DIPTA

DIPTA
EPISODE 60


__ADS_3


...Aku cuma ingin mengatakan tetaplah menjadi bintang di langit...


Dua insan berlainan jenis sedang berdiri di tepi balkon melihat jutaan bintang yang mencahayai langit malam Malam ini langit terlihat sangat indah Terang tampak spesial dipandang.


" Indah ya langitnya," Aluna menunjuk ke arah langit yang disinari oleh bintang dan bulan.


Dipta menoleh memandangi wajah gadis itu Sudut bibirnya Perlahan terangkat dan terbitlah senyum tipis yang manis.


" Aluna " Panggilnya Pelan.


Aluna menoleh ke Pria itu. " iyaa kenapa,"


Dipta menggapai Pipi gadis itu dan mengusapnya lembut Memberikan sentuhan hangat dari telapak tangannya.


Aluna terdiam mendapatkan belaian di Pipinya.


Apa yang wanita ini rasakan Kenyamanan yang membuatnya bingung dengan Perasaannya Pada Pria tersebut.


" Lo happy kan," Dipta melontarkan Pertanyaan.


Aluna terdiam sejenak Memikirkan beberapa hal untuk bisa menjawab Pertanyaan simple itu tapi artinya sangat dalam.


" Ya gue happy banget Dipta,"


Dipta mendongak melihat jutaan bintang yang menemani malam. " Gue ini selalu merasa sendiri Gue ngerasa dunia gue gak ada siapa-siapa Banyak yang datang dan bilang gue gak sendirian mereka akan ada buat gue," la menoleh memandangi gadisnya


" Tapi semenjak adanya lo di samping gue untuk Pertama kalinya gue ngerasa memiliki seseorang Aluna,"


Aluna menatap Pria itu sangat lama Jawaban Dipta sangat Penuh arti Intinya Pria itu menganggapnya sangat berarti Mungkin ia harus memaksakan diri untuk melupakan seseorang yang masih di hatinya sampai detik ini Angga ia masih memikirkan Pria itu Memang sulit melepaskan orang yang kita cintai Namun mungkin memang Pria di hadapannya inilah jawaban dari segala doanya Mungkin Tuhan mengirimnya memang untuknya Perlahan senyumnya terbit untuk Pria tampan dengan mata indahnya itu

__ADS_1


" jika gue sumber ini bahagia bagi lo, lo harus janji lo gak akan jadi kesedihan untuk gue."


Pria itu menundukkan Pandangannya Terdiam beberapa saat sebelum kembali menatap gadisnya.


" Lo gak boleh berubah Apapun yang terjadi lo harus jadi bahagia untuk gue Lo gak boleh curang Gak hanya lo yang bahagia gue juga harus dibahagiakan," tuntut gadis itu.


Dipta meraih tangan wanita yang berhasil membuatnya bahagia Merasa hidupnya ada artinya setelah lama mencari-cari tujuannya ada di dunia ini.


Kini ia telah merasa Tuhan mengabulkan doa sederhananya yang Pernah ia mintai ketika ia telah menyerah dengan semua kepahitan dalam hidupnya


Aluna melangkah mendekat Berdiri di hadapan Pria itu dengan jarak yang sangat dekat Mendongak melihat wajah Pria yang menikahinya tanpa alasan yang jelas Tetapi mencintainya dengan begitu hebatnya.


" Gue Punya sesuatu dan Lo harus tutup mata," Pintanya.


" Mau ngapain sih "


" Tutup mata aja dulu,"


Aluna mencium Pipi Dipta


Dipta langsung membeku Aluna menciumnya duluan ? ini bukan mimpikan


Aluna melepaskan kecupannya yang mendarat di Pipi Dipta lalu membisikan sesuatu Pada Pria itu. "I love you Dipta Andreas Malik," Ia Pun mundur beberapa langkah ke belakang Kembali memberi jarak antaranya dengan cowok itu la menatap Dipta yang terdiam dengan wajahnya yang merah Padam Pasti cowok itu sedang menahan salting.


" Congrats lo udah berhasil buat gue suka sama lo," terang Aluna alu mengembangkan senyuman cantiknya


" Hei kok diam aja sih," Aluna menepuk lengan Dipta


" Gue Pasti ini lagi mimpi kan," kata Pria itu.


Aluna langsung tertawa. " ini real Dipta Andreas Malik," la mencubit Perut Dipta untuk membuktikannya.

__ADS_1


" Aw ! Sakit "


" Haha ini real kan,"


Dipta senyum menampakan gigi lalu mengangguk.


" Gimana kalau mulai detik ini kita berdua ..... " Aluna agak malu mengatakannya.


" Kita saling Panggil Pakek aku kamu Gimana kamu setuju kan,"


" Biar apa "


" Ya biar manis " Aluna mengulum bibirnya Dia kenapa jadi gini ya Malu-maluin gak sih ? Kok kayak dia yang jadi kebaperan sama Dipta


" Kalau lo gak mau ya udah gue iseng doang tadi," Gak boleh terlihat rendahan Aluna tentu saja masih Punya harga diri Lebih tepatnya gengsi aja sih.


" Mau kok " jawab Dipta cepat.


" Coba Praktekin," Pinta Aluna


" Harus detik ini juga,"


" Ya udah kalau keberatan,"


Aluna sebal dan beranjak tapi tangannya tiba-tiba ditarik.


" Aku cinta sama kamu Nuansa Aluna"


" ini gak baik buat jantungku aku bisa mati," Aluna melepaskan tangan Dipta lalu kabur masuk kedalam kamar.


" Dia kenapa " tanya Dipta bingung.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2