DIPTA

DIPTA
EPISODE 78


__ADS_3


...Jangankan dia sebentar...


" Chiko "


Chiko menoleh menatap sahabatnya yang berdiri bersamanya di Pinggir rooftop gedung sekolah Mereka kadang sering berbincang berdua di tempat berbahaya ini Dan di tempat inilah awal dari Persahabatan mereka.


Sebelum mengenal lebih jauh yang Gana ketahui tentang Dipta hanyalah sosok yang tak banyak bicara di kelas Namun semua anak-anak yang bersekolah di sini tahu jika cowok itu menjalin kasih dengan salah satu gadis tercantik di sekolah Zea.


Setelah mengenal lama sahabatnya itu sosok yang terlihat Pendiam ternyata sangat ceria tapi Penuh duka dalam kisah hidupnya Tidak seenak yang ia kira.


Dipta adalah siswa yang Pintar Sayangnya ketika hubungan Dipta dan Zea berakhir sahabatnya itu seperti kehilangan sebagian dari dirinya. la maklumi. Sebab ia tahu Dipta hanya mendapatkan cinta dari wanita itu Wajar saja lukanya Dipta sangat besar sampai-sampai merasa tak Punya harapan bahagia.


Syukurnya ia dan ketiga temannya berhasil membuat Dipta ceria lagi Akan tetapi sahabatnya itu selalu diterpa masalah. Saat ia tahu dipta sakit Parah, ia benar-benar sedih. Sampai sekarang ia masih bingung kenapa Tuhan begitu jahat Pada sahabatnya Tidak henti-hentinya memberikan luka Pada Dipta Apa Tuhan sengaja agar sahabatnya itu mendapatkan surga terbaik di akhirat nanti ?


" Lo kenapa ngajak gue ke sini,"


" Ada hal yang ingin gue obrolin ke lo."


" Apa "


" Lo masih ingat kalo kita dipertemukan di sini,"


" Masih, lah. Mana mungkin gue lupa kejadian itu," Di sini tempat Chiko ingin mengakhiri hidupnya. Kala itu Gana sangat lelah dengan sagala drama Pada keluarganya Chiko memutuskan untuk mati tetapi Dipta menyelamatkannya.


Dipta langsung menoleh Pada Chiko. " Gue bersyukur nyelamatin lo waktu itu."


" Kebalik Gue yang harusnya bersyukur Kalo gak ada lo, gue udah di neraka sekarang,"


" Hidup gue berubah sejak kenal sama lo Ekonomi orang tua gue membaik dan gue juga dapat orang tua angkat yang luar biasa. Lo bawa keberuntungan buat gue." Gana melempar senyum. " Gue gak nyaka bisa Punya saudara sebaik lo Dipta Mungkin kita emang gak serumah gak sedarah tapi lo segalanya buat gue."


Dipta memasukkan tangannya kedalam saku celananya. " Gue Punya kabar bahagia,"

__ADS_1


" Lo bisa sembuh ? Yes Udah gue duga Pasti ada cara buat nyembuhin sakit lo."


Dipta menghela Pelan. " Aluna udah ngakuin Perasaannya ke gue Dia bilang dia cinta sama gue,"


Chiko terdiam Antusiasnya seketika memudar. Ia memperhatikan Dipta yang tersenyum bahagia Senyum yang beda dari biasanya.


Tak hanya senyum wajah sahabatnya itu juga berseri-seri memancarkan kebahagian.


" Tau darimana kalau dia tulus," Sejak Dipta bercerita di rumah sakit waktu itu. Ia kehilangan respek Pada Aluna Aluna menjadi jahat di matanya.


" Panjang ceritanya Yang Pasti gue bisa liat ketulusan dia."


" Terus "


" Dia minta gue gak ninggalin dia Gimana kalau gue mati nanti,"


Chiko mendengus jengah Tidak suka dengan Pikiran Putus asa sahabatnya itu.


Dipta menatap lurus ke depan Melihat gedung-gedung indah. " Mustahil untuk gue sembuh,"


Dipta menatap langit. " Sejak kapan Tuhan ada buat gue,"


" Orang tua lo gak mau kehilangan lo, Dipta Mereka udah sadar kesalahan mereka Mereka sayang sama lo. Doa lo terjawab Tuhan Peduli sama lo Dipta Lo jangan nyerah kayak gini Gue, Aldi kenzo, Marco kita semua gak mau kehilangan lo Aluna juga gak akan mau lo ninggalin dia Lo bilang dia udah nerima lo. Bayangin betapa sakitnya dia kalo lo mati,"


" Dan lo harus tau Dipta bokap-nyokap lo sangat Peduli sama lo Mereka selalu ngirimin Pesan ke gue buat jagain lo Dipta Mami lo benar-benar mencemaskan lo Dipta Lo gak boleh ninggalin mereka. Lo harus kasih kesempatan ke mereka Lo berhak bahagia Dipta Lo harus Punya keyakinan kalo elo bakal sembuh," Dipta melihat ke arah sahabatnya.


" Lo Pasti sembuh," tekan Chiko sambil memegang erat Pundak sahabatnya itu.


Dipta mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan memberikan 2 amplop Pada Chiko. " Gue masuk sekolah hari ini sebenarnya untuk ngasih lo ini."


" ini apa ? Surat wasiat ? Gue gak mau terima," Chiko menolak kedua surat itu.


Dipta memasukkannya ke kantong seragam Chiko, " Kalau gue kenapa-napa baru lo boleh baca surat dari gue dan kasih surat satunya lagi ke Aluna,"

__ADS_1


Chiko mengepal tangannya. " Waktu lo itu masih lama Dipta lo gak Perlu ngelakuin hal ini." Telah ada air mata bergenang di kedua mata Chiko.


" Gue yakin lo Pasti sembuh,"


" Gak ada yang bisa jamin gue bisa bertahan sampai kapan Lo harus janji, lo bakal ngelakuin apapun yang gue minta di dalam surat itu."


" Gue gak mau Dipta Gue gak mau,"


Dipta mencengkeram kedua Pundak Chiko dengan erat, " Lo harus mau! Harus,"


" Lo itu kenapa sih Dipta semudah ini nyerahnya gitu aja Sekarang lo udah gak sendiri lagi Ada gue Aluna orang tua lo, lo gak sendirian Dipta Lo harus Percaya kalo lo bisa sembuh,"


" Gue udah coba ! Gue juga gak siap mati Tapi ..... "


" Lo gak boleh nyerah Dipta Tunjukin dong rasa tanggungjawab lo ke Aluna lo udah dapetin dia dan lo gak boleh ninggalin dia seenaknya."


" Pokoknya kalo terjadi sesuatu ke gue Lo harus lakuin apapun yang ada di surat itu."


Setetes air mata jatuh di Pipi Chiko," Lo gak nyuruh gue gantiin Posisi lo 'kan ? Lo gak minta gue 'kan buat lanjutin ngebahagiain Aluna,"


Dipta menunduk. " Kalo iya, lo Pasti mau kan Pasti Aluna jauh lebih baik kalau gue titip dia ke elo," tanyanya Putus asa.


" Lo Jangan gila Dipta Aluna gak mungkin bisa bahagia sama gue dia itu cinta sama lo,"


" Lo Pernah janji sama gue,Gue boleh minta apapun sama lo. Lo masih ingat 'kan?"


Chiko mengepal tangannya. " Janji itu masih berlakukan,"


" janji itu terus Lo ungkit "


" Pokoknya gue gak mau tahu Chiko Lo mau jagain Aluna buat gue bahagian dia seperti gue bahagia dia "


" Aluna lebih bahagia Sama Lo Dipta bukan sama gue Paham "

__ADS_1


" gue yakin Lo Pasti sembuh "


...•••••...


__ADS_2