia tidak boleh berekspektasi tinggi Pada Dipta
" Nih buat lo " Dipta menyodorkannya ke Aluna
" Apaan ni "
" Ya kali ikan HP lah "
" Beneran isinya HP ? Bukan batu bata kan "
" Bukan Aluna Sayangggg "
" Ihh jijik banget sih lo Dipta lo itu jangan Pernah Panggil gue Sayang,"
" Ambil "
" Beneran buat gue " tanya Aluna yang masih ragu Siapa tahu isinya ular lidi
" Iya buat elo " Dipta menaruh iphone 14 di tangan kanan Aluna
" Iphone terbaru Sekarang HP kita samaan Malu juga gue masa istri gue HP-nya android Mana mereknya murahan lagi,"
" Tunggu dulu jangan-jangan lo kasih Hp ini Pasti ada sesuatu," Pikir Aluna ia memicingkan matanya menatap Dipta memandang Penuh curiga.
__ADS_1
" Ya ampun Aluna lo itu ya gak Pernah berubah sampe sekarang Curiga mulu sama gue Buka aja itu Iphone-nya "
" Gak " Aluna mengembalikan iphone yang Dipta berikan.
" Lo Pasti ngasih ini ada maksud niat terselubung kan ? Lo Pasti mau itu ? Gak bakal ini gak senilai dengan selaput darah gue "
" Ya Allah su'uzon banget sama iphonenya gue kasih ini karena kiss kita semalem Tanda makasih aja."
" Cuma gara-gara ciuman singkat itu aku dapat iphone 14 gimana kalau aku kasih Dipta lebih " batin Aluna
" Lo bakal dapat lebih dari ini laptop iphone mobil juga bisa atau lo mau benda lain yang lebih mahal dari ini Bisa gampang lah tapi .... "
" Gue udah tau otak kotor lo " Aluna menampol kepala Dipta dengan kotak iphone.
" Aduhh ..... "
" Btw makasih iphonenya " Aluna beranjak ke Pinggir ranjang Ia langsung unboxing iphone yang ia dapatkan.
" Wahh ini HP impian banget " girangnya dalam hati ketika memegang iphone 14 Serasa mimpi bisa Punya HP semahal ini.
Dipta tersenyum melihat Aluna yang tampak senang mendapatkan hadiah darinya
Dipta menghampiri Aluna Ia membungkuk dan memajukan kepalanya.
" Cium dulu dong " Pintanya.
Aluna mendongak. " Nih ciuman " ia menyentil bibir monyong Dipta yang mau menciumnya.
" Arrhh " Bibir Dipta nyut-nyutan Sakit banget sumpah.
" Mau lagi "
...•••••...
" Mi, Pi, ini " Selesai makan makam Dipta memberikan surat Panggilan orang tua kepada mami-papinya.
" Apa ini Dipta " tanya Sonya yang mengambil surat itu.
" Surat Panggilan Kalian besok di suruh ke sekolah," jawab Dipta santai.
" Ya ampun Dipta kamu ngapain lagi sih Dipta," Entah sudah berapa kali ia mendapatkan surat Panggilan orang tua ini sekian kalinya ia akan kembali lagi ke sana Anaknya itu memang suka membuat onar.
" Dipta itu habis mukul anak kepala sekolah Mi sampai Pingsan," jawab Aluna.
" Dipta Berapa kali Papi Peringatkan ke kamu gak boleh berkelahi Kalau kamu kenapa-napa gimana,"
Dipta diam tanpa respon Wajah datarnya menunjukkan ia tidak merasa bersalah.
Sonya menepuk Pelan Pundak suaminya
" Pi sabar Dipta Pasti Punya alasan Dipta coba kamu ceritain kenapa kamu ngelakuin itu Nak,"
" Dia gangguin Aluna " jawab Dipta singkat.
" itu kan jelas sekarang masalahnya dimana."
Aluna cepat menyangganya
" Aluna gak diapa-apain kok Mi Diptanya yang salah Paham."
__ADS_1
" Enggak " bantah Dipta
" Gue gak salah Paham Gue cuma gak suka liat Lo itu sama Co ... " Ucapan Dipta terpotong karena Aluna membekap mulutnya.
" Mi-Pi yang Dipta bilang gak bener Dia cuma membela diri."
" Ya udah besok biar Papi yang dateng," ucap Bram yang malas memperpanjang masalah.
Aluna menyengit bingung. " Kok mereka biasa aja sih ? Gak marah-marah gitu " tanyanya dalam Hati
" Oke " Dipta memundurkan kursinya, ia berdiri lalu ke kamar.
Aluna ikut beranjak Ia berlari kecil mengejar Dipta
" Dipta kok orang tua lo biasa aja "
" Ya karena gue emang gak salah."
" Gak salah darimana ? Hidung Angga sampai Patah lo bilang gak salah "
" Lo di Pihak Angga makanya lo ngerasa gue yang salah Coba buka Pikiran lo ada suami yang suka liat istrinya disentuh-sentuh sama cowok lain Enggak 'kan "
Aluna skakmat.
...•••••...
" ASSALAMUALAIKUM " Cowok menginjakkan kaki di kediaman ketua royal mereka Malam-malam begini memang asik nongkrong di rumah besar bak istana Ada banyak makanan di rumah ini akan membuat mereka kenyang sampai esok hari.
" Waalaikumsalam " Seorang wanita berpakaian sederhana membuka Pintu Kedipan mata dari Aldi untuk wanita yang dipanggil mba Lala itu seketika menunduk Mba Lala malas meladeni anak muda seperti Aldi Terlalu genit, ganjen, dan gak sopan.
" Diptanya ada mba " tanya Chiko
" Ada Ayo mba antar "
Mba Lala mengantarkan 4 cowok tampan ke ruangan televisi Di sana memang biasanya teman-teman dari anak majikannya itu berkumpul.
Mba Lala kemudian Pamit untuk menyiapkan hidangan Setelah beberapa menit mba Lala kembali dengan membawa jus segar minuman soda berbagai macam snack bahkan ada martabak telur dan manis Kenzo tanpa malu langsung memakan cemilan dan meneguk jus jeruk buatan mba Lala.
" Behh seger bangettt."
Mereka berempat asik di ruang televisi Sambil menunggu mereka nonton youtube, nonton Upin-Ipin tepatnya Serandom itu memang mereka berempat Meski sudah 18 tahun tapi masih doyan upin-ipin.
" Dipta mana sih lama banget " Keluh Chiko yang sudah kesemutan menunggu Dipta
" Ngapain aja Tuh anak lama banget "
" Udah setengah jam Nih tuh orang gak keluar-keluar dari kamar gak asyik kalau gak ada Tuh anak " tambah Kenzo
" Mandi kali " sela Marco
" Gak usah Pusing deh selagi masih ada cemilan yang enak kayak gini gue rela deh tungguin sampe kiamat," ujar Aldi
" Loh mah Paling doyan lama-lama di sini," sahut Chiko
Di lain sisi Aluna selesai memakai skincare malamnya. Ia yang menggunakan baju Piyama Polos bewarna abu-abu keluar kamar. Ia menuju ke ruang televisi untuk nonton drama korea favoritnya Namun ketika tiba di sana ia kaget melihat 4 teman kelasnya.
" ALUNA "
...•••••...
__ADS_1