DIPTA

DIPTA
EPISODE 9


__ADS_3

" Assalamualaikum " Aluna mengetuk Pintu kemudian bibi membukakan dan mempersilahkannya masuk


Aluna segera ke kamar dan mendapati Dipta yang sedang duduk di Pinggir ranjang dengan sorot mata tajam memandang gerak-geriknya


" Mampus " batin Aluna


Dipta melepas handphone lalu menyimpannya di atas ranjang Dipta langsung berdiri lalu melangkah menghampiri istrinya.


Aluna meneguk salivanya susah Payah Jantungnya kembali berdisko namun kali ini bukan karena kasmaran melainkan ketakutan.


" Udah Puas mainnya dengan Angga dari Mana aja Lo," Rahang tegas Dipta terpampang jelas Aluna seperti menghadap mamahnya yang siap melabraknya.


" ini Udah Jam 9 baru sampe rumah Ngapain aja Lo sama Angga Udah di Apa-apain aja sama dia Hah," Mulut lantis Dipta tak dapat ia tahan lagi Istrinya sudah kelewatan Pulang malam Padahal katanya sekedar rapat Apa Perpisahan Bu Ani sepenting itu hingga rapatnya berjam-jam Gak masuk akal


" Kurang ajar banget sih Dipta Mulut lo Gue ini bukan cewek kayak gitu ya," sanggah Aluna yang kepancing emosi Siapa yang tidak emosi dikatain seperti itu.


" Terus lo ngapain jam segini baru Pulang," Dipta sudah seperti seorang bapak-bapak yang mengomeli anaknya


" Gue Tadi ditraktir makan sama Angga ngerti Kita berdua cuma makan doang di cafe Gue udah nolak tapi dia maksa jadi gue gak enaklah buat nolak " jelas Aluna


" Gak enak atau keenakan " tuding Dipta


Aluna menggenggam roknya Sumpah ia gedek banget sama cowok di hadapannya Sekarung semen boleh kali nemplok wajah cowok itu Nyebelin banget


" Terserah lo mau nuduh gue apa gue ini udah capek berantem Terus sama lo," Aluna melenggang dengan menabrak tubuh Dipta

__ADS_1


Dipta memegang Pundak Aluna


" Malam ini gue akan ngehukum lo " Ancamnya.


" Bodo " teriak Aluna yang di kamar mandi.


...•••••...


" Mereka ngobrolnya serius banget Lagi bahas apa sih kok aku gak diajak," ucap Aluna yang di ruang televisi sedang memandangi Aluna yang mengobrol bersama mami-papi di ruang keluarga.


" Samperin aja ah " Aluna beranjak Ia senyum Pada mertuanya ketika sampai.


" Lo gak diajak " ujar Dipta


" Dipta kok gitu sih sama istrinya Aluna sini duduk," Sonya meminta menantunya untuk duduk di dekatnya


" Cantik banget sih menantu Mami ini," Pujinya membuat sang empu senyum-senyum malu.


" Kapan nih mau kasih cucu ke mami-Papi,"


Sontak bintik hitam mata Aluna membulat besar mendapatkan Pertanyaan yang tidak terduga Menyesal dia nyamperin keluarga barunya kalau tahu begini endingnya.


" Dipta ayo dong kasih Papi cucu," Pinta Bram


Dipta senyum nakal ke Aluna dan Aluna langsung menatapnya dengan sinis.

__ADS_1


" Aluna kamu gapapa kan kalau jadi ibu muda " tanya Sonya


" i-i-iya Mi," sahut Aluna gelagapan karena terpaksa jawab.


" Gak usah takut melahirkan gak sakit kok Apalagi Proses buatnya ya kan Pi," Sonya terkekeh Pelan dan suaminya pun ikut tertawa.


" Kalian Pasti udah itukan " tanya Bram ambigu.


" i-itu Pi " tanya Aluna dengan keringat dingin.


" Buat anak lah " sela Dipta


" Nah itu " sahut Bram


Aluna meneguk salivanya Ia lalu Pura-pura menguap. " Papi-mami aku tidur duluan Besok harus bangun Pagi ada kuis MTK," Ia buru-buru melarikan diri sebelum Perbincangan Panas semakin menjadi.


" Perasaan besok gak ada mapel MTK," gumam Dipta


" Udah sana susulin " suruh Bram


" Dipta belum ngantuk " sahut Dipta yang masih kesal dengan Aluna


" Dipta jangan begadang ya Gak baik untuk kesehatan kamu Kamu udah minum obatkan Nak," Diangguki Dipta


" Ya udah istirahat sana " Pinta Sonya yang selalu mengkhawatirkan kondisi Putra semata wayangnya itu

__ADS_1


" Iya-iya " Dipta beranjak dengan malas.


...•••••...


__ADS_2