
...Aku tahu kamu tak Pernah mencintaiku...
Setelah cukup lama meliburkan diri dari sekolah karena masa Pemulihan hari ini Dipta memutuskan untuk kembali menginjakkan kakinya ke sekolah Sudah beberapa hari ia melewatkan Pembelajaran karena kondisinya yang cukup memprihatikan Meskipun ia selalu berhasil menyembunyikan sakitnya di depan gadis yang tampak sangat mengkhawatirkan kesehatannya.
Tepat hari ini ia akan melaksanakan ujian akhir Dimana masa senang di bangku sekolah menengah atas akan segera berakhir Rasanya sangat disayangkan sekali jika ia melewatkan hari Penting itu Apalagi mengingat waktunya yang tidak akan lama lagi
" Dipta kamu gak Perlu maksain diri kamu masuk sekolah kamu bisa ikut ujian susulan kok Mami takut kamu belum Pulih total," ujar Sonya yang duduk di hadapan Putranya sembari memandangi anaknya yang sedang menikmati hidangan Pagi ini Masakan yang ia buat sendiri demi menyenangkan sang Putra yang dulunya ia sia-siakan. la ingin menebus kesalahannya dan beberapa hari ini ia merelakan meninggalkan kerjaannya hanya untuk meluangkan waktu lebih lama bersama Putra malangnya itu.
Aluna yang duduk di samping Dipta menoleh Sudah seminggu mereka berdua kembali ke rumah orang tua Dipta
Sejak kejadian Dipta sakit banyak hal yang menyanggah menurutnya. Kedua orang tua Ali tampak sangat khawatir Bahkan menjadi Posesif Pada Putra mereka. Dipta bahkan dilarang-larang untuk masuk sekolah dan bermain bersama teman-tamannya Padahal Dipta sudah kelihatan baik-baik saja.
Dipta mendongak menatap kedua orang tuanya. Mami dan Papinya selama seminggu ini sangat berbeda dari biasanya Mereka sangat Perhatian dan bisa dibilang excessive (berlebihan) sehingga ia kemana-mana saja tidak diperbolehkan. Perubahan yang cukup baik, tampak seperti orang tua yang sangat mencintainya dan takut kehilangannya. Namun, ia sudah tidak memerlukan Perhatian itu. la tahu orang tuanya memperlakukannya seperti itu karena dirinya yang sebentar lagi akan meninggal Seolah-olah kematiannya menjadi ajang Perlombaan dalam memberinya Perhatian. Padahal hal tersebut sudah tidak ia butuhkan Sudah terlambat. la hanya ingin tenang dan mati dengan damai tanpa ada Penghalang yang seolah tak mau kehilangannya.
" Papi setuju Daripada kamu masuk sekolah mending kamu istirahat di rumah. Kamu belum sepenuhnya sehat Kami mencemaskan kamu Dipta Papi dan Mami gak mau kamu sakit lagi," tambah Bram
Dipta langsung menunduk sambil menghela napas. " Aku ini baik-baik aja kalian gak Perlu berlebihan," balasnya dingin.
Aluna yang Peka dengan sikap Dipta pun berbicara, " Pi, Mi, Dipta udah sehat kok Hari ini hari Penting untuk kita Jadi izinin Dipta ya Plis ... " mohonnya Aluna langsung meraih tangan Dipta menggenggamnya sambil memandangi wajah suaminya yang tengah menatapnya.
" Aku akan jagain Dipta Kalau Dipta kenapa-napa aku janji akan segera menghubungi kalian." la pun tersenyum dan kembali menatap kedua mertuanya.
Bram dan Sonya saling melihat satu sama lain. Keduanya terlalu bimbang untuk melepaskan Dipta dari Pengawasan mereka Mereka sangat tahu kondisi Dipta sehingga rasa takut menghantui keduanya. Mereka hanya tak ingin Dipta mengalami hal buruk dimana kondisi Dipta akan bertambah terpuruk jika sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi.
" MI, Pi, Plis ... kasih Dipta izin buat ikut ujian akhir ini momen terakhir kami di sekolah." Aluna kembali memohon. Ia tidak akan Putus asa sebelum mendapat izin.
Sampai akhirnya Sonya dan Bram mengalah dan mereka menganggukkan kepala sebagai tanda Persetujuan.
Senyum Aluna mengembang merasa senang karena berhasil meluluhkan mertuanya
" Makasih Pi, Mi," katanya lalu senyum manis Pada Pria yang masih ia genggam tangannya Tetapi Dipta tak membalas senyumannya dan tidak tahu apa sebabnya Dipta malah melepaskan genggamannya.
Seminggu ini tingkah Dipta sedikit berbeda dari kemarin Sejak keluar dari rumah sakit Dipta menjadi dingin dan tak terlalu banyak bicara Bahkan cowok itu sudah tak mau seranjang dengannya Lebih memilih tidur di sofa dengan alasan tak jelas.
" Tapi ada syaratnya," ucap Sonya
Sorot mata Dipta langsung menajam menatap maminya itu.
" Mulai sekarang Mami gak bolehin kamu motoran lagi Kalian berdua akan diantar Pak Burhan."
" Ta .... " Dipta ingin Protes tapi Aluna menahannya dengan memberi tanda memegangi Pergelangan tangannya.
" Baik Mi, kita setuju," ujar Aluna lalu tersenyum.
Dipta cuman melirik Aluna tanpa berkata apa-apa.
Selesai sarapan mereka berdua berpamitan Mereka berangkat menggunakan mobil yang disopiri oleh Pak Burhan. supir Pribadi Dipta Dipta sudah tak diperbolehkan berpergian sendirian lagi. Terpaksa ia tak lagi menggunakan motor kesayangannya itu Sebenarnya ia tidak mau diperlakukan manja seperti ini Akan tetapi ia malas untuk meributkannya.
__ADS_1
Dipta dan Aluna duduk di belakang dan sejak mobil berjalan tak ada yang mereka Perbincangkan. Dipta lebih memilih diam dengan memandangi Pemandangan di luar jendela mobil Langit yang merintikan hujan mencuri Perhatiannya. la menikmati suasana sendu ini. Dimana masuk ke dalam suasana yang mendukung Perasaannya yang sedang mengalami kegelisahan.
Aluna memandangi Dipta sejak tadi Merasa aneh dengan Dipta yang hanya diam dan terus memandangi hujan tanpa mau mengajaknya berbicara. Entah apa salahnya sampai-sampai Dipta mendiamkannya.
" Dipta " Panggilnya ragu karena takut menggangu Pasangannya itu.
" Heem " sahut Dipta seadanya tanpa menoleh.
" Kamu Pasti lagi mikirin ujian kita ya," Menebak saja Mungkin Dipta terlalu stress memikirkan soal-soal ujian yang Pastinya susah dan butuh kerja keras agar mendapatkan hasil yang memuaskan.
" Iya " jawab Dipta singkat.
Aluna mengelus Pundak Dipta untuk menenangkan. " Tenang kamu Pasti bisa kok ngerjainnya Kan, kita udah belajar sampe begadang Aku yakin usaha kita gak akan sia-sia." Ia senyum tipis.
" Semoga aja " balas Dipta datar.
" Dia sebenarnya kenapa sih, kok mendadak jadi kulkas 2 Pintu," batin Aluna heran.
" Dipta " Panggilnya lagi.
" Heem "
" Aku ada salah ya, sama kamu ? Kok aku ngerasa sejak kamu keluar dari rumah sakit kamu berubah Sikap kamu dingin ke aku Kamu sebenarnya kenapa sih,"
Akhirnya Dipta menoleh menatap gadis itu. " Aku gak kenapa-napa,"
" Kalau gak kenapa-napa terus kenapa aku ngerasa kamu itu bukan Dipta yang dulu Yang nyebelin, bawel dan .... " ucapannya terpotong karena Dipta seketika mencium Pipinya. la sampai kaku dan merasa malu karena Pasti Pak Burhan menyaksikan di spion dalam.
" Kamu apaan sih tiba-tiba main cium aja Aku kan, malu."
" Maaf ya kalau sikap aku buat kamu bingung Aku cuman ..." Dipta menggantung ucapannya.
" Cuman apa "
" Cuman kesal "
" Sama aku "
Dipta langsung menggeleng. " Terus sama siapa,"
" Bukan siapa-siapa Lupain aja "
" Ihh ! Jangan gitu dong kasih tau sama siapaaa," Aluna mengayun-ayunkan lengan Dipta saking geregetnya. Ia Paling tidak suka dibuat Penasaran.
" Pastinya bukan sama kamu "
" Ihh nyebelin " Aluna memalingkan wajahnya.
Dipta menggeser duduknya merapatkan tubuhnya ke gadis itu. la Pun berbisik, " Aku boleh minta tolong."
__ADS_1
Aluna langsung menoleh tepat menatap mata teduh Dipta yang terlihat sayu. " Minta tolong apa,"
" Sesuatu "
" Apa "
" Nanti aku kasih tau."
" Kenapa gak sekarang aja,"
" Karena ..... "
" Karena apa ? Ngomong jangan setengah-setengah."
" Gak jadi deh "
" Ih! Nyebelin banget sih kamu Apa sih susahnya tinggal kasih tau sekarang Doyan banget bikin aku naik Pitam Kamu mau aku cepat tua ya,"
Dipta mengangkat kedua sudut bibirnya Nanti Pasti ia akan sangat merindukan wajah gadis di depannya ini. Wajah kesalnya wajah manisnya dan tentu saja wajah cantiknya. la pun menyentuh wajah gadis itu, mengusapnya lembut lalu ... "
" ihh kamu mau ngapain " Aluna mendorong Dipta " Jangan macem-mecem deh, ini di-" Dipta mendaratkan telunjuknya di bibir gadis itu. " Sshhttt, aku gak akan ngapa-ngapain Aku cuman ingin ngelihat wajah kamu lebih dekat."
" Astaga nih bikin jantungan aja deh," batin Aluna Gadis ini mengalami debaran kencang Pada dadanya yang bersumber dari jantungnya.
" Aluna ... " lirih Dipta
" Aku .... "
" Aku apa Dipta ? Jangan bikin aku mati Penasaran Kamu mau bilang apa sebenarnya,"
" Aku ingin tau apa kamu masih cinta sama Angga,"
Aluna langsung terpaku mendengar Pertanyaan itu. la bingung sampai membungkam.
" Kalau masih bilang aja masih aku sekedar ingin tau aja kok Gak usah mikirin Perasaan aku, aku gak apa-apa."
" Kamu kok mendadak nanya kayak gitu sih Dipta," tanya Aluna Rasanya aneh saja tiba-tiba Dipta membahas masalah yang berkaitan dengan Angga Padahal jelas Dipta sangat tak suka dengan cowok itu
Mana Dipta bilang dia gak akan kenapa-napa. Itu malah sangat mencurigakan karena yang ia tahu Dipta sangat tak suka jika ia berhubungan sama Angga
Dipta menghembuskan napas. la mengubah Posisinya kembali seperti semula Memberi jarak dan kembali melihat ke arah jendela. " Aku ingin tau aja Perasaan kamu Kalau kamu gak mau bilang aku gak akan maksa Kok,"
" Aku masih belum bisa ngelupain Angga Jujur aja tapi ... tapi sekarang kamu lebih Penting bagi aku."
Dipta langsung menoleh. " Oh ya " tanyanya tak yakin.
" I-iya," jawab Aluna tanpa ragu.
" Ehem " Pak Burhan sengaja berdehem karena mengingatkan Pada 2 remaja itu bahwa dalam mobil ini ada orang lain. Jadi tolong pada 2 sejoli itu jangan ngebucin di saat ada dirinya Sebab sangat mengganggu konsentrasinya Apalagi ia masih jomblo.
__ADS_1
Dipta dan Aluna tak melanjutkan Pembicaraan mereka. Orang lain tak Perlu tahu hubungan mereka yang sebenarnya Walaupun tadi mereka sempat lupa jika ada nyamuk yang jadi orang ketiga di dalam mobil Alphard hitam ini.
...•••••...