DIPTA

DIPTA
EPISODE 35


__ADS_3

Dipta mengetuk Pintu berulang kali sembari memanggil nama Aluna Ketika Pintu terbuka yang muncul bukanlah istrinya melainkan wanita berwajah galak yang malas ia temui Sehingga senyum yang Aluna Peruntukan untuk istrinya jadi memudar.


" Dipta Kamu ngapain malam-malam ke sini," tanya wanita yang memakai dress tidur itu Jam 1 dini hari menantunya datang bertamu Membuatnya terheran-heran apa jangan-jangan Dipta mengigau ?


" Maaf Mah Dipta ke sini cuma mau Jemput Aluna Alunanya belum tidur kan Kalau udah juga gapapa biar Dipta gendong."


" Maaf Dipta Mama gak Paham sama Maksud Kamu itu apa,"


" Maksud Dipta Aluna ada di sini kan,"


" Aluna " Manda juga kebingungan dengan Perkataan Dipta


" Ya Ma Aluna Tadi Dipta Anterin Aluna di rumah Mama,"


" Bukannya Aluna Tadi jalan sama Kamu Tadi Mama lihat Aluna di jemput di Pinggir jalan sana," Tadi Manda tidak memandang jelas sama siapa Putrinya Pergi sama siapa soalnya dia hanya melihat dari balik kaca Mobil.


Dipta mengernyitkan dahi.


" Dipta Pergi sama Aluna " Dipta tampak mikir.


" iya tadi sekitar jam tujuan kamu 'kan yang jemput Aluna,"


Dipta terdiam Dalam diamnya dia telah sadar bahwa Aluna Telah membohonginya. Cewek itu sepertinya Pulang ke rumah mamahnya bukan Karena rindu melainkan mau Pergi sama seseorang yang entah siapa.


" Dipta " Panggil Manda karena bocah yang jadi menantunya itu malah bengong.


" i-iya Mah "


" Kamu 'kan yang tadi jemput Aluna Pakai mobil," tanya Manda lagi.


" itu bukan Dipta Mah " bantah Dipta


" Bukan terus siapa Aluna sama siapa Tadi,"


" Kalau Aluna Pulang jangan cerita ke dia kalau Dipta tadi ke sini Dipta Permisi maaf udah ganggu waktu tidur Mama Assalamualaikum,"


Dipta tersenyum tipis lalu melangkah Pergi seraya mengepal tangannya erat menahan emosinya yang mau meledak Sekuat tenaga ia berusaha mengontrol diri untuk tidak melupakan rasa kesalnya saat ini


Dipta beranjak dengan kendaraan roda empatnya Pulang ? Tidak ia memindahkan mobilnya dan menunggu Aluna. Dipta sangat Penasaran dengan siapa wanita itu Pergi sampai tega membohonginya.


Sekitar 14 menit menunggu akhirnya Dipta melihat mobil berhenti di depan Pagar rumah mertuanya Dipta turun dari mobil. Ia berdiri melihat langsung dengan mata kepalanya Aluna bersama Angga


Lo keterlaluan Aluna


Dipta mengepal kedua tangannya sampai ujung kukunya memutih. Emosinya ingin meledak-ledak. Sampai urat tangannya bermunculan karena manahan diri untuk tidak menghajar Pria itu. Perasaannya amat sakit karena dibohongi oleh wanita yang ia kira akan jadi sumber bahagianya Ternyata ia salah kira Perempuan itu malah jadi sumber rasa sakitnya yang baru. Apakah ia memang tidak Pantas dicintai atau wanita itu yang sama sekali tidak mau membuka hati untuknya ?


Lo sama aja Aluna kayak Zea


Dada bidang Dipta naik turun mengikuti helaan napasnya yang memburu. Ingin sekali ia menghajar Angga tapi kali ini tidak hanya Angga yang membuatnya sakit hati namun Aluna lebih membuatnya terluka. la yakin Angga yang mengajak Aluna namun Aluna mengiyakan Padahal gadis itu bisa saja menolak Sebelum Angga Pergi Dipta sempat mengambil gambar Aluna dan Angga Foto itu akan jadi bukti bahwa Aluna telah mengkhianatinya.


Sementara itu Aluna dan Angga saat ini sedang berbunga-bunga di atas Penderitaan yang Dipta rasakan dan tanpa menyadari ada yang mengintai mereka.


" Makasih ya Aluna untuk malam ini," ucap Angga yang merasa sangat bahagia karena malam ini ia menghabiskan banyak waktu bersama Aluna Nonton bareng, makan bareng dan main bareng la benar-benar Puas meski belum ada titik terang tentang hubungannya dengan Aluna


" iya Makasih juga udah traktir aku," Aluna tersenyum simpul.


Angga mengangguk. " Aku Pulang dulu Sampai ketemu di sekolah Dah,"


" Dahh Hati-hati "


Angga menganggukkan kepala lalu masuk kedalam mobil dan meninggalkan kediaman Aluna Di Langkah Pertamanya Dipta memilih berhenti untuk menemui Aluna Pada akhirnya Aluna keburu masuk kedalam rumah tanpa ia labrak.


Pertahanan Dipta runtuh Kaca jendela mobil retak Pemuda itu meninjunya meluapkan luka di hatinya Tangan kuat itu kini mengeluarkan darah tapi anehnya yang terasa lebih sakit di dadanya bukan di Punggung tangannya.


...•••••...

__ADS_1



" APA GUE INI GAK PANTAS UNTUK DI CINTAI," ucap Dipta dalam Hati


Dipta memandang Pantulannya di cermin la menatap wajahnya Kejadian malam tadi membuatnya bertanya-tanya apakah ia tidak Pantas untuk siapapun ? ini sudah kedua kalinya ia merasa dikhianati Kejadian 2 tahun lalu seolah terulang kembali. Apakah kali ini ia akan kehilangan lagi Perempuan yang ia cintai ? Apakah ia harus mengalah kembali.


Dipta menarik napas Panjang seraya memejamkan mata Berusaha melepas rasa sakitnya dan mengontrol emosinya yang sulit stabil karena Penyakit yang dideritanya Berhasil ?


Pemuda itu malah mengambil Picture frame yang memajang foto masa kecilnya lalu melemparnya ke dinding hingga kaca Picture frame itu Pecah.


Kemudian Dipta terdiam lama mematung dengan tatapan yang kosong Sedih Terluka tanpa mengeluarkan air mata itu menyakitkan Tak bisa melepas sakit yang ia rasakan.


" Tuan muda ...... " Mba Asih berdiri di ambang Pintu. " Astaga ...." Wanita itu melihat Pecahan Picture frame yang berserak di lantai Pantas ia mendengar suara benturan tadi Rupanya majikannya berbuat ulah.


Mba Asih segera memungut Pecahan itu sebelum melukai majikannya. Wanita ini tidak terlalu kaget dengan apa yang dilakukan Dipta karena ia sudah lama bekerja di sini. Ia sering melihat majikannya melakukan hal semacam ini Bahkan kadang lebih Parah lagi Semenjak nenek Pemuda itu meninggal kelakuannya semakin menjadi dan tidak ada lagi yang dapat menenangkannya selain obatnya.


" Sarapannya sudah siap sarapan dulu sebelum berangkat ya," ucap mba Asih setelah selesai membersihkan Pecahan.


" Saya gak lapar " Dipta menyambar tasnya yang terletak di meja belajar lalu menyelonong pergi dengan mimik muka kesal.


" Tuan muda ! Sarapan dulu Nanti mbak dimarahin nyonya besar," Mba Asih menyusul majikannya itu.


" Jangan Paksa saya ! Saya bilang gak ya gak Paham,"


" Tuan muda sedikit aja Nanti Tuan mudah sakit," mohon Mba Asih.


" Saya ini baik-baik aja ! Kenapa sih orang-orang selalu memperlakukan saya seperti orang sakit ? Saya gak akan kenapa-napa ! Ngerti gak ? Mau saya Pecat,"


Mba Asih menunduk sambil menggeleng.


" Saya cuma khawatir Saya gak mau Tuan muda kenapa-napa."


" Jangan kasihani saya ! Saya gak suka Paham,"


Mba Asih mengangguk walaupun tetap akan mengkhawatirkan kondisi majikannya itu.


" Baik Tuan muda "


...•••••...


" Tuan muda Nyonya kecil mana " tanya Pak Panji sambil membuka gerbang untuk majikannya yang tampan. Namun ada yang beda dari majikannya itu Hari ini mukannya kecut seperti jeruk nipis.


" Gak tau " jawab Dipta malas.


" Loh kok gak tau, kan nyonya kecil istrinya,"


" Bapak bisa diem gak " Mata Dipta melotot.


" Makin hari Bapak gak sopan ya sama saya ! Jangan sok akrab ke saya," omel Dipta melampiaskan rasa sesalnya yang terpendam.


" Maaf Tuan muda maaf ...." Sepertinya majikannya itu tidak bisa diajak bercanda Mungkin Penyakitnya kumat Daripada dipecat sebaiknya Pak Panji diam dan bersikap sopan.


Gerbang sudah terbuka lebar Dipta langsung menarik gas motornya sekencang-kencangnya membuat Pak Panji istighfar karena kaget mendengar suara bising dari motor Dipta


" Bocah edan Kalau bukan majikan udah gue ketok Palanya," gerutu Pak Panji.


...•••••...


Dipta menyelusuri jalan bersama motornya yang ia kendari dengan sesuka hati Trek-trekan tanpa Peduli omelan dari orang-orang Bahkan tiba di sekolah ia tidak memarkiran motornya dengan benar Tarik kunci lalu meninggalkan motornya begitu saja tanpa distandar sehingga motor mahalnya itu tumbang dan membuat security geleng kepala karena nambah kerjaannya.


" DIPTA " teriak security yang sudah mengenal salah satu murid SMA Kencana yang dikenal dengan kebadungannya itu.


Dipta menoleh Security menghampirinya


" Ya elah apaan lagi sih," gumamnya malas.

__ADS_1


" Kamu lagi kamu lagi Kamu Pikir sekolah ini Punya Bapakmu ! Parkir seenaknya jangan mentang-mentang kamu anak orang kaya bisa merendahkan kerjaan saya ya," Omel si security ganteng


Dipta menunjuk motornya. " Daripada Abang ngomelin saya Abang benerin aja dulu motor saya Itu kalau lecet dikit aja gaji abang gak bakal sanggup buat bayar," ucapnya ketus lalu Pergi.


" Dasar anak badung," Maki security muda ini.


...••••...


Dipta berjalan malas melewati koridor yang sepi karena datang terlalu Pagi baginya tidak dengan murid lain yang merasa jam segini sudah terbilang siang Semalaman Dipta tidak dapat tidur Matanya terjaga hingga Pagi dan karena gabut ia datang ke sekolah di jam setengah 7 dimana ia tidak Pernah seawal ini.


Sampai di ambang Pintu kelas XII IPA 2 langkah Dipta terhenti Seorang gadis yang duduk di bangku depan memelototinya


Dipta menghela napas malas melihat gadis itu.


Aluna bangkit menghampiri Dipta dengan memasang wajah kesal.


Aluna berkacak Pinggang bergaya layaknya seorang istri yang memarahi suami.


" Lo kemana aja sih Kenapa gak jemput gue,"


Dipta hanya diam menatap gadis yang sudah membohonginya itu Sudah berbuat salah bukannya minta maaf malah marah-marah Gak tahu diri memang istrinya itu.


" Gue nungguin lo sampai jam 3 Pagi Lo malah gak datang Gue sampe ketiduran nungguin lo Dipta Lo kenapa gak jemput gue hah ? Lo sengaja," tanya Aluna bertubi-tubi Membuat kuping Dipta Panas.


" Gue ketiduran " jawab Dipta malas.


" Tidur "


" Ya " balasnya singkat.


Aluna memukul dada Dipta " Keterlaluan banget lo ya ! Gue nungguin sampe subuh lo malah enakan tidur ! Untung gue Punya seragam cadangan,"


Dipta menatap Aluna dengan mata elangnya lalu memajukan kepalannya ke wajah istri nakalnya itu.


" Lo gak ada niatan minta maaf "


Aluna mendorong wajah Dipta, " Jangan deket-deket Salah gue apa ? Yang harus minta maaf itu Lo bukan gue," Aluna menekankan kata terakhirnya.


Dipta menunjuk muka orang yang sudah berani membodohinya itu. " Lo udah ngehianatin gue Aluna," ucapnya sambil mengepal tangan.


Alis Aluna bertaut. " Ngehianatin " Bionya.


Dipta langsung mencengkeram lengan wanita itu. " Gue datang jemput lo dan dengan teganya lo Pergi sama Angga di depan mata gue Lo bilang lo kangen sama nyokap lo tapi kenyataannya apa lo cuma nipu gue ! Gue tau semuanya Aluna Lo udah bohong ke gue ! Lo ngibulin gue demi Angga," Dipta terdiam sejenak sambil menunduk sebelum kembali menatap Aluna dan mengatakan


" TEGA LO "


Dipta menghela napas kasar. " Kenapa lo tega ngelakuin itu Aluna Kenapa " Sentaknya.


Aluna terperanjat Mata gadis ini memerah tangannya meremas ujung roknya Aluna takut sekali saat ini Dipta terlihat begitu marah tatapan dan intonasi bicaranya mengerikan la seperti mau dilahap mentah-mentah


Pegangan di lengan Aluna semakin erat


" Apa susahnya Io itu jujur ke gue kenapa Io harus bohong ke gue Aluna Kalau memang Io Pengen banget Pergi sama Angga lo Pergi aja tanpa harus bohong ke gue segala kayak gini Memang gue gak bakal kasih lo izin tapi seenggaknya Io itu bilang ke gue Aluna gue Pengen di hargai Aluna sebagai seorang suami Tapi lo malah bohong dan saat ini malah marah ke gue Lo benar-benar gak mikirin Perasaan gue Aluna Lo benar-benar gak nganggep gue,"


" Gue tau lo suka sama Angga Aluna ! Gue juga tau lo gak Pernah suka sama gue Tapi bukan berarti lo seenaknya nyakitin Perasaan gue,"


" Setidaknya jika belum bisa suka Jangan memberi luka Pada siapapun," Kalimat mutiara keluar dari mulutnya tapi terucapkan dengan Penuh Penekanan.


Dipta merogoh saku celananya mengambil Ponsel. Ia membuka galeri dan menunjukkan foto Aluna bersama Angga


" Liat gue ada buktinya Aluna Masih mau nyangkal," Dipta mengambil napas. Energinya benar-benar terkuras.


" Gue sayang sama lo Aluna Gue memang gak sesempurna Angga Tapi gue berani jamin rasa sayang gue ke lo itu jauh lebih besar," Dipta terdiam setelah meluapkan amarahnya. Setelah merasa lebih tenang ia kembali menatap Aluna seraya menunjuk tepat di depan mata gadis bandelnya itu.


" Berani lo macem-macem sama gue lagi gue macem-macemin balik baru tau rasa lo," Ancamnya tak main-main.

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2