DIPTA

DIPTA
EPISODE 69


__ADS_3

Sampai di sekolah hujan masih belum reda. Pak Burhan pun menyiapkan Payung untuk majikannya. Dipta dan Aluna segera keluar mobil bersama dengan Payung hitam yang melindungi mereka dari Percikan hujan Dipta yang memegang Payungnya dan Aluna merapatkan tubuhnya ke Dipta agar Percikan hujan tidak membasahinya.


Keromantisan mereka itu disaksikan oleh beberapa murid termasuk Angga dan Zea yang Posisinya yang berada di lantai 2. Dari jendela keduanya menyaksikan adegan romantis itu Angga merasakan kesal begitu juga dengan Zea yang masih tak terima mantannya jadian dengan Aluna Menurutnya tidak Pantas saja Aluna bersama Dipta



" Guys ! Dipta " Marco menunjuk ke arah jam 12 di sana ia melihat Dipta yang bersama Aluna


Chiko langsung menoleh untuk membuktikan jika Marco tidak berbohong kali ini Senyum Pria jangkung ini pun terbit ketika Dipta melambai Padanya.


" Akhirnya muncul juga tuh anak," ujar Aldi


" Yuk samperin "


Chiko, Marco, dan Aldi beranjak tanpa Kenzo. Kenzo masih berdiri di tempatnya Padahal ketiga temannya Pergi menemui Dipta


" Gue kangen banget sama lo bro." Aldi memeluk Dipta


Chiko dan Marco pun tak mau ketinggalan Mereka berempat berpelukan sangat erat dan Pertemuan mereka cukup heboh sampai mengundang Perhatian rakyat sekolah lainnya.


" Gimana keadaan lo, udah aman kan," tanya Marco yang melirik Dipta dari kepala sampai ujung kaki.


" Aman dong, kalau gak aman gak mungkin gue ada di sini," jawab Dipta


" Aku duluan," Pamit Aluna la pergi setelah mendapat anggukan.


Aldi menepuk Pundak Dipta ," Sorry ya gue gak sempat jenguk lo Biasalah sibuk."


" Sibuk bucin," decak Marco


Aldi langsung berkacak Pinggang dengan raut muka tak terima " Jangan asal fitnah lo,"


" Ngaku aja kali seluruh makhluk hidup di sekolah ini tau kalau lo hanya sibuk Pacaran sama Kinan,"


" Bilang aja lo iri sama gue,"


" Dasar cowok gak laku " tambah Aldi


" Eh ! Sialan lo Gue bukan gak laku ya, tapi belum ketemu jodoh aja."


" Alah ngeles aja lo ! Gak laku bilang aja gak laku,"


" Diam lo nyet "


Aldi membusungkan badannya di hadapan Marco, " Lo yang diam nyet,"


" Udah ! Udah " Chiko melerai Pertengkaran temannya. " Kalian gak malu apa diliatin adik kelas udah kelas 12 masih aja kayak bocah," omelnya.

__ADS_1


Marco menunjuk Aldi " Dia yang mulai,"


" Lo nyet,"


" Lo "


Chiko geleng-geleng kepala. " Astaga lo Pada kalau gak diam gue tonjok lo satu-satu," ancamnya membuat Aldi dan Marco tak berkutik lagi


" Kenzo mana " tanya Dipta


" Oh iya mana Kenzo " Marco baru sadar satu temannya tidak ada


" Bukannya tadi sama kita " Aldi ikut kebingungan.


" Gue rasa dia gak enak ketemu lo Dipta," timbal Marco


" Nah iya kan gara-gara dia lo jadi sakit," ujar Aldi


" Chiko juga kamarin ngebantai dia sama babak belur," ceplos Marco


" Ups," Marco langsung melirik Chiko Matilah seharusnya ia tak bilang Pada Dipta


Dipta langsung melotot Ke arah Chiko


" Lo habisin mukulin dia,"


Chiko langsung menghela napas. " Gak banyak kok gue cuman kesel aja sama dia Lagian kita udah baikan kok."


" Gue .... "


" gue gak apa-apa Dipta emang gue yang salah di sini " Kenzo muncul entah darimana Cowok ini tiba-tiba saja datang ke mereka.


Dipta menoleh mendapati Kenzo dengan raut yang tampak merasa bersalah dan ada memar-memar di wajah Kenzo seperti bekas Pukulan beberapa hari lalu.


" Sorry Dipta kemarin gue ninggalin lo gitu aja," Kenzo mengulurkan tangannya Meminta maaf karena Chiko bilang Penyebab Ali sakit karena kesalahannya Padahal saat itu ia hanya sedang Patah hati dan gak ada maksud untuk meninggalkan Dipta


Dipta tidak menjabat tangan Marco Namun ia malah merangkulnya. la juga merangkul Chiko Kedua temannya itu kayaknya sedang Perang dingin.


Mata Dipta langsung memandangi Kenzo yang ekspresinya muram. " Gue udah maafin lo."


Kenzo langsung tersenyum senang


" Jadi lo itu udah kalah lawan Chiko "


" Jelas," sahut Chiko melagak.


" Gue ini cuman males aja ngelawan lo." Kenzo tak mau terima jika kenyataannya memang ia kalah ketika berkelahi dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


" Masa sih " Sindir Chiko


" Bye the way Kita satu ruangan apa enggak," tanya Dipta


" Enggak Gue bereng Kenzo Marco bareng Chiko dan lo sendirian," jelas Aldi


" ****," kesal Dipta Kenapa ia harus Pisah dengan teman-temannya.


" Lo bareng Aluna jadi lo aman," imbuh Chiko


" Serius "


Chiko langsung menunjuk wajahnya sendiri. " Apa ada muka-muka koruptor di wajah gue,"


" Ada banget " sahut Marco


" Muka Penipu lo jelas terpampang kawan, hahaaaa."


Chiko mengusap kasar wajah Marco sampai membuat cowok resek itu terdiam dengan ekspresi jeleknya.


...•••••...


Bunyi bel akhirnya membubarkan mereka dan Dipta berjalan sendiri menuju ruangannya. Sampai di kelas ia segera mencari tempat duduknya dan ternyata ia dapat kursi Paling belakang. Sayang sekali jaraknya dan Aluna begitu jauh. Aluna mendapatkan kursi terdepan dan dia kebalikannya. Menyebalkan sekali.


Aluna menoleh ke arahnya. Melemparkan senyum semangat hanya tebakannya Tak lama kemudian Pengawas datang dan ujian berbasis komputer di mulai. Soal-soal yang begitu rumit membuat Dipta kesulitan Bukan karena ia tidak memahami soalnya Ia sudah belajar cukup keras bersama Aluna dan tentu ia mengerti dengan Pertanyaannya. Namun, yang jadi hambatannya adalah setiap kali ia mencoba berpikir dan mengingat hal yang telah ia Pelajari, kepalanya selalu saja sakit dan membuat konsentrasinya buyar Semakin berfikir kepalanya semakin membinasakannya.


" Aarhrr " Dipta memegangi kepalanya. Rasanya sakit sekali. Padahal ia sudah berhenti untuk memikirkan jawaban dari setiap soal Akan tetapi sakit kepalanya tidak mereda sampai setetes cairan merah jatuh ke mejanya.


Menyadari itu membuatnya Panik. dengan cepat Dipta mengusap hidungnya yang mengeluarkan cairan merah itu Dipta tak ingin merusak ketenangan ujian yang sedang berlangsung.


" Pak " Dipta berdiri mengangkat tangan Dan tangan satunya lagi menutupi area hidungnya agar tidak ada yang melihat dirinya yang sedang mimisan.


" Saya mau izin ke toilet " Pintanya.


" Silakan tapi jangan lama-lama," balas Pengawas.


" Baik, Pak " Dipta dengan buru-buru meninggalkan mejanya.


Ketika melewati Aluna gadis itu memandangi gerak-geriknya. la tak mau dicurigai, ia pun mempercepat langkahnya meninggalkan kelas.


Sesampainya di toilet Dipta berusaha menghentikan Pendarahan Pada hidungnya la yang begitu frustasi karena mimisannya yang tak mau terhenti, membuatnya marah-marah sampai suaranya yang cukup keras terdengar oleh seseorang yang berada di toilet wanita.


Gadis itu Penasaran dan memutuskan untuk melihat siapa sosok yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja itu. Kekesalan sosok itu memancing rasa ke ingin tahunya.


Dengan langkah yang perlahan memasuki toilet Pria Langkahnya Pun terhenti kalah tahu siapa sosok itu.


" Dipta "

__ADS_1


Dipta langsung menoleh Sorot matanya Pun menghujam sosok gadis yang memergokinya.


...•••••...


__ADS_2