DIPTA

DIPTA
EPISODE 36


__ADS_3

" GUE PALING BENCI DIKHIANATI "


Aluna menundukkan kepalanya seraya memilan ujung roknya.


" Lo harus ingat Aluna gue ini suami lo. Lo itu istri gue Lo jalan sama Angga sama aja Io udah selingkuh dari gue Mau Io gak ngapa-ngapain tetap aja lo salah,"


Dipta diam menunggu respon dari Aluna Tapi cukup lama menunggu Aluna tidak juga bersuara Apa cewek itu sudah merasa bersalah ? Atau mendadak jadi bisu ?


" Aluna " Dipta mengangkat dagu Aluna


Pantas saja Aluna diam rupanya menahan tangis dan sekarang air mata cewek itu meleleh.


Dipta menghela napas Panjang. " Lo nangis gue yang merasa bersalah Padahal Io yang buat kesalahan,"


Lagi-lagi Dipta menghela napas. " Hapus air mata lo atau mau gue hapusin,"


" Gue bisa sendiri " Aluna Perlahan mengusap air matanya.


" Lama " Dipta menyingkirkan tangan Aluna dan dia yang menghapus air mata gadis itu


" Susah ya cukup anggap gue ada Aluna "


" Susah Dipta " sahut Aluna Padahal Dipta berharap cewek itu tidak usah menjawab omongannya Ia sedang marah dan tidak Perlu jawaban.


Mata Dipta melotot tajam, " Dari awal gue gak ada Perasaan apapun sama Io Dipta Susah buat gue nerima lo di kehidupan gue Dipta," terang Aluna dengan suara sedikit Pelan.


" Dipta " lirihnya.


" Apa " tanya Dipta datar.


" Gue yakin Lo Pasti ngerti gimana susahnya nerima orang baru masuk kedalam kehidupan lo. Dimana Io gak Pernah ngebayangin orang itu menjadi bagian dari hidup lo. Itu yang gue rasain saat ini Dipta," jelas Aluna


" Susah buat gue nerima lo apalagi sebagai suami,"


" Terus " tanya Dipta sedikit menaikan volume suaranya.


" Lo gak mau nerima gue "


Aluna mengigit bibir bawahnya sambil menunduk Takut untuk mengatakan apa yang ada di Pikirannya Takut Dipta tambah sakit hati Aluna tidak mau menyakiti siapapun namun hal ini membuatnya ikutan sakit.


" Ayo ngomong " ucap Dipta agak mendesak.


Aluna bungkam tidak berani menyampaikan apa yang ingin ia minta dari Pria itu Lebih baik jangan dikatakan daripada merumitkan masalah yang ada.


Dipta memegang kedua Pundak Aluna dengan erat. " Jangan Pernah minta gue untuk ngerelain lo sama Angga Kalau lo minta itu, gue gak tau harus nyari kebahagian dimana lagi," ucapnya dalam


" Cukup gue kehilangan satu Perempuan yang Pernah gue sayang Dan gue gak mau kehilangan lagi," Selesai bicara Dipta menyelonong masuk kedalam kelas dengan Perasaan sesak di dada tapi ia tutupi rapat-rapat dibalik muka datarnya


Aluna mematung beberapa detik kemudian memutar badannya memandang Dipta yang duduk di bangku belakang dengan kepala menoleh memandang ke arah jendela.


" Apa aku udah keterlaluan " batin Aluna


" Dipta " Panggilnya.


Dipta menoleh ke arahnya. " Gue baik-baik aja," kata cowok itu dengan datar.


" Gue gak nanya keadaan Io."


" Terus mau lo apa "


" Gue gak nanya keadaan lo."


" Terus mau lo apa "


" Gue ... gue ... minta maaf " Aluna membuang jauh-jauh kegengsiannya Kali ini ia memang harus minta maaf karena sadar sudah melakukan kesalahan fatal Meski tidak mencintai Dipta tapi statusnya sebagai istri tetaplah hal yang sakral.


Aluna menghampiri Dipta Berdiri di samping bangku cowok itu. " Gue ngaku gue salah Gue memang gak kangen sama Mama itu cuma alasan gue biar bisa Pergi bareng Angga Karena gue kesal sama lo. Gue juga bosen dengan sikap lo yang terlalu Posesif sama gue," jelasnya Panjang lebar.


" Bilang ke Angga kalau lo itu Pacar gue baru gue maafin," ucap Dipta bersyarat.


Muka tenang Aluna berubah kesal. " Lo ngelunjak ya,"


" Ya udah kalau gak mau " Dipta memalingkan wajahnya.


" Dipta " Pekik Aluna kesal.


Dipta menatap tajam Aluna, " Maaf lo gak tulus,"


" Maafin gue gak " Paksanya.

__ADS_1


" Gak " balas Dipta ngotot.


" Lo " Aluna menunjuk Dipta


" Apa ? Lo takut Angga bakal ngejauhin lo kalau dia tau kita Punya hubungan," Dipta berdiri.


" Mau sampai kapan Io merahasiakan hubungan kita ke dia ? Cukup sekedar kasih tau kalau Io itu Pacar gue mudah kan,"


" Lo gak ngerti Dipta Angga berarti banget buat gue ! Gue suka sama dia ! Dan gue belum siap kalau dia ngejauhin gue," Mata Aluna berkaca-kaca.


Dipta kembali duduk. " Udah lah Aluna gak usah minta maaf sama gue Percuma juga lo minta maaf kalau Io masih merasa benar,"


Aluna terdiam.


" Tau gini gue gak usah masukin Io kekehidupan gue Lo sama aja kayak Zea yang lebih mentingin orang lain daripada gue,"


Aluna mengepal tangannya. " Gue juga gak minta lo masukin gue kedalam hidup lo. Dan gue gak suka lo ngebandingin gue dengan mantan lo,"


Plok plok plok


Suara tepuk tangan membuat Pasangan suami-istri berhenti beradu mulut dan fokus Pada cowok gondrong yang berdiri di dekat meja guru.


" Pagi-pagi udah ribut aja kalian berdua Jatah malamnya kurang yaa," Kenzo terngakak dengan omongannya sendiri.


" Dasar gila " gumam Aluna Saat ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda Yang ada bukan membuat tawa malah tambah naik darah


" Morning guys " sapa Nadin sambil menyibakkan rambut barunya.


" Aluna ngapain di situ " Nadin menunjuk sahabatnya.


Aluna cepat kembali ke bangkunya sebelum Pikiran Nadin kemana-mana Nadin mendaratkan bokongnya ke tempat duduknya.


" Aluna bagus gak rambut gue " tanyanya sambil memamerkan rambut barunya ke Aluna


" Biasa aja " jawab Aluna malas.


" Bagus tau Lo mah gak ngehargai kerja keras gue ini gue buatnya dari subuh Bilang cantik kek biar gue seneng,"


" Iya Io cantik," Puji Kenzo yang duduk di atas meja guru.


Nadin menatap sinis Kenzo, " Gue gak butuh Penilaian Io cowok jadi-jadian," ketusnya Kenzo yang berambut gondrong jadi bahan bullyan di kelas XII IPA 2 ini Rambutnya yang Panjang dikatai cowok setengah Perempuan.


" Diem Lo ! Urus sono gebetan lo yang hamidun,"


" An ..... "


" Kenzo " Panggil Dipta


Kenzo menaikan alisnya.


" Sini Lo "


Kenzo turun dari meja dan beranjak ke Dipta


" Kenapa ? Lo mau belain gebetan Chiko,"


Dipta berbisik ke Kenzo Aluna dan Nadin melirik mereka Kedua cewek itu curiga bahwa mereka sedang dibicarakan yang tidak-tidak.


" Ngomong apa kalian " tanya Nadin ketus.


" Ngejelekin kita ya " Tudingnya.


" Dih, geer lu " sahut Kenzo


" Mau lo gue gibeng Pakek ini " Nadin menunjukkan Penggaris Panjangannya.


" Heran gue cewek-cewek di kelas ini Pada galak semua Pada makan apa sih Io Pada,"


" Pada suka ngemil atom Kenzo " sahut Marco yang baru nimbrung ke kelas.


" Apalagi gebetannya Chiko Orang Kan


makan 4 sehat 5 sempurna kalau Nadin 4 sehat 5 sianida," Marco tertawa terbahak-bahak.


Kesabaran Nadin habis oleh cowok yang mulutnya agar-agar itu Nadin bangkit menghampiri Marco lalu menamparnya Tidak cuman Marco yang terdiam semuanya melongo melihat Marco yang digampar Nadin.


" Ajib " celetuk Kenzo


" Salah Io sendiri Gue lagi PMS dan lo semua mancing emosi gue," Nadin dengan rasa tanpa bersalah menyelong meninggalkan kelas setelah Puas meluapkan rasa kesalnya ke Pipi Marco Sudah lama memang ia greget dengan cowok mulut lemes itu Hari ini baru tersalurkan rasa sesalnya yang ia Pendam.

__ADS_1


" Are you okey Marco " tanya Kenzo


" Oke-oke muka gue digampar anying " Marco melangkah cepat ke bangkunya


" Bunda gue bahkan gak Pernah mukul gue emang setan gebetannya Chiko," gerutunya.


" Eh " Aluna tidak terima sahabatnya dikatai Setan.


" Khm " Dipta berdehem Nyali Marco langsung menciut.


" Lo bela bini Io daripada kita " Kenzo memicingkan matanya ke Dipta


" Lo bela mereka, Io gak bakal dapat jatah dari gue," ancam Aluna.


" Apaan, lo aja gak ngasih gue apa-apa dari kemarin," sahut Dipta


Marco dan Kenzo melarikan Pandangan mereka ke Aluna


" Gak ada ? Terus yang masakin lo kemarin siapa ? Hantu ?"


" Bukan jatah itu yang gue mau "


" Ohh, lo mau jatah yang ini " Aluna menuntukkan Peninjunya


" Gimana Bos " tanya Marco yang kembali menatap Dipta


Dipta bangkit menghampiri istrinya yang senang bermain-main dengannya itu. Ia memegang tangan Aluna yang menunjukkan Peninju Padanya


" Sebelum Io nyentuh gue, gue Pastikan lo duluan yang kesentuh sama gue," ancamnya dengan tatapan nakal.


Aluna meneguk salivanya ngeri dengan ancaman dan tatapan nakal Dipta


...•••••...


Dipta memundurkan langkahnya. Ada yang aneh di Papan mading. Ia merasa melihat sesuatu Benar, ia tidak salah lihat Ada foto Aluna dan Angga yang dipajang dan ada tulisan di dekat foto yang terlihat mesra itu.


" Congratulation Angga and Aluna couple sweet SMA Kencana Semoga langgeng hingga ke jannah,"


" Tulisan sampah " Kesalnya Beraninya memajang foto gadis miliknya dengan cowok lain Mana ada ucapan selamatnya Pula Mau cari mati Penulisnya kayaknya.


Dipta buru-buru kembali ke kelas Niatnya ke lapangan untuk upacara jadi batal Sampai di kelas ia langsung menggebrak meja Aluna Gadis yang sedang siap-siap untuk turun ke lapangan itupun jadi terperanjat kaget.


Dipta menarik tangan Aluna.


" Ikut gue "


" Mau kemana "


Dipta tidak menjawab Ia membawa Aluna ke mading dan menunjukkan alasannya membawa cewek itu.


" ini apa " Dipta menunjuk tulisan yang membuatnya sakit hati.


" Apa " tanya Aluna bingung.


" ini Baca " bentak Dipta kala menunjuk tulisan yang membuatnya naik darah.


" ini siapa yang nulis " batin Aluna Ia mengalihkan Pandangannya ke Dipta "Gue gak tau soal itu. Bukan gue Pelakunya,"


" Enggak tau atau Pura-pura gak tau "


" Sumpah bukan gue yang nulis " Aluna menunjukkan 2 jarinya.


" Lo gak ada habis-habisnya ya bikin ulah Sekarang buat ulah lagi Lo mau gue kasih Pelajaran biar lo nyesel seumur hidup,"


" Demi Tuhan bukan gue Dipta Gak mungkin gue nulis begituan apalagi sampai di tempel ke manding Gue masih waras kali,"


" Terus siapa yang nempel Foto yang menjijikan itu," Kata Dipta


Aluna mengingat sesuatu. " Pasti ulahnya Nadin dan Kinan karena mereka mikirnya gue dan Angga ...... "


" Aluna lo itu malah diem sih bukannya jawab Pertanyaan gue "


" Demi apapun gue gak tahu apa-apa Tentang foto itu Dipta " ucap Aluna


" Oke kalau lo gak mau jujur sama Dipta akan beri Pelajaran ke Lo Entar malam lo harus siap-siap, " bisik Dipta


Aluna langsung lari ketika Dipta mendengar Kata Dipta yang sangat menakutkan baginya


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2