
...Gue Janji Aluna gue akan mencintai untuk selamanya Nuansa Aluna terima kasih Lo mau terima kekurangan gue...
Dipta memiringkan Posisinya membelakangi Aluna
" Lo mau tau satu rahasia,"
" Rahasia apa,"
" Gue gue itu sebenarnya mau kentut." ujar Dipta sembari tersenyum membuat Aluna geram. Gadis itu sudah sangat serius mau mendengarkan ternyata cowok itu hanya bercanda Aluna kira ada hal serius yang ingin Dipta kata Padanya Nyatanya ia terlalu serius menanggapi cowok gak jelas itu.
Dipta tertawa Puas.
" Nyebelin " Aluna memiringkan badannya membelakangi Dipta merasa kesal karena sudah dikerjai.
" Besok gue akan cerita," ujar Dipta Kali ini dia beneran serius.
" Bodoh ! Gue udah gak Percaya lagi Lo resek Bikin kesel !Bikin haik darah! Bikin gue jengekelll banget!"
Dipta tersenyum nakal. Ia memutar badannya menghadap Punggung Aluna la bergerak merapatkan tubuhnya ke istrinya tangan nakalnya melingkar di tubuh gadisnya itu.
" Satu " Aluna mulai berhitung Jangan sampai hitungan ketiga mungkin ia akan bertindak khilaf Pada suaminya itu.
" Dua "
" Sampai tiga tangan lo masih di situ gue bakal ..... "
" Bakal ngapain " Potong Dipta
" Lo ya udah gue kasih hati malah ngelunjak Minggirin gak tangan lo,"
" Masa Peluk gini doang gak boleh sih Kan, kita udah sah."
" Bukan gak boleh tapi nanti iman lo goyah Gue yang rugi,"
" Ayolah Aluna udah lama kita nikah masa gue gak dapat apa-apa,"
Aluna menyingkirkan tangan cowok itu.
" Gue mau tidur jangan ganggu,"
Tangan nakal Dipta kembali melingkar di tubuh Aluna la menghirup aroma rambut Aluna yang wanginya bau bayi
" Lo Pakai shampo bayi ya ? Jadi Pengen Punya bayi deh,"
" Astaga lo bandel banget ya jadi orang," Aluna menyingkirkan tangan cowok itu lagi lalu berbalik menghadap Dipta dan mendorongnya
" Gak ada bayi-bayian ! Kalo lo mau Punya bayi tokek lo aja sana yang lo bedakin Pakai bedak johnson baby,"
" Galak amat nyokap lo ngidam apa sih waktu ngandung lo,"
" Ngidam makan orang ! Mau lo gue makan,"
" Kapan sih lo jadi lembut sama gue Manis dikit kek kayak kue."
" Cepetan Tidur sana "
" Gak ngantuk " Aluna menarik selimut dan menutupi seluruh tubuh cowok itu termasuk kepalanya.
__ADS_1
" Awas kalo lo gak tidur juga,"
" Sesak woy,"
" Lo gak bakal mati gak usah lebay,"
" Dasar cabul " gumam Aluna sambil memiringkan badannya memunggungi Dipta Semoga kali ini cowok itu tidak bertingkah kembali.
Dipta membuka selimutnya Pikirannya tidak tenang. Rasanya lebih baik ia ceritakan sekarang Pada Aluna daripada harus menunda. Takutnya hari esok tidak ada kesempatan untuknya bercerita Mumpung ia belum ngantuk dan dia yakin Aluna juga gak ngantuk-ngantuk banget.
Dipta mendudukkan dirinya.
" Tidur Dipta " Pinta Aluna yang merasakan Pergerakan Dipta
" Gue akan cerita sekarang sama lo."
" Lo jangan ngibulin gue lagi ya Dipta Gue gak akan ketipu dua kali."
" Gue kenal sama bokap lo, Dokter Adit," terang Dipta
Segera mungkin Aluna bergegas bangun dan duduk di hadapan cowok itu Mendengar nama Papahnya disebut membuat kantuknya hilang dan Penasaran dengan cerita Dipta yang mengenal sosok almarhum Papahnya
" Lo gak nipu gue, kan,"
Dipta menggeleng. " Gue emang kenal dengan Papah lo Dokter Adit Refaldiansyah seorang Psikiater yang bekerja di Rumah Sakit Jiwa Sanjaya," ungkapnya.
Aluna tercengang Darimana kiranya cowok itu tahu banyak tentang kehidupannya ? Apa memang benar Dipta menguntit dirinya selama ini tanpa ia sadari ?
" Gue ini Pasien bokap lo," lanjut Dipta
Refleks Aluna menutup mulutnya yang menganga. Saking kagetnya Tidak sangka dunia sebegitu sempitnya. Kok bisa Dipta menjadi salah satu Pasien Papahnya Padahal di kota ini begitu banyak Psikiater ? Apakah Tuhan sengaja memberi jalan untuk mempertemukan dan mempersatukan mereka berdua ?
" Waktu gue umur 14 tahun Gue ke Psikiater dan di sana gue ketemu bokap lo. Otomatis gue dan Dokter Adit sering ketemu Setiap sore sabtu gue akan konsul Bokap lo bilang gue anak yang kesepian Tau gue Pasien yang Pernah bunuh diri, dia ...."
" Gue capek Aluna Sejak umur gue 4 tahun gue ditinggal orang tua gue Sejak saudara gue meninggal gue sadar gue hanya Punya nenek Gak ada kasih sayang mami dan Papi yang gue dapat Setelah nenek gak ada mereka baru datang dan tau gue sakit mereka baru Peduli," Dipta menarik napas Panjang
" Orang kedua yang bilang gue ini berharga adalah bokap lo. Dia juga bilang gue dan dia bisa jadi teman atau gue juga boleh menganggap dia sebagai orang tua kedua gue."
" Sejak kenal Dokter Adit gue semangat lagi Gue yang udah dekat sama beliau selalu manggil dia dengan sebutan Om Wira. Menurut gue Dokter Adit Psikiater dan teman terbaik yang Pernah gue kenal Dia berharga bagi gue. Satu hal yang sangat gue ingat dari beliau katanya Tuhan itu adil manusia saja yang selalu terlambat memahaminya Saat itu gue belum begitu ngerti maksudnya apa tapi akhirnya gue Paham Intinya gue sangat berterima kasih sama bokap lo Om Adit salah satu alasan gue bertahan sampai hari ini Karena dia yakin gue akan Pulih,"
Dipta menahan sesak di dadanya," Sayangnya Pertemuan gue dan om Adit begitu singkat Bokap lo udah gak Pernah datang lagi ke rumah sakit Gue selalu tunggu dan akhirnya gue tau kalau bokap lo udah gak ada."
" Papa meninggal mendadak Sakit jantungnya kambuh dan .... " Aluna berkaca-kaca Ingin menangis mengingat kejadian memilukan itu
" Gue juga terlambat tau Sampai di rumah sakit Papa udah meninggal,"
Dipta terdiam sejenak lalu menarik hapas dalam." Semenjak itu gue gak mau lagi ke Psikiater Gue takut, gue akan ketemu orang baru dan akan ditinggal lagi Saudara gue nenek gue dan bokap lo. Semua ninggalin gue Gue berantakan ditinggal mereka, gue kehilangan semangat gue Meninggalkan harapan gue. Gue benar-benar hidup tanpa merasakan apa-apa Tapi di akhir Pertemuan gue dan bokap lo, dia memberikan sesuatu ke gue."
" Apa "
Dipta beranjak dari kasur. Ia mengambil dompetnya dan menunjukkan foto yang diberikan om Adit Padanya Dia menyimpan foto itu dengan sangat baik dan selalu menyimpannya di tempat yang selalu ia bawa kemana-mana.
" ini gue," ucap Aluna yang melihat foto masa remajanya ketika berusia 14 tahun.
Dipta kembali duduk di kasur. " Iya itu lo."
" Kenapa Papa ngasih foto gue ke lo," Kali ini Aluna dibuat bingung.
" Setiap gue konsul om Adit sering cerita tentang Putrinya Om Adit bilang harus ada satu orang yang menjadi alasan kita untuk hidup Dan lo adalah alasannya untuk hidup."
__ADS_1
Air mata Aluna tidak dapat ia tahan lagi Butiran-butiran bening mengalir dari sudut matanya. la menjadi rindu Pada Papanya yang sudah tidak dapat kembali kedalam hidupnya yang cukup malang.
" Gue gak tau kenapa bokap lo ngasih foto lo ke gue. Dia cuman bilang dia nitip foto itu ke gue. Sampai akhirnya gue ketemu lo di SMA Kencana Ya walaupun gue gak mendekati lo saat itu. Tapi lo sering memergoki gue merhatiin lo, kan ? Dan lo ngatain gue cabul. Haha Padahal sebenarnya, gue ngeliatin lo karena gue senang bisa menemukan lo. Gue gak nyangka bisa ketemu gadis cerewet dan suka ngomel-ngomel tapi manis kata om Adit,"
Aluna menghapus air matanya.
" Pertama kali gue ketemu lo, gue ingin nyapa, tapi gue ngehargain Zea Gue milih liatin lo dari jauh aja sampai akhirnya gue dan Zea Putus. Setelah beberapa waktu berlalu gue Putuskan lo menjadi bagian dari hidup gue. Gue nikahin lo tanpa restu dari diri lo sendiri Maaf ya gue terlalu memaksakan diri untuk bisa menjadi milik lo."
" Kenapa harus nikah ? Kan, bisa teman atau hanya Pacaran,"
" Karena ... asik aja kalau nikah. Lo sepenuhnya untuk gue," Dipta mengembangkan senyum manis.
Entahlah senyum itu seolah terlihat dibuat-buat menurut Aluna
Dipta Menggenggam tangan Aluna
" Intinya gue takut gak sempat miliki lo. Gue udah banyak kehilangan Gue gak mau menyia-nyiakan waktu gue," Dipta diam berhenti bercerita karena sudah cukup rasanya ia menceritakan sedikit Pilu dalam hidupnya Walaupun ada satu hal yang ia Pilih untuk tidak ia ceritakan.
" Dipta hidup lo berat banget ya Gue jadi merasa malu karena sering ngeluh Padahal luka gue gak seberapa dibandingin lo."
" Gapapa semua orang Punya masalahnya masing-masing Jangan bandingkan luka siapa yang lebih berat dan ngeluh itu wajar. Kalo kata om Adit soal Perasaan itu gak bisa diukur mana yang lebih berat karena belum ada timbangan untuk ngukur Perasaan," Dipta tertawa kecil Menyelipkan candaan agar suasana tidak begitu sad.
" Gue butuh seseorang yang selalu di samping gue Dan sejak ada lo di hidup gue, gue merasa lebih baik Mami senang dan makanya dia ngangep lo itu asetnya Itulah kenapa gue butuh lo, Aluna," Dipta mempererat genggaman tangannya," Makasih ya Aluna,"
" Tapi gue gak melakukan apa-apa Malah gue suka buat sakit lo kambuh deh kayaknya."
" iya memang tapi lebih banyak lo buat gue senang daripada marah."
" Maafin gue ya Dipta gue gak tau hidup lo seberat itu."
" Tenang gue udah beradaptasi dengan rasa sakit kok. Jadi ... gue fine."
" Lo Pasti bohong Gak mungkin lo baik-baik aja," batin Aluna
" Sekali lagi gue minta maaf Tolong maafin gue ya." Aluna mengangkat kedua sudut bibirnya. Ia balik menggenggam tangan Dipta," Mulai detik ini gue akan belajar menerima lo. Gue akan berusaha menghapus jejak Angga di hati gue dan menggantinya dengan Dipta Andreas Malik," la kembali mengembangkan senyum.
" Lo serius,"
" iya Gue serius Almarhum bokap gue Pasti sangat suka sama lo. Papa bukan tipe orang yang suka cerita Dan jika dia banyak cerita sama lo berarti lo Penting bagi dia Dan gue ingin menganggap lo juga Penting di hidup gue."
" Gue Nuansa Aluna akan jadi istri yang baik buat lo Dipta Andreas Malik," tambahnya dengan mata yang berkaca-kaca Rasanya ia ingin menangis deh Gak nyangka aja omong seperti itu keluar dari mulutnya Mengingat ia yang tidak menyukai Dipta dulu.
Senyum Dipta mengembang Mata cowok ini juga berkaca-kaca Benar yang dikatakan Dokter Adit Padanya Tuhan itu adil manusia saja yang terlambat memahaminya.
Aluna merentangkan tangannya. "Ayo Peluk gue," Pintanya
Dipta masih diam karena masih belum nyangka dia dapat mengubah sikap Aluna yang awalnya jual mahal dan kini menjadi murah tapi bukan murahan.
" Ayo cepat sebelum gue sa .... "
Dipta cepat memeluk gadis itu Rasanya seperti kembali memeluk seseorang yang telah lama hilang.
Aluna mengusap dengan lembut Punggung suaminya. " Gue mungkin belum cinta sama lo, tapi gue akan berusaha untuk mendapatkan rasa itu dan kita akan bahagia sama-sama."
" Makasih Dipta udah cinta sama gue Gue Pasti belajar dengan giat biar bisa cepat mencintai lo. Gue janji asal lo semangat dan mau berubah menjadi diri lo lagi Lo harus Punya harapan lagi dan melakukan apapun yang membuat lo bahagia," tambahnya.
" iya, lo juga ya," balas Dipta
" Hm Pasti,"
__ADS_1
Malam ini malam yang diharapkan Dipta Kini terwujud dan semoga saja ia masih Punya banyak waktu untuk membuat Aluna bahagia Sekian lama ia kehilangan harapan dan ketika bersama Aluna ia mulai menghadirkan harapan baru dan salah satu harapannya kini menjadi nyata
...•••••...