DIPTA

DIPTA
EPISODE 77


__ADS_3

" Tuhan jangan Pisahkan aku darinya Jangan rebut siapapun dariku lagi aku sayang dia," ucap Aluna dalam hati seraya melihat Pria yang tersenyum Padanya berjalan mendekat ke arahnya sambil membawa nampan yang berisikan 2 mangkok bubur dan 2 botol air mineral. 1


Dipta duduk di kursi yang berhadapan dengan Aluna Dipta bergerak memberikan satu mangkok bubur dan 1 botol mineral kepada gadis itu.


" Wah baunya enak." Harumnya bubur menyerbak di hidung Aluna dan membuatnya merasa lapar.


" Kok gak Pesen es sih ? Kan lebih seger es," Protesnya Bubur adalah request darinya tapi air mineral bukanlah kemauannya.


" Gak sehat Nanti Pencernaan kamu keganggu Esnya nanti siang aja."


" Hmm, iya deh "


Aluna menyendok buburnya Baru mau masuk ke mulut Dipta malah menahan tangannya.


" Masih Panas Sini aku tiupin dulu." Dipta mengambil alih sendok itu.


" Bukannya gak boleh ya niup makanan Panas ? Katanya sih bisa mentransfer mikroorganisme yang ada di mulut kita,"


" Aman, aku 'kan udah kumur-kumur Pakek listerin."


" Emang yakin bakterinya udah mati,"


" Insyaallah."


" Haha kamu lucu deh."


" iya memang "


" Hm, sombongnya..."


" Sttt diem dulu Aku mau konsentrasi." Dipta mulai meniup bubur Panas yang di sendok.


Aluna sambil senyum memperhatikan wajah tampan Dipta yang sedang meniup bubur la terpesona dengan Perhatian kecil cowok itu Benar-benar gak nyaka ia bisa segila ini Pada Dipta. Ia terkena karma dari benci jadi mabuk cinta Pada Pria di hadapannya.


" Udah dingin nih " Dipta menyodorkan sendoknya.


" Sekalin suapin dong."


"Hmm, manja banget."


Aluna mendengus kesal. "Ya udah kalo gak mau,"


" Et, biar aku suapin," ucap Dipta kala Aluna mau mengambil alih sendok yang ia Pegang.


" Buka mulutnya dan ciuuuu Pesawat segera mendarat Hap sampe deh Haha," Dipta tertawa melihat wajah lucu Aluna yang kaget saat bubur masuk kedalam mulut gadis itu.


" ihh Pelan-pelan Aku belum Siap Belepotan jadinya."


" Ya udah sini aku bersihin," Dipta mengambil tisu lalu membersihkan bibir Aluna


" Pertama kali ngeliat kamu aku masih ingat banget Aku kaget dan seneng bisa ketemu anak om Adit yang cantiknya melebihi di foto Kamu tumbuh dengan baik walaupun tanpa Papah Kamu benar-benar gadis yang kuat ya."


Mata Aluna berkaca-kaca terharu mendengar ucapan Prianya itu.


" Kamu harus selalu kuat apapun yang terjadi nanti Gak boleh nyerah Pokoknya,"


" Aku gak kuat kok. Aku selalu nangis Aku ngeluh capek tiap malam aku cuman bertahan dan yakin bakal bahagia lagi Dan aku ketemu kamu dan ternyata kamu orang yang aku tunggu selama ini."


Dipta mengelus rambut Aluna


" Bukan berkat aku Semua karena kamu yang hebat Aku cuman orang yang kebetulan mampir di hidup kamu."

__ADS_1


Aluna menggeleng. " Kamu gak Cuman mampir tapi bakal menetap selamanya."


" Mau disuapin lagi gak,"


" Enggak deh nanti Lama nanti keburu masuk." Aluna mengambil sendoknya di tangan Dipta lalu makan sendiri.


Sudah beberapa suapan Aluna berhenti makan. la mendongak menatap Dipta


" Nanti minta maaf ke mami ya Aku liat mami marah banget Gak boleh durhaka sama orang tua apalagi ibu."


" Iya Sayang, iya..." Dipta mengusap Pucuk kepala Aluna


" Kalo Punya istri sebaik kamu gini jalan aku untuk ke surga kayaknya gampang deh."


" Ihh, ngomong apa sih Serem tau kamu gak boleh ke surga dulu Bahagiain aku dulu ke surganya nanti aja Perginya barengan sama aku."


" Emang bisa,"


" Bisa "


" Caranya "


" Gak tau "


" Gimana sih kamu ngomongnya bisa tapi gak tau caranya."


" Ya aku 'kan bukan Tuhan Jadi mana tau umur manusia sampai kapan Tapi Pokoknya kematian kita harus barengan atau beda sehari dua hari gapapa deh Asal jaraknya gak jauh,"


Dipta senyum saja Saat ia lihat ada bubur di sudut bibir Aluna ia pun membersihkannya lalu memakan bubur itu.


" Ih, jorok."


" Haha, gak kotor kok Nyium bibir kamu aja Pernah makan sebiji nasi dari bibir kamu berati gak kotor dong."


Aluna menoleh ke belakang dan muka tengil Marco yang ia dapati.


Marco cepat-cepat duduk di samping Aluna sambil meletakkan mangkuk buburnya. " izin ya abang ipar duduk di


samping ayank lo,"


" Gue juga " Kenzo ikut duduk di samping Aluna


" Kasih jarak awas lo nyentuh bini gue," tegas Dipta


" Dikit gapapa kali." Kenzo langsung dipelototi Dipta


" Iya gak bakal disentuh gitu doang marah Lagian Aluna juga gak keberatan,"


" Kata siapa " tanya Aluna sambil menunjukkan mata sinisnya.


" Gak laki, gak bini sama aja galaknya," keluh kenzo


" Udah woi makan " Aldi Perlu konsentrasi untuk mengisi Perutnya Agar ujian nanti ia tidak lemas.


" Bismillahirrahmanirrahim " Setelah meniup buburnya Kenzo melahapnya.


Chiko dan Aldi cukup berdoa dalam hati lalu menyantap bubur mereka.


" Kalian ngapain di sini ? Kayak gak ada meja lain aja Gak liat apa gue lagi sarapan berdua sama Perempuan tercantik sedunia," Dipta mengangkat kedua sudut bibirnya menatap gadis cantiknya.


" Justru kita di sini untuk nemenin lo berdua," jawab Aldi yang buburnya sudah mau kandas Tidak usah heran

__ADS_1


cowok ini makannya memang seperti ikut lomba makan tujuh belasan.


" Setuju ingat kalo berdua itu ada setan diantara kebersamaan kalian Makasih ke kita karena ngusir setan tersebut," tambah kenzo


" Justru lo yang jadi setannya,"


" Astagfirullah " Kenzo mengelus dada


" Gak mungkin ada setan setampan gue Gini-gini gue ini malaikat subuh,"


" Yes alias Pencolong kotak amal Haha." Tawa Marco sampai matanya menyipit.


" Enak aja lo Umi gue gak mungkin lahirin bandit ! Calon ustadz lo hina dosa lo,"


" Lo ? Jadi ustadz ! Ngakak,"


Marco, Aldi, Dipta, Chiko bahkan Aluna ikut menertawakan kenzo


" Jahat lo Pada ! Remehin cita-cita mulia gue Nanti gue aduin yang di atas biar lo Pada masuk neraka bulat-bulat,"


" Anjir, nereka bulat-bulat kek mana bentuknya woi," tanya Aldi sembari tertawa dan sambil membayangkan neraka berbentuk kue cincin.


" Kita udah jarang ngumpul Apalagi kita bentar lagi lulus jadi momen bareng-bareng kek gini gak boleh dilewatin," ujar Chiko si bijaksana saat tawa teman-temannya sudah reda.


" Mantap Pak jaksa " Marco menunjukkan jempol ke Chiko


" Gapapa kok Dipta Ramai gini jadi seru Aku juga harus membiasakan diri sama sahabat-sahabat kamu 'kan," kata Aluna dan keempat sahabat Dipta sangat mendukung Perkataan gadis cantik itu. Kali ini mereka berempat sepaham sama Aluna Sampai keempat Pria itu menunjukkan 2 jomblo Pada Aluna


" Ta .... " Dipta ingin Protes tapi ucapannya langsung dipotong Aldi


" Lo bisa berduaan di kamar Apa masih kurang," tanya Aldi


" Kurang, lah," jawab Marco


" Pasti karena belum dapat donat,"


" Anak babi " Dipta memukul kepala Aldi dengan botol mineralnya.


" Kepala gue nyut-nyutan, njir!"


Marco langsung menyingkut lengan Aluna, " Kasih dong Aluna kasihan Dipta udah lumutan nungguin donat Haha."


" Donat " Ekspresi bingung Aluna sangat terlihat.


" Kasih Paham Marco,"


" Donat adalah sesuatu yang ....."


Dipta dengan cepat berdiri dan menutup kuping Aluna Jangan sampai telinga Aluna ternoda oleh ucapan setan.


" Mungkin Dipta mau jatah kali dari Lo,"


Aluna melepas tangan Dipta yang membuatnya tak mendengar apa-apa.


" Dipta kamu gimana sih aku jadi gak dengar apa-apa Marco ulangin dong," Pintanya.


" jangan dengerin apa yang dibicarakan Marco kamu tahu kan Marco itu sedikit gila " bisik Dipta kepada Aluna


" Hei Upin Ipin ngapain kalian bisik kayak gitu " ujar Marco sedikit curiga


" Ya udah lebih baik aku nganterin kamu ke kelas daripada kamu di sini lama-lama kamu bisa ikutan gila juga kayak mereka,"

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2