DIPTA

DIPTA
EPISODE 59


__ADS_3


...Tersenyum seperti ini bidadari Nuansa Aluna karena senyummu adalah bahagia ku...


Gedung SMA Kencana bukanlah tempat yang kecil Terdiri dari beberapa lantai dan Puluhan kelas serta beberapa ruangan lainnya Mencari Aluna bukan hal yang mudah untuk Dipta


Tempat kedua yang Dipta datangi yaitu ke ruang OSIS Dimana ia sering mendapati Aluna di ruangan Para siswa-siswi yang suka menyibukkan diri tanpa digaji itu Namun setibanya di sana ia tidak mendapati Aluna Melainkan ia malah bertemu Zea bersama si kembar.


" Zea Liat tuh siapa yang dateng," ujar Anggi


" Siapa " Zea Penasaran


" Mantan lo," kata Anggi.


Zea yang sedang merapikan berkas pun menoleh ke arah Pintu Memandangi Dipta yang tengah memandangi dirinya Zea tersenyum.


" Hai Dipta butuh bantuan,"


Dipta mengacuhkan Pertanyaan mantannya la masuk dan memeriksa beberapa sisi dari ruangan yang cukup luas ini.


" Lo nyari apa " tanya Anggi


Dipta diam saja dan terus memeriksa


" Cewek baru lo gak ada di sini," ucap Anggi. Zea, Dipta dan Anggi jadi menatapnya.


" Lo Pasti nyari Aluna kan ? Dia gak di sini," tambah Anggi.


Dipta segera keluar ruangan Anggi dan Anggun melihat ke Zea yang tampak sedih.


" Lo kenapa " tanya Anggi.


" Jangan bilang lo gak terima Dipta Pacaran sama Aluna," tambah Anggi


Rumor Dipta dan Aluna Pacaran sudah tersebar Dari awal memang ada gosip tentang mereka jadian akhir-akhir ini berita itu diperkuat dengan kasus Dipta dan Angga yang berantem Pada saat itu.


" Ya, gue gak terima," jawab Zea jujur


" Kenapa sih harus Aluna ? Banyak kok cewek di sini Kenapa harus cewek gak modal itu,"


Zea mendaratkan bokongnya ke kursi sambil menghela hapas kasar. " Aluna cuman jadi masalah baru buat Dipta Cewek itu gak Pantes buat Dipta,"


Anggi menghampiri Zea. " Udah biarin lo fokus aja hubungan lo sama Rio,"


Tatapan Zea langsung berubah sendu ketika Anggi mempertanyakan hubungannya dengan Rio


" Kenapa ? Jangan bilang lo sama Rio lagi ada masalah,"


" Enggak gue dan Rio baik-baik aja. Tapi ..."


" Tapi apa Zea " tanya Anggi sambil berjalan mendekati Zea.


" Gue akhir-akhir ini terus kepikiran gue ngerasa gue egois sama Dipta,"


Anggi Kembali duduk di samping Zea


" Ya ampun Zea Lo kan Tahu kan Dipta yang jahat sama lo Dia itu udah selingkuh dari lo, Zea."


" Iya gue tau tapi sekarang gue ngerasa Dipta tuh gak selingkuh,"


" Astaga Zea lo jangan aneh-aneh deh Kejadiannya udah lama dan sekarang lo mikirnya lo yang salah Paham Comeon Zea walaupun seandainya Dipta gak selingkuh Terus lo mau apa ? Lo mau ninggalin Rio dan balikan sama Dipta gitu,"

__ADS_1


Zea menunduk terdiam Anggi menyapu Pundak Zea. " Udah deh lebih lo itu fokus ke hubungan lo sama Rio aja Oke Lupain Dipta karena dia juga udah lupain lo."


" Tapi Anggi .... "


" Udah deh Zea jangan macam-macam lagi Dipta itu sudah bahagia sama Aluna Lo harus juga bahagia sama Rio,"


...••••...


Dipta ke kelas Angga untuk memastikan Siapa tahu hilangnya Aluna ada kaitannya sama cowok mata empat itu.


Dari jendela kelas Dipta melihat Angga di bangkunya Cowok itu tampaknya sedang baca buku Berarti hilangnya Aluna tidak ada kaitannya sama Angga Namun apa Perlu ia Pastikan dulu ?


Ah lebih baik jangan Yang ada ia akan dikatakan gagal menjaga Aluna


Dipta kembali mencari Pergi ke semua toilet Perempuan Namun nihil Pergi ke taman sekolah nihil juga Pergi ke kantin-kantin, tetap nihil Pergi ke ruang guru, hasil masih sama nihil.


Lelah Ia menghela napas Panjang lalu duduk di anak tangga.


" Kemana sih dia " la mengambil Ponselnya di saku celana la baru ingat kalau ia Punya Ponsel yang bisa ia gunakan untuk menghubungi istrinya


3x Percobaan semua Panggilannya tidak diangkat la mengirimkan Pesan juga tidak di read.


" Astaga nih anak kemana sih,"


" Apa ..." Ia memandang ke lift. la segera bergegas dan masuk ke lift Menekan lantai Paling atas. Ya, ia akan ke rooftop.


Lift terbuka Perlu menaiki 2 tangga untuk sampai ke rooftop. la Pun cepat bergegas dan ketika membuka Pintu ia menemukan gadis itu.


Dipta langsung menghela napas lega.


" Akhirnya .... " Setelah capek mencari ia temukan juga Aluna la melangkah diam-diam Sengaja agar Aluna tidak menyadari kehadirannya. la Penasaran apa yang dilakukan gadis itu di atas sini Apa berniat bunuh diri ?


Di jarak yang dekat la mendengar tangisan Aluna Apa yang di tangiskan gadis itu ? Apa Perihal hubungan mereka,


" Sejak kapan lo di sini "


" Gue baru di sini,"


Aluna merasa lega mendengarnya


" Gue nyariin lo Gue tungguin lo di Perpustakaan tapi lo malah di sini Ngapain,"


" Bukan urusan lo."


" Bukan Ohh jadi gue masih gak dianggap,"


" Bukan gitu Dipta "


" Terus apa ? Apa masih gue alasan lo sedih,"


" Enggak Dipta "


" Terus siapa ? Bokap lo ? Atau Angga,"


Perlahan Aluna menundukkan kepala.


" Pasti Angga, kan ? Dia habis ngapain lo Sampai lo nangisin dia,"


Aluna diam karena tidak bisa memberitahu Dipta tak ingin ada Pertengkaran lagi antara kedua Pria yang menyukainya itu.


" Dasar banci Bisanya cuman bikin cewek nangis," Dipta tidak dapat menahan dirinyapun beranjak ingin memberi Angga Pelajaran karena sudah membuat Aluna menangis Tetapi Aluna malah mencekal tangannya.

__ADS_1


" Lepasin gue Aluna,"


" Gue gak mau lo dan Angga ribut Lagian gue yang salah," Dipta menghadap gadis itu lagi.


" Aluna Lo .... "


" Udah lah Dipta Gue mau nenangin diri Jadi Please gak usah buat masalah apapun Gue capek liat lo dan Angga ribut."


" Tapi Aluna dia Udah .... "


" Kalau lo masih kekeh lebih baik kita yang udahan," tekan Aluna gak main-main.


Dipta menghela napas berat Susah-susah ia mendapatkan Aluna dan hanya karena Angga hubungannya dengan Aluna berakhir ? Itu gak akan Pernah terjadi.


" Oke gue gak akan berantem sama Angga kali ini Asal ini terakhir kalinya gue denger lo berhubungan sama dia Paham," tegasnya.


Aluna akhirnya memberi Persetujuannya dengan anggukan Lagian ia dan Angga sudah tidak bisa berteman Cowok itu memilih memutuskan komunikasi mereka.


" Cewek cengeng," ejek Dipta sambil mengacak rambut Aluna lalu menertawakannya karena rambut Aluna jadi acakan.


" Dipta ih Jangan berantakan rambut gue ah,"


Dipta bukan berhenti malah semakin jadi


" Dipta gak lucu Rambut gue rusak,"


" Ada sisir gak "


" Ada di tas tapi ... "


" Hm Ya udah Pakek ini aja," Dipta menyisir rambut Aluna dengan jari kekarnya.


Aluna memerhatikan wajah cowok itu Tentu saja Dipta tidak menyadarinya karena Dipta sibuk merapikan rambutnya.


" Kok keliatan ganteng ya," batinnya


Pandangannya turun ke jakun Dipta yang entah kenapa ketika jakun itu bergerak terlihat mempesona sampai membuatnya tertegun.


" Astaga Pikiranku," katanya dalam hati cepat ia tersadar


" Selesai " Dipta tersenyum melihat hasil karyanya Rambut Aluna kembali rapi meski tidak serapi kalau menggunakan sisir


Aluna berkaca di Ponselnya sambil membetulkan rambutnya yang masih sedikit berantakan.


" Yuk balik ke kelas " Dipta menggandeng tangan Aluna Mereka menuruni tangga dan ketika di dalam lift Aluna terus memandangi tangannya yang digenggam erat Dipta


" Dipta " lirihnya.


" Ya " Dipta menoleh.


" Makasih buat semuanya,"


" Buat "


" Ada di hidup gue "


Dipta tersenyum. " Oke makasih ya diterima,"


" Sorry juga gue Baru bisa nerima lo sekarang,"


Dipta memberi anggukan Syukurlah Aluna telah menganggap kehadirannya.

__ADS_1


Aluna terus menatap wajah bahagia yang terpancar di wajah Dipta Baru kali ini ia melihat Dipta sebegitu bahagianya


...••••...


__ADS_2