
" Aluna kita Pulang " Dipta langsung menarik tangan mungil Aluna agar cewek itu ikut dengannya.
" Gak " Aluna menarik tangannya hingga Pegangan Dipta lepas
" Gue masih ada rapat lo Pulang aja duluan ,"
" Sok sibuk banget sih lo " Dipta menunjuk jam tangannya.
" ini itu udah jam 5 sore Mau ngapain lagi di sekolah ? Lo gak takut ada setan "
" Please deh Dipta zaman sekarang itu gak ada Namanya Setan yang ada lo itu setannya karena lo itu ganggu gue banget Gue ini masih ada rapat OSIS untuk Persiapan Perpisahan,"
" Ya elah baru juga jadi wakil OSIS udah rempong banget sih Emang gak ada hari esok apa buat rapat Bilang aja lo itu mau berduaan sama Angga kan ? Belum Puas tadi berdua di kelas terus ke kantin bareng hah "
" Apaan sih Dipta Posesif banget jadi orang,"
" Heh denger ya Aluna Lo itu istri gue Paham gue sebagai suami yang baik gak rela dong Kalua istri gue deket ama banci kek Angga "
Aluna langsung menatap sinis ke Dipta
" Yang banci itu lo Dipta Bukan Angga Paham," ketusnya sambil menunjuk dada Dipta
" Bela aja Dia terus sampe kalian berdua Jadian," Dipta semakin Panas karena Aluna terus-terusan membela Angga
" Karena Emang itu yang gue mau buat Jadian sama Angga " balas Aluna
" Jaga omongan lo Aluna Apa lo itu gak Punya Perasaaan apa gue ini suami lo Paham lo itu masih aja berharap jadian sama Angga Gue gak mau tau lo harus ikut gue Pulang " Dipta menarik Tangan Aluna
" Dipta lepasin "
Aluna serasa diseret-seret sama Dipta hingga kini mereka sudah sampai di Parkiran dan Pria itu baru melepaskannya.
" Lo itu Kenapa sih Dipta Oke-oke gue emang istri lo tapi itu di rumah Paham Tapi Di sekolah lo itu Tetap jadi musuh terbesar gue Paham " tegas Aluna dengan mata tajamnya
" Mau di sekolah kek mau di rumah kek lo itu te ..... "
" Aluna ngapain di situ ? Lo udah ditunggu sama Angga tuh di ruangan Osis Bentar lagi rapat Anak-anak udah Pada kumpul semua " teriak Nadin yang baru Pulang dari minimarket dekat sekolah habis beli spidol ceritanya.
" Oke " Aluna berlari menghampiri
sahabatnya tanpa Peduli dengan Dipta yang memandangnya dengan mata elang yang menakutkan.
" Aluna " teriak Dipta
Nadin dan Aluna yang sedang berjalan menoleh memandang Dipta
" Kenapa dia " tanya Nadin
" Biarin aja gak usah di Peduliin Dia kan emang gila " jawab Aluna yang terus melanjutkan Perjalanan.
" Tadi di kantin Dipta ngeributin lo yang bareng Angga Dan sekarang lo kepergok jalan berduaan di Parkiran bareng Dipta sebenarnya lo itu sama Dipta ada hubungan apa sih Pacaran " Nadin memiliki rasa Penasaran tingkat dewa
__ADS_1
Aluna diam karena bingung mau memberi jawaban apa Pada temannya. Ia belum siap membeberkan rahasianya saat ini
Nadin langsung menyingkut siku Aluna
" Aluna lo dengar gue gak sih "
Aluna menoleh. " Ya ampun Nadin gue itu gak ada hubungan apa-apa kok sama Dipta mana mungkin sih seseorang Nuansa Aluna jadian sama Cowok tengil kayak Dipta gak mungkin banget tau gak udah deh jangan bahas itu lagi lebih kita ke segera ke ruangan Osis karena gue itu gak sabar banget buat ketemu sama sang Pujaan hati gue "
" Dasar "
...••••...
Aluna senyum-senyum seraya menopang dagunya melihat Angga yang sedang membicarakan konsep Perpisahan Bu Ani yang akan diadakan 3 hari lagi Melihat Angga yang bicara dengan khasnya yang lembut berkarisma serta Pintar Public speaking semakin membuat Aluna terkagum-kagum.
" Aluna Fokus " Nadin menyenggol lengan Aluna menyadarkan sahabatnya yang sedang memandang Angga
" Ya ampun Angga Keren banget sih Udah ganteng," bisik Aluna
" Udah deh Aluna tembak aja kalau lo udah kebelet banget sama Angga,"
" Gila lo masa gue nembak Angga Gengsi dong."
" Eh kalian berdua mau rapat atau mau ngegosip," Zea jeles dengan Aluna dan Nadin yang dari tadi bisik-bisik gak jelas.
Zea juga merasa Aluna itu saingannya lantaran di sekolah ini yang Paling cantik mereka berdua Mereka juga murid unggulan dan tentu saja Zea semakin kesal sebab Aluna sepertinya Punya hubungan spesial dengan Dipta Kejadian tadi di kantin tentu menimbulkan tanya benaknya.
Aluna dan Nadin diam saja Namun mata sinis mereka terpasang untuk Zea yang sok dalam segala hal Mereka memang tidak akur sejak awal masuk SMA.
Dipta yang sedang mengintip di jendela mengawasi istrinya Mendapati Aluna yang terus memandangi Angga membuat Dipta kesal spontan meninju kaca dan membuat orang-orang yang di dalam ruangan menyadari keberadaannya.
Aluna menoleh dalam mengenal jaket hitam yang terlihat di jendela
" Ngapain sih itu anak " gumamnya
" Coba liat " suruh Angga
Satu anggota mau beranjak tapi Aluna cepat menahannya
" Biar aku aja yang Periksa " Aluna buru-buru keluar ruangan dan benar saja dugaannya emang Dipta
Aluna langsung menarik tangan cowok itu dan membawanya ke tempat sepi.
" Lo ngapain sih Dipta "
" Gue Nungguin Lo "
" Gue udah bilang Pulang aja duluan."
" Gue gak mau "
" Percuma lo itu nungguin segala Gue Pulangnya sama Angga "
__ADS_1
Tatapan Dipta langsung berubah sendu
" Lo Pulang bareng dia " Tanya Dipta sekali lagi
" Ya " Jawab Aluna ketus
" Lo Pulang aja sana " Aluna mendorong-dorong Dipta supaya Pergi
Dipta tidak berkata-kata lagi Dipta Pun memilih Pergi dengan Perasaan kecewa Bukan Pasrah tapi lebih ke sadar diri Dipta tidak mau kehormatannya jatuh ia tidak akan memohon-mohon agar Aluna lebih memilih Pulang bersamanya Inilah risikonya menikahi wanita yang sedang menyukai Pria lain Nyesek sedalam-dalamnya.
" Dasar " Aluna kembali ke ruangan kembali ikut rapat
" Siapa Tadi Aluna " tanya Angga
" Orang iseng " jawab Aluna
Angga duduk di samping Zea dan kini giliran Aluna untuk bicara di depan melanjutkan Pembicaraan Angga
Selesai rapat Nadin Pamit Pulang ke Aluna kemudian Angga mendatangi Aluna ketika cewek itu menunggu di depan gerbang.
" Aluna " Angga menghentikan langkahnya ketika di dekat Aluna
Aluna menoleh ke cowok yang berdiri di sampingnya
" Hai " sapanya
" Lagi nungguin gojek "
" Enggak juga sih ini baru aja mau Pesen," Aluna menunjukkan Ponselnya yang mau mengorder ojek online.
Angga merebut Ponsel Aluna
" Angga kamu mau ngapain "
Angga tersenyum kemudian menunjukkan Aluna bahwa ia telah mencancel orderan ojek online Aluna
" Pulang bareng aku aja yuk " ajaknya sambil mengembalikan Ponsel Aluna
" Astaga Tuhan demi apa ? Angga ngajak aku Pulang bareng Padahal tadi aku halu aja eh jadi kenyataan," girang Aluna dalam hati.
" Mau gak Pulang bareng "
Tidak ada rasa gengsi Aluna langsung menganggukkan kepalanya Senyum Angga mengembang
" Bentar Ya aku ambil mobil dulu Di Parkiran," Aluna mengangguk Angga segera ke Parkiran. Ia masuk kedalam mobilnya lalu menghampiri Aluna
Angga membuka kaca mobil.
" Ayo "
Aluna mengangguk Ia membuka Pintu mobil dan duduk di depan bersama Angga
__ADS_1
Selama Perjalanan mereka berbincang kecil lebih banyak diam karena merasa canggung Jantung Aluna bahkan berdisko dan sulit menormalkannya sampai ia mati kutu ketika diajak bicara Cuma bisa mengangguk tanpa mengeluarkan suara saking deg-degannya.
...•••••...