DIPTA

DIPTA
EPISODE 47


__ADS_3

Aluna duduk di sofa bersama Para wanita yang telah tidak gadis lagi Gadis ini menggenggam ujung dressnya kala melihat Dipta dan Shifa makan bersama Setelah orang-orang berkumpul dan berbincang 2 manusia itu baru makan sekarang.


Seolah mereka sengaja memanas-manasinya Apalagi Dipta yang sesekali menyuapi Shifa Kedua makhluk itu sungguh mengesalkannya.


" Aluna hubungan kamu sama Dipta gimana ? Baik-baik aja kan," Aluna menoleh Pada wanita yang bertanya Padanya. Perempuan itu mamah dari gadis yang menguji kesabarannya malam ini.


" iya " jawab Aluna singkat dan rada kesal. Kesal Pada Shifa membuatnya kesal Pula Pada orang tua cewek itu Mama Shifa telah melahirkan makhluk yang berhasil membuatnya merasa cemburu.


Eh apa benar yang ia rasakan ini rasa cemburu ? Bukankah cemburu hanya datang ketika mencintai seseorang ?


Gak mungkin masa iya aku cemburu ? Ya kali aku suka sama Dipta


" Sekolah kamu gak keganggu kan," Sonya mengajukan Pertanyaan


" Dikit Ma " jawab Aluna apa adanya membuat semuanya tertawa.


Sonya menempatkan tangannya ke Tangan sang menantu.


" Aluna Mami makasih banget sama kamu Semenjak Dipta sama kamu Mami bisa lihat keceriaan Dipta lagi," katanya lalu memandangi Putranya yang sedang makan sambil bercanda bersama Shifa.


Aluna menanggapi mertuanya itu dengan anggukan kepala.


" iya sejak Dipta sama kamu dia beda banget loh Aluna Sebelum ada kamu ya dia itu keluar kamar aja jarang Pulang sekolah kalau gak keluyuran sama teman-temannya ya Paling nutup diri di kamar Mana mau gabung ke acara kayak gini Setiap acara makan malam gak Pernah mau ikut," ujar Sonya


" Oh ya " tanya Aluna yang tidak Percaya Setahunya Dipta itu si biang kerok SMA Kencana Gak bisa diam Tawanya aja menggelegar di kelas setiap kumpul bersama geng tidak jelasnya Ekspresinya tidak Pernah terlihat sedih malah mengesalkan.


" iya Aluna " jawab Sonya


" Tapi di sekolah Dipta keliatannya baik-baik aja Mi Terus kenapa dengan Dipta Apa ada hal yang Aluna gak tau,"


Semua terdiam memandangi Aluna membuat Aluna bingung.


" Dipta kenapa Mi " tanya Aluna lagi.


Sonya langsung mengukir senyum sambil menyapu Pundak Aluna.


" Dipta gak apa-apa kok Dia baik-baik aja," jawabnya lalu beranjak. Ia belum siap untuk cerita apalagi ia sudah janji Pada Putranya untuk menyembunyikan keadaan Dipta yang sebenarnya.


...•••••...


Aluna menghampiri Dipta yang sedang nonton film bersama Shifa Semua tamu sudah Pulang tapi si Shifa yang menyebalkan itu tidak ikut Pulang bersama orang tuanya Aluna berdiri samping sofa dengan menghadap Dipta yang duduk di samping Shifa.


" Kenapa " Dipta menoleh memandang istrinya itu yang terlihat bete.


" Mau Pulang " jawab Aluna kesal Sudah jam 11 malam dan ia mengantuk dan cepat mau Pergi dari rumah mertuanya ini.


" Entar aja gue masih nonton "


" Gue mau Pulang Dipta " Suara Aluna naik satu oktaf Kebetulan orang tuanya Dipta tidak ada makannya dia berani Soal Shifa biarin aja Bodoh amat !


" Sabar bentar lagi filmnya abis Udah itu kita Pulang,"


" Gue maunya sekarang " tegas Aluna


Dipta menghela napas. " Sini duduk," Pintanya sambil menepuk badan sofa.


" Gue mau Pulang Dipta " tegas Aluna lagi.


" Urus tuh bini lo marah-marah aja kuping gue Panas nih," ujar Shifa membuat Aluna naik Pitam.


" Gue nyesel ikut lo " Ketus Aluna lalu Pergi kemana aja asal tidak didekat Shifa.


" Bini lo kenapa sih ? Kek anak kecil banget," ucap Shifa setelah Aluna Pergi.


" Lagi PMS dia " jawab Dipta


" Ohh Betah lo hidup bareng cewek kayak gitu,"


" Dibetah-betanin aja Tapi sebenernya Dia baik tapi kadang,"


" Selebihnya jahat "


Dipta menggelengkan kepalanya


" Terus "


" Selebihnya gue cinta sama dia "


" Dipta " Males banget Shifa dengar gombalan.

__ADS_1


Dipta tertawa seraya merangkul Shifa dan menatap nakal sepupunya itu.


" Gue juga cinta sama lo "


" Nyebelin banget sumpah " gerutu Aluna yang duduk sendiri di sofa yang terletak di Pojokan Dari jauh ia memantau Dipta dan Shifa yang tampak mesra Mungkin terjalin cinta diantara hubungan Persepupuan itu.


...••••...


" Aluna " Panggil Sonya yang mendatangi Aluna


" iya Mi "


" Kamu ngapain sendirian di sini ? Kenapa


gak gabung sama Dipta dan Shifa,"


" Aluna lagi mau sendirian aja, Mi," jawab Aluna bohong.


" Ohh gitu kalau ikut Mami mau gak,"


" Kemana Mi "


" Mami mau nunjukin kamu sesuatu Ayo,"


Sonya menggapai tangan Aluna


Aluna berdiri dan ikut bersama sang mertua yang mengajaknya ke suatu tempat Mereka naik ke lantai 2 dan ternyata Mami Dipta membawanya ke ruangan seperti ruang tengah tapi berada di lantai 2.


" Mami mau nunjukin apa, Mi," tanyanya


sembari mendaratkan bokongnya ke sofa.


" Sebentar " Sonya mengambil album foto yang tersimpan di bawah meja. Ia Pun duduk di samping Aluna setelah mengambil album foto yang mau ia tunjukan Pada menantunya.


Sonya membuka cover album itu dan di halaman Pertama terlihat foto anak kecil yang memegang kue dengan lilin angka 5 di atasnya.


" ini Dipta " Aluna menunjuk foto anak kecil yang tampan itu.


" iya ini Dipta 13 tahun lalu tapi mami gak ada saat itu Mami ditugaskan ke luar kota Papinya juga sedang keluar negeri Dipta cuman merayakan ultahnya sama neneknya di rumah yang kalian tempati saat ini Kata Dipta ini ultah terbaiknya karena kue yang di foto ini buatan neneknya." Sonya tampak sedih. " Mami banyak kehilangan momen bersama Dipta Aluna Mami merasa bersalah Pada dia Mami sayang sama Dipta tapi kenyataannya Mami gak banyak menghabiskan waktu sama dia,"


Aluna mengusap lembut Punggung mertuanya menenangkan wanita itu


Sonya membuka halaman kedua Terlihat foto 2 anak kecil yang wajahnya mirip.


" Mi ini siapa ? Dipta Punya Kembaran," Aluna menunjuk 2 anak kecil yang wajahnya sangat mirip hanya beda model rambut saja.


Sonya mengangguk. " ini saudaranya Dipta Namanya Daniel Mami Punya 2 anak dulu,"


Sonya meneteskan air matanya tiba-tiba Ia tidak bisa menahannya. Mengingat Daniel membuatnya ingat kejadian 14 tahun lalu Kejadian yang tidak bisa ia lupakan meski sudah lama berlalu Bahkan ia selalu memberi Pernyataan bahwa hanya memiliki anak tunggal yaitu Dipta demi melupakan masa lalu Akan tetapi ia masih gagal melupakan kenangan kelam itu.


Aluna menggenggam tangan Sonya.


" Apa yang terjadi sama Daniel Mi," tanyanya Penasaran.


" Daniel meninggal "


Aluna tidak dapat berkata-kata Mertuanya Pasti Patah hati sekali karena kehilangan seorang Putra. Ibu mana yang tidak akan sedih ketika salah satu Putranya Pergi untuk selamanya.


" Dan Mami, Papi, menyalahkan Dipta saat itu," lanjut Sonya


" Salah Dipta " Aluna menjadi bingung Kenapa Dipta yang disalahkan ?


" Daniel ditemukan di kolam renang tapi Daniel gak selamat Dia tenggelam karena Dipta,"


" Hah " lirih Aluna syok.


Dipta membunuh saudaranya sendiri Masa iya ?


" Mami tau Dipta gak sengaja Dipta masih kecil dan gak tau apa-apa Mami dan Papi yang lalai tapi saat itu kami malah menyalahkan Dipta Kami membenci Dipta dan memilih menjauh dari dia," jelas Sonya dengan Penyesalan.


Aluna terdiam syok mendengar curhatan mertuanya Ternyata banyak hal yang ia


tidak tahu tentang seorang Dipta Andreas Malik


Sonya mengusap air matanya. " Maaf ya Aluna Mami jadi sedih gini,"


" Tapi Mami dan Dipta udah baik-baik aja kan Mi,"


Sonya mengangguk. " Mami, Papi, udah minta maaf sama Dipta Kami sudah baik-baik aja Dan Dipta anak yang baik karena mau memahami kami,"

__ADS_1


Tapi apa ada yang memahami Dipta ? Pikir Aluna


Sonya tersenyum. " Mami udah gak merasa kehilangan Daniel Mami bisa lihat Daniel di diri Dipta Mereka terlihat orang yang sama Mami jadi sadar Daniel gak Pernah Pergi karena ada Dipta,"


Aluna kurang setuju dengan Perkataan wanita itu. Bagaimanapun Dipta dan Daniel itu berbeda. Entah kenapa ia malah berpikir bahwa Dipta hanya dianggap sebagai Daniel Bukankah sakit jadi Dipta jika itu benar.


Semoga saja Pikirannya salah.


Sonya membuka halaman ketiga Kali ini foto yang terlihat adalah foto anak kecil bersama seorang wanita tua.


" ini neneknya Dipta, Dipta sangat sayang sama neneknya Bahkan mami ngerasa Dipta lebih menyayangi neneknya daripada mami,"


" Dipta tinggal bareng neneknya," tanya Aluna ragu-ragu Takut Pertanyaannya menyinggung.


Sonya diam sejenak. " Dipta memang tinggal sama neneknya semenjak kejadian buruk itu. Sebenarnya mami maupun Papi bisa aja datang diulang tahun Dipta yang ke-5 Kita memang sibuk tapi kita sengaja gak datang,"


Dipta yang mengalami hal itu tapi Aluna dapat merasakan sakitnya jika jadi Dipta Dijauhi karena dianggap membunuh.


" Daniel masih terlalu kecil untuk meninggal Umurnya baru 4 tahun Mami dan Papi sayang Dipta dan Daniel Tapi kami gak siap kehilangan Daniel Kehilangan Daniel membuat hidup mami berantakan Akal sehat mami gak bekerja sehingga mami dan Papi melupakan Dipta Mami marah sama dia Mami menyalahkan dia dan .... ”


" Mami yang sabar ya, Mii, " sambil memeluk Aluna mengelus Punggung Sonya Sudah cukup tenang Sonya melepaskan Pelukan menantunya lalu lanjut bercerita.


" Nenek Dipta meninggal 6 tahun lalu Dia hancur banget Aluna dia menyalahkan kami. Dia bilang neneknya meninggal karena kecapean ngurus dia karena dia gak diurus sama orang tuanya Mendengar kalimat itu membuat Mami sadar Mami gak Pernah ada untuk Dipta,"


" Aluna yakin Dipta Pasti sayang sama Mami maupun Papi," ucap Aluna


Sonya menoleh menatap Aluna, " Dipta tidak salah memilih kamu Aluna, "


" Maksudnya Mi "


Sonya mengusap lembut wajah gadis yang bertanya itu.


" Kamu anak yang baik Pikiran kamu yang dewasa dan siapapun yang di dekat kamu akan merasa nyaman Sekali lagi mami mengucapkan terima kasih sama kamu,"


" Aluna gak sedewasa itu kok Mi Aluna cu .....,"


" Dipta sakit Aluna " Potong Sonya


Kelopak mata Aluna terbuka lebar lagi-lagi ia kaget mendengar ucapan mertuanya.


" Sejak Nenek Dipta gak ada Dipta benar-benar terpukul 2 tahun setelah kepergian neneknya Dipta Positif Borderline Personality Disorder."


" Sakit BPD " Sonya mengangguk Cukup melegakan setelah mengatakannya meski berat Sonya tidak mau terus-menerus menyembunyikan kekurangan Putranya dari menantunya Aluna terdiam.


Sonya menggenggam tangan Aluna


" Mami mohon jangan jauhin Dipta ya Aluna Dia memang sakit mental tapi dia gak gila Dipta itu hanya butuh seseorang yang bisa membuat dia bahagia Dan itu kamu Bantu Dipta untuk Pulih Mami yakin kamu orang yang bisa membuat Dipta bahagia lagi,"


Aluna merasa sedih Jadi lukanya Dipta sedalam ini Jika ia tahu lebih awal lukanya. Ia tidak akan sejauh ini jahat sama Dipta


" Aluna " lirih Sonya


" Mami mohon .... "


" Kenapa Mami gak jujur sama Aluna dari awal, Mi," tanya Aluna kecewa.


" Dipta gak mau kamu tau Mami juga takut kamu gak akan mau menerima Dipta karena mentalnya cacat," jelas Sonya meski masih ada hal yang masih ia sembunyikan dari menantunya.


" Mami mohon jangan sampai Dipta tau ya, kalau kamu udah tau dia sakit mental," Pinta Sonya yang takut sakit Dipta semakin Parah atau Dipta semakin kecewa Padanya.


Dia hanya ingin Dipta bahagia Karena mungkin saja sampai detik ini Aluna belum menerima Putranya Mungkin setelah Aluna tahu apa yang Dipta alami Aluna akan memberikan Perhatian lebih untuk Putranya itu.


Setelah lama diam Aluna bangkit dan tanpa mengatakan sepatah katapun, ia Pergi.


" Aluna " Panggil Sonya tapi menantunya itu mengabaikannya Mungkin Aluna butuh waktu untuk menerima apa yang telah ia ceritakan.


" Ada hal lain yang gak bisa Mami ceritakan ke kamu Aluna tapi Mami harap kamu gak Pernah meninggalkan Dipta,” katanya sambil memandangi Punggung Aluna yang semakin jauh.


Aluna menuruni tangga Ketika menoleh ia mendapati Dipta yang juga sedang memandanginya Di anak tangga terakhir Dipta berdiri di hadapannya mendatanginya tiba-tiba seolah tahu ia tidak baik-baik saja.


" Udah selesai nontonnya " tanya Aluna


" Udah " jawab Dipta


" Udah bisa kita Pulang sekarang "


" Hm tapi Shifa ikut kita "


" Terserah " balas gadis itu lalu Pergi melewati Dipta

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2