DIPTA

DIPTA
EPISODE 42


__ADS_3


...Aku harus bersabar suatu saat Nanti dia akan mencintaiku sesungguhnya aku Paling kau cinta Rahasiakan sedalam-dalamnya cintamu Aku yang Pasti kau mau di hidupmu akulah kekasihmu...


...Dipta Andreas Malik...


...•••••...


Aluna berdiri di depan Pintu kamar Dipta sambil membawa sepiring makanan. Pintu kamar Dipta terbuka lebar dan cowok itu terlihat sedang duduk di ranjang dan tampak murung.


" Dipta " Aluna melangkah masuk. Dipta mengabaikannya dan ia pun meletakkan makanan untuk Dipta di atas nakas.


" Gue bawa makanan buat Io. Lo makan ya,"


Dipta diam saja bahkan tidak menoleh sedikitpun.


" Lo kenapa " Aluna duduk di Pinggir ranjang sembari menatap Dipta yang menunduk.


" Ada yang sakit "


" Lo ngambek ya ? Gue suapin deh biar lo mau makan," ujar Aluna Terpaksa sebab jika Dipta sakit dia yang akan repot mengurusnya Sebelum kejadian antisipasi dulu.


" Dipta lo kok diam aja ? Ngomong dong jangan diam aja," Aluna menepuk Pelan lengan Dipta tapi cowok itu tetap tidak meresponnya sampai membuatnya kesal


" Dipta ! Lo kenapa sih " Aluna berdiri


" Masalah kecil juga, gue udah bilang gue gak ada apa-apa sama Chiko Gue itu gak Pernah suka sama sahabat lo. Jangan ngambek gini dong gue jadi bingung Lagian nyokap lo yang minta Chiko nganterin gue Jangan salahin gue,"


Dipta mengepal tangannya lalu mendongak memandangi gadis yang tidak mengerti apa yang sedang ia rasakan saat ini.


" Dipta you okay " Kesal Aluna langsung reda kala melihat mata sayu Dipta yang terlihat sedih.


" GUE INI GAK SEDANG BAIK-BAIK AJA ALUNA ! Sentak Dipta membuat Aluna kaget.

__ADS_1


Aluna bertanya dengan nada yang begitu lembut lantas kenapa cowok itu membalasnya sampai urat lehernya ketarik ?


Dipta mengrugas turun tempat tidur berdiri di hadapan Aluna semakin mendekat dan membuat cewek itu mundur ketakutan Karena Aluna trauma dengan yang Dipta lakukan dulu Padanya Dia takut kejadian itu terulang.


" Gue begini karena gue marah dan kesal sama semuanya ! Sama lo ! Sama Angga Sama orang tua gue ! Sama nenek gue yang udah ninggalin gue ! Sama diri gue sendiri Gue benci kehidupan gue Aluna Gue BENCI dengan semua yang gue alami,"


Cowok itu mengambil Piring yang berisikan makanan untuknya lalu melemparnya membuat Aluna terperanjat.


" GUE CAPEK BANGET ALUNA DAN LO, LO JUGA GAK ADA BUAT GUE ! LO GAK PERNAH MAU DI PIHAK GUE ! LO GAK PERNAH MIKIRIN GUE ! JADI BUAT APA LO NANYA GUE KENAPA,"


" LO JUGA GAK BAKAL PEDULI ! LO CUMA INGIN TAU TANPA MAU BERPERAN DI HIDUP GUE," Teriak Dipta


Entah apa yang terjadi Pada Dipta Aluna benar-benar tidak mengerti Cowok itu seketika marah besar Namun Perkataan yang Dipta katakan barusan memanglah benar Dia hanya ingin tahu.


Dipta mengepal tangannya dengan kuat Ia mengontrol napasnya. Ia berusaha untuk menenangkan dirinya walaupun susah Ketika cukup tenang ia ke nakas membuka laci lalu mengambil botol obat dan meminum beberapa Pil yang ia keluarkan dari botol tersebut.


Merasa lebih baik Dipta duduk di Pinggir ranjang. Meski cukup tenang tapi ia tetap gelisah hingga kaki dan tangannya tak bisa diam.


Aluna memberanikan diri duduk di samping cowok itu.


" Dipta lo kenapa "


Dipta tidak bisa menjawab karena merasa sangat gelisah.


Aluna meraih tangan Dipta yang gemetaran la menggenggamnya. Dipta menoleh menatapnya.


" Lo ketakutan " Dipta mengangguk.


" Takut apa "


Dipta balik menggenggam tangan Aluna dengan erat Dipta ingin bicara tapi tak bisa mengatakannya Lidahnya keluh untuk mengucapkan apa yang sebenarnya terjadi Padanya.


" Gak usah takut lagi yaa ...... " Aluna melempar senyum kemudian menarik tubuh Dipta kedalam Pelukannya Aluna berusaha menenangkan Dipta Yang terjadi Pada Dipta membuatnya teringat Pada Papahnya yang juga suka tiba-tiba menjadi sedih tanpa sebab. Dulu Papahnya akan tenang ketika mendapat Pelukan Mungkin berlaku juga Pada Dipta

__ADS_1


Dipta menumpuk dagunya di Pundak Aluna Pelukan Aluna begitu nyaman dan bisa membuatnya tenang Rasanya ia sedang dalam bekapan tubuh neneknya.


" Mau cerita " tanya Aluna sambil melepas Pelukannya Tentu ia merasa tidak nyaman memeluk Dipta meski Dipta suaminya tapi ia tidak ada rasa Pada cowok itu.


Dipta menggeleng.


" Ya udah, Io istirahat aja Gue mau beres-beres Kamar berantakan," Aluna berdiri ketika melangkah Dipta mencekal tangannya.


" Aluna lo harus janji jangan Pernah ninggalin gue ya," ujar Dipta


Reaksi Aluna cuman diam menatap Dipta


" Maaf Dipta gue gak bisa Janji karena gue ...."


Dipta mengangguk Paham mengerti apa maksud Aluna karena Aluna gak akan Pernah mencintainya


" Ya gue tahu kok sekarang gue bisa memahami gue tak bisa memaksakan cinta," ujar Dipta berusaha tegar untuk tidak menitihkan air matanya


" Yaudah gue mau istirahat dan lo juga Perlu istirahat kan "


" Dipta gue minta maaf " Ujar Aluna merasa bersalah


Dipta tahu di hati Aluna cuma Angga dan Angga dia tak Pernah ada di hatinya


" Aluna Lo gak Perlu minta maaf Aluna gue yang salah di sini gue butuh waktu untuk sendiri,"


Aluna Pun menuruti kemauan Dipta mungkin Dipta membutuhkan waktu untuk sendiri saat ini


Setelah kepergian Aluna dia menatap Punggung Aluna Perlahan yang mulai menjauh


" Sampai Aluna lo bisa menerima gue Sampai kapan Aluna," ujar Dipta dalam hati


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2