
...Seseorang berkata Ada satu cara membuat wanita jatuh cinta Yakni berilah dia tertawa namun aku tidak Pernah bisa karena Ketika dia tertawa justru diriku yang semakin cinta...
Aluna turun dari motor Melepaskan helmnya dan memberikannya ke Dipta
" Makasih Dipta " katanya lalu tersenyum manis.
Akan banyak hal yang berbeda di hari ini Mengingat kejadian tadi malam. Di mana ia berjanji untuk belajar mencintai suaminya itu Jadi akan ada beberapa hal yang berubah Pertama sikapnya ke Dipta Karena sudah memberikan Dipta harapan maka ia bertanggungjawab atas apa yang sudah ia katakan Pada Pria itu.
" Tumben banget " balas Dipta terheran Biasanya Aluna selalu lupa diri Main Pergi saja tanpa bilang makasih kemudian Pergi tanpa menunggunya.
Aluna langsung memukul lengan Dipta
" Lo itu gimana sih lupa dengan kejadian tadi malam,"
" Hah ? Emang ada kejadian apa,"
" Ih ! Kenapa sih cowok susah banget buat Peka," gerutu Aluna
" Lo muda-muda tapi Pikun ! Kan, gue udah janji mau baik sama lo. Lo lupa kalau gue semalem bilang akan belajar cin ... " Aluna menggigit bibir bawahnya Malu untuk meneruskan ucapannya.
" Belajar cinta ke gue," sambung Dipta
" Auk ah, lo gak bisa diajak romantis," Aluna melangkah dan mendadak terhenti karena ranselnya ditarik
" Mau kemana " Dipta menarik ransel Aluna sampai istrinya itu mundur
" Mau yang romantis, kan," la tersenyum.
" Nih gue tunjukin," Kecupan mendarat di Pipi kanan Aluna membuat cewek itu mematung Sengaja Dipta tahan kecupannya cukup lama setelah merasa Puas baru ia lepaskan.
" Aman " tanya Dipta Melihat Aluna yang tampak shock dengan Pipi yang memerah membuatnya sedikit khawatir Khawatir kecupan yang ia berikan kurang.
" Hellooo " sapanya sambil dadahan ke depan muka gadis itu karena Aluna terdiam seperti Patung.
" Kurang ya Apa mau di bibir,"
" Dasar nakal Nih rasain," Cubitan menyakitkan menyentuh kulit Perut Dipta dan membuat Dipta merintih sakit.
" Lo bener-bener ya Gak sopan banget Gak Punya adab ini di sekolah Dipta Bisa-bisanya lo cium gue di sekolah Kalau ada yang liatin gimana," amuk Aluna tak Peduli dengan suaminya yang kelihatan kesakitan karena cubitan mautnya.
" Kenapa sih ? Katanya gue harus Peka Lo mau yang romantisan ya gue kasih Giliran dikasih malah marah-marah Letak kesalahan gue di mana Aluna,"
" Lo gak nyadar lo salah,"
__ADS_1
" Nyadar sih tapi sengaja gak sadar-sadar Hehe."
" Capek banget gue ngadepin laki-laki kayak elo," ketus Aluna Ia Pikir hubungannya dengan Dipta akan berjalan mulus setelah mereka berdua bicara banyak hal tadi malam Dengan begitu kenormalan Pernikahan mereka akan terlihat tapi ternyata sama sekali enggak
Karena gak mau terlalu capek menghadapi suaminya itu Aluna memilih Pergi meninggalkan Dipta yang membuatnya mau tobat nasuha gara-gara kelakuannya yang selalu menguji kesabarannya yang setipis tisu.
" ALUNA "
" SAYANGNYA DIPTA " Langkah Aluna terhenti mendengar teriakan terakhir
Dipta dengan cepat menyusul cewek itu. " Tungguin gue katanya mau belajar cinta sama gue Hal kedua setelah ucapan terima kasih lo bisa lakuin hal sederhana lainnya Yaitu jalan bareng ke kelas sama gue," Ia menggandeng tangan gadis yang berdiri di sampingnya
" Sambil gandengan " tambahnya lagi
Aluna menatapnya. " Kalau lo masih khawatir orang lain bakal ngejudge lo karena hubungan kita Lo boleh lepasin tangan gue Gue gak akan marah,"
Dipta tersenyum. " Gak jahat Justru gue yang jahat gue Cuman mentingin Perasaan gue Lo bilang mau berubah gue juga harus melakukan hal sama Biar deal," jelasnya Aluna terdiam memandangi Dipta Mulutnya tanpa kata tapi Pikirannya bekerja
" Kenapa ? Lo gak nyangka ya orang yang udah egois sama lo akhirnya mikirin Perasaan lo,"
" Ya " Aluna melepas tangan Dipta lalu melanjutkan langkahnya. " Mungkin kalau lo gak egois dari awal hubungan kita bisa akur sejak lama."
Dipta mengejar gadis itu sampai mereka berjalan beriringan. " Kalau gue gak egois di awal gue yakin gue gak akan Pernah ada tempat di hidup lo," Perkataan Dipta membuat langkah Aluna terhenti
" Benarkan yang gue bilang "
" Jadi gue gak membenarkan hal jahat itu mendatangkan hal baik Cara lo yang egois bukan jalan yang tepat dalam mendapatkan gue Tadinya gue mikir adanya lo di hidup gue mungkin kepastian yang harus gue terima Tapi setelah cerita lo tadi malam buat gue sadar Gak ada kepastian yang sesinkron itu."
" Gue tau bokap gue kayak apa Gue kenal banget sama dia Gak mungkin dia kasih foto gue ke lo tanpa alasan Mungkin bokap gue Punya Firasat bakal ninggalin gue Dia Putus asa dan akhirnya nitipin gue ke lo Bisa jadikan itu alasannya," Mata Aluna berkaca-kaca Membahas mengenai Papanya sangat membuatnya emosional.
" Lo tau Dipta Papa Kadang ngomong tentang hal-hal yang gak gue suka Selalu khawatirin gue secara berlebihan seolah dia tau gue bakal tumbuh tanpa dia Dan tiba-tiba lo datang ke kehidupan gue Ya awalnya gue kira lo orang gila yang mau merusak masa depan gue Tapi akhirnya gue tau Papa ngirim seseorang buat jagain gue dan itu lo," Butiran bening dari mata Aluna menetes jatuh di Pipinya Cepat ia menyerkanya.
" Ya mungkin om Adit nitipin lo ke gue dan ... dan gue orang yang harus jagain lo."
" Izin untuk meluk lo."
Dipta langsung menarik Aluna dalam Pelukannya " Sorry ya Pagi-pagi gue udah buat lo sedih," Seharusnya ia tidak Perlu memulai Pertengkaran kecil ini.
" Please stop buat gue sedih Gue cuman mau fokus belajar berusaha menerima lo dan lupain kesedihan gue Gue udah gak mau ingat kematian Papa,"
" Oke " Dipta mengusap Punggung Aluna lalu melepaskan Pelukannya dan memegang wajah gadis cantiknya
" Gue Punya wanita yang tangguh. Dan ... I love you wanita tangguh,"
Pipi Aluna memerah tanpa sang empu tahu Membuat Dipta menahan salting karena merasa ia berhasil membuat Aluna baper
__ADS_1
" Masyaallah Pagi-pagi udah liat orang bucin aja gue," ujar Marco yang baru saja turun dari motornya.
" Woy lo berdua " Pekiknya.
Dipta dan Aluna menoleh ke Parkiran Marco berlari menghampiri mereka.
" Lo berdua kurang apa mesraannya di rumah sampai mesra-mesraan juga di sekolah," kalut cowok jomblo itu.
" Ya terserah kita," sahut Dipta
" Iya gak Sayang " tanya Dipta ke Aluna
" Gue duluan " Aluna meninggalkan Dipta bersama Marco
" Tu ..... "
Marco menarik ransel Dipta," Udah bucinnya Luangin waktu lo buat ipar lo juga," Tangannya melepas ransel Dipta
" Gue mau ngomong empat mata sama lo kakak ipar," Senyumnya mengembang.
Dipta berbalik dan menatap tajam si anak bunda itu.
" Ipar ? Maksud lo apa ngomong Kayak gitu " sahut Dipta tak mengerti
Marco menonjok Pelan dada Dipta," jangan Pura-pura gak Paham."
" Lo suka Shifa lo mampus," tegas Dipta dengan kalimat yang sudah 2x ia katakan ke Marco Kemarin dan hari ini.
" Tega banget sih lo ngangep gue sahabat gak,"
" Lo cukup dijadikan sahabat bukan ipar Paham ," tekan Dipta
" Lo kenapa sih Dipta ? Minusnya gue apa coba agak ada ? Gue udah mapan ganteng, keren, lucu, bisa kok hidupin adek sepupu lo Gue jamin Shifa di tangan yang tepat," Marco tersenyum Percaya diri.
Dipta langsung memasukkan tangannya ke kantong celana abu-abunya. " Gimana ya Marco ngomongnya Gue gak enak tapi gue Perlu nyadarin lo. Pertama setau gue lo dilarang Pacaran sama bunda Ani dan Ayah Beni kedua, rambut lo masih disisirnin bunda Ani tiga kemana-mana harus laporan ke bunda Ani, empat, mandi masih disuruh dulu ama bunda Ani dan terakhir masang dasi lo aja masih bunda lo juga Gimana mau ngurusin adek gue ngurus diri lo sendiri aja lo masih diurusin bunda," tuturnya Panjang lebar untuk menyadarkan betapa manjanya sahabatnya itu
Marco menutup mulut Dipta," jangan ngomongin aib gue dong Kalau ada yang denger mampus gue." Dipta melepas tangan Karel yang menutup bibirnya
" Adek itu gue udah Punya Pacar Orang Amerika namanya Wiliam Bobot bibit bebetnya juga gak kalah sama lo kecuali satu Dia bukan si anak bunda," tekannya lalu Pergi tanpa Peduli dengan hati Marco yang ia Patahkan.
" Dasar bule laknat " Maki Marco yang kesal Pada cowok yang dijodohkan ke gadis yang ia sukai 18 tahun menjomblo dan baru aja berani mau mencoba untuk menjalin cinta tapi mirisnya cintanya sudah dipalak bule Amerika.
" Bunda ..." rengek Marco
Dipta menahan tawanya Kayaknya ia berhasil ngibulin sahabatnya itu.
__ADS_1
...•••••...